@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB

SD IT Hidayatullah Yogyakarta, Sekolah Dasar yang Menjadikan Al-Qur'an Sebagai Dasar


Oleh : Akhid Nur Setiawan

"Dahulu kaum salaf tidak mengajarkan hadits dan fikih kecuali kepada orang yang hafal Al Quran," berkata Imam An Nawawi.

Pendaftaran Murid Baru : KLIK DI SINI

Begitulah idealnya pendidikan dasar bagi anak-anak muslim. Al Quran ialah sumber utama dari segala ilmu. Mempelajarinya menjadi prioritas dibandingkan mempelajari ilmu lain. Jika menyimak biografi para ulama, kita temui bahwa mereka sudah selesai menghafal Al Quran pada usia tujuh tahun, sembilan tahun, atau tiga belas tahun.

Memang tak semua anak harus menjadi ulama tapi mengupayakan Al Quran mengalir menyatu dalam darah daging mereka sejak usia belia tentu akan sedikit menenteramkan hati kita. Kita "nyicil ayem" dengan menyiapkan bekal mereka untuk menghadapi dunia. Ibarat tanaman yang baru tumbuh lalu kita memupuknya dengan nutrisi keimanan, insyaallah ia akan berdiri dengan akar yang kokoh, melahirkan daun yang rindang, dan kelak menghasilkan buah yang manis.

Kondisi budaya yang berbeda memaksa kita baru bisa mencontoh generasi terdahulu dengan semampu kita. Jika mungkin anak-anak kita belum bisa khatam 30 juz sebelum lulus SD melalui hafalan. Semoga setidaknya mereka bisa khatam 30 juz dengan melihat mushaf.

Untuk hafalan kita upayakan mereka bisa khatam separuhnya, atau sepertiganya, atau sepertigapuluhnya. Di suatu negeri barangkali anak-anak hafal Al Quran bukan lagi hal yang istimewa karena  pada umumnya anak-anak di sana yang tidak hafal Al Quran hanya satu dua. Bagaimana dengan lingkungan kita?

Tidak menyerah begitu saja, banyak komunitas muslim berusaha kembali membudayakan hafal Al Quran sejak usia dini. Salah satunya dilakukan Yayasan As Sakinah melalui SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Sekolah dasar yang berlokasi di Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman itu memang sangat menekankan pembelajaran Al Quran bagi murid-muridnya.

Pembelajaran Al Quran di sekolah yang berada di komplek Pondok Pesantren Hidayatullah itu menggunakan metode Ummi. Dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA para murid sangat familiar dengan kegiatan tahsin dan tahfizh sebagai agenda harian. Metode Ummi dipilih salah satunya karena pengelolaannya sangat mengedepankan komitmen pada mutu, baik mutu guru, proses, maupun mutu murid.

Penjagaan mutu dimulai dari guru yang wajib lulus ujian tartil bacaan Al Quran dan sertifikasi pengajar metode Ummi. Guru Al Quran SDIT Hidayatullah berjumlah 40 orang dari keseluruhan guru dan pegawai yang berjumlah sekitar 80 orang, kemungkinan masih akan terus bertambah. Guru kelas, guru mata pelajaran, pegawai, hingga petugas kebersihan tak luput dari kewajiban lulus tashih yang ditetapkan oleh yayasan.

Berkala tiga tahun sekali sertifikat tashih harus diperbarui sehingga salah satu program sekolah ialah penjagaan bacaan Al Quran guru dan pegawai baik dengan tadarus, pembinaan, maupun tasmi'. Selain itu pemenuhan standar hafalan minimal juga menjadi target program bidang sumber daya manusia. Kuatnya interaksi dengan Al Quran merupakan intinya inti perjuangan mengembalikan kejayaan peradaban Islam.

Bagaimana dengan murid-muridnya? Di awal masuk sekolah para murid dites bacaannya untuk pengelompokan saat belajar Al Quran. Jika memang harus mulai belajar dari pengenalan huruf tunggal berharakat fathah maka murid pindahan kelas empat pun harus belajar dari jilid satu.

Jika ada murid kelas satu yang sudah menguasai bacaan panjang sesuai standar, maka ia berhak mulai belajar dari jilid empat. Apakah ada? Ada! Di antaranya murid TK Yaa Bunayya yang masih terjaga bacaannya hingga masuk SD. TK yang berada dalam satu naungan yayasan dengan SDIT Hidayatullah itu sudah mengajarkan Al Quran kepada murid melalui metode Ummi dengan target lulusan selesai jilid empat.

Sebagai penjagaan mutu setiap kenaikan jilid murid harus diuji oleh koordinator Tim Al Quran agar kualitas bacaan sesuai target materi jilidnya. Setiap seperempat juz hafalan juga harus melalui ujian agar bisa lanjut ke seperempat juz berikutnya. Setiap akhir semester semua hafalan harus diuji simak sampai hafalan terkini.

Setiap juz yang selesai dihafal dalam satu tahun harus diuji oleh Tim Ummi Foundation melalui proses munaqosyah. Jika seorang murid telah menguasai bacaan ghorib dan ilmu tajwid dasar, telah tartil juga bacaannya, serta telah hafal juz 30, ia akan menjalani munaqosyah tartil.

Munaqosyah ialah semacam ujian pendadaran. Murid dites, diuji, ditanya-tanya, diminta membaca, dan diminta menjelaskan hukum bacaan Al Quran yang ia baca. Anak-anak bisa? Masyaallah, meskipun belum semua, atas izin Allah mereka terbukti bisa melaluinya.

Para murid yang telah lulus munaqosyah lantas ditampilkan kepada orang tua dan masyarakat untuk diuji secara publik dalam kegiatan Khatmul Quran dan Imtihan. Siapapun boleh menanyakan mengenai apapun yang telah murid kuasai dari sisi bacaan maupun hafalan. Tahun 2021 insyaallah menjadi tahun ke lima SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan Khatmul Quran dan Imtihan.

Bisa dibayangkan bagaimana para guru Al Quran SDIT Hidayatullah Yogyakarta harus mendampingi para murid menghadapi ujian-ujian itu. Selama masa pandemi pun mereka tak kenal henti belajar dan mengajarkan Al Quran. Hampir setiap hari mereka melakukan videocall dengan para murid demi menjaga Al Quran tetap lestari. Semoga Allah curahkan rahmat kepada kita sekalian berkat Al Quran yang kita perjuangkan.

Penulis : Akhid Nur Setiawan, Guru SD IT Hidayatullah Yogyakarta

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah Yogyakarta

www.sdithidayatullah.net

Kontak Person : wa.me/6283146496156 (Ustadz Nur Kholiq)

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2021/2022

 

SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Buka Hati dengan Pendidikan Tauhid

Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, D. I. Yogyakarta 55581. Telp. (0274)2861541

Profil Sekolah
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hidayatullah Sleman Yogyakarta didirikan tahun 1998 oleh Yayasan As-Sakinah Yogyakarta. Sekolah ini berafiliasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Ijin Operasional Nomor: 039/KPTS/108/2001 dan Ijin Pendirian Nomor : 054/KPTS/PEND.SLM/IV/2004. Pada tahun 2016 lulus akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai A.
Mengapa Memilih SDIT Hidayatullah?

Tenaga Pendidik
Didukung oleh tenaga pendidik yang berdedikasi, muda, terampil, dan berlatar belakang pendidikan S1 dan S2, memungkinkan SDIT Hidayatullah mampu mewujudkan suasana belajar yang kreatif dan inovatif.

Pembelajaran Berbasis Tauhid
Melalui program yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid pada kurikulum dan seluruh aktivitas belajar, SDIT Hidayatullah merupakan partner yang tepat bagi orangtua dalam menggali potensi anak secara optimal baik potensi fisik, akal, maupun jiwanya. Dengan pembelajaran seperti inidiharapkan anak-anak kelak menjadi muslim-muslimah yang saleh dan bertanggungjawab.

Pendekatan Belajar Sesuai Tahap Perkembangan Anak
Memperhatikan kebutuhan anak merupakan sesuatu yang penting bagi sekolah. Hal ini agar anak tidak kehilangan saat-saat yang paling indah dan menyenangkan dalam hidupnya. Dengan pendekatan berbagai metode pembelajaran dan proses pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak, diharapkan tumbuh dalam diri anak minat belajar yang tinggi serta anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Kelas Karakter
Kelas karakter adalah kelas penanaman dasar-dasar perilaku anak yang diselenggarakan pada 3 bulan pertama pembelajaran.

Kelas Tahfizh dan Kelas Reguler
Mulai Tahun Ajaran 2018/2019 SDIT Hidayatullah membuka Kelas Tahfizh. Target dari lulusan Kelas Tahfizh ini adalah hafal 10 juz dengan bacaan yang baik dan benar. Adapun untuk kelas reguler, target hafalan selama 6 tahun adalah hafal 2 juz.

Sekolah Tanpa Rangking
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Mereka bisa menjadi juara di bidangnya masing-masing sehingga sekolah tidak menerapkan casta rangking, namun berupaya menggali dan mengembangkan potensi dari masing-masing peserta didik.

Kelas dipisah Putra dan Putri
Anak laki-laki dan perempuan memiliki perkembangan fisik dan sosial emosional yang berbeda. Kelas yang homogen (dipisah putra dan putri) memudahkan guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan mereka.

Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an
Untuk menumbuhkan cinta al-Qur’an pada diri anak, pembelajaran al-Qur’an dilaksanakan setiap hari menggunakan Metode Ummi dengan guru-guru yang telah tersertifikat oleh Ummi Foundation

Lingkungan yang Kondusif
Sekolah berada di alam pedesaan yang nyaman dan jauh dari keramaian. Sekolah juga berada di lingkungan pesantren yang di dalamnya ditegakkan nilai-nilai Islam yang mulia.

Fullday School
Kegiatan pembalajaran di SDIT Hidayatullah mulai hari Senin s.d. Jumat. Dimulai pukul 07.15 s.d. 14.30 wib. Untuk kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pukul 15.30 s.d. 16.45 wib dengan jadwal yang ditentukan pada setiap kelasnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler di SDIT Hidayatullah dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar, untuk kelas 3 ke atas; dimulai pukul 15.30 s.d. 16.45 wib. Adapun ekstrakurikuler adalah sebagai berikut :
> Pramuka Pandu Hidayatullah
> Al-Quran (Hafalan dan Membaca)
> Beladiri Karate
> Berenang
> Memanah

Syarat Murid Baru
> Usia minimal 6 tahun (Juli 2021)
> Mengisi formulir pendaftaran (Online/Offline)
> Menyerahkan/mengirim berkas fotocopy akta kelahiran 1 lembar.
> Menyerahkan/mengirim berkas fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar.
> Menyerahkan/mengirim berkas pas photo pose dan ukuran bebas.

Pendaftaran
Alur penerimaan peserta didik baru meliputi : 
(1) Pelayanan Informasi/Konsultasi. 
(2) Pendaftaran, bisa online atau offline. 
(3) Observasi Calon Peserta Didik dan Ortu/Wali. 
(4) Pengumuman. 
(5) Daftar Ulang.

Layanan Pendaftaran online
> Formulir Online dan Informasi Biaya Masuk >> KLIK DI SINI
Formulir Offline >> KLIK DI SINI 
> Berkas : Buku Panduan, Formulir, Informasi Biaya Masuk >> KLIK DI SINI 

Pendaftaran :
Hari : Senin s.d. Jumat, 
Waktu : Pukul 07.30 s.d. 11.30 wib 

Hari : Sabtu 
Waktu : Pukul 08.00 s.d. 11.00 wib

> Gelombang I : November 2020 – Januari 2021
> Gelombang II : Februari – April 2021
> Gelombang III : Mei – Juni 2021

Pendaftaran ditutup jika kuota telah terpenuhi
                   
Info Murid Baru
> Thorif 0877-3821-9070
> Haris 0821-3393-3692
> Nur Kholiq 0831-4649-6156

Nomor Rekening Sekolah
> Bank BPD DIY Cabang Sleman, Nomor 005.231.053821, atas nama SD IT Hidayatullah

Tugas Kita Sebelum Anak Mumayyiz


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi.

APA pentingnya masa mumayyiz? Ia sangat menentukan arah perkembangan anak-anak kita saat memasuki ‘aqil baligh, apa mereka akan menjadi pemuda yang memiliki arah hidup nan jelas dan kokoh serta berkomitmen terhadapnya, ataukah menjadi remaja yang mudah terombang-ambing sehingga banyak menyita waktu, tenaga, pikiran dan perhatian orangtua disebabkan kerentanannya terhadap masalah.

Info Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun 2021/2022 >> KLIK DI SINI 

Begitu ‘aqil baligh, anak seharusnya menjadi seorang fatan yakni remaja atau pemuda dengan arah hidup yang jelas, berani bersikap, tidak ragu menyuarakan kebenaran serta mempunyai pendirian yang kokoh. Ia memiliki komitmen yang  kuat, tak takut menunjukkan sikapnya meskipun tak ada yang berpihak kepada apa yang diyakininya. Ini merupakan sebaik-baik masa sehingga mereka tampil sebagai sosok asyudda  dimana berbagai kebaikan berada pada puncaknya. Tetapi jika mereka tidak kita siapkan dengan baik,  masa-masa ini justru menjadi cabang kegilaan ketika tindakan ngawur, melanggar hukum, akhlak yang rusak dan berbagai hal menyimpang lainnya justru tampil menonjol dalam diri mereka.

Fatan  juga memiliki kandungan makna mudah menerima kebenaran, cenderung kepada apa yang benar. Ini dekat sekali dengan taqwa. Mudah menerima kebenaran berarti anak memiliki kesiapan untuk menyambutnya. Bukan mudah ikut-ikutan dimana anak mudah terpengaruh oleh kebaikan maupun keburukan.

Lalu apa yang perlu kita lakukan agar masa muda anak-anak kita tidak menjadi masa penuh gejolak, terombang-ambing, berontak, lari dari orangtua dan hal-hal buruk yang semisal itu? Menyiapkannya agar mereka memiliki arah yang jelas, komitmen yang kuat serta identitas diri yang matang. Kapan kita melakukannya? Yang paling penting adalah masa-masa sebelum mumayyiz untuk mempersiapkan mereka agar benar-benar memiliki tamyiz yang kuat dan baik tepat pada waktunya. Agama kita, Islam, menuntut kita agar anak-anak mencapai tamyiz (selambatnya) di usia 7 tahun. Di usia inilah kita mulai dapat memerintahkan anak mengerjakan shalat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَلاَةِ إذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِيْنَ وَ إذا بَلَغَ عَشْرَ سِنِيْنَ فَاضْرِبُوْهُ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah anakmu shalat apabila mereka telah berumur tujuh tahun. Dan jika mereka telah berusia sepuluh tahun, pukullah mereka (jika tidak shalat).” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Ad-Darimi, dll).

Apa konsekuensi perintah ini? Pertama, menyiapkan anak agar sebelum usia 7 tahun telah memiliki kecintaan terhadap apa yang akan diperintahkan, yakni shalat. Cinta itu berbeda dengan kebiasaan. Anak yang terbiasa melakukan setiap hari boleh jadi tidak mencintai sama sekali. Kedua, perintah Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam kepada kita adalah perintah untuk memerintah. Ini menunjukkan bahwa pada kalimat perintah ada kebaikan. Karena itu kita perlu mengilmui. Ketiga, menyiapkan anak agar memiliki bekal yang cukup sehingga ketika usia 10 tahun tidak mengerjakan shalat, anak memang telah dapat dikenai hukuman. Apa yang menyebabkan seseorang dapat dikenai hukuman? Apabila ia telah memiliki ilmu yang terkait dengannya.

Secara ringkas, berikut ini yang perlu kita lakukan pada anak-anak sebelum mereka mumayyiz. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menolong kita.

Baca:  Awas! Usianya Sudah 10 Tahun –

Menanamkan Kecintaan terhadap Kebaikan

Apakah cinta itu? Bertemunya tiga hal, yakni meyakini sebagai kebaikan, kemauan yang kuat terhadapnya serta komitmen yang besar. Meyakini sebagai kebaikan akan melahirkan kebanggaan terhadapnya, bukan membanggakan diri sendiri, sehingga orang bersemangat terhadapnya, baik membicarakan maupun melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Inilah yang perlu kita tanamkan pada anak-anak sebelum mumayyiz. Kita tanamkan cinta pada diri mereka terhadap kebaikan, khususnya berkait dengan ibadah. Kita kobarkan cinta mereka dengan membangun keyakinan bahwa syariat ini sempurna dan pasti baik. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kalamuLlah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Muhammad ﷺ. Berbahagialah yang dapat memperoleh petunjuk dari keduanya.

Satu hal yang perlu kita ingat, keyakinan sangat berbeda dengan pengetahuan dan pemahaman, sebagaimana cinta tidak sama dengan terbiasa. Bahkan terbiasa melakukan tidak serta merta membentuk kebiasaan (habit). Betapa banyak anak-anak yang telah terbiasa melakukan praktek ibadah, bahkan sebelum waktunya. Tetapi ketika telah tiba masanya untuk bersemangat, gairah mengerjakannya seolah padam.

Apa yang menumbuhkan kecintaan? Bercermin pada riwayat shahih yang sampai kepada kita, di antara jalan untuk menumbuhkan kecintaan kepada ibadah itu ialah, memberi pengalaman berharga dan mengesankan pada diri anak-anak. Tengoklah, betapa senangnya cucu Rasulullah ﷺ menaiki leher kakeknya tatkala sedang shalat; betapa Umamah binti Zainab digendong oleh Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sembari tetap melaksanakan shalat. Dan dua kisah ini hanyalah sekedar contoh di antara berbagai contoh lainnya.

Sebagian orang tergesa-gesa sehingga menyuruh anak shalat sebelum usia tujuh tahun. Bahkan ada yang melampaui batas, yakni mewajibkan anak shalat Dhuha yang bagi orang dewasa saja sunnah. Alasannya? Menumbuhkan kebiasaan. Padahal kebiasaan tanpa kecintaan akan kering dan mudah pudar.

Tak jarang, orangtua maupun pendidik memaksa anak mengerjakan shalat, termasuk shalat sunnah, sebelum mumayyiz. Padahal pemaksaan itu, baik secara halus maupun kasar, justru dapat menimbulkan karahah (kebencian) yang bentuk ringannya adalah malas, enggan.

Baca:  Tiga Fase Usia dalam Hidup Kita

Menumbuhkan Tamyiz

Apakah yang dimaksud dengan tamyiz? Banyak penjelasan, tetapi pada pokoknya adalah kemampuan membedakan, dalam hal ini membedakan benar dan salah serta baik dan buruk dengan akalnya. Mampu membedakan sangat berbeda dengan mengetahui perbedaan. Mampu membedakan menunjukkan adanya pengerahan kemampuan berpikir untuk menentukan nilai atau kedudukan sesuatu.

Apa yang kita perlukan untuk berpikir? Sekurang-kurangnya ada dua hal, yakni menggunakan pengetahuan yang telah ada pada dirinya untuk menilai sesuatu serta mendayagunakan akal untuk menemukan prinsip-prinsip.

Rumit? Sebagaimana pengetahuan, kemampuan berpikir juga bertingkat-tingkat. Kemampuan tamyiz seseorang juga demikian. Tetapi jika tidak kita persiapkan maka anak tidak akan memilikinya, kecuali sangat terbatas, meskipun usia sudah 10 tahun dan bahkan lebih. Maka ada orang yang usianya sudah dewasa, tetapi ia termasuk ghair mumayyiz (orang yang tidak memiliki tamyiz).

Jadi, apa yang perlu kita berikan kepada anak? Pertama, keyakinan berlandaskan ilmu tentang kebenaran dan kebaikan. Kedua, kemauan kepada agama, kebaikan dan ilmu. Ketiga, merangsang kemampuan anak untuk berpikir sehingga mampu membedakan benar dan salah serta baik dan buruk dengan akalnya. Ini secara bertahap kita arahkan untuk mulai belajar menilai mana yang penting dan mana yang tidak penting.

Satu hal lagi, disebut tamyiz apabila ia mengenal (‘arafah) kebenaran dan kebaikan. Kata ‘arafah menunjukkan bahwa unsurnya bukan hanya mengetahui, melainkan ada idrak (kesadaran yang menggerakkan kemauan) terhadapnya.

Nah. Inilah yang sangat penting. Inilah tugas kita, para orangtua maupun guru TK untuk menyiapkannya.*

Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi., Penulis buku buku parenting

Sumber : www.hidayatullah.com

Entrepreneurship for Students di Tengah Pandemi

Informasi Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2021-2022
www.sdithidayatullah.net | Jumat (30 Jumadilakhir 1442 H/12 Februari 2021 M) SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan "Entrepreneurship for Students" bagi seluruh murid di sekolah ini. Kegiatan yang biasanya diselenggarakan secara offline yang bertempat di halaman gedung sekolah ini, dikarenakan masih dalam suasana pandemi, maka dilaksanakan secara individu dan dilaksanakan di rumah masing-masing didampingi orang tua.


Bermacam kreasi anak-anak SDIT Hidayatullah Yogyakarta dihasilkan dari kegiatan ini. Mulai dari kreasi kuliner, seperti masakan dan olahan kue, sayur, minuman, lauk, dan juga kreasi membuat pot, membuat mainan, dan sebagainya.



Hasil karya anak-anak ini dilaporkan ke guru kelas masing-masing dan akan dinilai dari kreativitas ini di masing-masing kelas.

Semoga kalian memiliki jiwa-jiwa entrepreneur sejak dini, anak-anakku.

Lap. Thorif

Foto : Kiriman Orang Tua/Wali Murid

Selamat Jalan Kawan, Mari Kita Lanjutkan Perjuangan Mereka

Oleh : Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I. 

Rekan-rekan serta sahabat - sahabatku dalam seperjuangan yang dirahmati Allah SWT.  

Pekan ini tentu menjadi pekan yang berat bagi kita semua,  saudara seiman kita dipanggil lebih dahulu oleh Allah SWT. Tidak ada yang menyangka bahwa ia akan begitu cepat dicukupkan rejeki berupa usia.  Dicukupkan waktunya untuk beramal shalih,  dicukupkan waktunya untuk saling berlomba-lomba dalam kebaikan dengan kita semua.  
Hari sebelumnya, ayahanda dari salah satu rekan kita pun dipanggil kembali oleh Allah SWT. Pun demikian takdirnya,  ketika Allah juga mencukupkan kehidupannya di dunia ini.  

Ini menujukkan bahwa firman Allah yang artinya -"setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati" - adalah takdir yang akan kita hadapi.  

Oleh karena itu, apa yang baru saja kita hadapi bisa jadi kita akan menyebutnya sebagai pekan duka cita atau bahkan bulan duka cita.  Sebagaimana hal yang sama pernah dirasakan oleh Rasulullah SAW dimana dalam waktu yang berdekatan orang-orang tercinta beliau dicukupkan masa hidup nya. Orang-orang yang membantu perjuangan beliau disaat tidak ada bantuan selain orang-orang terdekatnya yang kemudian dikenal sebagai _'aamul huzn'_ tahun duka cita atau kesedihan.  

Ini menunjukkan bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini,  tidak ada yang abadi.  Semua fana,  ketika sudah waktunya untuk pergi, hilang dan lenyap dari dunia ini,  maka tidak ada yang dapat menundanya. 

Percaya kepada takdir adalah bagian dari perwujudan keimanan kepada Allah. Bahwa segala apa yang terjadi di dunia ini tidak pernah lepas sedetikpun dari kuasa Allah SWT.  

Tugas kita selanjutnya adalah memberikan do'a terbaik kepada orang-orang tercinta yang telah mendahului agar diberikan tempat terbaik disisi Allah SWT.  Do'a agar segala amal ibadahnya diterima,  dosa-dosa nya diampuni Allah. 

Tugas lainnya adalah melanjutkan perjuangan yang telah dilakukan oleh saudara-saudara kita tersebut agar nilai-nilai perjuangan itu tetap abadi dan kita semua menjadi saksi bersama bahwa saudari kita tersebut adalah bagian dari orang-orang yang banyak melakukan kebaikan, banyak melakukan amal shalih dimana kelak pada hari kiamat kita semua menjadi saksi.  

Oleh karena itu, rekan-rekan yang dirahmati Allah.  Hal yang manusiawi kemudian untuk kita tidak mungkin bisa langsung move on. Terlebih peristiwa ini baru saja terjadi, tentunya masih segar dalam ingatan segala hal yang telah dilakukan bersama-sama,  ada niat yang belum tertunaikan,  ada janji yang belum terlaksana untuk dijalankan bersama,  dan tentu pula terlalu banyak untuk kita tuliskan satu persatu apa yang menjadi kenangan kebaikan kepada almarhumah. 

Namun, kita juga telah diingatkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan yang menjadikan kita lupa dan lalai dari takdir Allah SWT.  

Sesungguhnya, mata meneteskan air matanya, hati diliputi kesedihan, tetapi aku tidak mengucapkan, kecuali apa yang diridhai oleh Allah. Itulah salah satu pesan dari Nabi kepada Ummatnya ketika salah satu anak beliau meninggal dunia yaitu Ibrahim.  

Bukan kah kematian juga bagian dari kabar gembira bagi ruh karena akan segera bertemu dengan Rabb nya.  

Firman Allah SWT menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak larut terlalu lama dan dalam pada sebuah kesedihan apatah lagi kemudian meratapinya seakan-akan itu adalah takdir yang buruk.  

"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Ali Imran: 169-170)

Kiranya nasehat ini menjadi penguat bagi saya pribadi dan kita semua dalam menghadapi ujian kematian yang menjadi takdir Allah SWT.  

Jazakumullahu khairan wa barakallahu fiikum

Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I., Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta

SDIT Hidayatullah Gelar Penilaian Akhir Semester Gasal T.A 2020-2021


www.sdithidayatullah.net || (Senin, 15 Rabiul Akhir 1442 H/30 November 2020 M) Hari ini, ratusan murid SDIT Hidayatullah melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS) Gasal Tahun Pelajaran 2020-2021. Ujian akan berlangsung selama kurang lebih 2 pekan ke depan, insya Allah.

Dalam video sambutannya yang diunggah ke laman YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Ustadz Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I, kepala sekolah memberikan penguatan kepada murid tentang adab-adab seorang muslim dalam menjalani ujian.

"Bentuk ikhtiar atau usaha terbaik seorang muslim adalah dengan berusaha terlebih dahulu semaksimal mungkin, dibarengi dengan tawakkal kepada Allah dan berdoa dengan sungguh-sungguh," pungkasnya.

Ilustrasi: Pelaksanaan ujian tahun lalu (sebelum pandemi)

Lebih lanjut Ustadz Rifki menyampaikan,
"Kejujuran itu adalah kunci kesuksesan seorang muslim. Jadilah pribadi yang jujur dalam perkataan maupun perbuatan kita, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dalam kesehariannya."

Pada PAS kali ini, ada kondisi yang berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Dimana situasi di negara kita, bahkan di dunia, masih tersebar virus Covid 19 yang kemudian berdampak pada teknis pelaksanaan PAS di SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Dalam pelaksanaannya, sebagian murid memilih untuk Drive thru, yaitu Orangtua mengambil lembar soal ke sekolah lalu dikerjakan oleh murid di rumah. Adapun sisanya memilih melaksanakan ujian secara offline yakni home visit ke kediaman salah seorang murid/guru. Tentunya kedua metode ujian ini dilaksanakan dengan melaksanakan protokol Covid 19 yang ketat.

Orangtua mengambil lembar soal ke sekolah

Apapun pilihan yang dijalani, semoga Allah senantiasa melancarkan dan memudahkan prosesnya, dan memberikan kesehatan kepada kita semua. Allaahumma aamiin. Baarokallaahu Fiikum, anak-anakku.

Laporan & Foto: Ida Nahdhah


Gugus 1 Ngaglik, Adakan Pelatihan di SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Selasa (6 Rabiul Akhir 1442 H/24 November 2020 M) bertempat di SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Gugus 1 Ngaglik, menyelenggarakan Pelatihan Google Form, Google Classroom, dan Google Meeting bagi seluruh guru kelas 1 s.d. kelas 6. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari, yaitu 24, 26, dan 27 November 2020. 

INFORMASI MURID BARU SDIT HIDAYATULLAH TAHUN PELAJARAN 2021/2022 :  KLIK DI SINI

Sekolah yang tergabung dalam Gugus 1 Ngaglik meliputi SD Negeri Brengosan 1, SD Negeri Brengosan 2, SD Negeri Donoharjo, SD Negeri Banteran 1, SD Negeri Rejodani, SDIT Ash-Shidiq, dan SDIT Hidayatullah.


Pelatihan ini terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kelas bawah, yaitu kelas 1, 2, dan 3 dengan tim pametari dari SDIT Hidayatullah Yogyakarta dan kelompok kelas atas, kelas 4, 5, dan 6 dengan tim pemateri dari SD Negeri Rejodani. 

Laporan : Thorif
Foto : Haris



SDIT Hidayatullah Yogyakarta Adakan Sosialisasi Ujian Akhir Semester

 

www.sdithidayatullah.net || Sabtu (28 Rabiul Awwal 1442 H/14 November 2020 M). Melalui media zoom cloud meeting, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2020/2021.

INFORMASI MURID BARU SDIT HIDAYATULLAH TAHUN PELAJARAN 2021/2022 : KLIK DI SINI

Dalam kesempatan ini, Ustadz Muhammad Rifki Saputra, selaku kepala sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengajak kepada seluruh Orang Tua/Wali Murid di sekolah ini mengajak kepada seluruh Orang Tua/Wali Murid untuk mendukung program-program sekolah.

"Salah satu hal yang perlu dikuatkan adalah program HIJRAH BELANJA dari yayasan As-Sakinah Yogyakarta, selaku pemilik sekolah ini." Kata Ustadz Rifki. 

"Hijrah belanja nya bagaimana? Yaitu dengan Bapak/Ibu selaku Orang Tua/Wali Murid untuk berbelanja di Toko Sakinah Mart, milik yayasan. InsyaAllah dengan berbelanja di toko milik yayasan ini, akan menguatkan ekonomi yayasan, sehingga bisa bertahan di masa pandemi dalam menjalankan program-programnya." Lanjut Beliau. 

"Untuk mengefektifkan pertemuan, maka sosialisasi ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi kelas bawah (Kelas Amanah, 1, 2, dan 3) dan sesi kelas atas (kelas 4, 5, dan 6)." Begitu yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Haris, selaku Tim Teknis kegiatan sosialisasi.

Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun Pelajaran 2020/2021 di SDIT Hidayatullah Yogyakarta akan dibagi menjadi 2 sesi. Yang pertama adalah sesi Ujian Tahfizh Al-Qur'an yang akan dilaksanakan pada 16 s.d. 27 November 2020 dan Ujian Reguler akan dilaksanakan pada 30 November s.d. 11 Desember 2020.

"Teknis ujian dimasa pandemi covid-19 ini, dilaksanakan melalui 2 metode yaitu metode home visit, ialah dalam 1 kelas, murid dibagi menjadi 2 atau 3 kelompok dalam tempat yang berbeda dengan didampingi oleh pengawas ujian." Begitulah yang disampaikan oleh Ustadzah Norhikmah, selaku Wakil Kepala Sekolah Bagian Kurikulum dan Pengajaran. 

"Metode yang kedua adalah ujian dilaksanakan di rumah masing-masing. Jika orang tua/wali murid memilih metode ini, maka orang tua/wali murid mengambil soal ujian setiap hari di sekolah dan mengembalikan jawaban pada hari berikutnya." Lanjut Ustadzah Hikmah. 

"Teknis ujian ini sepenuhnya akan dihandle oleh guru kelas masing-masing, sehingga jika ada hal teknis yang perlu dikomunikasikan bisa melalui guru masing-masing." Lanjut Ustadzah Hikmah.

Harapannya, semoga Penilaian Akhir Semester Gasal Tahun Ajaran 2020/2021 ini berjalan dengan lancar tanpa halangan suatu apapun.

Laporan : Thorif

Streaming Kak Bimo Berkisah di SDIT Hidayatullah Yogyakarta

 

www.sdithidayatullah.net || Jumat (13 Rabiul Awwal 1442 H/30 Oktober 2020 M) SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bagi murid-murid sekolah ini, yaitu "Kak Bimo Berkisah".

KLIK DI SINI >>> Info Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun 2021/2022

Kegiatan yang mengambil tema "Nabi Muhammad SAW Teladanku" ini diselenggarakan dalam rangka meramaikan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada Kamis, 12 Rabiul Awwal 1442 H atau bertepatan dengan Kamis, 28 Oktober 2020.

Dikarenakan kegiatan ini diselenggarakan pada masa pandemi covid-19, maka panitia menyelenggarakan kegiatan ini secara virtual, yaitu live streaming melalui akun YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta dan juga facebook SDIT Hidayatullah YogyakartaBerdasarkan pantauan penulis, video Kak Bimo Berkisah saat ini sudah ditonton 2,7 ribu pemirsa. 

Harapannya, moment Maulid Nabi Muhammas SAW ini, seluruh murid, guru, dan wali murid bisa menteladani hidup dan kehidupan Sang Tauladan kita ini.

Simak edisi lengkap kegiatan "Kak Bimo Berkisah" dengan klik tautan di bawah ini :

>>> YouTube SDIT Hidayatullah Yogyakarta

>>> Facebook SDIT Hidayatullah Yogyakarta 


Laporan Mahmud Thorif

Pelatihan Effective Teaching Guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta

 

www.sdithidayatullah.net || Selasa (17 Rabiul Awwal 1442 H/03 November 2020 M) kerjasama dengan P.T. Riung Mitra Lestari, Umi Indonesia, Baitul Maal Hidayatullah, dan Griya parenting, guru-guru di SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Effective Teaching.

>> KLIK DI SINI : INFORMASI MURID BARU TAHUN 2021/2022

Kegiatan yang akan berlangsung selama 6 sesi ini dilaksanakan secara online melalui media Zoom Meeting dengan diisi oleh Drs. Miftahul Jinnan, M.Pd.I. dan Aries Setiawan, S.Pt.


Harapannya, dengan dilaksanakan kegiatan training ini, para guru di SDIT Hidayatullah Yogyakarta mempunyai pengalaman dan menyerap ilmu tentang bagaimana mengelola kelas secara efektif dan efisien.

Laporan Mahmud Thorif

Foto Muhammad Haris

Belajar Tentang Adab

Adab Pribadi Seorang Murid (1) Bersama Ustadz Sunarno 


Adab Pribadi Seorang Murid (2) Bersama Ustadz Mohammad Mukhtar Yahya, S.Sos. 


Adab Pribadi Seorang Murid (3) Bersama Ustadz Mohammad Haris, S.P.


 

Musyawarah Gugus Depan Sleman Pangkalan SDIT Hidayatullah Yogyakarta

www.sdithidayatullah.net || Selasa (12 Shafar 1442 H/29 September 2020 M). Bertempat di Embung Jetissuruh Donoharjo, kegiatan Musyarawah Gugus Depan (MUGUS) Sleman 12.067-12.068 Pangkalan SD IT Hidayatullah Yogyakarta telah diselenggarakan. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kak Yitno, dari unsur Kwartir Kecamatan Ngaglik untuk mendampingi Kegiatan MUGUS Tahun 2020 ini. 

Kak Yitno juga memberikan Nomor Gugus Depan Pangkalan SD IT Hidayatullah Yogyakarta, dengan nomor 12.067 untuk Gugus Depan Putra dan 12.068 untuk Gugus Depan Putri di sekolah ini.

Terpilih sebagai Pimpinan Sidang MUGUS Depan 12.067 0 12.068 Pangkalan SD IT Hidayatullah Yogyakarta, Kak Haris dengan nama lengkap Muhammad Haris, SP. dan sekretaris Kak Fita, dengan nama lengkap Yulias Fita Ari Antika, S.Pd.

Sidang yang diawali laporan pertanggungjawaban oleh Kak Bagas, dengan nama lengkap Arief Bagas Wirawan, S.Pd., selaku ketua Gugus Depan Pangkalan SD IT Hidayatullah Yogyakarta Masa Bakti 2018/2020 berlangsung menarik dan secara aklamasi memilih Kak Bagas dan Kak Astuti sebagai Ketua Gugus Depan 12.067 - 12.068 Pangkalan SD IT Hidayatullah Masa Bakti 2020/2022.

"Perihal legal formal kegiatan kepramukaan di sekolah ini menjadi sesuatu yang urgent, di mana, harapannya kegiatan kepramukaan di sekolah menjadi sesuatu yang legal dan formal." Begitu yang disampaikan oleh Kak Rifki, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus di SD IT Hidayatullah Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, ketika dihubungi oleh Tim Media SD IT Hidayatullah Yogyakarta, Kak Yitno menyampaikan, "Bahwa legal formal ini memang wajib ada di setiap pangkalan sekolah. Karena kita belajar dari kasus yang menimpa sekolah negeri salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman." Kata Kak Yitno ketika dihubungi di tengah-tengah kegiatan MUGUS ini. "Harapannya, setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh pangkalan sekolah bisa dipertanggungjawabkan dengan adanya legal formal ini." Kata Beliau.

Musyawarah Gugus Depan Sleman 12.067-12.068 Pangkalan SD IT Hidayatullah Yogyakarta ini menghasilkan bermacam program kepramukaan yang akan dilaksanakan di periode 2020-2022.

"Harapan saya, semoga Kakak-kakak semua bisa membantu mensukseskan program kerja yang telah kita susun bersama ini." Begitu yang disampaikan oleh Kak Bagas, selaku Ketua Gugus Depan Sleman 12.067-12.068 Pangkalan SD IT Hidayatullah Yogyakarta.

Kegiatan ini juga disiarkan langsung melalui media sosial Fanspage Facebook SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Video siaran langsung bisa ikuti tautan ini : MUGUS SDIT Hidayatullah Yogyakarta


Laporan : Thorif

Foto : Ulfah 


Membludak, Peserta Webinar Parenting bersama Fauzil Adhim


www.sdithidayatullah.net ~ Sabtu (12 September 2020) Kegiatan Webinar Parenting Saat Berharga untuk Anak Kita bersama Ustadz Mohammad Fauzil Adhim yang diselenggarakan di aplikasi Google Meet sukses kami selenggarakan oleh Tim Media SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Peminat Webinar Parenting yang diselenggarakan online melalui aplikasi besutan google mendapat sambutan yang luar biasa, dari slot kuota 250 peserta, yang mendaftar melalui link google form yang dibuat oleh panitia ada 750 an yang mendaftar. Tentu tidak sedikit yang kecewa dikarenakan tidak semua pendaftar bisa hadir di pertemuan online ini. 

"Tolong kita live streaming kegiatan ini melalui akun Fanspage Facebook SDIT Hidayatullah Yogyakarta dan Instagram @sdhidayatullah agar peserta yang tidak masuk ruang meeting bisa menyimak." Begitu yang disampaikan boleh Ustadz Muhammad Haris, selaku ketua pelaksana kegiatan ini. 

Kegiatan ini dalam rangka wujud pelayanan sekolah kepada orangtua/wali murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta untuk menyajikan panduan, tips, dan motivasi dalam mendidik anak-anaknya di masa pandemi ini.

InsyaAllah panitia akan menyelenggarakan webinar parenting pada edisi-edisi selanjutnya.

Simak siaran ulang Webinar Parenting SDIT Hidayatullah melalui tautan berikut ini: www.sdithidayatullah.net/rekamanwebinar