@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB

SDIT Hidayatullah Gelar Khatmul Qur'an & Imtihan Metode Ummi ke-VI

 

www.sdithidayatullah.net || (Jum'at, 29 Sya'ban 1443 H/1 April 2022 M) SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengadakan Khatmul Qur’an & Imtihan Metode Ummi ke-6 kalinya yang bertempat di Gedung Prima SR Hotel & Convention,  Tridadi Sleman, Jum’at, 1 April 2022 pukul 07.00-11.00 WIB. Tahun ini sekolah yang termasuk salah satu Sekolah Model Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi ini meluluskan ratusan murid pada kategori Tartil dan Tahfizh juz 30, 29, 28, 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7 (10 Juz) dibawah bimbingan langsung Tim Ummi Daerah Yogyakarta dan Ummi Foundation Surabaya.

Khatmul Qur’an dan Imtihan hadir sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas proses dan hasil pembelajaran Al-Qur’an para murid juga merupakan salah satu perwujudan rasa syukur dan sebuah upaya kecil untuk memberi kabar gembira kepada para orang tua, guru, serta masyarakat bahwa insya Allah generasi Al-Qur’an akan terus tumbuh dan berkembang melalui SDIT Hidayatullah Yogyakarta. 

Sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2017 hingga tahun 2022 ini, SDIT Hidayatullah telah meluluskan sebanyak 611 Khatimin dan Khatimat, sebagaimana yang dilaporkan oleh Muhammad Rifki Saputra selaku Kepala SDIT kepada seluruh undangan yang hadir sebelum prosesi Uji Publik Khatmul Qur'an & Imtihan dimulai.

Khatimin dan Khatimat yang terdiri dari kelas 3-6 SDIT

Pelaksanaan Khatmul Qur’an kali ini selain dihadiri berbagai unsur terkait seperti Para Pimpinan Organisasi Hidayatullah Wilayah DIY-Jatengbagsel, Dewan Pembina, Pengawas dan Ketua Yayasan As-Sakinah Hidayatullah Sleman, Ketua Komite dan Forsitu (Forum Silaturrahmi Orangtua), Ketua Ummi Daerah Yogyakarta Kukuh Hadi Wiyono beserta Tim Trainer, juga dihadiri oleh Korwil Yandik Kapanewon Ngaglik yaitu Sri Suwarni, M.Pd. 

Pada kesempatan kali ini Suwarni turut ikut menguji bacaan Al-Qur'an dan hafalan para peserta Khatmul Qur'an yang dipandu oleh Trainer Ummi Daerah Yogyakarta, Iqbal Muhammad Ghozali dan Muhammad Haris. Dalam sambutannya Suwarni mengaku terharu dan bangga melihat hasil pembelajaran Al Qur’an di SDIT Hidayatullah yang dibuktikan dengan Uji Publik kemampuan murid pada Prosesi Khatmul Qur’an ke-VI ini,

“Adanya pandemi dan pembelajaran tatap muka terbatas tidak membuat surut prestasi, SDIT Hidayatullah tetap bisa membuat inovasi yang sangat tinggi sehingga bisa membekali Ananda semua menjadi generasi emas Al Qur’an, seperti yang kita saksikan saat ini.” Pungkasnya.

Testimoni oleh Korwil Yandik Kapanewon Ngaglik, Suwarni, M.Pd. 

Sebagai rangkaian dari evaluasi akhir pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi, Khatmul Qur’an dan Imtihan terlebih dahulu diawali oleh pra munaqasyah dan munaqasyah. Munaqasyah adalah kontrol eksternal kualitas atau evaluasi akhir oleh UMMI Foundation dan merupakan program penilaian kemampuan murid/santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan. Munaqasyah dilaksanakan manakala murid telah menuntaskan pembelajaran Al-Qur'an dengan metode Ummi mulai dari jilid pembinaan 1 s.d 6 ditambah tadarus Al-Qur'an, Gharib dan Tajwid. Ujian tersebut dilakukan oleh Ummi Foundation atau diwakili oleh Tim Ummi Daerah Yogyakarta.

Sebanyak 207 murid SDIT Hidayatullah  yang terdiri dari kelas 2 hingga kelas 6 mengikuti munaqasyah yang dilaksanakan selama 2 hari, Jum’at-Sabtu, 25-26 Maret 2022 lalu. Dari jumlah tersebut, yang ikut Khatmul Qur’an & Imtihan sebanyak 105 murid yaitu 66 peserta kategori tartil dan 39 peserta dari tahfizhul Qur'an. Adapun peserta munaqasyah tahfizh murni tidak turut serta pada Khatmul Qur’an.

"Kenapa ada perbedaan jumlah peserta antara munaqasyah dan khatmul Qur'an? karena sebagian besar dari peserta munaqasyah adalah peserta ujian tahfizh, yang kemudian dicukupkan kegiatannya hanya sampai di munaqasyah. Khususnya lagi bagi murid yang berada di kelas 1 hingga kelas 5, di mana pelaksanaan khatmul Qur'an & imtihan tahfizh-nya akan dilaksanakan di akhir masa sekolah, yaitu di kelas 6, sebelum mereka menyelesaikan pendidikan di jenjang dasar ini." Jelas Kepala Sekolah dalam laporannya.

Salam ta'zhim kepada guru

Penyerahan Syahadah kepada seluruh Khatimin & Khatimat

Khatmul Qur’an merupakan kegiatan membaca Al-Qur’an secara bersama-sama dimulai dari Al-Fatihah, dilanjutkan Surat At-Takatsur sampai dengan An-Naas, kemudian Al-Fatihah dan Surat Al-Baqarah ayat 1-5, dan ditutup dengan doa Khatmul Qur’an.

Imtihan merupakan proses uji publik seputar tartil (baca Al-Qur’an dengan perlahan dan jelas), fashohah (kefasihan ucapan), dilanjutkan tanya jawab ghorib (bacaan Al-Qur’an yang tidak seperti biasanya), tajwid (hukum dalam membaca Al-Qur’an), dan hafalan oleh publik yang dipandu oleh Ummi Foundation Surabaya atau Ummi Daerah yang ditugaskan. Para wali murid dan tamu undangan yang hadir boleh menunjuk siapapun murid yang berada di atas panggung untuk diuji. Murid diberikan pertanyaan sesuai kategorinya.


Foto: Para peserta terbaik pada bidang Tartil, Juz 30, Juz 29-28, Juz 1-3 dan Juz 2-7.

Setelah seluruh kegiatan selesai, murid melakukan serangkaian upacara salam ta’dzim kepada orang tua dan para guru sebagai bentuk rasa syukur dan sayang atas kasih yang terlimpah dalam perjalanan pendidikan Ananda. Acara pamungkas dilanjutkan dengan pemberian penghargaan serifikat kepada seluruh peserta dan piala bagi peserta yang berprestasi. Dengan demikian, telah terujilah ilmu tartil, fashohah, ghorib, dan tajwid, serta hafalan para peserta Khatmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi SDIT Hidayatullah Yogyakarta tahun pelajaran 2021-2022 di depan publik.

Semoga dengan ini, murid menjadi lebih giat dan semangat dalam aktivitas belajarnya terutama lebih dekat dengan Al-Qur’an serta rajin beribadah. Allaahumma aamiin.

Rep: Ida Nahdhah
Foto: Afnan

207 Murid SD IT Hidayatullah Yogyakarta Ikuti Munaqasyah Tartil & Tahfizh 10 Juz

www.sdithidayatullah.net || (Sabtu, 23 Sya'ban 1443 H/26 Maret 2022 M) Salah satu indikator jaminan mutu lulusan SD IT Hidayatullah Yogyakarta adalah tartil/lancar membaca Al-Qur’an. Hal ini diuji melalui Munaqasyah dari tim Ummi. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, Munaqasyah Metode Ummi Tartil & Tahfizh di SD IT Hidayatullah Yogyakarta telah terlaksana selama 2 hari yaitu pada Jum'at dan Sabtu, 25-26 Maret 2022.
KLIK DI SINI: PENDAFTARAN MURID BARU

Munaqasyah adalah kontrol eksternal kualitas atau evaluasi akhir oleh UMMI Foundation dan merupakan program penilaian kemampuan murid/santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan. Munaqasyah dilaksanakan manakala murid telah menuntaskan pembelajaran Al-Qur'an dengan metode Ummi mulai dari jilid pembinaan 1 s.d 6 ditambah tadarus Al-Qur'an, Gharib dan Tajwid. Ujian tersebut dilakukan oleh pihak Ummi Foundation yang diwakili oleh pengurus Ummi Daerah Yogyakarta. Adapun materi yang diujikan pada Munaqosyah meliputi:

1. Fashohah dan Tartil Al Qur’an (Juz 1-30)
2. Membaca Gharib dan komentarnya
3. Teori Ilmu Tajwid dan menguraikan hukum-hukum bacaan
4. Hafalan dari surat Al-A'la sampai An-Naas

Munaqisy sedang menguji materi tajwid kepada salah satu peserta

Selain Munaqasyah Tartil, pada tahun ini SD IT juga melaksanakan Munaqasyah Tahfizh 10 Juz, yakni juz 30, 29, 28, 1, 2, 3, 4, 5, 6 & 7. Keberhasilan yang dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ini tentunya juga didukung oleh program Kelas Tahfizh yang dibuka pertama kali pada tahun ajaran 2018-2019.

Koordinator Al-Qur'an SD IT Hidayatullah, Andriyani Nurhayati mengatakan, 

"Munaqasyah ini diadakan untuk menguji anak-anak, sudahkah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan lancar dan sesuai kaidah tajwid. Dalam munaqasyah kali ini juga akan diuji kualitas hafalan mereka, apakah mutqin (kuat) atau belum."

Baca Juga: Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi Hadiri Pra Munaqosyah Al-Qur'an SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Sama seperti Ujian Nasional, munaqasyah adalah tolak ukur keberhasilan murid dan lembaga dalam pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi. Tentu bagi kita sebagai muslim yang mempunyai pandangan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidupnya dan menjadikan keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an sebagai salah satu parameter keberhasilan mendidik anak, maka munaqasyah akan menjadi suatu tahapan pembelajaran yang sangat dinantikan bukan hanya penting tapi sangatlah penting.  

"Penting bagi mereka di masa yang akan datang, karena mengaji Al-Qur’an adalah sebuah ibadah di mana jika melakukannya mendapatkan pahala. Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam maka dari itu kita harus mempelajarinya dan memahami isinya." pungkas Muhammad Haris selaku Koordinator Al-Qur'an kelas Tahfizh.

Pada hari pertama, sebanyak 10 Munaqisy (penguji) dari Ummi Foundation -yang diwakili oleh Ummi Daerah Yogyakarta- dan 7 Munaqisy pada hari kedua hadir untuk menguji total sejumlah 207 murid yang terdiri dari kelas 2 hingga kelas 6, baik dari kelas Reguler maupun kelas Tahfizh. Munaqasyah tahun ini adalah pelaksanaan ke-VI sejak pertama kali sekolah melaksanakan munaqasyah, yaitu pada tahun 2017.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SD IT Hidayatullah, Muhammad Rifki Saputra menyampaikan beberapa pesan dan nasihat kepada para peserta munaqasyah, “Ada dua manusia terbaik yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, ‘Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu’, yaitu orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.”

Ustadz Muhammad Rifki Saputra memberikan sambutan dan penguatan

Ustadz Rifki juga mengutip sebuah hadits, “'Sesungguhnya perumpamaan penghafal Al-Qur’an, seperti seekor unta yang diikat. Jika ia dijaga dan dipelihara, maka ia akan diam dan jinak, dan jika ia dibiarkan terlantar, maka dia akan pergi lepas dari ikatannya'. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam mengibaratkan orang yang memiliki hafalan Al-Qur’an seperti pemilik unta. Jika unta dijaga dan dipelihara dengan baik, maka ia akan jinak dan patuh. Tapi jika ia dibiarkan dan ditelantarkan, maka ia akan pergi menghilang."

Lebih lanjut Ustadz Rifki berpesan kepada seluruh peserta munaqasyah bahwa hafalan Al-Qur'an, Gharib, Tajwid dan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik yang sudah mereka peroleh ibarat sebuah bangunan yang sudah berdiri tegak namun butuh pemeliharaan dan penjagaan selama-lamanya agar tetap kokoh dan tidak roboh. Maka butuh waktu seumur hidup untuk menjaganya agar hafalan tidak lupa dari memori ingatan. 

"Teruslah belajar Al-Qur'an dan tetap semangat menghafal dan mengulang-ulangnya, semoga Allah memudahkan jalannya." Tutup Ustadz Rifki yang di-aamiin-kan oleh seluruh hadirin.

Kunjungi: Wakil Bupati Sleman Hadiri Khatmul Qur'an & Imtihan SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Sebagai rangkaian dari evaluasi akhir pembelajaran Al-Qur'an metode Ummi, insya Allah akan dilaksanakan kegiatan Khatmul Qur'an dan imtihan pada tanggal 1 April 2022 ini. Khatmul Qur'an dan imtihan sendiri adalah evaluasi yang melibatkan publik dan seluruh stakeholder sekaligus merupakan laporan secara langsung kualitas hasil pembelajaran Al-Qur'an kepada wali santri/masyarakat. Kegiatan ini meliputi:

1.) Demo kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an.

2.) Uji publik kemampuan membaca Al-Qur'an, hafalan, bacaan gharib dan tajwid dasar.

3.) Uji oleh tenaga ahli Al-Qur'an dari tim Ummi Foundation/perwakilan Ummi Daerah dengan lingkup materi tertentu.

Peserta putri berfoto bersama para penguji

Peserta putra bersama Kepala Sekolah dan penguji

Menjadi kesyukuran luar biasa bahwa para peserta mampu menyelesaikan beragam tahap ujian dengan baik. Sebab sejatinya saat anak sudah duduk dihadapan penguji dan diminta membaca ayat-ayat Al-Qur'an, perasaan grogi dan khawatir tersebut pun hilang dengan sendirinya. Memang benarlah, bahwa kalam Allah adalah mukjizat dan juga obat bagi fisik dan jiwa. Inna kalaamallaahu syifaa’in wa huwa dawaa’un lil ahzaani.

Semoga Allah menjadikan anak-anak kita para penjaga Al-Qur'an di lisan maupun dada mereka, dan mengantarkan orangtua, keluarga hingga masyarakat menjadi ahlul Qur'an. Allaahumma aamiin.

Rep: Ida Nahdhah

Prof. El-Awaisi: Ikat Hafalanmu Dengan Murojaah!


Pada Sabtu, 12 Maret 2022 SDIT Hidayatullah berkesempatan melakukan wawancara singkat kepada Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi, seorang penulis dan peneliti muslim dari Palestina yang turut menyaksikan beberapa saat pelaksanaan pra munaqosyah. Tanya jawab menggunakan bahasa Arab, adapun terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:

1. Bagaimana pandangan Profesor terhadap proses pembelajaran al-Qur'an (pra munaqosyah) yang sedang berlangsung ini?

️ Pertama, kegiatan terlaksana dengan sangat tertib, para pengajar pun sangat istimewa, menguasai hal tersebut (memiliki kompetensi). Kedua, saya belum pernah melihat di tempat lain seperti kegiatan ini; ada upaya integrasi yang baik di antara para pengajar di mana masing-masing menguji materi yang berbeda. Ini bagus untuk murid dan juga bagus untuk guru.

2. Menurut profesor, bagaimana kualitas bacaan al-Qur'an murid?

️ Ma syaa Allah, tadi saya telah ikut menyimak halafan mereka, ketika dia (murid perempuan-red) membaca surat An Naba', dia hanya salah satu kali pada kelancaran/tartil, akan tetapi mengenai kualitas hafalannya dan makharijul huruf, seolah olah dia adalah orang Arab (karena kefasihan dalam membaca al Qur'an).

3. Mohon berikan nasihat untuk murid-murid kami, Profesor..

️ Nasihat untuk anak-anakku: Hafalkanlah al-Qur'an dan selalulah mengulang-ulangnya (murojaah), karena sesungguhnya hafalan al-Quran itu lebih cepat hilang daripada lepasnya unta dari ikatannya. Maka Hafalkanlah dan terus diulang-ulang sebab jika kalian tidak mengulangnya maka niscaya akan hilang surat-surat dan ayat-ayat yang sudah kalian hafalkan.

4. Terakhir, adakah saran dan harapan Profesor untuk murid-murid kami ke depannya?

️ Saya harap mereka terus bersemangat dalam menghafalkan kitabullah (al Qur'an), senantiasa memperbaiki tadwidnya dan memahami maknanya, namun tak cukup sampai situ saja, juga mentadaburi maknanya. Karena menghafal itu penting akan tetapi yang lebih penting di atas itu adalah memahami dan mentadabburi isi al-Qur'an al-Kariim. Baarakallahu fiikum.

Terima kasih sebesarnya kami haturkan atas kunjungan dan motivasinya, semoga Allah selalu menjaga engkau di mana pun berada, wahai Profesor. Jazaakumullaahu khairan wa baarakallahu fiik, Allaahumma aamiin.

Rep: Ida Nahdhah

Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi Hadiri Pra Munaqosyah Al-Qur'an SDIT Hidayatullah Yogyakarta

(Sabtu, 9 Sya'ban 1443 H/12 Maret 2022 M) || Sebanyak 142 murid SDIT Hidayatullah mengikuti kegiatan pra munaqosyah al-Qur'an Metode Ummi pada Sabtu, 12 Maret 2022.

Kegiatan drilling atau pra munaqosyah yang dilaksanakan di lantai 3 gedung SDIT Hidayatullah ini seharusnya diikuti oleh 213 peserta yang terbagi pada cabang Tartil dan Tahfidz juz 28, 29, 30, 1-7. Namun pelaksanaan dibagi menjadi 3 hari yaitu pada Sabtu kemarin, dan insya Allah akan dilanjutkan hari Senin dan Selasa besok, menyesuaikan jumlah SDM penguji dan tentunya agar murid tetap bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

Pembelajaran al-Qur'an adalah salah satu mata pelajaran yang masuk dalam struktur kurikulum SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang wajib diikuti oleh seluruh murid tanpa terkecuali. Munaqosyah menjadi salah satu tahap ujian dari sekian banyak pokok bahasan yang ada dalam kurikulum Ummi. Manajemen sekolah berupaya agar semua siswa dapat mengikuti ujian tersebut.

Munaqosyah dilaksanakan manakala murid telah menuntaskan pembelajaran al-Qur'an mulai dari jilid 1-6 ditambah tadarrus al-Qur'an, Gharib dan Tajwid. Ujian tersebut dilakukan oleh pihak Ummi Foundation atau Ummi Daerah yang ditugaskan. Murid yang dinyatakan lulus pada pra munaqasyah berhak mengikuti munaqosyah.

Selain munaqosyah tartil, SDIT Hidayatullah juga melaksanakan munaqosyah tahfidz seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini sekolah mampu melaksanakan munaqosyah 10 juz, dimulai dari juz 30, 29, 28, dan 1 sd. 7.

Dokumentasi pra munaqosyah

Sama seperti Ujian Nasional, munaqosyah adalah tolak ukur keberhasilan siswa dan lembaga dalam pembelajaran al-Qur'an metode Ummi. Tentu bagi kita sebagai muslim yang mempunyai pandangan al-Qur'an sebagai petunjuk hidupnya dan menjadikan keberhasilan pembelajaran al-Qur'an sebagai salah satu parameter keberhasilan mendidik anak, maka munaqosyah akan menjadi suatu tahapan pembelajaran yang sangat dinantikan bukan hanya penting tapi sangatlah penting.

Ada hal yang lebih istimewa pada pelaksanaan tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu di saat proses pra munaqosyah sedang berlangsung, Prof. Dr. Abd Al Fattah El Awaisi berkunjung dan turut menyimak proses pra munaqosyah tanpa diagendakan sebelumnya. Profesor sejatinya hadir di pesantren Hidayatullah Yogyakarta dalam rangka mengisi Training of Trainer: Roadmap Nabawiyyah Pembebasan Baitul Maqdis. 

Profesor El Awaisi adalah Penulis "Buku Emas Baitul Maqdis" dan merupakan seorang Muslim berdarah Inggris Palestina yang tinggal secara berpindah-pindah di negara-negara Arab, Muslim dan Barat. 

Profesor El-Awaisi telah mengajar dan melakukan penelitian selama 32 tahun (dari tahun 1986) di universitas-universitas Arab, Inggris, Malaysia, dan Turki di mana saat ini ia merupakan Profesor Kehormatan di Universiti Utara Malaysia (UUM); dan Profesor Hubungan Internasional di Turki. 

Pada kesempatan yang berharga ini, sekolah sempat melangsungkan tanya jawab singkat terkait pelaksanaan pra munaqosyah al-Qur'an yang telah ia saksikan. Menurut Profesor El-Awaisi, kegiatan terlaksana dengan sangat tertib, para pengajar pun sangat istimewa, menguasai hal tersebut (memiliki kompetensi). Ia juga mengakui belum pernah melihat di tempat lain seperti kegiatan ini; ada upaya integrasi yang baik di antara para pengajar di mana masing-masing menguji materi yang berbeda. Ini bagus untuk murid dan juga bagus untuk guru.

Profesor yang turut menyimak halafan dari beberapa murid, salah satunya adalah murid putri kelas 1 yang sedang pra munaqosyah Tahfizh Juz 30 berkata, ketika dia (murid perempuan-red) membaca surat An Naba', hanya salah satu kali pada kelancaran/tartil, akan tetapi mengenai kualitas hafalannya dan makharijul huruf, seolah olah ia adalah orang Arab (karena kefasihan dalam membaca al Qur'an).

Tidak hanya itu, profesor juga memberikan harapan dan nasihat untuk murid-murid SDIT Hidayatullah, 

"Hafalkanlah al-Qur'an dan selalulah mengulang-ulangnya (murojaah), karena sesungguhnya hafalan al-Quran itu lebih cepat hilang daripada lepasnya unta dari ikatannya. Maka Hafalkanlah dan terus diulang-ulang sebab jika kalian tidak mengulangnya maka niscaya akan hilang surat-surat dan ayat-ayat yang sudah kalian hafalkan.", pesan Profesor.

Ia melanjutkan,

"Saya harap mereka terus bersemangat dalam menghafalkan kitabullah (al Qur'an), senantiasa memperbaiki tadwidnya dan memahami maknanya, namun tak cukup sampai situ saja, juga mentadaburi maknanya. Karena menghafal itu penting akan tetapi yang lebih penting di atas itu adalah memahami dan mentadabburi isi al-Qur'an al-Kariim. Baarakallahu fiikum."

Terima kasih sebesarnya kami haturkan atas kunjungan dan motivasinya, semoga Allah selalu menjaga engkau di mana pun berada, wahai Profesor. Jazaakumullaahu khairan wa baarakallahu fiik, Allaahumma aamiin.

📞 Informasi & pendaftaran: Nurkholiq wa.me/6283862080002

#pendidikantauhid #munaqosyah #pramunaqosyah #alquran #sekolahhidayatullahjogja

Reporter: Ida Nahdhah
Kontributor: Haris, Umam & Jundi
Foto: Hudaya & Tim Pos Dai

LOWONGAN GURU & PEGAWAI SDIT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA


👳 LOWONGAN GURU DAN PEGAWAI MULTI MEDIA KEHUMASAN SDIT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA 🧕

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Dibutuhkan segera:
↙️ Guru Anak Berkebutuhan Khusus/ABK (Perempuan)
↙️ Guru Pendidikan Agama Islam (diutamakan laki-laki)
↙️ Guru Al Qur’an (Laki-laki/Perempuan)
↙️ Pegawai khusus IT/Media Sekolah (diutamakan laki-laki)

1. Syarat Guru Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebagai berikut:
Muslimah/Perempuan/Akhwat
↘ S1 Pendidikan Luar Biasa/Bimbingan Konseling/Psikologi
↘ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik.
↘ Senang dengan dunia anak-anak.
↘ Diutamakan mempunyai pengalaman mengajar

Lamaran dapat disampaikan melalui link di bawah ini :

2. Syarat Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai berikut:
Muslim/ah
↘ S1 (Pendidikan Agama Islam)
↘ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik.
↘ Senang dengan dunia anak-anak.
↘ Diutamakan mempunyai pengalaman mengajar

Lamaran dapat disampaikan melalui link di bawah ini :

3. Syarat Guru Al Qur’an sebagai berikut:
Muslim/Muslimah
↘ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik.
↘ Senang dengan dunia anak-anak.
↘ Diutamakan mempunyai sertifikat Metode Ummi (bagi yang sudah memiliki)

Lamaran dapat disampaikan melalui link di bawah ini :

4. Syarat Pegawai Tenaga IT sebagai berikut:
Muslim/Laki-laki
↘ Menguasai IT, Corel Draw, aplikasi pembuatan/edit video, dll.
↘ Senang dengan dunia olah multimedia dan kehumasan
↘ Bisa berkomunikasi dengan baik

Lamaran dapat disampaikan melalui link di bawah ini :

Batas akhir lamaran sampai akhir Februari 2022.
Bagi yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti tes seleksi.

📝 Catatan:
Jam kerja di SDIT Hidayatullah:
🗓 Senin s.d. Jumat: Pukul 07.00 s.d. 14.45 wib
🗓 Sabtu: Pukul 07.15 s.d. 12.00 wib

Alamat Sekolah:
SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.

Google Map:
http://bit.ly/googlemapsdithidayatullah

Info Lebih Lanjut Hubungi: 
📞 Untung Purnomo 
HP 085950662241

www.sdithidayatullah.net

SDIT Hidayatullah Galang Dana Peduli Palestina dan Suriah

Senin, 6 Rajab 1443 H/7 Februari 2022 M) || Alhamdulillahirabbil 'aalamiin, telah terlaksana kegiatan Penggalangan Dana Peduli Palestina dan Suriah (Musim Dingin Garis Depan)  di SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Kegiatan penggalangan dana yang dikemas dalam bentuk Infaq Jum'at di setiap kelas pada hari Jum'at lalu, 28 Januari 2022 telah berhasil mengumpulkan dana sejumlah:

Rp. 10.000.000
(Sepuluh Juta Rupiah)

Dana telah diserahkan oleh SDIT Hidayatullah kepada Sahabat Al Aqsha Yayasan pada hari Rabu, 2 Februari 2022 yang insyaa Allah akan langsung disalurkan kepada yang berhak.

Kami ucapkan terima kasih sebesarnya kepada segenap keluarga besar SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang terdiri dari murid, orangtua murid, komite, guru dan pegawai atas partisipasi, kerjasama dan dukungannya yang luar biasa pada kegiatan ini. Hanya Allah-lah sebaik-baik pemberi balasan kebaikan. Jazaakumullaahu khairan wa baarakallahu fiikum.

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita hamba-hambanya yang senang berinfaq dan gemar bersedekah, juga melapangkan rezeki kita untuk bisa lebih berbagi kepada sesama. 
Tak lupa kita doakan saudara-saudara kaum Muslimin di Palestina, Suriah, Yaman, Uyghur, Rohingya dan belahan bumi lain yang sedang berada dalam penindasan dan kezhaliman musuh Islam, semoga Allah menolong dan memerdekakan mereka. Allaahumma aamiin.

www.sdithidayatullah.net 

#MDGD #SDITHidayatullahYogyakarta #InfaqJumat #MusimDinginGarisDepan #SavePalestina #SaveBaitulMaqdis #SaveAleppo #SaveSuriah #SaveUyghur #SaveRohingya #SaveMoslems #pendidikantauhid

Rep: Ida Nahdhah

SDIT Hidayatullah Terpilih Menjadi Sekolah Model Metode Ummi

(Rabu, 24 Jumadil Akhir 1443/26 Januari 2022) || Implementasi salah satu sistem berbasis mutu adalah Goodwill Management. Kesediaan, dukungan, dan perhatian dari pimpinan lembaga atau pengelola terhadap pembelajaran Al Qur’an.

Demi mencapai tujuan tersebut, pada Selasa pagi (25/1/2022) Ustadz Muhammad Rifki Saputra selaku Kepala SDIT Hidayatullah menghadiri undangan Rapat Koordinasi Pimpinan Lembaga Pengguna Metode Ummi oleh Ummi Daerah Yogyakarta.

Alhamdulillah Tabaarakallah, dalam kesempatan kali ini SDIT Hidayatullah Yogyakarta dipercayai menjadi salah satu Sekolah Model Al Qur'an Metode Ummi, khususnya di DIY dan di Indonesia secara umum. 

Sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Ummi Foundation Drs. H. Masruri, M.Pd. dan Pembina Ummi Foundation Prof. DR. H. M. Roem Rowi, M.A ini diserahkan oleh Direktur Ummi Daerah Yogyakarta, Ustadz Kukuh Hadiwiyono kepada Ustadz Rifki.

Semoga Allah memberikan berkah, bimbingan, kemudahan dan keistiqomahan sehingga dapat terus mengambil peran dalam membangun generasi Qur'ani. Allaahumma aamiin.

📞 Informasi PPDB: wa.me/6283862080002 (Ustadz Nurkholiq)

#SDITHidayatullahYogyakarta #SDITHidayatullah #hidayatullah #ummi #metodeummi #mudah #menyenangkan #menyentuh #hati #alquran #Allah #allah #Islam #sdislam #belajarngaji #ngajiummi #mutu #sekolahbermutu #sekolahmodel #sertifikat #sekolahislam #sdislamjogja #jogja #diy #umda #yukngaji #sdit #sekolahjogja #goodwillmanagement

Laporan: Ida Nahdhah

Penerimaan Murid Baru SDIT Hidayatullah Sleman Tahun Pelajaran 2022/2023


SDIT Hidayatullah Yogyakarta, 
Buka Hati dengan Pendidikan Tauhid

Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, D. I. Yogyakarta 55581. Telp. (0274)2861541

Profil Sekolah
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hidayatullah Sleman Yogyakarta didirikan tahun 1998 oleh Yayasan As-Sakinah Yogyakarta. Sekolah ini berafiliasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Ijin Operasional Nomor: 039/KPTS/108/2001 dan Ijin Pendirian Nomor : 054/KPTS/PEND.SLM/IV/2004. Pada tahun 2016 lulus akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai A.

Bagaimana KBM di SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada masa pandemi?
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di masa pandemi covid-19 di SD IT Hidayatullah dilaksanakan secara luring (luar jaringan/offline) dan daring (dalam jaringan/online) dengan pembagian 2 hari belajar di sekolah dan 3 hari belajar di rumah. 

Belajar di Sekolah (BDS)
Teknis BDS selama masa pandemi dibagi menjadi 2, yaitu kelas 1, 2, dan 3 dengan hari masuk Selasa dan Kamis. Kelas 4, 5, dan 6 dengan hari masuk Senin dan Rabu. Setiap kelas akan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok 1 waktu KBM pukul 07.30 - 10.00 WIB dan kelompok 2 waktu KBM pukul 12.45 - 14.45 WIB. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah yang hadir di sekolah selama KBM.

Belajar di Rumah (BDR)
Teknis BDR selama masa pandemi ini, anak-anak diberikan tugas belajar melalui link https://daring.sdithidayatullah.net/ dengan 3 mata pelajaran setiap hari dan setiap tugas yang diberikan dilaporkan melalui grup WA di masing-masing kelas paling lambat adalah pukul 21.00 wib. 

Khusus untuk KBM Al-Qur'an dilaksanakan melalui Video Call WA bersama guru Al-Qur'an masing-masing kelompok. Setiap panggilan bisa 5-7 anak dengan durasi waktu kurang lebih 20-30 menit. KBM Al-Qur'an ini anak-anak diajarkan metode membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar, serta hafalan surat-surat pendek. Adapun metode yang diajarkan adalah Metode Ummi.  

Tampilan Website Belajar dari Rumah (BDR)

Mengapa Memilih SDIT Hidayatullah?

Tenaga Pendidik
Didukung oleh tenaga pendidik yang berdedikasi, muda, terampil, dan berlatar belakang pendidikan S1 dan S2, memungkinkan SDIT Hidayatullah mampu mewujudkan suasana belajar yang kreatif dan inovatif.

Pembelajaran Berbasis Tauhid
Melalui program yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid pada kurikulum dan seluruh aktivitas belajar, SDIT Hidayatullah merupakan partner yang tepat bagi orangtua dalam menggali potensi anak secara optimal baik potensi fisik, akal, maupun jiwanya. Dengan pembelajaran seperti inidiharapkan anak-anak kelak menjadi muslim-muslimah yang saleh dan bertanggungjawab.

Pendekatan Belajar Sesuai Tahap Perkembangan Anak
Memperhatikan kebutuhan anak merupakan sesuatu yang penting bagi sekolah. Hal ini agar anak tidak kehilangan saat-saat yang paling indah dan menyenangkan dalam hidupnya. Dengan pendekatan berbagai metode pembelajaran dan proses pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak, diharapkan tumbuh dalam diri anak minat belajar yang tinggi serta anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Kelas Karakter
Kelas karakter adalah kelas penanaman dasar-dasar perilaku anak yang diselenggarakan pada 3 bulan pertama pembelajaran.

Kelas Tahfizh dan Kelas Reguler
Mulai Tahun Ajaran 2018/2019 SDIT Hidayatullah membuka Kelas Tahfizh. Alhamdulillah sudah 5 tahun berjalan kegiatan Kelas Tahfizh ini berjalan. Target dari lulusan Kelas Tahfizh ini adalah hafal 10 juz dengan bacaan yang baik dan benar. Adapun untuk kelas reguler, target hafalan selama 6 tahun adalah hafal 2 juz.

Sekolah Tanpa Rangking
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Mereka bisa menjadi juara di bidangnya masing-masing sehingga sekolah tidak menerapkan casta rangking, namun berupaya menggali dan mengembangkan potensi dari masing-masing peserta didik.

Kelas dipisah Putra dan Putri
Anak laki-laki dan perempuan memiliki perkembangan fisik dan sosial emosional yang berbeda. Kelas yang homogen (dipisah putra dan putri) memudahkan guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan mereka.

Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an
Untuk menumbuhkan cinta al-Qur’an pada diri anak, pembelajaran al-Qur’an dilaksanakan setiap hari menggunakan Metode Ummi dengan guru-guru yang telah tersertifikat oleh Ummi Foundation

Lingkungan yang Kondusif
Sekolah berada di alam pedesaan yang nyaman dan jauh dari keramaian. Sekolah juga berada di lingkungan pesantren yang di dalamnya ditegakkan nilai-nilai Islam yang mulia.

Fullday School
Kegiatan pembalajaran di SDIT Hidayatullah mulai hari Senin s.d. Jumat. Dimulai pukul 07.15 s.d. 14.30 wib. Untuk kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pukul 15.30 s.d. 16.45 wib dengan jadwal yang ditentukan pada setiap kelasnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler di SDIT Hidayatullah dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar, untuk kelas 3 ke atas; dimulai pukul 15.30 s.d. 16.45 wib. Adapun ekstrakurikuler adalah sebagai berikut :
> Pramuka Pandu Hidayatullah
> Al-Quran (Hafalan dan Membaca)
> Beladiri Karate
> Berenang
> Memanah

Syarat Murid Baru
> Usia minimal 6 tahun (Juli 2022)
> Mengisi formulir pendaftaran (Online/Offline)
> Menyerahkan/mengirim berkas fotocopy akta kelahiran 1 lembar.
> Menyerahkan/mengirim berkas fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar.
> Menyerahkan/mengirim berkas pas photo pose dan ukuran bebas.

Pendaftaran
Alur penerimaan peserta didik baru meliputi : 
(1) Pelayanan Informasi/Konsultasi. 
(2) Pendaftaran, bisa online atau offline. 
(3) Observasi Calon Peserta Didik dan Ortu/Wali. 
(4) Pengumuman. 
(5) Daftar Ulang.

Layanan Pendaftaran online
Daftar Offline >> KLIK DI SINI 
> Buku Panduan >> KLIK DI SINI 

Pendaftaran :
> Senin s.d. Jumat, pukul 07.30 s.d. 11.30 wib 
> Sabtu, pukul 08.00 s.d. 11.00 wib

> Gelombang I : September 2021 – Desember 2021
> Gelombang II : Januari– Maret 2022
> Gelombang III : April – Juni 2022

Pendaftaran ditutup jika kuota telah terpenuhi

Kontak Person :
> Ustadz Nurkholiq https://wa.me/6283862080002

Bapak Hersona Bangun Kembali Pimpin Komite Sekolah Periode 2021/2023

Serahterima berkas LPj Kepengurusan Komite ke Pimpinan Sidang

www.sditthidayatullah.net
| Sabtu (24 Rabiul Akhir 1443 H/28 November 2021 M) bertempat di gedung lantai 3 SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Musyawarah Orang Tua Wali (MUSYORLI) I Komite Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta digelar.  Kepengurusan komite sekolah periode 2018/2021 melaksanakan hajatnya memilih ketua komite dalam kegiatan ini. Dan para hadiran yang terdiri dari jajaran pengurus lama dan pengurus Forsitu (Forum Silaturahmi Orang Tua/Wali) setiap kelas kembali memilih Bapak Hersona Bangun menjadi ketua Komite Sekolah untuk periode 2021/2023.

Pidato Ketua Komite Sekolah terpilih

Walau usia sekolah ini yang sudah 23 tahun beroperasi, namun baru dilaksanakan MUSYORLI I, karena pada periode-periode sebelumnya pemilihan ketua komite dilakukan dengan cara musyawarah biasa.

Harapan ketua terpilih adalah seluruh komponen sekolah, mulai dari yayasan, guru, dan orang tua murid mendukung program-program yang diusung oleh sekolah dan komite sekolah.

Laporan dan Foto : Thorif  

“Mother, I can’t be perfect”

 



Anakku, lihat mas A, mbak B, pandai sekali logika matematika!

Harusnya kau lebih pandai darinya, minialnya sama seperti prestasinya!

 

Mother, I just want to tell you “I can’t be perfect”

 

Bunda yang sholih, bunda yang baik, bunda yang anggun nan bijak,

Pengibaratan dalam dunia binatang

Katak takkan mampu berlari, ikan tak kan mampu terbang

 

3 hal penting yang menjadi kekhasan setiap insan adalah serba kurang, lemah, membutuhkan yang lain. Setiap anak adalah 1 bagian dari insan dalam kancah kehidupan dunia, yang memiliki ciri khas tadi.

            Jadikanlah kekurangan sebagai kelebihan. Janganlah fokus di satu bidang, semisal tak pandai logika matematika, pastilah Allah memberikan potensi yang lain. Kembangkan potensi tanpa harus berbenturan dengan syari’at Islam, bersamai dalam meng­upgrade passion yang Ananda sukai.

Kekayaan tata bahasa yang indah, elegant/ mempesona, dan sastra yang tinggi insyaAllah akan menjadi modal sekaligus motor penggerak bagi perubahan pola pikir (aqliyah), kemudian beriringan dengan pola sikap (nafsiyah), yang akan melahirkan ide-ide mustanir (cemerlang) serta kreativitas.

 

Now, I know what you are saying

“Mother, I can’t be perfect”

So answer, but you can be like a mountain

 

Filosofi “mountain”/ gunung adalah tinggi, elegant, dengan banyak material potensi yang terpendam.

 

Oleh: Us In

English Teacher at North Office, Djogja
SD IT Hidayatullah Yogyakarta

Hantu Yang Menakutkan ?

photo by google

oleh: Toto Sutarto, guru SD IT Hidayatullah Yogyakarta

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelajaran Matematika merupakan  momok, hantu yang menakutkan bagi sebagian siswa bahkan guru. Ditambah lagi biasanya guru yang mengajar menunjukkan kesan galak, seram, menakutkan. Ada yang membuat Matematika sebagai singkatan dari Makin Tekun Makin Tidak Karuan. Tersirat pengertian tidak usah belajar Matematika dengan tekun, nanti akan semakin mumet,pusing, tidak karuan artinya kalau ingin tidak pusing, tidak mumet dan karuan tidak usah belajar Matematika.

Lalu bisakah Matematika dibuat tidak menakutkan ?

Sebagai seorang pengajar/guru/ustadz ustadzah tentu kita harus mencari cara supaya murid  tidak alergi/ketakutan terhadap Matematika bahkan senang belajar Matematika.

Terlebih sebagai seorang muslim , kita seharusnya dapat mengajak anak belajar matematika dengan sungguh-sungguh karena ternyata banyak ayat Al-Quran yang berkaitan dengan matematika baik secara langsung maupun tidak, tersurat maupun tersirat.

Mari kita awali dengan mengubah singkatan Matematika menjadi Makin Aku Tekun Eh Makin Aku Tahu Ih Koq Asyik ya.. Jadi semakin tekun belajar, banyak hal yang akan diketahui ,mengundang rasa penasaran dan merasakan betapa asyiknya belajar Matematika itu.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membuat Matematika menjadi menarik adalah dengan menggunakan nyanyian/syair ketika menyampaikan konsep atau pembelajaran. Anak tidak terasa akan memahami konsep itu dan menggunakannya untuk menyelesaikan permasalahan yang terkait.

Misal ketika menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan ( di kelas V ) bisa menggunakan syair berikut dengan nada lagu “ Kalau Kau Suka Hati “  :

Cara menjumlah mengurang pecahan

Cara menjumlah mengurang pecahan

Samakan penyebutnya

Dengan cara KPK

Jumlah kurangkan pembilang barunya

Itu hanya salah satu contoh yang bisa dilakukan untuk mempermudah pembelajaran Matematika di dunia anak yang senang dengan nyanyian. Masih banyak kreasi-kreasi yang dapat dimunculkan untuk menjadikan Matematika sebagai pelajaran yang tidak ditakuti anak, bahkan membuat anak senang dan menunggu kapan pelajaran Matematika hadir di kelasnya . Wallahu a’lam.