@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB

Penuh Percaya Diri, Murid-Murid SD IT Hidayatullah Ikuti Haflah 2022

 



www.sdithidayatullah.net | Selasa, 30 Agustus 2022|2 Safar 1444 H, SD IT Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelengarakan Haflatul Qur'an. Setelah tahun kemarin tertunda alhamdulillah tahun ini dapat melaksanakan dan berjalan lancar. 

Kegiatan Haflatul Qur'an diawali dengan shalat berjamaah di mana kelas putri di lantai 3 dan putra di masjid. Dilanjutan dengan murojaah bersama yang dipandu oleh Ustadz Lukman. Kemudian sambutan juga pembukaan oleh Ustadz Rifki selaku kepala sekolah.

Kegiatan Haflatul Qur'an ini diikuti oleh 25 kelas SD IT Hidayatullah Yogyakarta. Mulai dari kelas Amanah hingga kelas 1 sampai 6 ABCD. 

Bertempat di lantai 3 untuk Haflah kelas putri dan masjid untuk haflah kelas putra acara berlangsung sangat meriah, masing-masing memberikan penampilan terbaiknya, penuh semangat, serta percaya diri.

Seperti yang Ustadz Rifki sampaikan saat pembukaan Haflatul Qur'an, "berikan penampilan yang terbaik untuk Haflatul Qur'an, tampil penuh percaya diri, yakin bahwa kita bisa." Pesan beliau

"Yakin bisa karna kita punya Allah." tambah beliau.

Alhamdulillah tertunaikan kegiatan Haflatul Qur'an pada tahun ini. Semoga dengan adanya Haflatul Qur'an ini membawa Ananda semakin mencintai Al- Qur'an, menjadi pribadi yang mampu berkarya, kreatif, juga penuh percaya diri.

Semoga Haflatul Qur'an di tahun selanjutnya bisa lebih baik lagi. Barakallahu fikum


Foto: Afnan
Rep: Yuliasfita 

Lihat galeri kegiatan Haflatul Qur'an klik klik 2

Agustus



Agustus... 

Perlahan engkau tinggalkan

Sejuta kenangan engkau ukir perlahan

yang tak pernah aku lupakan


Wahai para pejuang... 

Tenanglah engkau di pangkuan Sang penggenggam kehidupan

Bumi pertiwi menjadi saksi 

yang tak akan pernah hilang walau sekedip pandangan 


Engkau berjuang bukan karena uang

Harta, benda, dan nyawa menjadi taruhan 

Karena sayangmu pada tahah kelahiran

Yang direnggut oleh para pecundang


Ku pungut Semangatmu yang membara 

Menyulut asa tuk membangun peradaban dunia


Wahai pemuda... 

Janganlah engkau terlena 

Dengan apa yang ada di depan mata

tapi berjuanglah mengisi kemerdekaan dengan sesungguhnya


Oleh: Tatik Nasehati

Pembaharuan Imperalisme Barat

 


Metode pengajaran maupun tsaqofah dengan acuan falsafah asing westernisasi mengalami pembaharuan demi pembaharuan demi melanjutkan imperialisme Barat berkedok pendidikan. Menengok sejarah masa lalu, janji yang kuat dari seorang misionaris, Samuel Marinus Zwemer (1867-1952) mengatakan kepada teman-temannya dalam konferensi yang diselenggarakan di Quds Islamiyah:

“Wahai saudara saudara sekalian sungguh dalam periode ini, yang dimulai sepertiga dari abad 19 sampai sekarang kami telah menguasai program pendidikan di wilayah kekuasaan Islam …, terima kasih kepada saudara saudara sekalian, kalian telah menyiapkan generasi yang tidak lagi menyadari adanya hubungan kepada Allah, tidak ingin mengetahui serta mengeluarkan orang Islam dari keislamannnya”.

Generasi muslim di masa-masa kemunduran Islam sejatinya mulai selangkah demi selangkah masuk kedalam perangkap pemikiran Barat, dengan jebakan pendidikan dan misi kemanusiaan. Sehingga, generasi muslim mengenal racun berbalut roti manis, yaitu sekulerisme, pluralisme, dan berbagai pemikiran Barat lain. Proses ini yang memberikan andil besar terhadap lemahnya generasi muslim sekaligus menjauhkan dari agamanya sendiri. Agama Islam ibarat buku yang berjalan saja, ditulis secara teori namun secara praktek westernisasi terus menerus mengalami pembaharuan yang digulirkan kepada generasi muslim.

Penyadaran terhadap hal tadi, haruslah disampaikan secara masif pula, mengimbangi neraca peradaban asing yang masih saja memegang kunci level dunia. Generasi muslim harus disadarkan, dan sejatinya untuk senantiasa mewaspadai dari berbagai gerakan terarah dari lanjutan “janji kuat misionaris” tadi. Sehingga generasi Islam tadi lengah dan terpesona dengan nuansa kebarat-baratan yang diracang secara apik memaperkan peradaban yang nihil dari etika, khasanah, juga tsaqofah Islam.

Wallahu’alam Bi Showab


Oleh: Indriani

Mengikrarkan Hidup Mencari Ridho Allah

 



رَضِيْتُ بِاللّٰهِ رَبًّا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً


“Aku rela (senang) Allah sebagai Rabb (Tuhanku), Islam agamaku dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Utusan-Nya.”

Pernahkah kita berikrar? Dan apa sebenarnya ikrar itu?

Terkait pernah atau belumnya dan tahu atau tidaknya makna dari ikrar itu sendiri. Bukan itu yang utama namun boleh kira untuk lebih memahami hal tersebut walau sedikit.

Ikrar adalah janji yang sungguh-sungguh. Baik yang diucapkan dengan lisan dan dinyatakan dalam hati.

Setelah sedikit tahu tentang ikrar pastilah diri kita pernah mengikrarkan sesuatu. 

Sedangkan Ridho adalah rela, menerima dengan senang hati, dengan cinta, dengan bahagia, lapang dada dan cukup.

Teman-teman pastinya sudah tahu tentang tujuan Allah menciptakan kita (manusia) di dunia ini dan kemungkinan besar sudah banyak teman-teman yang mengkaji tentang hal tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)

Allah SWT juga telah menggambarkan proses penciptaan manusia secara rinci dalam QS. Al-Mu’minun ayat 12-14, yang dimana hal tersebut juga dijelaskan dalam ilmu sains.

Jadi, segala sesuatu yang Allah ciptakan, baik di langit maupun di bumi pasti ada tujuan dan hikmahnya. Tidak ada yang sia-sia, bahkan seekor nyamuk pun tidak diciptakan sia-sia. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"

(QS. Al-Mu'minun 23: Ayat 115)

Setelah mengetahui tujuan diri ini diciptakan oleh Allah swt. Lantas bagaimana menjadikan Allah swt Ridho terhadap diri kita, senang terhadap diri kita?. 

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga adalah Takwa kepada Allah dan berakhlak yang baik.” 

(HR. Tirmidzi, no. 2004 dan Ibnu Majah, no. 4246)

1. Takwa

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 102)

Takwa adalah sami'na wa'atho'na yakni menjadi orang yang lebih taat kepada Allah SWT. Takwa dapat didefinisikan sebagai upaya membersihkan diri dari dosa yang sebelumnya belum pernah dilakukan, sehingga lahir motivasi dalam diri untuk meninggalkannya. Dengan kata lain, takwa menjadi upaya untuk menjaga diri dari berbagai kemaksiatan.

• Takut kepada Allah yang berbalut cinta dan pengaggungan 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا تَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِ ۗ 

"Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. ...  "

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 281)

• Taat kepada Allah

• Membersihkan hati dari berbagai dosa 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَخْشَ اللّٰهَ وَيَتَّقْهِ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ

"Dan barang siapa taat kepada Allah dan rasul-Nya serta takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan."

(QS. An-Nur 24: Ayat 52)


2. Akhlak 

Akhlak berasal dari bahasa Arab dari kata khuluk yang berarti tingkah laku, tabiat atau perangai. Secara istilah, akhlak yaitu sifat yang dimiliki seseorang, telah melekat dan biasanya akan tercermin dari perilaku orang tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّاۤ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَا لِصَةٍ ذِكْرَى الدَّا رِ 

"Sungguh, Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan) akhlak yang tinggi kepadanya yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat."

(QS. Sad 38: Ayat 46)

Hasan Al-Bashri mengatakan,

حَقِيْقَةُ حُسْنُ الْخُلُقِ بَذْلُ المَعرُوْفِ  وَكَفُّ الأَذَى وطَلاَقَةُ الوَجْهِ

“Hakikat akhlak mulia adalah mudah berbuat baik kepada orang lain, tidak mengganggu orang lain, dan wajah yang sering berseri-seri karena murah senyum.” 

Al-Minhaaj Syarh Sahih Muslim, karya An-Nawawi, 15/78

Dengan dua cara yaitu bertakwa dan berakhlak mulia ikrar untuk menggapai Ridho Allah swt akan mudah terlaksana.  

Hidup itu melakukan pilihan terbaik versi diri kita dan tentunya dibarengi dengan landasan yang Allah swt telah berikan melalui Al Qur'an dan hadits.

Semangat taat pada Allah dan Rasul Nya

Semangat menebar kebaikan dan manfaat

Semangat bersyukur dan berbahagia


Oleh: Siti Nuraini

Salam semangat dari mamaFafa

Jogja_Solo, 12 Agustus 2022


Dakwah Terbaik



Berdakwah bukanlah tugas dari seorang alim ulama’ atau seorang pendakwah. Orang tua di rumah (ayah dan ibu ) adalah madrasah pertama bagi ananda di rumah , terutama seorang ibu adalah madrasah awal bagi putra putrinya. Dari seorang ibu inilah akan melahirkan seorang kader ulama penerus perjuangan agam islam.

Iman seorang ibu sangat berpengaruh besar dan luar biasa terhadap pendidikan adab dan semuanya lini bagi anak anaknya.

Teringat lirik nasyid..Iman tidak dapat di wariskan dari seorang yang bertaqwa...nasihat ini untuk diri sendiri semoga bisa memperbaiki ketaqwaan, ibadah dan amalan yang terbaik dalam mendidik dan berdakwah kepada anak anak kita, baik anak biologis ataupun ideologis.

Berat memang bila semua tidak di mulai dari diri sendiri. Seperti bunyi hadits “Mulailah dari dirimu Sendiri” (Ibda’ bii nafsiq)

Ya Robb kuatkan azzam ini untuk bisa beribadah  bertaqwa serta berdakwa hanya karna Engkau dan semoga semua bisa lebih baik, khusyuk, dan istiqomah dalam menjalankannya agar bisa melahirkan kader penegak qurani di muka bumi ini.

Rancang bangunan untuk melahirkan kader islami itu mari kita mulai dari dalam rumah kita masing-masing. Kuatkan aqidah kita dan anak-anak kita dengan halaqoh bakda sholat (Maghrib). Jadikan Al- Qur'an dan as sunnah sebagai pedoman dan pegangan kita dalam setiap ambil keputusan dan kebijakan dalam setiap permasalahan, bersungguh sungguh dalam beribadah (sholat bejamaah, tadarus/ saling menyimak hafalan dan setoran ziyadah masing masing anggota keluarga, membangunkan anggota keluarga tuk melaksanakan sholat lail berjamaah).

Semoga Allah mudahkan perjalanan dakwah kita dalam melahirkn kader qurani yang tangguh dan kuat..aamiin ya robbal alamin

   

Oleh: UmiZ@| Lasaufa kurnia, S.Fil

LOWONGAN GURU SD IT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA

 


👳 LOWONGAN GURU SDIT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dibutuhkan :
↙️ Guru Mata Pelajaran Matematika

Dengan syarat sebagai berikut :
↘ Muslim/Muslimah
↘ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik.
↘ Senang dengan dunia anak-anak.
↘️ Ahli dalam bidang matematika
↘️ Memiliki pengalaman mengajar dibidang Matematika

✅Lamaran Guru dapat disampaikan melalui link di bawah ini :
https://forms.gle/8WTyt4Vh8m17SBiBA
Batas akhir lamaran sampai akhir 30 Agustus 2022.
Bagi yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti tes seleksi.

📝 Catatan :
Jam kerja di SDIT Hidayatullah :
🗓 Senin s.d. Jumat : Pukul 07.00 s.d. 14.45 wib
🗓 Sabtu : Pukul 07.15 s.d. 12.00 wib

Alamat Sekolah :
SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.

Google Map:
http://bit.ly/googlemapsdithidayatullah

Info Lebih Lanjut Hubungi : 
📞 Bagian HRD (usth. Norhikmah)
HP 082225098344


Melepasmu Tuk Meraih Cita- Cita


Hari keberangkatan masuk pondok tinggal hitungan hari lagi. Mulai berkemas dan menyiapkan kebutuhan keperluan di pondok, mulai dari baju ganti , baju sholat, perlengkapan sekolah, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur dan perlengkapan makan. Kemandirian tanggung jawab dan disiplin mulai engkau terapkan di sini nak... memulai episode baru dengan lembaran kisah baru yang akan kau jalani dan kau goreskan dan menjadi kisah klasik yang indah kelak. 

Abi umi menitipkan kamu kepada ustadz di pondok dan mohon penjagaan dari Allah saat umi dan abi lengah agar kau dimudahkan dalam menuntut ilmu, menghafal Al- Qur'an , berakhlaq mulia, serta berkepribadian yang kuat, sabar, ikhlas, dan tangguh.

Anakku hari ini kau memulai hidup baru. Jauh dari rumah, jauh dari orang yang kalian sayangi. Jauh dari semua kehidupan lama yang kalian bisa bermanja, santai, dan selalu mendengar omelan dan teriakan umi di rumah. Meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh cerita dan kenangan, untuk beranjak ke jenjang yang lebih serius.

Umi dan abi berharap dan berdoa semoga kalian bisa belajar tentang perjuangan menuntut ilmu. Meraup sebanyak-banyaknya khazanah dan pengetahuan baru. Mungkin terpaut jarak yang memisahkan kita, tapi janganlah berputus asa dan gundah doa umi dan abi menyertaimu.

Kalianlah nanti yang akan meneruskan estafet perjuangan dakwah islam ini dan penerus tegaknya dinul islam. Hari-hari kalian mungkin terasa berbeda, namun janganlah bersedih, tetaplah semangat, dan istiqomah serta tekun beribadah dan belajar.

Suatu saat kau akan paham dan bisa menyelesaikan permasalahan yang akan kau hadapi, adakalanya terjatuh, tersandung, dan menangis dalam mengarungi lika-liku perjuangan hidup bermasyarakat di lingkungan pondok.

Jangan terpuruk terlalu dalam dan berlarut larut nak... bangkit dan berdoa dekatkan diri serta mohon pertolonganNya. Katakanlah Allah selalu bersama mengiringi setiap langkah hidup kita. Ingatlah selalu akan segala yang  diberikan niscaya Allah beri kasih sayangNya kepada kita. 

Yakinlah ini semua akan berakhir dan seiring detik waktu yang terus bergulir berganti dengan lembaran dan kisah yang lebih indah dan penuh kenangan bahagia. Doa terbaik kami selalu untukmu tetap semangat berjuang menuntut ilmu anakku.

Oleh: Ustadzah Lasaufa Kurnia, S.Fil

_UmiZ@(hari pertama melepasmu ke pondok)_

Jaga Kebugaran Jasmani dan Rohani, SD IT Hidayatullah Kembali Laksanakan Senam Ar Ruhul Jadid dan Shalat Dhuha Berjamaah



www.sdithidayatullah.net | Sleman- Jum'at, 5 Agustus 2022| 7 Muharram 1444 H, SD IT Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelengarakan senam Ar Ruhul Jadid dan shalat dhuha.

Setelah vakum kurang lebih 2 tahun alhamdulillah bisa kembali beraktifitas seperti biasa di sekolah. Salah satunya kegiatan senam dan dhuha berjamaah.

Untuk pekan kali ini senam dilaksanakan kelas putri dan shalat dhuha kelas putra.

Kegiatan senam diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh ustadz Huda. Doa bersama yang dilakukan adalah untuk mendoakan keluarga besar SD IT Hidayatullah Yogyakarta yang sedang diuji dengan sakit. Setelah doa dilanjutkan pemanasan kemudian senam.

Untuk shalat dhuha berjamaah, kelas putra melaksanakan di masjid dipimpin oleh salah satu murid. Pun sebelum shalat diawali dengan doa bersama. Shalat dhuha ditutup dengan diisi kultum oleh ustadz Zainal.


Rep: Yuliasfita 

Foto: Haris & Ida





Kisah Islam SD IT Hidayatullah: Pakdhe Sam Berkisah



www.sdithidayatullah.net | Sleman- Jum'at, 29 Juli 202022| 29 Dzulhijah 1443 H, SD IT Hidayatullah Yogyakarta menyelengarakan Kisah Islam yang rutin diadakan setiap tahunnya.

Kisah Islam kali ini dibersamai Pakdhe Sam. Beliau juga merupakan pegawai di SD IT Hidayatullah Yogyakarta. 

Acara diawali dengan murojaah surat Al- Fatihah, Al- A'la, dan Al- Fiil. Kemudian dilanjutkan sambutan kepala sekolah.  

"Di dunia ini yang digunakan ada 2 bentuk bulan, yang pertama bulan Qomariyah, yang kedua bulan Syamsiyah. Bulan Qomariyah disebut sebagai bulan Hijriyah. Bulan yang pertama dalam kalender Islam adalah bulan Muharram, dan termasuk bulan yang istimewa." Begitu Ustadz Rifki selaku kepala sekolah membuka sambutan. 

Beliau menambahkan bahwa di bulan ini kita tidak boleh melakukan keburukan, jika melakukan keburukan maka akan di catat 2 kali lipat keburukannya, pun ketika melakukan kebaikan, akan di catat dua kali lipat. 

"Jatuhnya 1 Muharram di hari esok, hari Sabtu. Tapi pelaksanaan kegiatan Kisah Islam dilakukan hari ini karna besok sekolah libur." Ujar beliau.

Selanjutnya adalah Kisah Islam oleh Pakdhe Sam.

"Ada yang tau apa itu syafa'ah? syafa'ah asalah pertolongan. Bersyukur kita menjadi umat Rasulullah." Pakdhe Sam membuka Kisah Islam.

Selanjutnya beliau berkisah tentang bergajah yang akan menyerang Ka'bah yang diabadikan dalam surat Al- Fiil. Di mana pasukan Abrahah tersebut tidak bisa menyerang Ka'bah dan Abrahah meningg karna batu- batu kerikil. Sungguh meninggal dalam keadaan yang hina.

"Jadi dari kisah tersebut kita tidak boleh apa anak-anak?" tanya Pakdhe Sam.

"Kita tidak boleh sombong dan akidah harus kita jaga." Jawab Pakdhe Sam memberikan hikmah dari kisah tersebut.

 Alhamdulillah anak-anak tampak senang dan ceria sekali mendengarkan Pakdhe Sam berkisah. 

Semoga Allah menghindarkan kita dari sikap sombong, karna yang boleh sombong hanya Allah, sombong adalah selendang Allah.


Rep: Yuliasfita 

Foto: Afnan


Kunjungi galeri kegiatan Kisah Islami Klik

Review Kurikulum Tahun Ajaran 2021/2022


www.sdithidayatullah.net | Sleman- Senin, 04 Juli 2022, Review Kurikulum SD IT Hidayatullah Yogyakarta berlangsung di Gedung SD IT Hidayatullah Yogyakarta, Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman



Acara ini diikuti oleh Murid perwakilan sekolah, guru perwakilan sekolah, Kepala Sekolah serta Korwil Kapanewon Ngaglik 

Acara bertempat di ruang kelas dengan narasumber Ibu Suwarni, S.Pd., M.Pd.selaku Korwil Kapanewon Ngaglik 




Ibu Suwarni memberi pemaparan review dan sosialisasi Kurikulum merdeka belajar, ia juga mengapresiasi persiapan bapak ibu guru dalam melaksanakan Review Kurikulum tahun ini. Harapannya sebelum pergantian bulan Agustus semua sekolah sudah selesai melaksanakan Review Kurikulum.

“Saat ini kita bersama-sama dihadapkan pada beberapa pilihan yaitu Kurikulum Merdeka yang terbagi pada ‘Mandiri Belajar’, ‘Mandiri Berubah’ dan ‘Mandiri Berbagi’. Bagi sekolah yang memilih ‘Mandiri Berbagi’ maka semua perangkat pembelajarannya harus disiapkan sendiri oleh sekolah. Namun bagi sekolah yang memilih ‘Mandiri Berubah’, salah satunya adalah SD IT Hidayatullah, maka akan melaksanakan 2 kurikulum yaitu Kurikulum 2013+ untuk kelas 2,3,5&6 dan Kurikulum ‘Mandiri Berubah’ untuk kelas 1&4.” Ujar Suwarni saat memaparkan penjelasannya.



Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah mencanangkan perubahan Kurikulum ini berdasarkan pada keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tekhnologi Republik Indonesia nomor 56/M/2022 tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran. Sekolah pelaksana IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) ini berdasarkan keputusan Menteri tersebut. Sehingga kita harus mengikuti perkembangan yang ada. 


Kurikulum 2013+ fokus perubahannya ada di Profil Pelajar Pancasila, sedangkan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) untuk kelas 1 & 4 perubahannya hanya pada mata pelajaran intra dan ko-kurikulernya. Pada dasarnya penerapan dari kedua kurikulum ini sama, akan tetapi goalnya lebih baik lagi.

Untuk SD IT Hidayatullah tidak sulit dalam melaksanakan Kurikulum ini, karena dasarnya sudah ada semua, bahkan sudah lebih mendetail.

Alhamdulillah Acara ini berlangsung dengan lancar dan informasi yang disampaikan Ibu Suwarni telah sampai kepada para peserta Review Kurikulum.


Rep dan Foto: Afnan

Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2022


PERJALANAN RAMADANKU

Oleh: Zahi Naufa 4D

SD IT Hidayatullah Yogyakarta 


Usiaku sudah menginjak 10 tahun saat ini. Aku mulai serius menjalankan puasa di Bulan Ramadan sejak usia 7 tahun, kira-kira ketika duduk di kelas 1. Berarti tahun ini adalah tahun ke 4 aku menjalani puasa penuh dari subuh hingga adzan maghrib. Rasanya aku merindukan momen - momen di bulan Ramadan. Aku teringat bahwa dulu para sahabat , sekitar 6 bulan sebelum datangnya Ramadan, mereka berdoa kepada Allah untuk dipertemukan  dengan bulan Ramadan. Kemudian 6 bulan sesudahnya, mereka berdoa lagi agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.

Menjelang Ramadan, aku membuat target tilawah, puasa, shalat 5 waktu dan shalat tarawih yang akan aku lakukan selama bulan Ramadan. Aku membuatnya agar aku rutin mengerjakan tilawah, puasa, shalat berjama’ah 5 waktu dan shalat tarawih. Cara mengisinya, aku memberikan bintang jika aku melakukan kegiatan yang aku targetkan. Aku mengajak adikku untuk membuat target juga, namanya “pu-mu-sho”. “Pu” adalah puasa, “mu” adalah muraja’ah dan “sho” adalah sholat. Adikku menbintanginya jika melakukan aktivitas yang ditulis dalam target.

        Allah memerintahkan setiap muslim untuk berpuasa sesuai dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah Ayat 183 yang artinya :

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” 

        Adanya perintah Allah mewajibkan manusia untuk berpuasa, pasti ada kebaikan di dalamnya. Seperti yang pernah aku baca, yaitu ada manfaat puasa untuk kesehatan, di antaranya mencegah kanker, meningkatkan kesehatan jantung dan meningkatkan fungsi otak. Walaupun terasa berat bagiku, tetapi banyak manfaat yang diperoleh dari kita berpuasa. Jika kita merasa lapar, kita bisa langsung makan, tetapi ketika sedang berpuasa, kita tidak boleh makan, jadi kita harus menahannya. Bagaimana caranya? Kita bisa melakukan aktivitas yang lebih menyenangkan tetapi masih bermanfaat, misalnya bermain lego, memasak, membaca buku dan tidak lupa juga untuk tidur siang. Sebelum berbuka, aku biasanya membuat cemilan atau minuman yang aku tiru dari youtube. Hal ini membuatku jadi lebih bersemangat untuk berpuasa. 

        Aku pernah praktik masak kue coklat sebanyak 2 kali dengan wajan tetapi sayangnya bawahnya gosong. Aku juga pernah bikin cilok tetapi air panasnya kebanyakan. Sehingga cilok yang ku buat menjadi alot karena kutambahkan lagi tepung tapiokanya. Meskipun gagal, tetapi aku terus berusaha.

        Aku ingin seperti Imam syafi’I dan pasti semua orang islam ingin seperti beliau. 

Imam syafi’i memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an yang tak perlu diragukakan lagi. Setiap Ramadan, Imam syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali. Begitulah kecintaannya terhadap Kalamullah dan cara beliau memuliakan Ramadan. Ternyata mengkhatam Al-Quran memiliki manfaat.

        Dari Abdah ia berkata :”Apabila seseorang mengkhatamkan Al-Qur’an pada siang hari maka para malaikat bershalawat untuknya hingga waktu sore dan jika ia menyelesaikan bacaan Al-Qur’an pada malam hari maka para malaikat bershalawat untuknya hingga waktu pagi.”

        Khatam artinya selesai atau telah menyelesaikan bacaan seluruh Juz dalam Al-Qur’an. Bulan Ramadan Tahun ini, aku menkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 1 kali. Usahaku adalah tiap hari 1 juz dan cara menyelesaikan 1 juz, adalah belajar membiasakan untuk membaca 1 halaman setelah shalat 5 fardhu. Selain itu, motivasi lain yang kudapatkan adalah dari whatsapp group “Kelompok Tahsin Ustadzah Nida” yang berisi checklist harian capaian tilawah. Aku melihat teman-teman sangat rajin tilawah, sehingga aku pun jadi semangat mencapai target. 

Tidak lupa, di waktu setelah selesai sholat subuh Ibuku membacakan sebuah kitab dari Ustadz Umar Baradja yang berjudul Bimbingan Akhlaq bagi Putra-Putra Anda. Buku itu berisi tentang contoh-contoh kebaikan yang dilakukan oleh anak Muslim. Aku mendengar cerita itu bisa mencotoh perilaku-perilaku yang diceritakan dalam buku tersebut. Misalnya berperilaku jujur, hormat kepada guru dan orang tua. Buku itu ada 5 jilid lho! Tetapi, aku baru menyelesaikan 1,5 jilid. In shaa Allah aku akan dilanjukan sampai selesai.

        Sebelumnya, aku belum pernah i’tikaf dan tahun ini adalah pertama kali aku melakukan i’tikaf. Aku diajak ayahku untuk i’tikaf di masjid Nurul Huda yang tepat berada di belakang rumahku. Aku bersyukur bisa tinggal di dekat masjid. Ayahku membangunkanku pukul 02.45. Setibanya di masjid, aku sholat hajat, sholat tahajud,  sholat taubat, dan tidak lupa berdzikir.

Begitulah pengalamanku tahun ini. Banyak hal yang dapat aku lakukan selama Ramadan , tentu saja aku ingin lebih baik di tahun depan. Bagaimana dengan cerita Ramadanmu? Semoga kamu bisa lebih baik di tahun depan. In shaa Allah…


Baca juga: Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2022

Baca juga: Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2022

Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2022


BERKAH RAMADHAN 

Oleh: Fadlian Harits Ihsanudin 4D

SD IT Hidayatullah Yogyakarta


        Saat libur awal Ramadhan, yaitu pada tanggal 1-3 April 2022, aku mengikuti  Ramadhan Camp di Pondok Pesantren Hidayatullah, Secang, Magelang. Aku berangkat pada siang hari bersama  teman-temanku, yaitu Qari, Adzka, dan Faiz. Aku menuju kesana dengan menaiki mobil kira-kira sekitar satu setengah jam  perjalanan lamanya. Sesampainya disana, aku bertemu  temanku yang bernama Mujahid, kemudian kami melaksanakan shalat ashar disana. 

Setelah kami melaksanakan shalat ashar, aku bermain bola bersama teman-temanku. Selesai bermain bola, kami memindahkan barang-barang  bawaan dari dalam mobil ke dalam kamar. Setelah itu, kami mengikuti  pembukaan Ramadhan Camp bersama Ustadz Ustadzah dan kakak-kakak pendamping. 

Adzan Maghrib pun berkumandang, kami melaksanakan shalat maghrib bersama. Setelah itu, aku makan malam dengan teman-teman yang lain. Alhamdulillah, aku mendapatkan teman-teman baru. Setelah makan malam, kami melaksanakan shalat Isya’, dilanjutkan mengaji dan setoran hafalan kepada Ustadz dan Ustadzah. Kami mengaji sampai jam 9 malam, setelah itu kami pun tidur.

***

Pada hari ke-3 aku mengikuti Ramadhan Camp, sekaligus aku melaksanakan puasa hari pertama di sana. Setelah sahur, aku shalat bersama teman-temanku. Selepas shalat subuh, kami mengaji dan setoran hafalan satu per satu kepada Ustadz Ainurrahman. Setelah selesai mengaji, kami pun melaksanakan olahraga pagi yaitu bermain bola dan senam Ar-Ruhul Jadid. Kemudian melanjutkan jalan-jalan pagi menyusuri pinggiran sungai. Namun, saat ditengah jalan kami putar balik karena waktu tidak cukup dan sudah beranjak siang. Kami kembali ke pondok dan melanjutkan kegiatan hingga waktu dzuhur. Setelah dzuhur kami menonton film tentang kisah anak di pondok sampai ashar, dan dilanjutkan persiapan untuk berbuka puasa. Alhamdulillah aku senang sekali mengikuti kegiatan Ramadhan Camp karena selain melatih kemandirian, belajar mondok, bisa bermain bersama, aku juga mendapatkan teman-teman baru. 

***

Alhamdulillah saat 10 hari terakhir Ramadhan, aku mengikuti kegiatan i’tikaf di masjid Markazul Islam Pondok Pesantren Hidayatullah Balong, Sleman. Aku diantar kesana oleh Abi ku naik motor. Sesampainya di sana, aku bertemu dengan teman-temanku yang juga sedang ikut i’tikaf  yaitu Faiz, Adzka, Ayyub, dan lain-lain. Kami kemudian mengaji hingga jam 10 malam, setelah itu kami pun tidur. Saat tidur, aku merasakan badanku tergoyang-goyang, ternyata aku dibangunkan temanku untuk sahur. 

Setelah sahur, kami melaksanakan shalat subuh dan mengaji bersama-sama. Selesai mengaji, kami bermain sepak bola dan bola pingpong hingga jam 9 pagi, kemudian kami pun mandi dan shalat dzuhur, wah rasanya menyenangkan sekali. Setelah shalat dzuhur, kami pun mengaji dan oleh Ustadz  kami disuruh menghafal surat Maryam. 

Tak terasa sebentar lagi menunjukkan waktu shalat ashar, dan kami melaksanakan shalat ashar bersama-sama. Setelah melaksanakan shalat ashar, aku membeli jajanan di dekat Garmen bersama dengan teman-teman, lalu kami pun kembali ke masjid. 

Allahu Akbar... Allahu Akbar... suara adzan Maghrib pun berkumandang. Kami pun berdoa dan berbuka puasa dengan makan kurma terlebih dahulu. Sebelum makan nasi, kami melaksanakan shalat maghrib terlebih dahulu. Alhamdulillah hari ini kami berbuka dengan lauk lele bakar. Aku mengambil piring dan sendok, dan tak lupa aku harus antri untuk mengambil makan. Setelah berbuka, kami pun shalat Isya’ dan shalat tarawih dilanjutkan dengan mengaji dan setelah itu kami pun tidur. Yaa pelajaran dari itikaf di masjid pondok ini mengajarkan kesabaran karena aku harus antri ketika akan makan ataupun mandi.

Sehari menjelang  Idul Fitri, ketika saatnya sahur, aku terbangun,  aku pun cuci muka dan membangunkan teman-temanku untuk makan sahur. Saat sahur, ternyata ada Ustadz Janto yang memberikan kami masing-masing anak uang sebesar Rp.100.000,-. Alhamdulillah, aku merasa senang sekali. Kemudian aku melaksanakan shalat subuh, dan sekitar jam 8 pagi ternyata aku dijemput oleh Abiku untuk pulang. Tak lupa sebelum pulang, akupun berpamitan kepada Ustadz-ustadz yang ada di masjid. Alhamdulillah aku mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan dan berkesan karena ini pertama kali mengikuti i'tikaf di masjid. Jika pun ada Ustadz yang memberikan uang untukku, itu adalah bonus dari Allah kata Ummi ku. Karena niat kita beri’tikaf yaitu untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

***

Allahu Akbar... Allahu Akbar...Allahu Akbar... Laa ilaa ha illahu wallahu Akbar... Allahu Akbar walillahi hilhamd... Malam itu suara orang bertakbiran bersahut-sahutan dimana-mana. Aku pun mengikuti temanku untuk mengikuti takbiran di kampung hingga malam dan mendapatkan banyak hadiah dan doorprize karena berhasil menjawab pertanyaan dari kakak-kakak pendamping TPA. Setelah itu, aku pun pulang kerumah dan tidur. Saat subuh, aku pun terbangun dan melaksanakan shalat subuh, mengaji sebentar lalu pergi mandi. 

Setelah itu kami sekeluarga bersiap untuk mengikuti shalat Ied di lapangan Dadapan, Turi bersama warga sekitar. Sepulang shalat Ied, kami sekeluarga sarapan, dan bersilaturahmi ke tetangga dekat rumah. Sore hari aku dan keluarga mudik ke Magelang untuk bersilaturahim ke rumah kakek dan nenek di sana. Sepupu kami dari Sidoarjo pun sudah datang kesana, dan kami pun bersalam-salaman dan bermain bersama. Karena kata Ummi dan Abi salah satu cara berbakti kepada kedua orang tua adalah dengan menyambung silaturahmi kepada orang tua dan keluarga serta sanak saudara dari orang tua kita. 

                                           

Baca juga: Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022

Baca juga: Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2022

Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022

RAMADHAN TERBAIKKU 

Oleh :  Fathiya Santika Muslikh 4C 

SD IT Hidayatullah Yogyakarta 

 

1-2 April 2022 

Di pagi yang cerah hari pertama puasa, terdengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang merdu. “Sodaqallahul adzhiim..,” Zahidah mengakhiri mengajinya. Siswa kelas 4 SDIT Hidayatullah ini sangat bersemangat, karena ini hari pertama ia berpuasa. 

“Wah sudah selesai nih, sudah dapat berapa lembar, Zah?” tiba-tiba Ummi nyeletuk. 

“Oh, baru 2 lembar Mi,” jawab Zahidah. 

“Oh ya, Zahidah kan mau khatam 2 kali, berarti kalau Zahidah 1 hari 2 juz, bisa deh dua kali khatam,” tukas Ummi. 

“Oh iya ya”, pikir Zahidah. 

“Ya sudah aku ngaji lagi ya, Mi”, jawab Zahidah. 

“Ok Zahidah,” tatap Umi tersenyum dan berlalu.  

Tampaknya kali ini Ummi ketularan semangatnya Zahidah.  

--- 

5 April 2022 

Di malam ini bulan bersinar terang. Makin cantik lagi karena ada bintang. Zahidah menatap keluar jendela, indah sekali bintang itu, batin Zahidah. Tiba-tiba lampu mati. 

Pet!

Tidak lama kemudian muncul sosok manusia yang tampak menyeramkan dengan cahaya dari bawah wajah.  

“Huuaaaa!” jerit Zahidah. Tiba-tiba lampu menyala diikuti suara tawa. Itu kak Hudzaifah dengan senter di dagunya. 

“Kakaaak!” teriak Zahidah.  

“Hahahaha, gitu aja takut, lagian ngapain sih bengong di depan jendela,” ujar kak Hudzaifah.  

“Uuuh, kakak dosa lho kak, ini bulan ramadhan lho, daripada ganggu orang mending ngaji kak,” Zahidah menjawab protes. 

“Ih, kamu juga kenapa ga ngaji daripada bengong nggak jelas,” balas kakak. 

 “Ngomong-ngomong, kamu ngaji sudah sampai juz berapa?” Kak Hudzaifah mengalihkan pembicaraan. 

“Aku baru 4 juz kok,” jawab Zahidah.  

“Berat ya kak, apalagi ayatnya sulit, sepertinya banyak banget dan ga nambah- nambah,” keluh Zahidah. 

“Aku punya solusinya, tapi rahasia,” ujar kak Hudzaifah sambil berlalu. 

“Uuh, kakak pelit!” sungut Zahidah.  

--- 

Tak kehabisan akal, Zahidah kemudian memutar otak. Setelah berpikir sesaat, aha!, Zahidah dapat ide, yaitu dengan membagi-bagi lembar yang dibaca menggunakan waktu sholat fardhu. 

Alquran berjumlah 30 juz, dan 1 juznya rata-rata 10 lembar, berarti ada sekitar 300-an lembar. Jika mau khatam dalam 30 hari, maka sehari harus menghatamkan 10 lembar.  

Akan menjadi ringan jika 10 lembar ini dibaca 5 kali setelah selesai sholat 5 waktu. Jadi 10 lembar dibagi 5 menjadi 2 lembar. Kalau mau khatam 2 kali, ya dikalikan 2, yakni 4 lembar dan seterusnya.  

“Wah-wah, ide yang menarik ini, selesai sholat cukup baca 2 lembar, ringaaaan,” celetuk Zahidah dengan sumringah. 

--- 

23 April 2022 

Ide itu berjalan mulus sampai semua jadi teratur. Zahidah sudah khatam tilawah 1 kali. Namun hari ini Zahidah bersama kak Hudzaifah, Abi, dan Ummi, harus pulang kampung. Mereka tinggal di Jakarta, sedangkan rumah Mbah Kakung dan Mbah Uti di Yogyakarta. Mereka ke Jogja, menggunakan pesawat. 

Sebenarnya Zahidah enggan balik kampung karena ia takut tidak ada waktu untuk tilawah. Namun akhirnya Zahidah memilih ikut saja, lagian di rumah tidak ada teman, rumah kosong. 

Ketika sampai di bandara mereka harus menunggu taksi.  

“Tin tin tiiin!!” suara klakson taksi memecah lamunan kakak beradik yang hanya terpaut 18 bulan ini. “Kalian ngapain sih kok bengong?” tanya Abi.

“Bosen Bi,” jawab Hudzaifah diikuti anggukan Zahidah.  

“Oh, memangnya tadarus kalian sudah selesai?” tanya Ummi. 

“Haa, ujar mereka berdua kaget,” Umi, Abi dan pak supir pun tertawa. Cepat-cepat mereka mengambil Al- Qur’an. Lalu mengaji. Setelah mereka selesai ngaji, tepat mereka sampai di rumah. 

Di sana sudah ada kak Santika, Asfahani dan Mocha, saudara sepupu mereka. 

“Waah kowe tambah dhuwur yo nduk yo..?” puji Mbah Kakung kepada Zahidah. Yang di puji nyengir-nyengir, kakaknya manyun. 

“Nek sing iki tambah lemu..” canda Mbah Kakung ke kak Hudzaifah. Gantian adiknya tertawa kakaknya manyun.  

“Wis, mengko buka karo es lilin lan klepon. Makan berate mengko gudek karo bacem”, promosi mbah Uti. 

--- 

“Asyik..” respons mereka berlima. Setelah menaruh barang, kak Hudzifah dan Zahidah menemui ketiga saudara mereka. 

“Eh, kita ke masjid yuk, kita menunggu buka sambil tilawah,” ajak Zahidah. 

Mereka berlima lalu ke masjid, mereka tilawah hingga azan magrib, kemudian mereka sholat lalu pulang. 

“Ternyata tidak seperti yang kubayangan, di sini seru, suasana tadarus yang menyenangkan bersama saudara, ” batin Zahidah. 

Sampai rumah mereka langsung menikmati es lilin, dan klepon.  

“Sruput, segaaaar, nikmaaaaat,” celetuk mereka. Suasana berbuka kala itu hangat, menambah kebahagiaan keluarga. 

 

27 April 2022 

Beberapa hari lagi lebaran. Zahidah sudah tidak sabar lagi menunggu. 

”Nduk, tolong jupokke dompet iku”, pinta Mbah Uti. 

“Niki Mbaah,” sambil menyerahkan dompet dari atas meja ruang tengah. 

“Nuwun yo nduk,..”, “Kundur sami-sami, Mbaah..”, jawab Zahidah. 

“San, tulung tumbaske sayur, daging, karo bumbu dapur,” pinta Mbah Uti kepada 

Santika.  

“Njiih, mbaah,” jawab santika. 

--- 

“Siapa yang mau ikut??” tanya Santika. Serempak, Asfa, Mocha dan Zahidah yang sepupuan angkat tangan dan kompak menjawab, “Oke, lets go!”  

Mereka menaiki andong milik Mbah Kakung. Kak Hudzaifah yang mengarahkan pak delman dalam perjalanan.  

Mereka sangat senang menikmati perjalanan naik Andong sembari ngobrol,  “Kamu ngajinya sampai juz berapa Mocha, Asfa, dan Kak San?” Tanya Zahidah. 

“Aku juz 26,” jawab Kak San. 

“Kalau aku juz 27,” jawab Mocha. 

“Aku sama dek Mocha, juz 27,” jawab Ashfa. 

“Kalau kamu?” tanya Mereka bertiga serempak sambil menatap Zahidah. 

“Aku sekarang juga tilawah di Juz 27,” jawab Zahidah singkat. “Tapi, ….” “Stop stop stop, pak delman,” sela kak Hudzaifah kepada pak delman karena sudah hampir kelewatan.  

“Jangan ngobrol terus, cepat turun,” ujar kak Hudzaifah agak kemrungsung. 

“Sudah sampai ya?” tanya Ashfa.  

“Iya, cepet amat,” kata Mocha.  

“Kita kan asyik ngobrol,” ujar Santika. 

“Ayo segera turun!” tukasnya. 

--- 

“Eh iya, agaknya kita ada masalah nih,” celetuk Kak Santika. 

“Ada apa Kak San? Apa kita kelewatan? 

“Hmmm tidak, … hanya saja kakak lupa tadi simbah minta tolong titip dibelikan 

apa?”  

“Walaaah..” kompakan jawab mereka. 

“Eh iya, apa ada yang ingat?”  

“Kita juga tidak ada yang ingat Kak,” seloroh Ashfa, Mocha, Zahidah, dan Kak Hudzaifah. 

“Yaa udaah, terpaksanya kita balik lagi deeeh,” tegas Kak Santika. 

“Pegel nih,” celetuk Kak Hudzifah cemberut. 

“Maaf, pakdhe,” ucap kak Hudzaifah serius kepada pak delman.  

“Ini barang belanjaan yang mau dibeli kita malah lupa!” sambungnya.  

“O begitu, ndak apa-apa, anggap saja kita liburan dan nyore naik andong. Kalian kan jarang-jarang naik andong tho,” komentar sabar dan sumringah pak delman. 

“Iya terimakasih pakdhe. ayo kita kembali,” sahut mereka, dan suasanapun kembali ceria. 

--- 

2 Mei 2022 

Takbir menggema di seluruh Indonesia, menunjukkan hari ini hari raya idul fitri 1443 H. Seluruh keluarga dan sanak saudara datang berkunjung, namun ada yang berbeda. Mereka menggunakan masker dan tentu juga jaga jarak. Zahidah dan keluarganya sudah rapi.  

Mereka makan, sholat ‘id, lalu maaf-maafan. “Mohon maaf dzahir dan bathin,” ucap para tamu hingga terdengar sampai dapur. 

--- 

“Terasa tidak, ramadhan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini ada yang istimewa, iya kan?” komentar Zahidah kepada saudara-saudaranya. 

“Betul Kak, tahun ini aku bisa khatam 1 kali,” ujar Mocha.  

“Iya aku juga khatam 1 kali,” ujar Ashfa.  

“Kalau Aku dan Santika bisa khatam 2 kali,” ujar kak Hudzifah tidak mau kalah sambil bergaya.  

“Lha kamu berapa Zahidah?” tanya kak San. 

“Alhamdulillah, aku sudah khatam 3 kali,” jawab Zahidah. 

“MasyaAllah,” jawab mereka kompak.  

“Bagaimana rahasianya, kok bisa mengkhatamkan sampai tiga kali, Zah?” tanya Kak Santika penasaran. 

“Iya, Saya cukup membaca 6 lembar setiap selesai sholat fardhu 5 waktu. Terasa ringan, dan aku juga tidak menyangka, bisa khatam tiga kali,” jawab Zahidah. 

“Boleh, tu, tahun depan kita tiru”, “Iya, bisa kita contoh, tuh. Sepertinya ringan,” celetuk mereka. 

---- 

Mereka bertiga tampak bahagia.  

“Ngomong-ngomong, bantuian dong kak Huz, berat nih,” ujar Santika. 

“Iya iya Ratu,” ledek kak Hudzaifah. 

Sementara itu Zahidah, Asfa dan Mocha tertawa cekikian.  

----- 

Tak disadari, Abi, Ummi, Mbah Kakung, juga Mbah Uti ternyata mendengarkan asyiknya obrolan mereka.  

“Wah-wah, semua anak-anak hebat, semuanya bisa mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an. insyaAllah kelak akan mendapatkan hadiah terbaik dari Allah, begitu kan, bi?” tanya Ummi sambil melirik. 

“I iya,” Abi tampaknya kaget, baru kepikiran tentang hadiah. 

Kemudian dengan spontan Abi menyampaikan kutipan hadits qudsi, 

“Ash-shoumu li wa ana ajzii bih; puasa ramadhan adalah untuk-Ku (Allah) dan Aku (Allah)lah yang akan membalasnya. 

Selamat hari raya idul fitri 1443 H. Mohon maaf lahir dan batin, jangan lupa pakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan dengan bersih,” sambung Abi .^_^


The End 


Baca juga: Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022

 Baca juga: Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022