@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB

Wahai Bunda, Berikan Waktumu Ketika Si Kecil Membutuhkan



Ditulis oleh Ustadzah Norhikmah, guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta, sekolah Islam di Sleman yang mendidik generasi bertauhid, unggur, dan berkarakter.


Bunda ini apa namanya ?

Bunda lihat gambaranku....bagus ngga?

Bunda bagaimana ini caranya ?...aku belum bisa...

Bunda bisa buatkan yang seperti ini ngga ?

Bunda mengapa sih kita harus wudhu sebelum sholat?

Bunda mengapa sih kita harus sholat terus ?

Bunda mengapa sih orang banyak sakit ?

Allah ngga sayang kita ya Bunda?

Bunda...buku yang kemaren mana?

Dan banyak lagi lainnya kita alami dalam kehidupan sehari-hari selama membersamai mereka. Banyak sekali yang mereka tanyakan, inginkan, harapkan dari kita sebagai orang tuanya. Setiap saat, setiap menit, setiap jam bahkan setiap hari. Mereka belum bisa memahami kondisi kita. Apakah kita sibuk bekerja, sedang istirahat setelah lelah seharian bekerja, ada masalah, sedih, bahkan ketika kita sedang sholat, tidak luput dari berondongan pertanyaan-pertanyaan atau hanya sekedar minta sedikit perhatian dari kita. Yang mereka tahu bahwa ada seseorang yang selalu bisa membantu memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dan bisa menjadi pendengar yang baik untuk cerita dan keluh kesah mereka.

Terkadang terhadap semua celotehan atau keinginan-keinginan anak tersebut, kita sebagai orang tuanya hanya menyikapi dengan sikap biasa-biasa saja, merespon dengan seadanya, dan lebih menyedihkan lagi ada yang tidak merespon bahkan memarahinya karena dirasa mengganggu aktifitas orang tua. Padahal kita tidak selamanya dibutuhkan mereka. Kita hanya sebentar membersamai hidup mereka. Ada waktunya mereka tidak membutuhkan kita lagi untuk tempat bertanya, tempat berbagi kebahagiaan dan kesedihan, dan sebagai teman bermain. 

Bunda....kalau kita ingat-ingat, hal-hal tersebut  seringnya terjadi di masa kecil anak seusia usia 2-7 tahun, di mana usia tersebut kita kenal dengan golden age (usia keemasan). Di mana di usia tersebut anak-anak sering bertanya dan minta perhatian yang lebih dari kita. Melakukan hal-hal yang yang menurut kita nggak masuk akal/tidak penting hanya untuk mengalihkan perhatian kita kepada mereka. Apa yang bisa kita lakukan agar pendampingan anak bisa optimal di masa perkembangannya? 

Ada baiknya kita memahami terlebih dahulu bahwa di masa perkembangan anak menuju remaja dan dewasa, ada masa keemasan tumbuh kembang  anak   (golden age). Masa itu sekitar umur 0 – 7 tahun. Masa ini merupakan :

Masa keemasan tumbuh kembang anak

Masa penting penanaman mahabbatullah

Masa dimulai pengajaran agama dan adab yang baik

Masa butuh perhatian dan kasih sayang

Masa diberi kesempatan dan diajak bersama

Di masa ini anak banyak memberdayakan penglihatan dan pendengaran mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar (pembelajaran kehidupan). Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang terdapat di QS. An Nahl (16) : 78

       وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan  Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur”.

Memahami karakter anak di usia keemasan. Berbagai karakter tersebut adalah sebagai berikut :

Banyak bergerak dan tak bisa diam

Imitater (peniru) ulung 

Keras kepala dan menentang

Tak bisa membedakan mana benar dan salah

Banyak bertanya

Ingatan yang tajam

Suka diapresiasi dan disemangati

Suka main dan bergembira

Suka berlomba

Berpikir dan berimajinasi

Cenderung untuk eksplor keterampilan

Perkembangan bahasanya cepat

Cenderung untuk bongkar pasang sesuatu

Berpotensialnya perasaan takut, marah, dan cemburu. 

Mendampingi masa perkembangan anak dengan memberikan waktu yang cukup untuk anak ketika kita dibutuhkan oleh mereka. Ketika anak bertanya sesuatu, ketika itulah saat yang paling tepat untuk pembelajaran hidup, menanamkan nilai-nilai tauhid, adab dan nilai-nilai kehidupan positif lainnya. Kenapa ? Karena saat itu rasa ingin tahu anak sangat tinggi, otaknya siap menerima informasi dari kita dan dalam kondisi senang. Maka jangan pernah melewatkan moment-moment penting itu dalam kehidupan sehari-hari. Meski kadang moment-moment tersebut hadir di waktu yang tidak tepat. Misal kita sedang sibuk bekerja mengejar deadline, anak datang dengan rentetan pertanyaan yang membuat kita emosi dan marah. Dalam kondisi seperti ini kita bisa memberikan jawaban sementara dan menjadwal ulang diskusinya. Tetapi ketika kita tidak melakukan hal yang penting, hanya sekedar melaksanakan hobi maka berikanlah waktu yang cukup untuk kebutuhan anak-anak kita.


Maasya Allah...Bunda....

Ketika masa keemasan anak tersebut tidak kita isi dengan pendampingan optimal, maka pastilah terjadi sesuatu yang tidak kita harapkan pada diri anak kita. Mereka keluar dari jalur fitrahnya yang sejak dilahirkan sudah Allah karuniakan kepadanya. Misal ketika kita selalu tak acuh pada apa yang dilakukan anak, pertanyaan-pertanyaan mereka jarang kita respon, dan cerita-cerita mereka jarang kita dengarkan bahkan kita jarang berkomunikasi dengan mereka maka tunggulah kedatangan  saat dimana sesuatu atau seseorang akan menggantikan peran kita sebagai orang tua. Ketika dunia luar sudah memberikan kebahagiaan, ketika dunia luar lebih menarik dari apa yang kita persembahkan, ketika itu pula peran kita tergantikan, baru terasa sedih dan pilu menyapa hati kita. 

Bunda, sebelum semuanya terlambat, sebelum berakhir masa keemasan anak kita, pastikan bahwa kita sudah mendampingi mereka, memberikan perhatian dan penghargaan yang cukup untuk mereka serta sudah menanamkan nilai-nilai tauhid dan adab kepada mereka supaya mereka mempunyai bekal yang cukup untuk terjun ke dunia luar yang sarat dengan fitnah. Terakhir pastikan anak kita bisa menjawab, memahami, dan mengamalkan pertanyaan ini dengan baik dan benar.

Maa ta’budu mimba’di (apa yang kamu sembah sepeninggalku ?)


Wallahu ‘alam





Pertimbangan Memilih Sekolah Dasar

SDIT Hidayatullah, salah satu sekolah islam terbaik di Sleman


Anda sedang bingung memilihkan sekolah Islam terbaik di Sleman untuk anak-anak Anda? Manakah sekolah dasar islam paling direkomendasikan di Sleman? Banyak sekali sekolah islam berdiri, apa yang perlu kita pertimbangkan saat memilihkan sekolah untuk anak-anak kita? Sekolah dasar yang cocok untuk kita pilih sebenarnya yang seperti apa?


Sekolah dasar menjadi anak tangga pertama anak-anak menempuh pendidikan formal. Sekalipun semakin marak homeschooling dan sudah lebih dari satu tahun sekolahan tidak bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, tetap penting bagi orang tua memilih sekolah sebagai partner mendidik anak. Bagaimanapun juga sekolah telah berpengalaman mendidik sekian banyak generasi dibandingkan kita sebagai orang tua.


Sekolah seperti apa yang sebaiknya kita pilih? Enam tahun belajar di bangku sekolah dasar bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal bisa didapat oleh anak-anak kita tapi juga ada banyak hal bisa terlewat selama waktu pendidikan itu.


Berikut ini beberapa pertimbangan yang penting untuk menentukan sekolah ananda.


1. Visi dan misi sekolah

Visi dan misi sekolah sangat penting menjadi pertimbangan. Sekolah yang memiliki visi selaras dengan visi orang tua akan lebih cocok dipilih dibandingkan sekolah dengan visi yang berbeda. Bagaimana mungkin kita menginginkan anak kita berjalan ke utara jika kita menyekolahkan mereka di sekolah yang mengajak berjalan ke arah selatan.


2. Komitmen dan dedikasi guru

Sebuah ungkapan menyatakan bahwa keberadaan guru lebih penting daripada metode pengajaran. Yang jauh lebih penting dari sekedar keberadaan guru adalah ruh dan jiwa guru itu sendiri. Sebaik apapun visi, misi, kurikulum, kegiatan, target lulusan, dan apapun yang tertulis di dalam dokumen akreditasi sekolah, semua itu tidak bermakna sama sekali tanpa guru-guru yang berdedikasi. Dari mana kita mengetahui kadar dedikasi mereka? Saat berkunjung ke sekolah coba berbincang ringan dengan pegawai-pegawai non akademik seperti tata usaha, satpam, pekarya, dan sebagainya. Jika kita bisa merasakan semangat dan antusias mereka meladeni pertanyaan-pertanyaan kita, barangkali sekolah itu cocok bagi anak kita.


3. Lama berdirinya sekolah

Bukan berarti mengesampingkan kualitas sekolah-sekolah yang baru berdiri, bisa bertahannya sekolah dalam jangka waktu lama bisa menunjukkan kualitas sekolah tersebut. Sebagus apapun konsep yang diusung sekolah-sekolah baru, sekolah-sekolah lama masih menang pengalaman. Sebuah hipotesis menyebutkan bahwa sekolah yang baru berdiri akan mengalami penurunan kinerja setelah sepuluh tahun. Jika sebuah sekolah mampu melewati masa itu, pertimbangkan sekolah itu untuk dipilih.


4. Profil alumni

Semakin banyak alumni yang lulus maka semakin bisa dibaca kualitas sebuah sekolahan. Sekolah tidak perlu memasang foto alumni berprestasi untuk menunjukkan kualitas proses pendidikan mereka. Masyarakat bisa menilai sekolah dari para alumni yang beredar di masyarakat, sekalipun tidak semua alumni berprestasi, dari mereka akan terbaca pola sekolah dalam mendidik anak.


5. Biaya pendidikan

"Jer basuki mawa beya"

Sesuatu yang berharga itu ada harganya. Jika kita memilih sekolah hanya berdasarkan murahnya, jangan banyak berharap selain mendapatkan kemurahannya. Para ulama bahkan menjual atap rumah, baju, dan apapun demi membeli kertas untuk menulis, demi mendatangi guru, demi menginap di rumah guru, demi ilmu. Guru sejati tak pernah meminta upeti, murid sejati tak pernah tak berbakti. Sekalipun begitu, jangan juga hanya memilih sekolah karena mahalnya. Mahal murah suatu sekolah tidak serta merta menunjukkan kualitas, bisa jadi hal tersebut hanya menunjukkan segmen pasar yang ditargetkan oleh sekolah.


6. Jarak lokasi sekolahan dengan rumah

Sekalipun jarak tak lagi jadi kendala di zaman sekarang, tentu kita tak ingin mengalami kesulitan dalam mengantarkan anak-anak kita bertemu guru mereka. Pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu. Jika hanya itu, mesin telusur di internet mungkin jauh lebih berilmu. Apabila kita tetap ingin menyekolahkan anak kita di tempat yang jauh, pertimbangkanlah sekolah berasrama agar ilmu mereka tidak tercecer di jalan.


7. Kabar miring

Sebagaimana kita perlu mencari ulasan pembeli saat belanja di toko online, cobalah mengecek kabar-kabar miring yang beredar tentang sekolah yang sedang kita amati. Selain sebagai bentuk kewaspadaan, mengonfirmasi kabar tersebut kepada pihak sekolah akan lebih menenangkan kita. Semoga bukan mencari aib yang sedang kita lakukan karena kita akan bekerjasama dengan pihak lain terkait masa depan anak kita. Sudah menjadi kewajaran ketika kita perlu memastikan semuanya clear.


Semoga tulisan mengenai beberapa pertimbangan memilih sekolah dasar ini bermanfaat. Perlu diingat, sebaik apapun kualitas sekolah yang kita pilihkan untuk anak-anak kita, tak akan banyak berguna jika anak-anak tidak mendapat sentuhan langsung dari orang tua dalam proses pendidikan mereka.

Qurban Tanda Cinta di SDIT Hidayatullah 1442 H

 


www.sdithidayatullah.net | Kamis, 12 Dzulhijjah 1441 H/ 22 Juli 2021 M. Alhamdulillah telah terlaksana qurban di sekolah kita tercinta, SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Tercatat ada 2 ekor sapi dan 10 ekor kambing yang disembelih hari ini

Qurban kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini para murid tidak ikut terjun langsung dalam membantu merajang daging seperti tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan pandemi yang belum berakhir dan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

Tak terasa sudah 2 tahun Idul Adha bersama pandemi dan tanpa anak-anak di sekolah.
Meski begitu alhamdulillah qurban berjalan dengan lancar.

Semoga ini kali terkahir qurban bersama pandemi. Semoga pandemi segera berakhir.

Proses pengulitan sapi


Proses perajangan

Proses pemotongan tulang 


Pendistribusian kepada shahibul qurban






Virus Corona


Dening : Sri Utami, S.Pd.

Wabah virus corona saka kutha Wuhan China, mlebu ing Indonesia kurang luweh pertengahan Maret tahun 2020. SD IT Hidayatullah Yogyakarta ngliburake murid-muride kanggo tujuan njaga amrih saka paparan virus corona. Sakbanjure SD liyane uga diliburake miturut peraturan dinas pendidikan. Pelajaran tatap muka utawa offline diganti pelajaran virtual utawa online. Guru ngajar saka sekolah murid nggatekake saka ngomah lewat handphone utawa laptop banjur nggarap tugas dikirim kanggo aplikasi whatshap , google lan sakbanjure.

Ing mangsa pandemi virus corona, mlebu metu dibatesi kanggo njaga tular tinular penyakit, menawa metu omah uga nggunakake masker lan jaga jarak menawa papas an. Handphone (HP) utawa gadget sing awale kanggo alat komunikasi tambah amba manfangate kanggo tuku lan dodolan online, sinau online lan liya-liyane. Handphone wis kaya kebutuhan pokok sing kudu diduweni kanggo manungsa nglaksanakake aktivitas saben dina.

Sak suwene pandemi corona panggunakane gadget saya akeh, kanggo aktivitas sabendinane kayata kanggo sinau online, bakulan, lan liya-liyane. Panggunakane gadged ana dampak positif lan dampak negatife. Dampak positife gadged bisa nambah kawruh uga ngakses informasi ing ngendi wae lan kapan wae, dampak negatife nyebabake radiasi ana ing system saraf manawa kasringen nggunakake, murid-murid males maca buku lsp.

Kapetik saka Modul Basa Jawa SD IT Hidayatullah Yogyakarta Kelas IV

Sri Utami, S.Pd., Penulis Modul Basa Jawa SD IT Hidayatullah Yogyakarta

SDIT Hidayatullah Yogyakarta Gelar Orientasi Murid Online


www.sdithidayatullah.net | Senin (12 Juli 2021) Dalam situasi PPKM, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan orientasi murid secara online.

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui channel YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta ini menghadirkan murid lelas 1 s.d. kelas 6 di sekolah ini. 

Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah menyampaikan selamat datang kepada seluruh murid di tahun ajaran 2021/2022 ini. Ustadz Rifki juga menyampaikan sebuah nasehat, "Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu dibanding orang yang tidak beriman dan tidak berilmu." Kata Beliau. "Fokusnya ada dua, yaitu beriman, bagaimana menanamkan keimanan dalam pembelajaran berbasis tauhid dalam setiap aspek dan program-program yang diberikan oleh sekolah baik itu program yang dilaksanakan di sekolah atau di rumah. Misalnya sholat lima waktu dengan penuh kesadaran, menghormati orang tua, sebagaimana akhlak nya Nabi, mutakholiqun bil Qur'an." Lanjut Beliau. 

Acara live streaming yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini kini sudah ditonton lebih kurang 1.700 viewer diakhiri dengan quiz untuk seluruh murid yang harus dijawab melalui google form masing-masing kelas.

Video lengkap kegiatan Orientasi Murid Tahun Ajaran 2021/2022 bisa tonton link di bawah ini :


Laporan Thorif

Foto : Screenshot Channel YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Orientasi Orang Tua Murid Baru SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Sabtu (29 Dzulkaidah 1442 H/10 Juli 2021 M) Dalam rangka persiapan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Pelajaran 2021/2022, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Orientasi Orang Tua/Wali Murid Baru secara online melalui aplikasi zoom meeting.

Informasi Murid Baru >> KLIK DI SINI

Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah menyampaikan dan harapan, : "Sinergi/kerjasama yang baik mutlak dihadirkan bersama (orang tua dan sekolah, red). Sinergi ini akan membantu mempermudah proses dari orang tua dan sekolah." Kata Ustadz Rifki. 

Tahun ini, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menerima murid kelas 1 sebanyak 91 anak dari berbagai macam daerah di Kabupaten Sleman, DIY, dan ada juga yang dari luar DIY.

Laporan : Thorif

Foto : Ida/Ulfah

LOWONGAN GURU SD IT HIDAYATULLAH 2021


Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dibutuhkan Guru Al-Qur'an SDIT Hidayatullah Yogyakarta sebagai berikut :

📕 Syarat :

↘️ Muslim/Muslimah

↘️ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik.

↘️ Senang dengan dunia anak-anak.

↘️ Diutamakan mempunyai sertifikat Metode Ummi (bagi yang sudah memiliki)


Kirim berkas lamaran Anda melalui link di bawah ini :

>>> https://bit.ly/lowonganguruquran2021 


👉🏻 Surat lamaran online dilampiri dengan:

👉🏻 Curriculum Vitae

👉🏻 Foto copy ijazah terakhir dan transkrip nilai

👉🏻 Foto copy identitas yang masih berlaku [KTP/SIM/PASPORT]

👉🏻 Foto copy sertifikat pendukung lainnya.


📩 Alamat Sekolah :

SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.


Bagi yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti tes seleksi.


📝 Catatan :

Jam kerja di SDIT Hidayatullah :

🗓 Senin s.d. Jumat : Pukul 07.00 s.d. 14.45 wib

🗓 Sabtu : Pukul 07.15 s.d. 12.00 wib

Info Lebih Lanjut Hubungi :

📞 Thorif HP 0877-3821-9070

Tasyakuran Kelulusan Kelas VI SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Sabtu (26 Juni 2021), bertempat di Dapur Warna, sebuah rumah makan di Kabupaten Sleman, acara Tasyakuran Kelulusan Kelas VI SDIT Hidayatullah Yogyakarta Angkatan ke XVIII digelar.

Hadir dalam kegiatan ini, pengurus yayasan, pengurus komite sekolah, orang tua/wali murid kelas VI, murid kelas VI, serta guru dan pegawai SDIT Hidayatullah Yogyakarta Walau tidak seluruh murid kelas VI hadir, dikarenakan sudah ada yang aktif masuk pesantren, acara ini berjalan dengan khidmad dan lancar.


Acara yang mengambil tema "Kuraih Masa Depan dengan Keberkahan Ilmu" ini berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan pada tahun 2021, sebanyak 91 murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta lulus dari sekolah ini. 

Dalam sambutannya, Ustadz Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I., selaku Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh orang tua/wali murid yang telah mendampingi murid-murid kelas VI dalam pendampingan belajar di rumah selama pandemi covid-19. Beliau juga mengutip nasehat Al Imam Al Ghazali tentang nasehat keberkahan ilmu, : "Yang pertama niat mencari ridha Allah dalam menutut ilmu, kedua menghormati ilmu dan orang yang menyampaikan ilmu tersebut (guru).

Bapak Triyono, selaku Pengurus Komite Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta juga menyampaikan beberapa hal, di antara nya ikut bangga komite sekolah dilibatkan dalam kegiatan sekolah ini. Beliau juga menyampaikan kepada seluruh calon alumni SD ini, "Setelah keluar dari SDIT Hidayatullah junjung tinggi nama baik almamater dan perkenalkanlah sekolah ini kepada orang lain agar orang lain mengenal dan memasukkan anak-anaknya ke sekolah ini ." Beliau juga mengajak kepada orang tua/wali alumni sekolah ini, untuk setelah anaknya lulus dari sekolah ini untuk membantu sekolah ini, agar sekolah ini berkembang.

Tasyakuran Kelas VI ini juga diisi Khitobah Birrul Walidain yang diisi oleh Ustadz Kurnia Pramudi Suharso, S.SO.I. atau yang dikenal sebutannya Kang Kurnia, Beliau menasehatkan kepada seluruh murid yang lulus tahun ini tentang jasa para orang tua yang telah berperan sangat besar dalam pendidikan mereka, juga jasa para guru-guru yang mencerdaskan anak-anak. Saat diajak berdoa bersama, terlihat dan terdengar anak-anak banyak yang sesenggukan menahan tangis dan mengeluarkan air mata. 

Ustadz Syamsul Maarif, S.Ag. dalam sambutannya mewakili Yayasan As-Sakinah Yogyakarta menyampaikan apresiasi yang besar kepada seluruh orang tua/wali murid yang telah mempercayakan anak-anak mereka melalui sekolah ini, Beliau juga menyampaikan terimakasih kepada kepala sekolah dan segenap guru di sekolah ini yang telah bekerja keras dalam mendidik anak-anak.

Kesan dan pesan juga disampaikan oleh perwakilan kelas VI, yaitu Ananda Arya Zaky Maheswara, mewakili murid putra dengan menggunakan Bahasa Jawa dan Ananda Rhania Naura Athaya, mewakili murid putri.

Adapun selaku perwakilan orang tua/wali murid kelas VI, diwakili oleh Ustadz Abu Ayyub, beliau menyampaikan beberapa hal, salah satunya beliau mengucapkan terimakasih kepada SDIT Hidayatullah Yogyakarta : "Yang telah menjadi parner kami. Kami memilih sendiri dan alhamdullillah kami tidak salah pilih," kata Beliau dalam sambutannya. Menanggapi cita-cita anak-anak yang polos, Beliau memberi tanggapan : "Masih banyak ruang-ruang yang perlu kita siapkan. Sudah ada yang bercita-cita menteri luar negeri, dokter, programmer. Belum ada yang presiden yang hafidz/ah, polwan hafidz/ah, semua harus disiapkan." Lanjut Beliau.

Apresiasi juga diberikan kepada para murid yang berprestasi, yaitu murid putra yang berprestasi dalam bidang akademik, yaitu Ananda Faiz Ramadhan, Daffa Rifki Amiza, dan Irfan Arifuddin masing-masing juara 1, 2, dan 3. Adapun murid putri diraih oleh Ananda Azka Sholiha Al-Faruq, Rhani Naura Athaya, Aisya Sakhina Kirani, masing-masing juara 1, 2, dan 3.  Adapun yang berprestasi dalam bidang Al-Qur'an, diraih oleh Ananda Mansyuroh, Muhammad Al Farisi Ibrahim, dan Maheswari Kayana Akanta Purnomo, masing-masing juara 1, 2, dan 3. 

Acara yang berlangsung menggunakan protokol kesehatan yang ketat ini ditutup dengan doa oleh Ustadz Zainal Arifin, S.Pd.I., yang Beliau juga sebagai guru kelas VI.

Video Tasyakuran Kelulusan Kelas VI bisa lihat link YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta :

Laporan : Thorif

Foto : Ulfah Hasanah

SDIT Hidayatullah Yogyakarta Gelar Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi


www.sdithidayatullah.net | Rabu 12 Zulqa'idah 1442 H/23 Juni 2021 M bertempat di Gedung Serbaguna Hidayatullah Yogyakarta, kegiatan Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi SD IT Hidayatullah Yogyakarta Angkatan Ke 5 digelar. Khotaman dan Imtihan tahun ini diikuti oleh 229 peserta dengan kategori tahsin, tahfizh juz 30, 29, 28, 1, 2, dan 3 yang diikuti oleh murid kelas 1 sampai dengan kelas 6 di sekolah ini. Acara yang 
mengambil tema "Bersama Al-Qur'an Menjadi Generasi Terdepan" juga dihadiri oleh unsur-unsur orang tua murid, guru, dan pengurus Yayasan As-Sakinah Yogyakarta. 

Karena acara yang digelar ini di tengah wabah virus corona 19, maka jumlah yang hadir di gedung dengan kapasitas 750 orang ini dibatasi, sehingga orang tua/wali murid yang biasanya diundang keduanya, bahkan ada yang membawa kakek-neneknya, tahun ini harus dibatasi hanya salah satu orang tua/wali yang dibolehkan hadir mengikuti kegiatan tahunan ini dan setiap pengunjung wajib memakai masker, jaga jarak, dan tidak berjabat dengan sentuhan tangan.

Acara Imtihan yang dipandu oleh Ustadz Akbar Yudho Diharso, S.Sos., M.Si. dari Ummi Daerah Yogyakarta ini berlangsung dengan santai dan jenaka. Sehingga setiap pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh pengunjung atau pemandu bisa dijawab oleh peserta dengan baik.

Ingin menyaksikan siaran ulang kegiatan ini, bisa lihat dan klik di channel YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta atau bisa melihat video di bawah ini :


Laporan Thorif

SD IT Hidayatullah Yogyakarta, Sekolah Dasar yang Menjadikan Al-Qur'an Sebagai Dasar


Oleh : Akhid Nur Setiawan

"Dahulu kaum salaf tidak mengajarkan hadits dan fikih kecuali kepada orang yang hafal Al Quran," berkata Imam An Nawawi.

Pendaftaran Murid Baru : KLIK DI SINI

Begitulah idealnya pendidikan dasar bagi anak-anak muslim. Al Quran ialah sumber utama dari segala ilmu. Mempelajarinya menjadi prioritas dibandingkan mempelajari ilmu lain. Jika menyimak biografi para ulama, kita temui bahwa mereka sudah selesai menghafal Al Quran pada usia tujuh tahun, sembilan tahun, atau tiga belas tahun.

Memang tak semua anak harus menjadi ulama tapi mengupayakan Al Quran mengalir menyatu dalam darah daging mereka sejak usia belia tentu akan sedikit menenteramkan hati kita. Kita "nyicil ayem" dengan menyiapkan bekal mereka untuk menghadapi dunia. Ibarat tanaman yang baru tumbuh lalu kita memupuknya dengan nutrisi keimanan, insyaallah ia akan berdiri dengan akar yang kokoh, melahirkan daun yang rindang, dan kelak menghasilkan buah yang manis.

Kondisi budaya yang berbeda memaksa kita baru bisa mencontoh generasi terdahulu dengan semampu kita. Jika mungkin anak-anak kita belum bisa khatam 30 juz sebelum lulus SD melalui hafalan. Semoga setidaknya mereka bisa khatam 30 juz dengan melihat mushaf.

Untuk hafalan kita upayakan mereka bisa khatam separuhnya, atau sepertiganya, atau sepertigapuluhnya. Di suatu negeri barangkali anak-anak hafal Al Quran bukan lagi hal yang istimewa karena  pada umumnya anak-anak di sana yang tidak hafal Al Quran hanya satu dua. Bagaimana dengan lingkungan kita?

Tidak menyerah begitu saja, banyak komunitas muslim berusaha kembali membudayakan hafal Al Quran sejak usia dini. Salah satunya dilakukan Yayasan As Sakinah melalui SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Sekolah dasar yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman itu memang sangat menekankan pembelajaran Al Quran bagi murid-muridnya.

Pembelajaran Al Quran di sekolah yang berada di komplek Pondok Pesantren Hidayatullah itu menggunakan metode Ummi. Dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA para murid sangat familiar dengan kegiatan tahsin dan tahfizh sebagai agenda harian. Metode Ummi dipilih salah satunya karena pengelolaannya sangat mengedepankan komitmen pada mutu, baik mutu guru, proses, maupun mutu murid.

Penjagaan mutu dimulai dari guru yang wajib lulus ujian tartil bacaan Al Quran dan sertifikasi pengajar metode Ummi. Guru Al Quran SDIT Hidayatullah berjumlah 40 orang dari keseluruhan guru dan pegawai yang berjumlah sekitar 80 orang, kemungkinan masih akan terus bertambah. Guru kelas, guru mata pelajaran, pegawai, hingga petugas kebersihan tak luput dari kewajiban lulus tashih yang ditetapkan oleh yayasan.

Berkala tiga tahun sekali sertifikat tashih harus diperbarui sehingga salah satu program sekolah ialah penjagaan bacaan Al Quran guru dan pegawai baik dengan tadarus, pembinaan, maupun tasmi'. Selain itu pemenuhan standar hafalan minimal juga menjadi target program bidang sumber daya manusia. Kuatnya interaksi dengan Al Quran merupakan intinya inti perjuangan mengembalikan kejayaan peradaban Islam.

Bagaimana dengan murid-muridnya? Di awal masuk sekolah para murid dites bacaannya untuk pengelompokan saat belajar Al Quran. Jika memang harus mulai belajar dari pengenalan huruf tunggal berharakat fathah maka murid pindahan kelas empat pun harus belajar dari jilid satu.

Jika ada murid kelas satu yang sudah menguasai bacaan panjang sesuai standar, maka ia berhak mulai belajar dari jilid empat. Apakah ada? Ada! Di antaranya murid TK Yaa Bunayya yang masih terjaga bacaannya hingga masuk SD. TK yang berada dalam satu naungan yayasan dengan SDIT Hidayatullah itu sudah mengajarkan Al Quran kepada murid melalui metode Ummi dengan target lulusan selesai jilid empat.

Sebagai penjagaan mutu setiap kenaikan jilid murid harus diuji oleh koordinator Tim Al Quran agar kualitas bacaan sesuai target materi jilidnya. Setiap seperempat juz hafalan juga harus melalui ujian agar bisa lanjut ke seperempat juz berikutnya. Setiap akhir semester semua hafalan harus diuji simak sampai hafalan terkini.

Setiap juz yang selesai dihafal dalam satu tahun harus diuji oleh Tim Ummi Foundation melalui proses munaqosyah. Jika seorang murid telah menguasai bacaan ghorib dan ilmu tajwid dasar, telah tartil juga bacaannya, serta telah hafal juz 30, ia akan menjalani munaqosyah tartil.

Munaqosyah ialah semacam ujian pendadaran. Murid dites, diuji, ditanya-tanya, diminta membaca, dan diminta menjelaskan hukum bacaan Al Quran yang ia baca. Anak-anak bisa? Masyaallah, meskipun belum semua, atas izin Allah mereka terbukti bisa melaluinya.

Para murid yang telah lulus munaqosyah lantas ditampilkan kepada orang tua dan masyarakat untuk diuji secara publik dalam kegiatan Khatmul Quran dan Imtihan. Siapapun boleh menanyakan mengenai apapun yang telah murid kuasai dari sisi bacaan maupun hafalan. Tahun 2021 insyaallah menjadi tahun ke lima SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan Khatmul Quran dan Imtihan.

Bisa dibayangkan bagaimana para guru Al Quran SDIT Hidayatullah Yogyakarta harus mendampingi para murid menghadapi ujian-ujian itu. Selama masa pandemi pun mereka tak kenal henti belajar dan mengajarkan Al Quran. Hampir setiap hari mereka melakukan videocall dengan para murid demi menjaga Al Quran tetap lestari. Semoga Allah curahkan rahmat kepada kita sekalian berkat Al Quran yang kita perjuangkan.

Penulis : Akhid Nur Setiawan, Guru SD IT Hidayatullah Yogyakarta

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah Yogyakarta

www.sdithidayatullah.net

Kontak Person : wa.me/6283146496156 (Ustadz Nur Kholiq)

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2021/2022

 

SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Buka Hati dengan Pendidikan Tauhid

Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, D. I. Yogyakarta 55581. Telp. (0274)2861541

Profil Sekolah
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hidayatullah Sleman Yogyakarta didirikan tahun 1998 oleh Yayasan As-Sakinah Yogyakarta. Sekolah ini berafiliasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Ijin Operasional Nomor: 039/KPTS/108/2001 dan Ijin Pendirian Nomor : 054/KPTS/PEND.SLM/IV/2004. Pada tahun 2016 lulus akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai A.
Mengapa Memilih SDIT Hidayatullah?

Tenaga Pendidik
Didukung oleh tenaga pendidik yang berdedikasi, muda, terampil, dan berlatar belakang pendidikan S1 dan S2, memungkinkan SDIT Hidayatullah mampu mewujudkan suasana belajar yang kreatif dan inovatif.

Pembelajaran Berbasis Tauhid
Melalui program yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid pada kurikulum dan seluruh aktivitas belajar, SDIT Hidayatullah merupakan partner yang tepat bagi orangtua dalam menggali potensi anak secara optimal baik potensi fisik, akal, maupun jiwanya. Dengan pembelajaran seperti inidiharapkan anak-anak kelak menjadi muslim-muslimah yang saleh dan bertanggungjawab.

Pendekatan Belajar Sesuai Tahap Perkembangan Anak
Memperhatikan kebutuhan anak merupakan sesuatu yang penting bagi sekolah. Hal ini agar anak tidak kehilangan saat-saat yang paling indah dan menyenangkan dalam hidupnya. Dengan pendekatan berbagai metode pembelajaran dan proses pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak, diharapkan tumbuh dalam diri anak minat belajar yang tinggi serta anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Kelas Karakter
Kelas karakter adalah kelas penanaman dasar-dasar perilaku anak yang diselenggarakan pada 3 bulan pertama pembelajaran.

Kelas Tahfizh dan Kelas Reguler
Mulai Tahun Ajaran 2018/2019 SDIT Hidayatullah membuka Kelas Tahfizh. Target dari lulusan Kelas Tahfizh ini adalah hafal 10 juz dengan bacaan yang baik dan benar. Adapun untuk kelas reguler, target hafalan selama 6 tahun adalah hafal 2 juz.

Sekolah Tanpa Rangking
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Mereka bisa menjadi juara di bidangnya masing-masing sehingga sekolah tidak menerapkan casta rangking, namun berupaya menggali dan mengembangkan potensi dari masing-masing peserta didik.

Kelas dipisah Putra dan Putri
Anak laki-laki dan perempuan memiliki perkembangan fisik dan sosial emosional yang berbeda. Kelas yang homogen (dipisah putra dan putri) memudahkan guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan mereka.

Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an
Untuk menumbuhkan cinta al-Qur’an pada diri anak, pembelajaran al-Qur’an dilaksanakan setiap hari menggunakan Metode Ummi dengan guru-guru yang telah tersertifikat oleh Ummi Foundation

Lingkungan yang Kondusif
Sekolah berada di alam pedesaan yang nyaman dan jauh dari keramaian. Sekolah juga berada di lingkungan pesantren yang di dalamnya ditegakkan nilai-nilai Islam yang mulia.

Fullday School
Kegiatan pembalajaran di SDIT Hidayatullah mulai hari Senin s.d. Jumat. Dimulai pukul 07.15 s.d. 14.30 wib. Untuk kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pukul 15.30 s.d. 16.45 wib dengan jadwal yang ditentukan pada setiap kelasnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler di SDIT Hidayatullah dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar, untuk kelas 3 ke atas; dimulai pukul 15.30 s.d. 16.45 wib. Adapun ekstrakurikuler adalah sebagai berikut :
> Pramuka Pandu Hidayatullah
> Al-Quran (Hafalan dan Membaca)
> Beladiri Karate
> Berenang
> Memanah

Syarat Murid Baru
> Usia minimal 6 tahun (Juli 2021)
> Mengisi formulir pendaftaran (Online/Offline)
> Menyerahkan/mengirim berkas fotocopy akta kelahiran 1 lembar.
> Menyerahkan/mengirim berkas fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar.
> Menyerahkan/mengirim berkas pas photo pose dan ukuran bebas.

Pendaftaran
Alur penerimaan peserta didik baru meliputi : 
(1) Pelayanan Informasi/Konsultasi. 
(2) Pendaftaran, bisa online atau offline. 
(3) Observasi Calon Peserta Didik dan Ortu/Wali. 
(4) Pengumuman. 
(5) Daftar Ulang.

Layanan Pendaftaran online
> Formulir Online dan Informasi Biaya Masuk >> KLIK DI SINI
Formulir Offline >> KLIK DI SINI 
> Berkas : Buku Panduan, Formulir, Informasi Biaya Masuk >> KLIK DI SINI 

Pendaftaran :
Hari : Senin s.d. Jumat, 
Waktu : Pukul 07.30 s.d. 11.30 wib 

Hari : Sabtu 
Waktu : Pukul 08.00 s.d. 11.00 wib

> Gelombang I : November 2020 – Januari 2021
> Gelombang II : Februari – April 2021
> Gelombang III : Mei – Juni 2021

Pendaftaran ditutup jika kuota telah terpenuhi
                   
Info Murid Baru
> Thorif 0877-3821-9070
> Haris 0821-3393-3692
> Nur Kholiq 0831-4649-6156

Nomor Rekening Sekolah
> Bank BPD DIY Cabang Sleman, Nomor 005.231.053821, atas nama SD IT Hidayatullah

Tugas Kita Sebelum Anak Mumayyiz


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi.

APA pentingnya masa mumayyiz? Ia sangat menentukan arah perkembangan anak-anak kita saat memasuki ‘aqil baligh, apa mereka akan menjadi pemuda yang memiliki arah hidup nan jelas dan kokoh serta berkomitmen terhadapnya, ataukah menjadi remaja yang mudah terombang-ambing sehingga banyak menyita waktu, tenaga, pikiran dan perhatian orangtua disebabkan kerentanannya terhadap masalah.

Info Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun 2021/2022 >> KLIK DI SINI 

Begitu ‘aqil baligh, anak seharusnya menjadi seorang fatan yakni remaja atau pemuda dengan arah hidup yang jelas, berani bersikap, tidak ragu menyuarakan kebenaran serta mempunyai pendirian yang kokoh. Ia memiliki komitmen yang  kuat, tak takut menunjukkan sikapnya meskipun tak ada yang berpihak kepada apa yang diyakininya. Ini merupakan sebaik-baik masa sehingga mereka tampil sebagai sosok asyudda  dimana berbagai kebaikan berada pada puncaknya. Tetapi jika mereka tidak kita siapkan dengan baik,  masa-masa ini justru menjadi cabang kegilaan ketika tindakan ngawur, melanggar hukum, akhlak yang rusak dan berbagai hal menyimpang lainnya justru tampil menonjol dalam diri mereka.

Fatan  juga memiliki kandungan makna mudah menerima kebenaran, cenderung kepada apa yang benar. Ini dekat sekali dengan taqwa. Mudah menerima kebenaran berarti anak memiliki kesiapan untuk menyambutnya. Bukan mudah ikut-ikutan dimana anak mudah terpengaruh oleh kebaikan maupun keburukan.

Lalu apa yang perlu kita lakukan agar masa muda anak-anak kita tidak menjadi masa penuh gejolak, terombang-ambing, berontak, lari dari orangtua dan hal-hal buruk yang semisal itu? Menyiapkannya agar mereka memiliki arah yang jelas, komitmen yang kuat serta identitas diri yang matang. Kapan kita melakukannya? Yang paling penting adalah masa-masa sebelum mumayyiz untuk mempersiapkan mereka agar benar-benar memiliki tamyiz yang kuat dan baik tepat pada waktunya. Agama kita, Islam, menuntut kita agar anak-anak mencapai tamyiz (selambatnya) di usia 7 tahun. Di usia inilah kita mulai dapat memerintahkan anak mengerjakan shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَلاَةِ إذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَ إذا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah anakmu shalat apabila mereka telah berumur tujuh tahun. Dan jika mereka telah berusia sepuluh tahun, pukullah mereka (jika tidak shalat).” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ad-Darimi, dll).

Apa konsekuensi perintah ini? Pertama, menyiapkan anak agar sebelum usia 7 tahun telah memiliki kecintaan terhadap apa yang akan diperintahkan, yakni shalat. Cinta itu berbeda dengan kebiasaan. Anak yang terbiasa melakukan setiap hari boleh jadi tidak mencintai sama sekali. Kedua, perintah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam kepada kita adalah perintah untuk memerintah. Ini menunjukkan bahwa pada kalimat perintah ada kebaikan. Karena itu kita perlu mengilmui. Ketiga, menyiapkan anak agar memiliki bekal yang cukup sehingga ketika usia 10 tahun tidak mengerjakan shalat, anak memang telah dapat dikenai hukuman. Apa yang menyebabkan seseorang dapat dikenai hukuman? Apabila ia telah memiliki ilmu yang terkait dengannya.

Secara ringkas, berikut ini yang perlu kita lakukan pada anak-anak sebelum mereka mumayyiz. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menolong kita.

Baca:  Awas! Usianya Sudah 10 Tahun –

Menanamkan Kecintaan terhadap Kebaikan

Apakah cinta itu? Bertemunya tiga hal, yakni meyakini sebagai kebaikan, kemauan yang kuat terhadapnya serta komitmen yang besar. Meyakini sebagai kebaikan akan melahirkan kebanggaan terhadapnya, bukan membanggakan diri sendiri, sehingga orang bersemangat terhadapnya, baik membicarakan maupun melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Inilah yang perlu kita tanamkan pada anak-anak sebelum mumayyiz. Kita tanamkan cinta pada diri mereka terhadap kebaikan, khususnya berkait dengan ibadah. Kita kobarkan cinta mereka dengan membangun keyakinan bahwa syariat ini sempurna dan pasti baik. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kalamuLlah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Muhammad ﷺ. Berbahagialah yang dapat memperoleh petunjuk dari keduanya.

Satu hal yang perlu kita ingat, keyakinan sangat berbeda dengan pengetahuan dan pemahaman, sebagaimana cinta tidak sama dengan terbiasa. Bahkan terbiasa melakukan tidak serta merta membentuk kebiasaan (habit). Betapa banyak anak-anak yang telah terbiasa melakukan praktek ibadah, bahkan sebelum waktunya. Tetapi ketika telah tiba masanya untuk bersemangat, gairah mengerjakannya seolah padam.

Apa yang menumbuhkan kecintaan? Bercermin pada riwayat shahih yang sampai kepada kita, di antara jalan untuk menumbuhkan kecintaan kepada ibadah itu ialah, memberi pengalaman berharga dan mengesankan pada diri anak-anak. Tengoklah, betapa senangnya cucu Rasulullah ﷺ menaiki leher kakeknya tatkala sedang shalat; betapa Umamah binti Zainab digendong oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sembari tetap melaksanakan shalat. Dan dua kisah ini hanyalah sekedar contoh di antara berbagai contoh lainnya.

Sebagian orang tergesa-gesa sehingga menyuruh anak shalat sebelum usia tujuh tahun. Bahkan ada yang melampaui batas, yakni mewajibkan anak shalat Dhuha yang bagi orang dewasa saja sunnah. Alasannya? Menumbuhkan kebiasaan. Padahal kebiasaan tanpa kecintaan akan kering dan mudah pudar.

Tak jarang, orangtua maupun pendidik memaksa anak mengerjakan shalat, termasuk shalat sunnah, sebelum mumayyiz. Padahal pemaksaan itu, baik secara halus maupun kasar, justru dapat menimbulkan karahah (kebencian) yang bentuk ringannya adalah malas, enggan.

Baca:  Tiga Fase Usia dalam Hidup Kita

Menumbuhkan Tamyiz

Apakah yang dimaksud dengan tamyiz? Banyak penjelasan, tetapi pada pokoknya adalah kemampuan membedakan, dalam hal ini membedakan benar dan salah serta baik dan buruk dengan akalnya. Mampu membedakan sangat berbeda dengan mengetahui perbedaan. Mampu membedakan menunjukkan adanya pengerahan kemampuan berpikir untuk menentukan nilai atau kedudukan sesuatu.

Apa yang kita perlukan untuk berpikir? Sekurang-kurangnya ada dua hal, yakni menggunakan pengetahuan yang telah ada pada dirinya untuk menilai sesuatu serta mendayagunakan akal untuk menemukan prinsip-prinsip.

Rumit? Sebagaimana pengetahuan, kemampuan berpikir juga bertingkat-tingkat. Kemampuan tamyiz seseorang juga demikian. Tetapi jika tidak kita persiapkan maka anak tidak akan memilikinya, kecuali sangat terbatas, meskipun usia sudah 10 tahun dan bahkan lebih. Maka ada orang yang usianya sudah dewasa, tetapi ia termasuk ghair mumayyiz (orang yang tidak memiliki tamyiz).

Jadi, apa yang perlu kita berikan kepada anak? Pertama, keyakinan berlandaskan ilmu tentang kebenaran dan kebaikan. Kedua, kemauan kepada agama, kebaikan dan ilmu. Ketiga, merangsang kemampuan anak untuk berpikir sehingga mampu membedakan benar dan salah serta baik dan buruk dengan akalnya. Ini secara bertahap kita arahkan untuk mulai belajar menilai mana yang penting dan mana yang tidak penting.

Satu hal lagi, disebut tamyiz apabila ia mengenal (‘arafah) kebenaran dan kebaikan. Kata ‘arafah menunjukkan bahwa unsurnya bukan hanya mengetahui, melainkan ada idrak (kesadaran yang menggerakkan kemauan) terhadapnya.

Nah. Inilah yang sangat penting. Inilah tugas kita, para orangtua maupun guru TK untuk menyiapkannya.*

Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi., Penulis buku buku parenting

Sumber : www.hidayatullah.com

Entrepreneurship for Students di Tengah Pandemi

Informasi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2021-2022
www.sdithidayatullah.net | Jumat (30 Jumadilakhir 1442 H/12 Februari 2021 M) SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan "Entrepreneurship for Students" bagi seluruh murid di sekolah ini. Kegiatan yang biasanya diselenggarakan secara offline yang bertempat di halaman gedung sekolah ini, dikarenakan masih dalam suasana pandemi, maka dilaksanakan secara individu dan dilaksanakan di rumah masing-masing didampingi orang tua.


Bermacam kreasi anak-anak SDIT Hidayatullah Yogyakarta dihasilkan dari kegiatan ini. Mulai dari kreasi kuliner, seperti masakan dan olahan kue, sayur, minuman, lauk, dan juga kreasi membuat pot, membuat mainan, dan sebagainya.



Hasil karya anak-anak ini dilaporkan ke guru kelas masing-masing dan akan dinilai dari kreativitas ini di masing-masing kelas.

Semoga kalian memiliki jiwa-jiwa entrepreneur sejak dini, anak-anakku.

Lap. Thorif

Foto : Kiriman Orang Tua/Wali Murid