@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB

Mengantri vs Matematika

 

 


Pernahkah Anda merasa jengkel karena antrian Anda diserobot oleh orang lain? Kenapa di suatu perempatan yang sudah ada lampu pengatur lalu lintasnya masih sering terjadi kemacetan dan kesemrawutan? Padahal dulu sebelum ada lampu itu kita sudah terbiasa menggunakan jalan dengan tradisi saling mempersilakan.


Sekarang coba bayangkan bagaimana rasanya berada di suatu tempat dimana orang-orang sangat tertib mengantri tanpa perlu diperintah atau ditakut-takuti oleh aparat berseragam. Bahkan dalam kondisi sangat ingin buang air pun mereka tidak pernah mau mengetuk pintu toilet yang ada di hadapannya. Tentu budaya-budaya seperti itu tidak terbentuk begitu saja dalam satu malam.


Seorang guru di Australia pernah berkata, “Kami tidak terlalu khawatir anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika”. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Kenapa begitu? Karena kita hanya perlu melatih anak 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran di balik proses mengantri, katanya.


Lama proses belajar di sekolah dasar memakan waktu enam tahun. Sangat sayang jika waktu selama itu dilalui anak tanpa perhatian khusus untuk melatih keterampilan mengantri.


"Kalau ingin mencari sekolah dasar yang mau mengajari anak mengantri sekaligus tak kalah tekun mengajarkan Matematika, apakah ada, Mas?"

"InsyaAllah ada."

"Di Sleman?"

"Iya."

"Biaya masuknya mahal tidak?"

"Coba dicek langsung saja di daftar.sdithidayatullah.net."

"Sebentar… Oh, SD IT Hidayatullah Sleman ya?"

"Iya."

"Di sini ditulis kalau biayanya ada potongan dua juta selama Gelombang Indent sampai akhir bulan November 2022. Sepertinya menarik ini!"

"Iya. Datang langsung saja ke Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 di Balong Donoharjo Ngaglik Sleman. Sekolahnya di dalam Pondok Pesantren Hidayatullah. Lingkungan sekitarnya masih sawah-sawah, sejuk."

"Wah, cocok ini, gas!"


Oleh: Akhid Nur Setiawan, Guru Al Qur'an SD IT Hidayatullah Yogyakarta 

Belajar Tabayyun Bersama Anak

 


Interaksi antara anak yang belum baligh tidak jarang tanpa konflik. Biasanya jika muncul konflik diantara mereka tersebab masalah yang kita anggap sepele. Namun, apabila tidak kita bantu untuk selesaikan, bisa menjadi masalah yang besar.


Beberapa waktu lalu ketika sedang mengisi sebuah kelas, ada dua anak yang hampir berkelahi, bahkan salah satunya hampir menangis. Lantas, keduanya saya panggil.


G: Shalih, ada apa? Kenapa kalian berkelahi, Nak?

A1: Ustadzah, dia menekan dadaku, sakit (keluh anak pertama)

A2: Dia mengambil peciku ustadzah


Kedua anak mulai mengadukan alasan masing-masing. Keduanya merasa butuh dibela dan dibenarkan atas tindakan yang dilakukan. Maka, sebagai guru pun tidak lantas bisa menghukumi sebelum mendengar jelas akar masalah sebenarnya.


G: Nak, kenapa kamu mengambil peci temanmu?

A1: Dia memaksa meminjam buku ku Ustadzah, aku sedang belajar.

G: Betul begitu, Nak? (Saya arahkan pandangan ke anak kedua)

A2: Iya Ustadzah. Dia pelit, tidak mau meminjami. 

G: Karena bukunya diambil, kamu terus bergantian mengambil peci dia, Nak? (tanya saya ke anak pertama)

A1: Iya Ustadzah.


Dari dialog yang saya lakukan bersama keduanya, tampak jelaslah masalah awal yang menyebabkan mereka hampir berkelahi.  Lantas, setelah proses klarifikasi atau di dalam Islam disebut tabayyun inilah pemecahan masalah bisa dilaksanakan. Kedua anak kemudian saya nasehati. Dimulai dari anak kedua yang memang meminjan buku dengan memaksa maka, diingatkan kembali terkait izin yang seharusnya diajukan kepada seorang muslim atas barang yang hendak dipinjam sekaligus mengingatkan dia untuk membawa kelengkapan belajarnya secara mandiri. Tersebab, dia meminjam bukan karena tidak punya tetapi barang-barangnya tertinggal di rumah.


Teruntuk anak pertama, jika memang ada haknya yang terambil maka ambil kembali dengan cara yang baik. Jika tidak terselesaikan, maka anak pertama perlu meminta bantuan kepada pihak ketiga yaitu guru untuk membantu menyelesaikan. Nasehat terakhir adalah terkait perilaku yang tidak boleh saling menyakiti dengan sesama yang mengarah pada pembullyan fisik.


Setelah jelas masalah dan nasehat yang penulis berikan, maka keduanyapun rela untuk saling meminta maaf, pembelajaran yang sempat terjeda kembali bisa berjalan dengan baik.


Dari kejadian ini, dapat saya renungkan bahwa banyak masalah dikalangan orang baligh karena minimnya aktivitas tabayyun. Masing-masing saling merasa benar dalam posisinya dan enggan melakukan klarifikasi. Berbeda dengan anak-anak yang masih begitu polos dan sederhana konflik yang dimiliki, terkadang ego mereka masih bisa ditundukkan untuk mencari kebenaran atas masalah yang menimpa mereka. Maka, marilah kita jaga bersama ukhuwah di tengah kita dengan belajar mengedepankan tabayyun sebelum menyimpulkan sebuah kejadian ataupun perilaku saudara kita. Semoga Allah merahmati kita dengan terjaganya ukhuwah Islamiyah di tengah-tengah kita.


Oleh: Kontributor 

Pelita ku

 


 

Hadir mu laksana mentari dikala pagi

Member kehangatan dan keindahan

Hadir mu laksana cahaya rembulan

Menerangi malam gelap gulita

 

Kau ajari aku dengan ilmu mu

Kau kasihi aku dengan kelmbutan mu

Kau bombing aku dengan kesabaran mu

Meski banyak salah dan khilaf ku

 

Setiap nasihat yang engkau berikan

Merasuk jauh dalam hati ku

Setiap ilmu yang engkau ajarkan padaku

Terpatri kuat dalam subariku

 

Tak hiraukan teriknya mentari

Engkau gantungkan sejuta harap pada ku

Biarpun hujan membasahai bumi

Engkau bangun impian demi kebahagian ku

 

Jika saja masih ada waktu

Ingin ku balas semua jasa mu

 

Ku sadari

Ku tak kan pernah mampu

Namun

Jasa mu akan selalu ku kenang

Di dalam kalbu

Aku akan melakukan yang terbaik untuk mu


Oleh : Siti Nuraini, Guru Al- Qur'an SD IT Hidayatullah 

Penuh Percaya Diri, Murid-Murid SD IT Hidayatullah Ikuti Haflah 2022

 



www.sdithidayatullah.net | Selasa, 30 Agustus 2022|2 Safar 1444 H, SD IT Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelengarakan Haflatul Qur'an. Setelah tahun kemarin tertunda alhamdulillah tahun ini dapat melaksanakan dan berjalan lancar. 

Kegiatan Haflatul Qur'an diawali dengan shalat berjamaah di mana kelas putri di lantai 3 dan putra di masjid. Dilanjutan dengan murojaah bersama yang dipandu oleh Ustadz Lukman. Kemudian sambutan juga pembukaan oleh Ustadz Rifki selaku kepala sekolah.

Kegiatan Haflatul Qur'an ini diikuti oleh 25 kelas SD IT Hidayatullah Yogyakarta. Mulai dari kelas Amanah hingga kelas 1 sampai 6 ABCD. 

Bertempat di lantai 3 untuk Haflah kelas putri dan masjid untuk haflah kelas putra acara berlangsung sangat meriah, masing-masing memberikan penampilan terbaiknya, penuh semangat, serta percaya diri.

Seperti yang Ustadz Rifki sampaikan saat pembukaan Haflatul Qur'an, "berikan penampilan yang terbaik untuk Haflatul Qur'an, tampil penuh percaya diri, yakin bahwa kita bisa." Pesan beliau

"Yakin bisa karna kita punya Allah." tambah beliau.

Alhamdulillah tertunaikan kegiatan Haflatul Qur'an pada tahun ini. Semoga dengan adanya Haflatul Qur'an ini membawa Ananda semakin mencintai Al- Qur'an, menjadi pribadi yang mampu berkarya, kreatif, juga penuh percaya diri.

Semoga Haflatul Qur'an di tahun selanjutnya bisa lebih baik lagi. Barakallahu fikum


Foto: Afnan
Rep: Yuliasfita 

Lihat galeri kegiatan Haflatul Qur'an klik klik 2

Agustus



Agustus... 

Perlahan engkau tinggalkan

Sejuta kenangan engkau ukir perlahan

yang tak pernah aku lupakan


Wahai para pejuang... 

Tenanglah engkau di pangkuan Sang penggenggam kehidupan

Bumi pertiwi menjadi saksi 

yang tak akan pernah hilang walau sekedip pandangan 


Engkau berjuang bukan karena uang

Harta, benda, dan nyawa menjadi taruhan 

Karena sayangmu pada tahah kelahiran

Yang direnggut oleh para pecundang


Ku pungut Semangatmu yang membara 

Menyulut asa tuk membangun peradaban dunia


Wahai pemuda... 

Janganlah engkau terlena 

Dengan apa yang ada di depan mata

tapi berjuanglah mengisi kemerdekaan dengan sesungguhnya


Oleh: Tatik Nasehati

Pembaharuan Imperalisme Barat

 


Metode pengajaran maupun tsaqofah dengan acuan falsafah asing westernisasi mengalami pembaharuan demi pembaharuan demi melanjutkan imperialisme Barat berkedok pendidikan. Menengok sejarah masa lalu, janji yang kuat dari seorang misionaris, Samuel Marinus Zwemer (1867-1952) mengatakan kepada teman-temannya dalam konferensi yang diselenggarakan di Quds Islamiyah:

“Wahai saudara saudara sekalian sungguh dalam periode ini, yang dimulai sepertiga dari abad 19 sampai sekarang kami telah menguasai program pendidikan di wilayah kekuasaan Islam …, terima kasih kepada saudara saudara sekalian, kalian telah menyiapkan generasi yang tidak lagi menyadari adanya hubungan kepada Allah, tidak ingin mengetahui serta mengeluarkan orang Islam dari keislamannnya”.

Generasi muslim di masa-masa kemunduran Islam sejatinya mulai selangkah demi selangkah masuk kedalam perangkap pemikiran Barat, dengan jebakan pendidikan dan misi kemanusiaan. Sehingga, generasi muslim mengenal racun berbalut roti manis, yaitu sekulerisme, pluralisme, dan berbagai pemikiran Barat lain. Proses ini yang memberikan andil besar terhadap lemahnya generasi muslim sekaligus menjauhkan dari agamanya sendiri. Agama Islam ibarat buku yang berjalan saja, ditulis secara teori namun secara praktek westernisasi terus menerus mengalami pembaharuan yang digulirkan kepada generasi muslim.

Penyadaran terhadap hal tadi, haruslah disampaikan secara masif pula, mengimbangi neraca peradaban asing yang masih saja memegang kunci level dunia. Generasi muslim harus disadarkan, dan sejatinya untuk senantiasa mewaspadai dari berbagai gerakan terarah dari lanjutan “janji kuat misionaris” tadi. Sehingga generasi Islam tadi lengah dan terpesona dengan nuansa kebarat-baratan yang diracang secara apik memaperkan peradaban yang nihil dari etika, khasanah, juga tsaqofah Islam.

Wallahu’alam Bi Showab


Oleh: Indriani

Mengikrarkan Hidup Mencari Ridho Allah

 



رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبًّا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً


“Aku rela (senang) Allah sebagai Rabb (Tuhanku), Islam agamaku dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Utusan-Nya.”

Pernahkah kita berikrar? Dan apa sebenarnya ikrar itu?

Terkait pernah atau belumnya dan tahu atau tidaknya makna dari ikrar itu sendiri. Bukan itu yang utama namun boleh kira untuk lebih memahami hal tersebut walau sedikit.

Ikrar adalah janji yang sungguh-sungguh. Baik yang diucapkan dengan lisan dan dinyatakan dalam hati.

Setelah sedikit tahu tentang ikrar pastilah diri kita pernah mengikrarkan sesuatu. 

Sedangkan Ridho adalah rela, menerima dengan senang hati, dengan cinta, dengan bahagia, lapang dada dan cukup.

Teman-teman pastinya sudah tahu tentang tujuan Allah menciptakan kita (manusia) di dunia ini dan kemungkinan besar sudah banyak teman-teman yang mengkaji tentang hal tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Allah SWT juga telah menggambarkan proses penciptaan manusia secara rinci dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12-14, yang dimana hal tersebut juga dijelaskan dalam ilmu sains.

Jadi, segala sesuatu yang Allah ciptakan, baik di langit maupun di bumi pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidak ada yang sia-sia, bahkan seekor nyamuk pun tidak diciptakan sia-sia. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"

(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 115)

Setelah mengetahui tujuan diri ini diciptakan oleh Allah swt. Lantas bagaimana menjadikan Allah swt Ridho terhadap diri kita, senang terhadap diri kita?. 

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga adalah Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” 

(HR. Tirmidzi, no. 2004 dan Ibnu Majah, no. 4246)

1. Takwa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Takwa adalah sami'na wa'atho'na yakni menjadi orang yang lebih taat kepada Allah SWT. Takwa dapat didefinisikan sebagai upaya membersihkan diri dari dosa yang sebelumnya belum pernah dilakukan, sehingga lahir motivasi dalam diri untuk meninggalkannya. Dengan kata lain, takwa menjadi upaya untuk menjaga diri dari berbagai kemaksiatan.

• Takut kepada Allah yang berbalut cinta dan pengaggungan 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا تَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗ 

"Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. ...  "

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 281)

• Taat kepada Allah

• Membersihkan hati dari berbagai dosa 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

"Dan barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."

(QS. An-Nur 24: Ayat 52)


2. Akhlak 

Akhlak berasal dari bahasa Arab dari kata khuluk yang berarti tingkah laku, tabiat atau perangai. Secara istilah, akhlak yaitu sifat yang dimiliki seseorang, telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّاۤ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَا لِصَةٍ ذِكْرَى الدَّا رِ 

"Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat."

(QS. Sad 38: Ayat 46)

Hasan Al-Bashri mengatakan,

حَقِيْقَةُ حُسْنُ الْخُلُقِ بَذْلُ المَعرُوْفِ  وَكَفُّ الأَذَى وطَلاَقَةُ الوَجْهِ

“Hakikat akhlak mulia adalah mudah berbuat baik kepada orang lain, tidak mengganggu orang lain, dan wajah yang sering berseri-seri karena murah senyum.” 

Al-Minhaaj Syarh Sahih Muslim, karya An-Nawawi, 15/78

Dengan dua cara yaitu bertakwa dan berakhlak mulia ikrar untuk menggapai Ridho Allah swt akan mudah terlaksana.  

Hidup itu melakukan pilihan terbaik versi diri kita dan tentunya dibarengi dengan landasan yang Allah swt telah berikan melalui Al Qur'an dan hadits.

Semangat taat pada Allah dan Rasul Nya

Semangat menebar kebaikan dan manfaat

Semangat bersyukur dan berbahagia


Oleh: Siti Nuraini

Salam semangat dari mamaFafa

Jogja_Solo, 12 Agustus 2022


Dakwah Terbaik



Berdakwah bukanlah tugas dari seorang alim ulama’ atau seorang pendakwah. Orang tua di rumah (ayah dan ibu ) adalah madrasah pertama bagi ananda di rumah , terutama seorang ibu adalah madrasah awal bagi putra putrinya. Dari seorang ibu inilah akan melahirkan seorang kader ulama penerus perjuangan agam islam.

Iman seorang ibu sangat berpengaruh besar dan luar biasa terhadap pendidikan adab dan semuanya lini bagi anak anaknya.

Teringat lirik nasyid..Iman tidak dapat di wariskan dari seorang yang bertaqwa...nasihat ini untuk diri sendiri semoga bisa memperbaiki ketaqwaan, ibadah dan amalan yang terbaik dalam mendidik dan berdakwah kepada anak anak kita, baik anak biologis ataupun ideologis.

Berat memang bila semua tidak di mulai dari diri sendiri. Seperti bunyi hadits “Mulailah dari dirimu Sendiri” (Ibda’ bii nafsiq)

Ya Robb kuatkan azzam ini untuk bisa beribadah  bertaqwa serta berdakwa hanya karna Engkau dan semoga semua bisa lebih baik, khusyuk, dan istiqomah dalam menjalankannya agar bisa melahirkan kader penegak qurani di muka bumi ini.

Rancang bangunan untuk melahirkan kader islami itu mari kita mulai dari dalam rumah kita masing-masing. Kuatkan aqidah kita dan anak-anak kita dengan halaqoh bakda sholat (Maghrib). Jadikan Al- Qur'an dan as sunnah sebagai pedoman dan pegangan kita dalam setiap ambil keputusan dan kebijakan dalam setiap permasalahan, bersungguh sungguh dalam beribadah (sholat bejamaah, tadarus/ saling menyimak hafalan dan setoran ziyadah masing masing anggota keluarga, membangunkan anggota keluarga tuk melaksanakan sholat lail berjamaah).

Semoga Allah mudahkan perjalanan dakwah kita dalam melahirkn kader qurani yang tangguh dan kuat..aamiin ya robbal alamin

   

Oleh: UmiZ@| Lasaufa kurnia, S.Fil

LOWONGAN GURU SD IT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA

 


👳 LOWONGAN GURU SDIT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dibutuhkan :
↙️ Guru Mata Pelajaran Matematika

Dengan syarat sebagai berikut :
↘ Muslim/Muslimah
↘ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik.
↘ Senang dengan dunia anak-anak.
↘️ Ahli dalam bidang matematika
↘️ Memiliki pengalaman mengajar dibidang Matematika

✅Lamaran Guru dapat disampaikan melalui link di bawah ini :
https://forms.gle/8WTyt4Vh8m17SBiBA
Batas akhir lamaran sampai akhir 30 Agustus 2022.
Bagi yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti tes seleksi.

📝 Catatan :
Jam kerja di SDIT Hidayatullah :
🗓 Senin s.d. Jumat : Pukul 07.00 s.d. 14.45 wib
🗓 Sabtu : Pukul 07.15 s.d. 12.00 wib

Alamat Sekolah :
SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.

Google Map:
http://bit.ly/googlemapsdithidayatullah

Info Lebih Lanjut Hubungi : 
📞 Bagian HRD (usth. Norhikmah)
HP 082225098344


Melepasmu Tuk Meraih Cita- Cita


Hari keberangkatan masuk pondok tinggal hitungan hari lagi. Mulai berkemas dan menyiapkan kebutuhan keperluan di pondok, mulai dari baju ganti , baju sholat, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur dan perlengkapan makan. Kemandirian tanggung jawab dan disiplin mulai engkau terapkan di sini nak... memulai episode baru dengan lembaran kisah baru yang akan kau jalani dan kau goreskan dan menjadi kisah klasik yang indah kelak. 

Abi umi menitipkan kamu kepada ustadz di pondok dan mohon penjagaan dari Allah saat umi dan abi lengah agar kau dimudahkan dalam menuntut ilmu, menghafal Al- Qur'an , berakhlaq mulia, serta berkepribadian yang kuat, sabar, ikhlas, dan tangguh.

Anakku hari ini kau memulai hidup baru. Jauh dari rumah, jauh dari orang yang kalian sayangi. Jauh dari semua kehidupan lama yang kalian bisa bermanja, santai, dan selalu mendengar omelan dan teriakan umi di rumah. Meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh cerita dan kenangan, untuk beranjak ke jenjang yang lebih serius.

Umi dan abi berharap dan berdoa semoga kalian bisa belajar tentang perjuangan menuntut ilmu. Meraup sebanyak-banyaknya khazanah dan pengetahuan baru. Mungkin terpaut jarak yang memisahkan kita, tapi janganlah berputus asa dan gundah doa umi dan abi menyertaimu.

Kalianlah nanti yang akan meneruskan estafet perjuangan dakwah islam ini dan penerus tegaknya dinul islam. Hari-hari kalian mungkin terasa berbeda, namun janganlah bersedih, tetaplah semangat, dan istiqomah serta tekun beribadah dan belajar.

Suatu saat kau akan paham dan bisa menyelesaikan permasalahan yang akan kau hadapi, adakalanya terjatuh, tersandung, dan menangis dalam mengarungi lika-liku perjuangan hidup bermasyarakat di lingkungan pondok.

Jangan terpuruk terlalu dalam dan berlarut larut nak... bangkit dan berdoa dekatkan diri serta mohon pertolonganNya. Katakanlah Allah selalu bersama mengiringi setiap langkah hidup kita. Ingatlah selalu akan segala yang  diberikan niscaya Allah beri kasih sayangNya kepada kita. 

Yakinlah ini semua akan berakhir dan seiring detik waktu yang terus bergulir berganti dengan lembaran dan kisah yang lebih indah dan penuh kenangan bahagia. Doa terbaik kami selalu untukmu tetap semangat berjuang menuntut ilmu anakku.

Oleh: Ustadzah Lasaufa Kurnia, S.Fil

_UmiZ@(hari pertama melepasmu ke pondok)_

Jaga Kebugaran Jasmani dan Rohani, SD IT Hidayatullah Kembali Laksanakan Senam Ar Ruhul Jadid dan Shalat Dhuha Berjamaah



www.sdithidayatullah.net | Sleman- Jum'at, 5 Agustus 2022| 7 Muharram 1444 H, SD IT Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelengarakan senam Ar Ruhul Jadid dan shalat dhuha.

Setelah vakum kurang lebih 2 tahun alhamdulillah bisa kembali beraktifitas seperti biasa di sekolah. Salah satunya kegiatan senam dan dhuha berjamaah.

Untuk pekan kali ini senam dilaksanakan kelas putri dan shalat dhuha kelas putra.

Kegiatan senam diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Huda. Doa bersama yang dilakukan adalah untuk mendoakan keluarga besar SD IT Hidayatullah Yogyakarta yang sedang diuji dengan sakit. Setelah doa dilanjutkan pemanasan kemudian senam.

Untuk shalat dhuha berjamaah, kelas putra melaksanakan di masjid dipimpin oleh salah satu murid. Pun sebelum shalat diawali dengan doa bersama. Shalat dhuha ditutup dengan diisi kultum oleh ustadz Zainal.


Rep: Yuliasfita 

Foto: Haris & Ida





Kisah Islam SD IT Hidayatullah: Pakdhe Sam Berkisah



www.sdithidayatullah.net | Sleman- Jum'at, 29 Juli 202022| 29 Dzulhijah 1443 H, SD IT Hidayatullah Yogyakarta menyelengarakan Kisah Islam yang rutin diadakan setiap tahunnya.

Kisah Islam kali ini dibersamai Pakdhe Sam. Beliau juga merupakan pegawai di SD IT Hidayatullah Yogyakarta. 

Acara diawali dengan murojaah surat Al- Fatihah, Al- A'la, dan Al- Fiil. Kemudian dilanjutkan sambutan kepala sekolah.  

"Di dunia ini yang digunakan ada 2 bentuk bulan, yang pertama bulan Qomariyah, yang kedua bulan Syamsiyah. Bulan Qomariyah disebut sebagai bulan Hijriyah. Bulan yang pertama dalam kalender Islam adalah bulan Muharram, dan termasuk bulan yang istimewa." Begitu Ustadz Rifki selaku kepala sekolah membuka sambutan. 

Beliau menambahkan bahwa di bulan ini kita tidak boleh melakukan keburukan, jika melakukan keburukan maka akan di catat 2 kali lipat keburukannya, pun ketika melakukan kebaikan, akan di catat dua kali lipat. 

"Jatuhnya 1 Muharram di hari esok, hari Sabtu. Tapi pelaksanaan kegiatan Kisah Islam dilakukan hari ini karna besok sekolah libur." Ujar beliau.

Selanjutnya adalah Kisah Islam oleh Pakdhe Sam.

"Ada yang tau apa itu syafa'ah? syafa'ah asalah pertolongan. Bersyukur kita menjadi umat Rasulullah." Pakdhe Sam membuka Kisah Islam.

Selanjutnya beliau berkisah tentang bergajah yang akan menyerang Ka'bah yang diabadikan dalam surat Al- Fiil. Di mana pasukan Abrahah tersebut tidak bisa menyerang Ka'bah dan Abrahah meningg karna batu- batu kerikil. Sungguh meninggal dalam keadaan yang hina.

"Jadi dari kisah tersebut kita tidak boleh apa anak-anak?" tanya Pakdhe Sam.

"Kita tidak boleh sombong dan akidah harus kita jaga." Jawab Pakdhe Sam memberikan hikmah dari kisah tersebut.

 Alhamdulillah anak-anak tampak senang dan ceria sekali mendengarkan Pakdhe Sam berkisah. 

Semoga Allah menghindarkan kita dari sikap sombong, karna yang boleh sombong hanya Allah, sombong adalah selendang Allah.


Rep: Yuliasfita 

Foto: Afnan


Kunjungi galeri kegiatan Kisah Islami Klik

Review Kurikulum Tahun Ajaran 2021/2022


www.sdithidayatullah.net | Sleman- Senin, 04 Juli 2022, Review Kurikulum SD IT Hidayatullah Yogyakarta berlangsung di Gedung SD IT Hidayatullah Yogyakarta, Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman



Acara ini diikuti oleh Murid perwakilan sekolah, guru perwakilan sekolah, Kepala Sekolah serta Korwil Kapanewon Ngaglik 

Acara bertempat di ruang kelas dengan narasumber Ibu Suwarni, S.Pd., M.Pd.selaku Korwil Kapanewon Ngaglik 




Ibu Suwarni memberi pemaparan review dan sosialisasi Kurikulum merdeka belajar, ia juga mengapresiasi persiapan bapak ibu guru dalam melaksanakan Review Kurikulum tahun ini. Harapannya sebelum pergantian bulan Agustus semua sekolah sudah selesai melaksanakan Review Kurikulum.

“Saat ini kita bersama-sama dihadapkan pada beberapa pilihan yaitu Kurikulum Merdeka yang terbagi pada ‘Mandiri Belajar’, ‘Mandiri Berubah’ dan ‘Mandiri Berbagi’. Bagi sekolah yang memilih ‘Mandiri Berbagi’ maka semua perangkat pembelajarannya harus disiapkan sendiri oleh sekolah. Namun bagi sekolah yang memilih ‘Mandiri Berubah’, salah satunya adalah SD IT Hidayatullah, maka akan melaksanakan 2 kurikulum yaitu Kurikulum 2013+ untuk kelas 2,3,5&6 dan Kurikulum ‘Mandiri Berubah’ untuk kelas 1&4.” Ujar Suwarni saat memaparkan penjelasannya.



Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah mencanangkan perubahan Kurikulum ini berdasarkan pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi Republik Indonesia nomor 56/M/2022 tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran. Sekolah pelaksana IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) ini berdasarkan keputusan Menteri tersebut. Sehingga kita harus mengikuti perkembangan yang ada. 


Kurikulum 2013+ fokus perubahannya ada di Profil Pelajar Pancasila, sedangkan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) untuk kelas 1 & 4 perubahannya hanya pada mata pelajaran intra dan ko-kurikulernya. Pada dasarnya penerapan dari kedua kurikulum ini sama, akan tetapi goalnya lebih baik lagi.

Untuk SD IT Hidayatullah tidak sulit dalam melaksanakan Kurikulum ini, karena dasarnya sudah ada semua, bahkan sudah lebih mendetail.

Alhamdulillah Acara ini berlangsung dengan lancar dan informasi yang disampaikan Ibu Suwarni telah sampai kepada para peserta Review Kurikulum.


Rep dan Foto: Afnan