Guru


Penulis : Salim Afillah

Seperti apakah kedudukan seorang guru di hatimu?

“Dia yang mengajariku seayat ilmu”, begitu dikatakan oleh Sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, “Sungguh memiliki hak untuk memperbudakku.”

“Seseorang bertanya pada Iskandar Al Maqduni, murid Aristun”, demikian dikisahkan oleh Imam Ibn Rusyd, “Mengapa kau doakan gurumu dua kali sedangkan ayahmu hanya sekali?” Dia menjawab, “Karena Ayahku menjadi wasilah bagi kehidupanku di dunia. Sementara Guruku menjadi perantara bagi hidupku di akhirat nanti. Seandainya Ayahku sekaligus menjadi Guruku, pastilah akan kudoakan dia tiga kali.”
KLIK DI SINI >> INFORMASI MURID BARU 2020/2021 

Betapa mulia dia yang memegang saham keberhasilan kita, tanpa pernah mengambil bagi hasil di dunia. Dia yang meniupkan nafas cintanya, hingga kuncup-kuncup jiwa kita mekar menjadi bunga.

Siapakah sejatinya Guru?
Guru adalah insan yang tak henti belajar, bahkan pada yang jauh lebih muda dan tentang apa yang telah diketahuinya. “Kusimak tiap riwayat ilmu dengan sepenuh hormat”, ujar Imam Atha’ ibn Abi Rabah, “Meski sebenarnya aku telah menghafalnya, jauh sebelum penyampainya lahir ke dunia. Penghormatannya pada ilmu, menepikan segala rasa bangga.

Guru adalah yang paling bersemangat mendapatkan pemahaman seperti dikatakan Imam Asy Syafi’i, “Aku terhadap ilmu seperti seorang ibu yang mencari anak semata wayangnya yang tersayang dan hilang. Dan ketika menyimak ilmu, sungguh aku berharap bahwa seluruh tubuhku adalah telinga.”

Demikianlah sebab guru yang mandeg belajar adalah murid yang paling gagal. Berhenti memburu ilmu adalah cela bagi yang tua dan celaka bagi yang muda.

Tapi ilmu bagi Guru seakan penghias bagi sesuatu yang lebih tinggi nilainya: Adab. “Jadikan ilmu sebagai garamnya, dan Adab itulah tepungnya”, kata Imam Asy Syafi’i menggambarkan “roti” penopang kehidupan. “Hampir-hampir Adab itu senilai dua pertiga agama”, kata Imam Ibn Al Mubarak.

“Pada seorang Guru yang sebenarnya berilmu”, ujar Ibn ‘Athaillah As Sakandary,

“‘Akan kau reguk Adab yang tak disediakan oleh buku-buku.”

“Aku lebih menyukai santri yang ahli khidmah”, demikian disimpulkan oleh salah seorang junjungan ummat, Sayyid Muhammad ‘Alawy Al Maliki Al Hasani, Ayahanda dari Abuya Sayyid Ahmad yang berkenan menyuapi kami di gambar ini, “Daripada yang sekedar pandai. Karena dengan khidmahnya dia belajar Adab. Adab itulah yang akan menjadikan ilmu memiliki makna.”

Walau telanjur kita dianggap berilmu, jangan malu untuk berkata “Aku tak tahu”, dengannya Allah-lah yang kan jadi Seagung Guru, membimbing kita selalu.

Salim Afillah, Penulis Buku
Foto Anik Maendra

Lomba Mancing Guru SDIT Hidayatullah


Www.sdithidayatullah.net || Sabtu, (15 Jumadil Awwal 1441 H/11 Januari 2020 M). Bertempat di pemancingan Mina Raharja, Karanggeneng, Pakem, Sleman guru-guru putra, SDIT Hidayatullah Yogyakarta melaksanakan agenda mancing bersama. Agenda yang bersifat mendadak ini diselenggarakan karena ada dua kegiatan yang berbeda bagi para guru di SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Guru putri ada agenda Daurah Marhalah Ula dan Wustha yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat Hidayatullah DIY-Jateng Bagsel selama 3 hari, yang dimulai Jumat s.d. Ahad dan guru putra akhirnya menyelenggarakan kegiatan mancing.






Beberapa guru putra hadir dalam agenda mancing tersebut, karena ada juga kegiatan dihari yang sama, yaitu persiapan munaqasyah yang dihandle oleh beberapa guru putra dan putri bagi anak-anak murid sekolah ini yang InsyaAllaah akan dilaksanakan pada bulan Februari 2020.

KLIK DI SINI : Informasi Murid Baru 2020/2021

Mancing kali ini dibuat berbeda dengan kegiatan mancing yang pernah dilaksanakan oleh pihak sekolah. Mancing yang sebagai refreshing guru dari rutinitas harian mengajar, kali ini juga dilombakan.

Ada tiga kategori yang dilombakan dalam mancing ini, yaitu kategori mancing tercepat yang dimenangkan oleh Bapak Sukisto, Bapak Huda, dan Bapak Kepala Sekolah, Muhammad Rifki, kategori mancing terbanyak jumlah ikan yang didapat yang dimenangkan oleh Muhammad Rifki Saputra, Bapak Huda, dan Bapak Sukisto, dan kategori mancing terberat dari hasil pancingan yang dimenangkan oleh Bapak Sukisto, Bapak Rifki, dan Bapak Huda. Ada sebagian guru yang sama sekali tidak berhasil mendapatkan ikan, sehingga beberapa pemenang rela memberikan hadiah yang didapat kepada mereka.




"Ini hadiah bagi peserta yang paling sabar." Seloroh Bapak Sukisto sambil menyodorkan hadiah yang Beliau dapatkan.


Bapak Sukisto, dinobatkan sebagai juara umum, karena merebut juara 1 di dua kategori dan juara tiga.


Laporan : Thorif

Foto : Ari Dwi Setiawan

SDIT Hidayatullah Sleman Peduli Korban Banjir


www.sdithidayatullah.net | (Rabu, 13 Jumadil Awal 1441 H/8 Januari 2010) SDIT Hidayatullah Sleman melakukan penggalangan dana untuk korban banjir.
KLIK DI SINI >> Informasi Murid Baru 2020/2021
Kegiatan ini sekaligus sebagai penutup masa orientasi siswa di Semester Genap Tahun Ajaran 2019/2020. Anak-anak begitu antusias melakukan proses penggalanan dana peduli banjir ini. Bahkan ada anak yang rela menggunakan uang jajan mereka untuk memberi dan peduli kepada para korban bencana alam yang melanda sebagian wilayah di negeri ini. MasyaAllah.

"Ini adalah sebagai wujud ikhtiar kita, selain dengan doa dalam bentuk uang tunai. dan memberikan pembelajaran kepada seluruh murid untuk peduli kepada orang lain." Kata Muhammad Haris, selaku Kepala Bagian Kemuridan SDIT Hidayatullah Yogyakarta kepada redaktur www.sdithidayatullah.net.


"Mudah-mudahan dengan ini, bisa menguatkan rasa empati anak kepada orang yang tertimpa musibah. InsyaAllah dana yang terkumpul ini akan disalurkan melalui lembaga BMH Cabang Yogyakarta." Lanjut Haris. "Dan Alhamdulillah BMH secara nasional sudah terjun untuk recovery banjir di wilayah JABODETABEK." Kata Muhammad Haris melanjutkan.

Usai apel motivasi bersama, seluruh murid bergantian memasukkan donasi yang dalam bentuk uang ke dalam kotak yang telah disediakan. Alhamdulillah sampai hari Jum'at donasi terkumpul Rp. 10.540.000 dan kemungkinan akan terus bertambah. Donasi ini akan disalurkan melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH).


Semoga donasi yang diberikan mampu meringankan sedikit beban para korban banjir. Aamiin.


Laporan & Foto : YuliasFita


Penyerahan Medali dan Sertifikat Juara HIC 2019



Www.sdithidayatullah.net || Selasa,  (12 Jumadil Awwal 1441 H/7 Januari 2020), cuaca yang sejuk setelah turun hujan sedari pagi,  membuat suasana hikmat. Motivasi pagi diisi oleh ustadz Zainal Arifin selama kurang lebih 30 menit.  Seluruh murid SDIT Hidayatullah mengikuti apel motivasi dengan tertib.
KLIK DI SINI > Info Murid Baru 2020/2021 
Setelah apel selesai dilaksanakan,  dilanjutkan dengan acara penyerahan medali dan sertifikat kepada para Juara Hidayatullah Islamic Competition (HIC) yang telah dilaksanakan pada bulan September tahun 2019 lalu.  Penyerahan sertifikat dan medali ini dipandu oleh Ustadz Muhammad Haris selaku kepala bagian Kemuridan yang juga penanggungjawab kegiatan HIC tersebut.


Adapun beberapa kompetisi yang diujikan pada kegiatan tersebut anatara lain; Matematika,  IPA,  Bahasa Inggris,  Bahasa Arab,  Tahfidz 1 Juz dan Tahfidz 3 Juz.  Alhamdulillah pada kesempatan kali ini,  semua Murid yang mengikuti kompetisi mampu meraih Medali,  baik itu Medali Emas,  Perak maupun Perunggu atas izin Allah dan belajar cerdasnya ananda.

 

Berikut kami sampaikan ananda yang mengikuti kompetisi sekaligus meraih medali tersebut :
A. Peraih Medali Emas :
- Salma Mujahidah Arrosyidah, pada bidang MHQ Putri 1 Juz
- Amirul Mu'minin,  pada bidang Matematika
- Syaifa Amira Kaysa, pada bidang Bahasa Inggris
- Haikal Rabbany, pada bidang MHQ Putra 3 Juz

B. Peraih Medali Perak
- M.  yahya Rakhmadi, pada bidang Bahasa Arab
- Raihanan Atika Husna, pada bidang MHQ Putri 3 Juz
- Halimatussa'diah Nurul Alif, pada bidang IPA
- Hera Althafunisa Fajri, pada bidang Bahasa Arab
- M.  Daffa AlFathan Arsyiadi, pada bidang MHQ Putra 1Juz
- Fatimah Azzahra Putri Maryoto, pada bidang Matematika

C. Peraih Medali Perunggu
- Khalisa Salma Irtiya Ramadhani, pada bidang Matematika
- Naufal Fachri, pada bidang Bahasa Arab
- Azka Shalihah AlFaruq, pada bidang Matematika
- Daffa Rifqi Amiza, pada bidang Matematika
- Faiz Ramadhan, pada bidang IPA
- Asyil Saniah, pada bidang IPA

 

Alhamdulillah,  MaasyaAllah,  Tabarakallah untuk ananda yang sudah mampu meraih juara pada kompetisi tersebut.  Semoga dengan ini, mampu memicu semangat belajar teman-teman yang lain agar bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.

Reporter dan Foto : Atin

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2020/2021

~ SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Buka Hati dengan Pendidikan Tauhid~

Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, D. I. Yogyakarta 55581. Telp. (0274)2861541

 Profil Sekolah
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hidayatullah Sleman Yogyakarta didirikan tahun 1998 oleh Yayasan As-Sakinah Yogyakarta. Sekolah ini berafiliasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Ijin Operasional Nomor: 039/KPTS/108/2001 dan Ijin Pendirian Nomor : 054/KPTS/PEND.SLM/IV/2004. Pada tahun 2016 lulus akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai A.

Visi
“Menjadi sekolah yang mampu membangun generasi bertauhidu Unggul dan berkarakter”

Misi
1. Menanamkan dan memantapkan nilai-nilai Aqidah Islam yang teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menyelenggarakan KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar) berbasis tauhid.

3. Menumbuhkan kesadaran terhadap pengamalan ajaran Islam pada peserta didik.

4. Menyelenggarakan Pendidikan Al Qur’an yang unggul dan bermutu.

5. Menumbuhkan semangat berprestasi dalam bidang akademik kepada seluruh warga sekolah.

6. Mengembangkan minat dan bakat murid serta meningkatkan prestasi nonakademik melalui ekstrakurikuler.

7. Mendorong pengembangan kreativitas murid dalam bidang literasi dengan program-program yang mendukung.

8. Membina kemandirian peserta didik melalui pembiasaan, latihan kepemimpinan, kegiatan alam, kewirausahaan, dan pengembangan diri.

9. Menerapkan dan membiasakan peserta didik untuk bersikap tanggung jawab, jujur, amanah, peduli, dan beradab.

10. Mengembangkan budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun).

Tujuan 
Menjadikan lulusan SDIT Hidayatullah Yogyakarta memiliki kompetensi sebagai berikut:
1. Beraqidah benar sesuai panduan Al Qur’an dan As Sunnah.

2. Memiliki sikap perilaku rajin, taat dan tertib menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agama Islam dalam praktik kehidupan sehari–hari.

3. Lulus Munaqosyah Al Qur’an.

4. Memiliki hafalan Al Qur’an 2 Juz (kelas regular) dan 10 juz (kelas Tahfidz).

5. Terwujudnya Nilai rata-rata kelulusan murid 24,00.

6. Menjadi murid yang terampil dalam bidang literasi.

7. Mampu berpartisipasi secara aktif dan optimal dalam berbagai kegiatan lomba atau festival baik bidang akademik maupun non akademik (terutama bidang al-Qur’an) dan memperoleh hasil yang membanggakan.

8. Memiliki karakter TAUHID (TAnggung jawab, jUjur, amanaH, pedulI, beraDab)
9.      Berperilaku sosial yang baik

Mengapa Memilih SDIT Hidayatullah?

Tenaga Pendidik
Didukung oleh tenaga pendidik yang berdedikasi, muda, terampil, dan berlatar belakang pendidikan S1 dan S2, memungkinkan SDIT Hidayatullah mampu mewujudkan suasana belajar yang kreatif dan inovatif.

Pembelajaran Berbasis Tauhid
Melalui program yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid pada kurikulum dan seluruh aktivitas belajar, SDIT Hidayatullah merupakan partner yang tepat bagi orangtua dalam menggali potensi anak secara optimal baik potensi fisik, akal, maupun jiwanya. Dengan pembelajaran seperti ini, diharapkan anak-anak kelak menjadi muslim-muslimah yang saleh dan bertanggungjawab.

Pendekatan Belajar Sesuai Tahap Perkembangan Anak
Memperhatikan kebutuhan anak merupakan sesuatu yang penting bagi sekolah. Hal ini agar anak tidak kehilangan saat-saat yang paling indah dan menyenangkan dalam hidupnya. Dengan pendekatan berbagai metode pembelajaran dan proses pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak, diharapkan tumbuh dalam diri anak minat belajar yang tinggi serta anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

Kelas Karakter
Kelas karakter adalah kelas penanaman dasar-dasar perilaku anak yang diselenggarakan pada 3 bulan pertama pembelajaran.

Kelas Tahfizh dan Kelas Reguler
Mulai Tahun Ajaran 2018/2019 SDIT Hidayatullah membuka Kelas Tahfizh. Target dari lulusan Kelas Tahfizh ini adalah hafal 10 juz dengan bacaan yang baik dan benar. Adapun untuk kelas reguler, target hafalan selama 6 tahun adalah hafal 2 juz.

Sekolah Tanpa Rangking
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Mereka bisa menjadi juara di bidangnya masing-masing sehingga sekolah tidak menerapkan casta rangking, namun berupaya menggali dan mengembangkan potensi dari masing-masing peserta didik.

Kelas dipisah Putra dan Putri
Anak laki-laki dan perempuan memiliki perkembangan fisik dan sosial emosional yang berbeda. Kelas yang homogen (dipisah putra dan putri) memudahkan guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan mereka.

Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an
Untuk menumbuhkan cinta al-Qur’an pada diri anak, pembelajaran al-Qur’an dilaksanakan setiap hari menggunakan Metode Ummi dengan guru-guru yang telah tersertifikat oleh Ummi Foundation

Lingkungan yang Kondusif
Sekolah berada di alam pedesaan yang nyaman dan jauh dari keramaian. Sekolah juga berada di lingkungan pesantren yang di dalamnya ditegakkan nilai-nilai Islam yang mulia.

Fullday School
Kegiatan pembalajaran di SDIT Hidayatullah mulai hari Senin s.d. Jumat. Dimulai pukul 07.15 s.d. 14.30 wib. Untuk kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pukul 15.30 s.d. 16.45 wib dengan jadwal yang ditentukan pada setiap kelasnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler di SDIT Hidayatullah dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar, untuk kelas 3 ke atas; dimulai pukul 15.30 s.d. 16.45 wib. Adapun ekstrakurikuler adalah sebagai berikut :
> Pramuka Pandu Hidayatullah
> Al-Quran (Hafalan dan Membaca)
> Beladiri Karate
> Berenang
> Memanah

Syarat Murid Baru
> Usia minimal 6 tahun (Juli 2020)
> Mengisi formulir pendaftaran
> Menyerahkan fotocopy akta kelahiran 1 lembar
> Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar
> Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar

Pendaftaran
SDIT Hidayatullah menggunakan sistem one day service (sehari selesai) dalam pelayanan penerimaan Peserta Didik Baru. Alur penerimaan peserta didik baru meliputi : (1) Pelayanan Informasi/Konsultasi. (2) Pendaftaran. (3) Observasi Calon Peserta Didik dan Ortu/Wali. (4) Pengumuman. (5) Daftar Ulang.

Pendaftaran secara online, formulir bisa diunduh di www.sdithidayatullah.net dan formulir yang telah diisi dikirim via email ke sdithidayatullahsleman@hidayatullah.or.id (konfirmasi ke nomor 087738219070).

Pendaftaran :
Hari : Senin s.d. Jumat, 
Waktu : Pukul 07.30 s.d. 14.30 wib 

Hari : Sabtu 
Waktu : Pukul 07.30 s.d. 12.00 wib

> Gelombang I : November 2019 – Januari 2020
> Gelombang II : Februari – April 2020
> Gelombang III : Mei – Juni 2020

Pendaftaran ditutup jika kuota telah terpenuhi

Buku Panduan, Formulir, dan Biaya Masuk
                      
Info Murid Baru
> Rifki 0812-3459-9789
> Thorif 0877-3821-9070, 0857-2955-5454

Bertemu Kembali di SDIT Hidayatullah



www.sdithidayatullah.net | (Senin, 10 Jumadil Ula 1441 H / 6 Januari 2020 M) Ratusan murid SDIT Hidayatullah terlihat memenuhi halaman sekolah. Ya, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah bagi murid-murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta semester genap Tahun Ajaran 2019/2020 setelah libur kurang lebih tiga pekan. Terlihat barisan rapi terpisah antara murid putra dan murid putri berseragam merah putih.
BUKA DI SINI : Informasi Murid Baru 2020/2021
"Mari kita awali semester genap ini dengan membangun kedisiplinan, dimulai dari baris berbaris. Ketua kelas harus bisa memimpin teman-temannya, merapikan barisan kelasnya, tidak harus menunggu ustadz dan ustadzahnya turun tangan menyiapkan." Pesan Ustadz Muhammad Rifki Saputra, selaku Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta kepada seluruh murid.

Ustadz Rifki selanjutnya mengarahkan seluruh murid untuk simulasi kegiatan baris berbaris yang tertib. Seluruh Ketua Kelas diminta maju dan menertibkan barisannya masing-masing. Alhamdulillah, setelah beberapa kali latihan, hasilnya terlihat signifikan. Barisan mulai tertata rapi dan tertib.

Ustadz Rifki memberi motivasi
Ustadz Rifki juga menekankan seluruh murid untuk disiplin dalam hal ibadah, belajar, dan kegiatan lainnya. Karena disiplin adalah salah ciri orang yang beriman dan bersungguh-sungguh.

Suasana bersalam-salaman di halaman sekolah

Setelah kegiatan Apel Motivasi, seluruh murid dan guru saling berjabat tangan satu sama lain, murid putra dengan guru dan murid putra lainnya dan murid putri dengan guru dan murid putri lainnya.

Selama 3 hari ke depan, seluruh murid sekolah ini akan mengikuti rangkaian kegiatan Orientasi Murid Semester Genap ini. Harapannya, dengan diadakannya orientasi ini, murid kembali mengingat aturan-aturan sekolah yang sudah dijalankan dan tahu aturan-aturan sekolah yang baru.

Selamat datang kembali, anak-anakku. Semoga kita selalu bersemangat meniti jalan ilmu hingga bermuara di syurga Nya. Allaahumma aamiin.

Foto selengkapnya klik: Orientasi Semester Genap TA 2019/2020 SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Rep & Foto: Ida Nahdhah

Lowongan Guru Al Qur'an



SDIT Hidayatullah Yogyakarta sedang membutuhkan :



- 1 Guru Al Qur'an

Syarat :
1. Laki-laki/Perempuan
2. Bisa membaca Al Qur'an dengan Tartil.
3. Senang dengan dunia anak.
4. Diutamakan sudah sertifikasi metode UMMI.

Surat lamaran dilampiri dengan:
1. Curriculum Vitae
2. FC Ijazah Terakhir dan Transkrip Nilai
3. FC KTP
4. FC Sertifikat UMMI yang masih berlaku (jika sudah sertifikasi)
KLIK DI SINI : Informasi Murid Baru 2020/2021
Catatan :
Jam kerja di SDIT Hidayatullah :
- Senin s.d. Jumat : Pukul 07.00 s.d. 14.45 wib
- Sabtu : Pukul 07.15 s.d. 12.00 wib

Lamaran bisa disampaikan langsung/kirim via pos/lainnya ke SDIT Hidayatullah (paling lambat Jumat, 3 Januari 2020).

Alamat :
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.

Lamaran via Email ke : sdithidayatullahsleman@hidayatullah.or.id

📞Info Lebih Lanjut Hubungi :

Thorif 📱0877 3821 9070

------
https://instagram.com/sdhidayatullah?igshid=ohlfdv6v8o9v

Indahnya Hidup Berjamaah: Raker Hari Kedua



www.sdithidayatullah.net | (Selasa, 27 Rabiul Akhir 1441 H/24 Desember 2019). "Kamar yang lebarnya 2 x 2 m² yang di dalamnya ada nilai Islam jauh lebih baik." Begitu Ustadz Syafi'i Ma'arif mengawali tausiyahnya. 

Dalam tausiyahnya beliau menyampaikan kita butuh berjamaah, jangan tidak berjamaah. Peradaban adalah terwujudnya iman dalam setiap kehidupan. Dan tidak semua mampu menegakkan peradaban itu. 

"Contoh saja, tidak memungut sampah yang bercecer di jalan itu termasuk tidak menegakkan peradaban." Beliau menambahkan.



Beliau menerangkan bahwa setiap kekurangan orang lain yang dicintai sesungguhnya itu untuk menutupi kekurangan diri kita sendiri. Jangan mencela kekurangan orang lain karna itu kesempatan yang Allah berikan untuk menyempurnakan kekurangan kita. Sebuah jamaah akan menjadi lebih indah kalau masing-masing memiliki peran. 

Beliau juga mengutip perkataan sahabat Umar bin Khattab:
"Tidak ada islam kecuali dengan jamaah, tidak ada jamaah kecuali dengan kepemimpinan, tidak ada kepimpinan kecuali dengan ketaatan"

Beliau juga menceritakan kisah hijrah kaum Muhajirin. Bagaimana kaum Muhajirin bersemangat hijrah meninggalkan rumahnya bahkan keluarganya demi mengikuti Rasulullah dan memeluk Islam. Pun kaum Anshar yang bagitu senang hati dan tangan terbuka menyambut mereka. Bahkan seperti yang sudah kita tahu kisahnya. Kisah sahabat Abdurrahmn bin 'Auf dan Sa'ad bin Ar-Rabi' yang luar biasa. Sa'ad yang begitu dermawan bersedia membagi separuh hartanya bahkan istrinya juga kepada Abdurrahman bin 'Auf. Dalam berjamaah itsar untuk urusan dunia sangat diperbolehkan. Mendahulukan sahabat atau saudara kita untuk urusan dunia. 

"Kita akan merasakan indahnya berjamaah kalau kita praktekkan dan bukan teori belaka ." beliau mengakhiri tausiyahnya.

Foto: Muhammad Haris & Roidatun Nahdhah
Rep: YuliasFita

Perkuat Barisan, SDIT Hidayatullah Adakan Raker Selama 2 Hari



www.sdithidayatullah.net | (Senin, 26 Rabiul Akhir 1441 H/23 Desember 2019) "Fa-idzaa faraghta fanshab", 'Kemudian apabila engkau telah selesai (dari suatu amal shalih), maka bersungguh-sungguhlah engkau berusaha (mengerjakan amal shalih yang lain).' [Al Insyirah: 7]. Semangat inilah yang mendorong terlaksananya kegiatan Rapat Kerja (Raker) yang meliputi Evaluasi Program Semester Gasal dan Perencanaan Semester Genap di SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada hari ini, Senin hingga Selasa, 24 Desember 2019, insya Allah.

Raker kali ini dilaksanakan dengan penuh semangat, meskipun hujan sempat turun mengguyur bumi, tidak mengurangi konsentrasi dan semangat peserta dalam mengikuti setiap sesinya. Diawali dengan tilawah surat Al Haaqqah secara bersama, pada hari pertama Ustadz Muhammad Rifki Saputra selaku kepala sekolah SDIT Hidayatullah menyegarkan kembali bahwa kultur hidup berjamaah harus selalu dibangun dalam lingkungan pendidikan kita.

"Ketika pergaulan yang kita bangun selama ini -bermu’āmalah dan bermua’āsyarah-, tidak melahirkan kultur ta’āruf (saling kenal-mengenal), tafāhum (saling memahami), ta’āwun (saling bersinergi), tarāhum (saling menyayangi), takāful (saling menanggung), ta-ākhii (saling bersaudara), al Mawaddah fil Qurbā (kecintaan kekerabatan), sesungguhnya kita membangun ikatan yang  paling lemah dan sangat rapuh." Pungkas Ustadz kelahiran Balikpapan ini.

Lebih lanjut Ustadz Rifki menyampaikan, "Sebaliknya, jika ikatan kita dibangun dengan dasar aqidah/mabda’ (prinsip), maka kita akan mengadakan reuni di surga kelak. Sebuah ikatan  mulia di dunia ini, yang akan berlanjut hingga pada kehidupan akhirat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Thur ayat 21."

Sesi selanjutnya adalah penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) Guru dan Pegawai yang disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan As-Sakinah Pondok Pesantren Hidayatullah, Ustadz Abdullah Munir. Dalam muqaddimahnya, Ustadz Abdullah Munir menyampaikan tiga pesan penting:

1. Saat menyusun target, pasanglah target yang tinggi. Agar saat ia meleset, tidak terlalu jauh adanya. Sebagaimana Allah memperbolehkan hamba Nya memohon surga tertinggi, surga Firdaus.
2. Keberhasilan sekolah ini tergantung pada seberapa bahagianya para insan yang berkecimpung di dalamnya. Maka, harus diyakini bahwa kita telah berada di tempat terbaik, posisi terbaik, dan tugas terbaik.
3. Jadikan semua pekerjaan yang kita lakukan, amanah yang kita jalani, sebagai ibadah kepada Allah. 

Ustadz Abdullah Munir, S.Ag. (Ketua Yayasan)


Di akhir penyampaiannya, Ustadz Abdullah Munir menegaskan bahwa keberadaan SOP tidak akan berarti jika nilai ruhiyah di dalamnya hilang.

"Manusia itu apabila tidak diatur maka dia akan seperti hewan. Tetapi apabila diatur tanpa ada nilai syari'atnya, maka ia akan menjelma robot yang hanya akan bergerak jika diberi instruksi."

Tepat pukul 10.45 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan membagi peserta raker menjadi tiga kelompok. Sebagian guru mengikuti pembinaan bersama Waka. Kurikulum, Ustadzah Norhikmah, guru al-Qur'an mengadakan rapat evaluasi bersama koordinator al-Qur'an, dan sisanya mengikuti Imbas Penyusunan RPP Berbasis Tauhid dipandu oleh Ustadz Untung Purnomo selaku Waka. SDM. Alhamdulillah, hari pertama raker berakhir pukul 14.30 WIB.

Rep & Foto: Ida Nahdhah

SDIT Hidayatullah Peduli Uyghur



www.sdithidayatullah.net || Sabtu, (24 Rabiul Akhir 1441 H / 21 Desember 2019 M), betempat di Teras SDIT Hidayatullah, dilakukan penggalangan dana dari Baitul Mal Hidayatullah (BMH) yang bekerjasama dengan SDIT Hidayatullah Yogyakarta untuk saudara muslim kita, Suku Uyghur, yang berada di wilayah Xian jiang China. Suku ini merupakan suku minoritas dan pemeluk Islam terbesar di China. Beredar kabar yang sangat memprihatinkan akhir-akhir ini, yaitu terjadi penindasan, kekejaman dan kedholiman lain yang terjadi pada saudara kita. 

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]
Berdasarkan Hadist tersebut, sudah sepantasnya kami mengajarkan kepada ananda bagaimana seharusnya sebagai seorang muslim jika ada saudara kita yang terdholimi, jika tidak mampu memberikan  bantuan berupa perlawanan, maka kami mengadakan penggalangan dana yang dapat membantu saudara kita disana. 
Penggalangan dana ini dilaksanakan saat pengambilan Hasil Belajar (Raport) Ananda, murid SDIT Hidayatullah, yang sehari sebelumnya telah disebar pemberitahuan melalui Humas SD maupun Wali kelas bahwa pada hari tersebut akan diadakan penggalangan dana, sehingga Wali Murid sudah siap dan ikhlas memberikan bantuan kepada saudara kita di Uyghur. 

Alhamdulillah, atas kerjasama yang baik, Penggalangan dana tersebut terkumpul sejumlah Rp. 12.403.000,00, Kami dari SDIT hidayatullah bekerjasama dengan BMH mengucapkan Alhamdulillah, jazakumullah Khairan Katsiir kepada Wali murid yang telah ikut serta membantu meringankan beban saudara saudari kita di Uyghur, semoga lewat dana tersebut, mampu sedikit membantu dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mereka disana. 

Semoga seluruh Amal kebaikan kitasenantiasa mendapatkan Ridho dari Allah ta'ala. 

Aamiin Yaa Robbal'aalamiin 

Baarakallahufiikum



Reporter : Atin Prihatiningsih 
Foto       : Tim Humas SDIT Hidayatullah



Gashuku dan Ujian Kenaikan Sabuk Kala Hitam



www.sdithidayatullah.net | Sabtu-Ahad, (14-15 Desember 2019), bertempat di SD Negeri Kaliurang Sleman Yogyakarta digelar acara Gashuku dan Ujian Kenaikan Sabuk Karate Kala Hitam. Karate Kala Hitam adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler atau pengembangan diri yang dilaksanakan di SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta. Berbagai macam kejuaraan telah diraih oleh murid-murid yang mengikuti ekstrakurikuler ini, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, hingga nasional.
KLIK DI SINI > Informasi Murid Baru 2020/2021
Kegiatan Gashuku adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh perguruan karate Kala Hitam Yogyakarta, di mana seluruh peserta karate berkumpul atau bermalam bersama guru-guru mereka. Salah satu yang dikerjakan adalah berlatih bersama dan tentu juga menyambung silaturahim. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari 1 malam.

Hadir dalam kesempatan tersebut, pimpinan tertinggi Karate Kala Hitam Yogyakarta, Bapak Hersona Bangun, yang juga merupakan ketua Komite Sekolah SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

Kegiatan Gashuku ini juga dilaksanakan bersama agenda Ujian Kenaikan Sabuk bagi murid perguruan Karate Kala Hitam Yogyakarta dan diikuti oleh puluhan murid perguruan ini dari berbagai sekolah.

Laporan : Thorif
Foto : Muharjo

Mabit Kelas Tahfidz "Suci Hatiku, Suci Badanku"


www.sdithidayatullah.net || Jum'at-Sabtu (16-17 Rabbiul Akhir 1441 H/13-14 Desember 2019 M), sebanyak 45 murid SDIT Hidayatullah Kelas Tahfidz 2C dan 2D telah melaksanakan serangkaian acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang diselenggarakan di Gedung SDIT Hidayatullah tepatnya di Ruang Kelas 2C dan Amanah, serta kelas 1B yang difungsikan sebagai Ruang bersama dalam menyampaikan materi dan sholat. Mabit ini merupakan yang pertama untuk SDIT Hidayatullah yang pesertanya adalah kelas 2. Mabit perdana ini mengangkat tema "Suci Hatiku, Suci Badanku". Tema ini selaras dengan materi yang disampaikan saat Mabit, yaitu Materi Thoharoh dasar. 


Hujan tak mengalangi semangat ananda untuk tetap berangkat ke Sekolah guna mengikuti Rangkain acara Mabit ini. begitu antusias anak-anak mempersiapkan segala sesuatunya sendiri. "Iya ustadzah, ini mbak shiva semangat sekali dari kemarin menyiapkan peralatannya sendiri, tidak mau dibantu", ujar salah satu wali yag mengantarkan putrinya Mabit. Kemandirian sudah tercermin sejak persiapan Mabit. Anak-anak tiba di Sekolah sekitar pukul 17.00 hingga 17.40 WIB. Kegiatan diawali dengan sholat maghrib berjama'ah dan dibuka oleh Ustadz Haris. "Semangat yaaa, kalian disini akan mengikuti Mabit, semoga pulang dari sini banyak pelajaran yang bisa diambil terutama anak-anak bisa lebih baik lagi dari sebelumnya, menjadi anak yang berbakti pada orangtua dan lebih taat sama Allah", begitu kiranya sedikit penyemangat dari Ustadz Haris. 


Setelah pembukaan dan sholat, anak-anak makan malam. Sate menjadi santapan lezat sembari menunggu waktu Isya' tiba. 


Setelah menikmati santapan malam, berlanjut anak-anak melakukan sholat isya' berjamaah serta dzikir. Kemudian dilanjut dengan penyampaian materi oleh Ustadz Muhammad Haris yang menyampaikan materi Thoharoh. Anak-anak menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Haris dengan seksama. Setelah materi juga ditampilkan video renungan yang bertujuan menggungah jiwa empati anak-anak untuk lebih menyayangi dan menghormati Orangtua dan Guru. 


Setelah selesai materi, ditambah dengan renungan dan do'a yang juga dipandu oleh ustadz Muhammad Haris. Anak-anak mengikuti dengan hikmat sembari beberapa menahan kantuk, namun tetap bersemangat dan khusyuk dalam berdo'a.



Kegiatan malam itu berakhir dengan renungan dan do'a yag menjadi harapan agar anak-anak menjadi anak yang lebih taat dari sebelumnya. Kemudian anak-anak bersih diri dan persiapan tidur. Pada pukul 22.00 WIB semua anak telah terkondisikan untuk tidur, hingga pukul 03.00 WIB, anak-anak dibangunkan untuk mengikuti rangkaina sholat lail sebanyak 12 Raka'at. 

Seusai Sholat lail, anak-anak melakukan sholat subuh berjama'ah dan dilanjut dengan halaqah. Dalam kegiatan Halaqah ini, anak dibagi per kelompok. Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok Halaqahnya yaitu muroja'ah juz 29 hingga syuruq, yaitu sekitar pukul 05.00 WIB. 





Setelah kegiatan Muroja'ah pagi, di lanjut dengan kegiatan terakhir yaitu jalan-jalan keliling Balong. Adapun rute yang diambil yaitu dari Sekolah ke Utara hingga Balong, ke Jalan Raya Utama, melewati SPBU Balong, hingga Kayunan, kemudian kembali ke Sekolah. Anak-anak berjalan kurang lebih sejauh 3 Km dengan riang gembira sembari menghirup udara pagi yang masih begitu segar, sekitar 45 menit. 



Setelah semua kegiatan terlaksana, anak-anak bersiap pulang, membereskan semua peralatan yang digunakan Mabit serta membantu ustadzah merapikan kembali kelas yang digunakan untuk kegiatan tersebut. 


Potret Keceriaan anak-anak terlihat seusai kegiatan, bahkan ada yang ingin menambah Mabitnya, tentunya dengan menambah ilmu-ilmu yang bermanfaat, yang mampu diaplikasikan dalam kehidupan ananda sehari-hari. 

Dari kegiatan ini, diharapkan Ananda mampu menjadi anak yang lebih mandiri, bertanggungjawab dan tuntas dalam materi Thoharoh, sehingga dalam menjalankan ibadahpun juga lebih sempurna, karena ananda memahami bagaimana bersuci yang benar. 

Semoga ananda menjadi lebih bersemangat dalam belajar, menghafal Al Qur'an dan beribadah kepada Allah serta taat kepada Orangtua dan Gurunya. Aamiin Yaa robbal 'Aalamiin


Reporter dan Foto : Atin