Komite-Forsitu SDIT Hidayatullah dan BMH Yogyakarta Adakan Program Peduli Terdampak Covid-19


www.sdithidayatullah.net | (Sabtu, 10 Sya'ban 1441 H/4 April 2020 M) Terkait dengan menyebarnya Covid-19 dan sebagai bentuk empati kepada saudara-saudara yang saat ini terdampak atas Covid-19 maka Komite-Forsitu bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah menyelenggarakan program PEDULI TERDAMPAK COVID-19 untuk meringankan beban mereka dengan pengadaan sembako dan bantuan tunai bagi Wali/siswa yang terdampak oleh Covid-19 di lingkungan SDIT Hidayatullah.


PENDAFTARAN MURID BARU: KLIK DISINI

"Tentu saja hal ini tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi, namun kita semua berharap dengan sinergi yang dilakukan baik oleh orang tua Wali SDIT Hidayatullah, guru, rekan, teman sejawat, Kolega ataupun pengusaha, profesional baik di kalangan wali murid ataupun di luar wali murid dan seluruh stake holders yang memiliki tujuan yang sama yaitu dalam rangka tolong menolong dalam kebaikan, paling tidak akan menunjukkan sikap peduli dan empati terhadap kondisi yang ada." Jelas Hersona Bangun, Ketua Komite SDIT Hidayatullah.

Lebih lanjut bapak tiga anak ini menambahkan, "Semangat berbagi dan semangat untuk membangun kebersamaan dalam menghadapi bencana Covid-19 merupakan salah satu akhlak yang patut untuk menjadi contoh terutama bagi anak-anak kita di masa yang akan datang, bahwa mereka pernah memiliki orang tua yang peduli terhadap sesamanya."



Selama proses penyerahan bantuan di gedung SDIT, faktor keamanan dan kebersihan sangat diperhatikan. Seluruh penyelenggara kegiatan maupun penerima bantuan terlihat menggunakan masker, tersedianya wadah dan tempat mencuci tangan di lokasi, dan diatur jarak antara satu dan yang lainnya serta tidak membawa putra/putri masing-masing.

Program dimulai dengan penggalangan dana PEDULI TERDAMPAK COVID-19, yang sampai hari ini sudah terkumpul sebanyak 33,164,824 rupiah. Selanjutnya dana yang terkumpul digunakan untuk pengadaan beras dan kebutuhan lainnya yang dibagikan kepada yang berhak. Pembagian paket dilaksanakan pada hari ini hingga esok hari, insya Allah. Penyerahan bantuan dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad, 4-5 April 2020 di SDIT Hidayatullah Yogyakarta Pukul 08.00 sd 15.00 dengan membawa KTP/KK.

Salah seorang wali murid yang menerima bantuan, sebut saja Ibu R, mengaku sangat tertolong dan terbantu dengan adanya program ini. 

"Sangat bermanfaat di tengah kondisi ekonomi yang seperti sekarang ini, alhamdulillah diberikan banyak bantuan. Semoga menjadi barokah bagi kami dan segenap donatur yang sudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk keluarga kami. Jazaakumullaahu khairan." Ungkapnya kepada salah seorang panitia penyelenggara.




Atas terselenggaranya kegiatan ini, Komite SDIT Hidayatullah mengucapkan terima kasih atas partisipasi Bapak/Ibu dalam mendukung Program ini terutama kepada Pengurus Forsitu dan Pengurus Komite yang telah menginformasikan kegiatan ini kepada Wali Murid dan telah berpartisipasi menyalurkan dananya melalui Baitul Maal Hidayatullah.

Kepada Kepala sekolah beserta jajarannya dan Ketua Yayasan beserta jajarannya yang telah memberikan dukungan terhadap program PEDULI TERDAMPAK COVID-19.

Baitul Maal Hidayatullah yang telah berpartisipasi dan menjalin Kerjasama dalam menyelenggarakan program ini sehingga dapat memberikan manfaat kepada Wali murid di SDIT Hidayatullah dan Pihak lain yang terdampak Covid-19.

Kepada para donator, Kolega ataupun pengusaha, profesional baik di kalangan wali murid ataupun di luar wali murid yang telah memberikan bantuan dana dan tenaga serta pemikiran untuk suksesnya program ini.

Semoga Allah meridhai usaha dan ikhtiar yang dilakukan ini dan memusnahkan virus Covid-19 dari dunia ini. Allaahumma aamiin.

Rep & Photo: Ida Nahdhah 


Mau Sekolah di SDIT Hidayatullah? Yuuk, Isi Formulir Online Disini


www.sdithidayatullah.net | Dikarenakan kondisi negeri ini yang sedang tidak memungkinkan dengan adanya wabah Covid-19, maka kepada seluruh Calon Orang Tua/Wali Murid Baru SDIT Hidayatullah Sleman untuk mengisi Link Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2020/2021 di bawah ini :

Formulir Pendaftaran Murid Baru SDIT Hidayatullah

Demikian, Formulir asli mohon dikumpulkan pada saat kondisi telah memungkinkan.

Ttd,
Panitia PPDB

Paket Sembako untuk Mereka yang Terdampak Covid 19


www.sdithidayatullah.net | Wabah COVID - 19 yang melanda Indonesia begitu berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat. 

Kegiatan belajar mengajar di sekolah pun harus dari rumah. Begitu juga bagi mereka para perkerja informal, seperti pedagang keliling, tukang becak, ojek online dan sejenisnya, tentu saja hal ini berdampak pada perekonomian keluarga.

Komite - Forsitu SDIT Hidayatullah Yogyakarta bekerjasama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terpanggil untuk ikut andil meringankan beban mereka yang terdampak  COVID - 19.

"... Dan barang siapa yang meringankan (beban) seorang Muslim yang sedang kesulitan, maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat" (HR. Muslim :2699)

Donasi yang terkumpul akan diwujudkan berupa paket sembako untuk mereka yg terdampak COVID - 19.

Yuk tunaikan donasi anda
========================= 

Tambahkan Kode 100 dibelakang donasi anda contoh donasi 500.000 transfer 500.100

Rekening Donasi: 

🏧 BNI Syariah 774.774.9766
An. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah

Info & konfirmasi donasi:
📲 0856 3307 300
=========================

Cegah Covid-19, Kelurahan Adakan Penyemprotan Desinfektan di SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | (Jum'at, 2 Sya'ban 1441 H / 27 Maret 2020 M) Alhamdulillah, di hari penuh berkah ini SDIT Hidayatullah mendapatkan bantuan penyemprotan cairan Desinfektan dari Kelurahan Donoharjo. Desinfektan merupakan cairan pembersih untuk menghancurkan pertumbuhan penyakit dari mikroorganisme, seperti kuman. Cairan yang bertujuan untuk mencegah penyakit ini biasanya menyerupai radiasi atau bahan kimia yang sifatnya menetralkan pertumbuhan kuman.
Seperti yang kita ketahui, kondisi terkini di negara kita bahkan di hampir seluruh dunia telah tersebar virus Covid-19 atau biasa disebut pandemi Corona. Penyemprotan disinfektan ini ditemukan dan diharapkan mampu mengurangi resiko penyebaran virus corona.

"Kami sangat berterima kasih kepada Kelurahan Donoharjo atas bantuan Penyemprotan Disinfektan pagi ini. Semoga dengan ikhtiar yang kita lakukan, Allah berkenan mengangkat dan menghilangkan virus Corona dari bumi hingga tak meninggalkan jejak lagi," kata Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah, Muhammad Rifki Saputra kepada tim Humas SDIT.



Proses penyemprotan oleh petugas dari Kelurahan
"Tujuan penyemprotan disinfektan ini untuk membersihkan area sekolah dari bakteri, dari virus dan hal-hal yang berpotensi terhadap penyebaran segala jenis virus. Khususnya virus yang saat ini menjadi wabah yang mendunia yaitu virus covid-19," Jelas pria kelahiran Balikpapan ini.

"Selain gedung SDIT, gedung TK, ruang-ruang kelas MTs dan Aliyah, masjid, perumahan Ustadz, asrama santri dan Aula pesantren Hidayatullah juga disemprot." pungkasnya.

Bantuan dari Kelurahan Donoharjo berupa tenaga petugas sekaligus cairan desinfektan dalam drum besar yang dibawa menggunakan mobil pick up. Penyemprotan yang dimulai pada pukul 10 ini berakhir tepat sebelum azan zhuhur berkumandang.

"Kami berharap agar wabah Covid-19 ini bisa segera berakhir, sehingga kita semua dapat kembali bekerja secara optimal seperti sedia kala," harap Muharjo, salah seorang karyawan 5K di SDIT Hidayatullah Yogyakarta, yang turut mendampingi selama proses penyemprotan oleh petugas Kelurahan.


Para petugas beristirahat sejenak sebelum melanjutkan penyemprotan
Inilah salah satu dari banyak ikhtiar yang dilakukan oleh sekolah sebagai upaya preventif dari tertular Covid-19 bagi seluruh murid, guru, orangtua murid, karyawan dan semua orang yang datang ke SDIT Hidayatullah di hari mendatang. Tentunya ikhtiar yang dilakukan tidak pernah lepas dari sikap tawakkal, kepasrahan diri penuh kepada Allah dan doa yang tiada henti. Semoga Allah melindungi kita semua dari segala mara bahaya, bencana, wabah dan kemudharatan lainnya. Allaahumma aamiin.

Rep: Ida Nahdhah
Foto: Dok. Sekolah

Basmi Virus, SDIT Hidayatullah Semprot Ruang Kelas

www.sdithidayatullah.net ~ Selasa (29 Rajab 1441 H/24 Maret 2020 M) Sebagai upaya membasmi virus, SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta menyemprot ruang kelas dan gedung sekolah. Upaya ini dalam rangka meminimalisir terjadinya penyebaran virus yang ada di sekolah. Apalagi kondisi saat ini sedang terjadi wabah Covid-19 di negeri ini.
KLIK >> INFORMASI MURID BARU 2020/2021
Selama masa kegiatan di rumah bagi murid dan guru SDIT Hidayatullah ini, beberapa karyawan tetap dijadwal untuk menjaga sekolah guna melayani ketika ada orang tua/wali murid atau tamu dinas atau juga tamu umum yang berkunjung di sekolah ini.

Di sela-sela petugas piket ini berjaga sekolah, ada tugas tambahan yaitu membersihkan dan menyemprot gedung dan kelas di sekolah ini agar terhindar dari virus.


Laporan Thorif
Foto Ari


Bagaimana Kabar Belajar Online Hari Ini?



Apa kabar Ustadz,  ustadzah dan Ananda semua... Semoga selalu dalam semangat belajar yang membara yaa,  ditengah aktivitas yang sekarang dilakukan.  Semua via media online. 
Kerjasama yang baik perlu dibangun antara Guru dan Murid, mengingat kegiatan ini pengawasan penuh ada ditangan Orangtua. Peran Guru dalam pembelajaran online hanya terbatas pada supervisi kegiatan Anak dirumah berupa laporan,  foto, video ataupun dalam bentuk lain.  

Dalam waktu kurang lebih 1,5 pekan kedepan aktivitas ini masih akan terus berlangsung.  Tak ayal jika kemungkinan nanti akan muncul kejenuhan pada murid,  dimana dia akan merasa tidak memiliki teman dalam belajar sebagaimana yang dia temukan disekolah.  Karena teman merupakan salah satu penyemangat tersendiri bagi Murid.  


Pada kesempatan hari ini,  Kegiatan Belajar Mengajar secara online telah berlangsung secara resmi di SDIT Hidayatullah khususnya,   dan sekolah-sekolah di Indonesia umumnya.  Aktivitas yang sangat baru bagi Murid dan juga Guru.  Biasa bertatap muka,  sekarang harus bertatap lewat media.  Ada rasa yang aneh saat melakoni kegiatan ini.  Rasa tak puas, rasa bersalah karena belum maksimal mendampingi seperti di sekolah,  maupun rasa lain yang muncul saat pembelajaran ini berlangsung.  


Kegiatan ini telah disusun secara sistematis dan rapi oleh seluruh Guru dengan arahan kepala sekolah yang saling berkaitan erat.  Tugas yang diberikan pun sejalan dengan KBM sebagaimana disekolah,  bedanya ini dibimbing langsung oleh orangtua. Guru sifatnya sebagai moderator dalam pembelajaran, menerima setoran yang Murid pelajari dirumah sesuai tugas yang ada.


Ada hal yang unik saat KBM ini berlangsung  ada yang ngambek karena capek, ada yang kurang semangat hingga meminta voicenote penyemangat dari gurunya,  ada juga yang harus video call untuk memuaskan cara belajar mereka. Yang pasti,  apapun dilakukan agar Anak tetap mau belajar.

Bahkan ada yang ngambek karena tidak ada teman seperti di sekolah. Yaa hal ini sangat wajar mengingat usia mereka yang masih anak-anak dan membutuhkan banyak support dari arah manapun.  


Dibalik itu, ada juga anak yang semangat sekali belajar walaupun dengan sistem online. Bahkan ada wali yang mengatakan "ustadzah,  nanti mbak fulan akan saya pakaikan seragam biar semangat belajarnya , pesan salah satu orangtua yang disampaikan lewat aplikasi chatting whatsapp.

Ada pula yang dengan asyiknya videocall sambil berhitung,  membaca atau mencandai gurunya.  Ah lucu sekali.  

Dari segi gurunya sendiri,  pasti banyak hal yang dipelajari dari kegiatan ini,  salah satunya lebih cakap menggunakan aplikasi chatting whatsapp. Lebih peka dalam meneliti dan hati-hati dalam menilai. Walaupun kebanyakan guru juga memiliki anak,  pasti juga ada tugas 'bejibun' yang harus dikerjakan juga.  Dari sinilah kita betul-betul memahami arti penting seorang Guru.  

Lebih menghargai setiap jasanya dan mengerti keadaan satu sama lain.  Rasa empati yang amat dalam pasti akan dirasakan. Semoga Allah memudahkan segala kegiatan kita dalam KBM ini hingga 1,5 pekan kedepan. 

Baarakallahufiikum 

Admin

Kegiatan Belajar Mengajar Secara Online


www.sdithidayatullah.net | Sabtu, (26 Rajab 1441 H/21 Maret 2020) 

Bismillahirrahmanirrahim ⁣⁣
⁣⁣
Sehubungan dengan tindaklanjut Surat Edaran Dinas dalam rangka Pencegahan Sebaran Virus COVID-19, maka mulai pekan depan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDIT Hidayatullah akan dilaksanakan secara Online. ⁣⁣⁣
KLIK DI SINI >> INFORMASI MURID BARU
Maka dari itu, kami memohon kerjasama Ayah Bunda dalam KBM ini, agar bisa dilaksanakan di rumah dengan panduan Online Ustadz/ah yang bertugas. ⁣⁣
⁣⁣
Kegiatan ini adalah salah satu langkah agar efektivitas pembelajaran bisa berlangsung sebagaimana mestinya dengan "Keadaan Luar Biasa" yang sedang terjadi di tengah-tengah kita. ⁣⁣
⁣⁣
Hal ini juga merupakan langkah pengembalian fungsi MADRASATUL ULA yang sebenarnya kepada Ayah Bunda. Yakni belajar di rumah dengan didampingi orangtua.

Semoga keikhlasan, semangat, dan pengorbanan Ayah Bunda, Ustadz dan Ustadzah di SDIT Hidayatullah bernilai ibadah di sisi Allah. ⁣⁣
⁣⁣
Barakallahufiikum, semoga Allah mudahkan langkah kita untuk tercapainya pendidikan yang bertauhid, unggul, dan berkarakter. ⁣⁣
⁣⁣
#HumasSDITHidayatullah ⁣⁣
#Daring ⁣⁣
#WorkFromHome #WFH

Posted by : Admin SDIT Hidayatullah

Wakil Bupati Sleman Hadiri Khotmul Qur'an & Imtihan SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net || Sabtu, 5 Rajab 1441 H// 29 Februari 2020 M, SDIT Hidayatullah Yogyakarta melaksanakan Khotmul Quran dan Imtihan Metode Ummi Angkatan IV. Acara tersebut berlangsung di Merapi Ballroom Prima SR Hotel & Convention dari pukul 07.30 hingga pukul 12.00. Khotmul Quran dan Imtihan Metode Ummi rutin diadakan setiap tahun oleh SDIT Hidayatullah Yogyakarta sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas proses dan hasil pembelajaran Al Quran para murid. Khotmul Quran dan Imtihan juga merupakan salah satu perwujudan rasa syukur dan sebuah upaya kecil untuk memberi kabar gembira kepada para orang tua, guru, serta masyarakat bahwa insyaallah generasi Al Quran akan terus tumbuh dan berkembang melalui SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

KLIK DI SINI : INFO MURID BARU 2020/2021
Atas karunia Allah tahun ini 149 murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta berhasil lulus Munaqosyah. Jumlah itu terdiri dari kategori Tartil dan Tahfidz juz 30 sebanyak 62 murid, Tahfizh Juz 30 (kelas 2) sebanyak 35 murid, Tahfizh Juz 29 sebanyak 25 murid, Tahfizh Juz 28 sebanyak 17 murid, dan Turjuman A sebanyak 10 murid. Munaqosyah Metode Ummi Angkatan IV SDIT Hidayatullah Yogyakarta telah dilaksanakan oleh para Munaqisy dari Ummi Foundation pada tanggal 14 dan 15 Februari 2020. Murid yang lulus Munaqosyah menjalani imtihan atau uji publik dalam acara Khotmul Quran dan Imtihan.



Baca : 149 Murid SDIT Hidayatullah Ikuti Munaqosyah Metode Ummi ke-4
Para wali murid dan tamu undangan yang hadir boleh menunjuk siapapun murid yang berada di atas panggung untuk diuji. Murid diberikan pertanyaan sesuai kategorinya. Kategori tartil meluluskan murid dengan kemampuan membaca alquran dengan tartil, faham ghoroibul quran, dan menguasai ilmu tajwid. Kategori tahfizh meluluskan murid dengan kriteria hafal alquran juz 30, 29 atau 28. Kategori turjuman meluluskan murid dengan kemampuan menerjemahkan apa yang mereka baca, mulai dari doa sehari hari, bacaan sholat dan seterusnya sesuai tingkatannya. Kategori Turjuman A menjadi kategori baru yang diikutsertakan dalam Khotmul Quran dan Imtihan SDIT Hidayatullah tahun ini.


Ustadz Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I selaku Kepala SDIT Hidayatullah Yogyakarta berpesan kepada para murid bahwa Syahadah Al Quran yang diberikan saat Khotmul Quran dan Imtihan bukanlah capaian akhir namun justru baru menjadi momentum awal untuk semakin memperjuangkan Al Quran. Setelah menjalani Khatmul Quran dan Imtihan hendaknya para murid terus bersemangat untuk membaca Al Quran, sholat lima waktu, dan berbakti kepada kedua orang tua. Sebaik-baik orang ialah mereka yang senantiasa belajar Al Quran dan mengajarkannya.



Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman yaitu Ibu Sri Muslimatun, M.Kes. Dalam sambutan beliau, disampaikan bahwa anak-anak ini adalah aset masa depan,  "melihat mereka mampu menghafal sedemikian bagusnya saya jadi teringat cucu saya dirumah,  cucu saya seumuran anak-anak ini, yg pertama kelas 6 SD. dahulu saya pernah juga berkunjung ke SDIT ini,  namun belum sebagus ini,  sekarang sudah sebesar ini dan luar biasa, semoga saya bisa nunut suwargo sama mereka.  Walaupun bukan saya yang mengajarkan Al Qur'an tapi saya betul-betul terharu dengan apa yang terjadi sedari pagi ini", Sambutan beliau ini membuat seluruh ruangan mengharu biru.




Setelah seluruh kegiatan selesai, murid melakukan serangkaian upacara salam tadzim kepada orangtua dan ustadz ustadzah sebagai bentuk rasa syukur dan sayang atas kasih yang terlimpah dalam perjalanan pendidikan ananda. Suasana semakin sesak karena haru. Hampir seluruh yang hadir banjir air mata saat prosesi ini berlangsung.  

Semoga dengan ini, murid menjadi lebih giat dan semangat dalam aktivitas belajarnya terutama lebih dekat dengan Al Quran serta Rajin Ibadah. Aamiin 

Sleman, 29 Februari 2020

Laporan : Akhid dan Atin 
Foto : Atin (Humas SD)

Outing Class SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Shalat di Embung Jetissuruh Donoharjo
www.sdithidayatullah.net ~ Selasa (29 Jumadil Akhir 1441 H/18 Februari 2020). Bertempat di Embung Jetissuruh Donoharjo, Kegiatan Outing Kelas 2ABCD SDIT Hidayatullah Yogyakarta berlangsung. Outing class ini salah satu
KLIK DI SINI : INFO MURID BARU 2020/2021
Kegiatan ini dalam rangka Puncak Tema Kelas 2ABCD. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajarkan bagaimana cara membuat menu makanan berupa bakso.

"Alhamdulillah, anak-anak sangat antusias ketika praktek membuat bakso ini." Kata Ustadzah Atin. 


Setelah anak-anak membuat bakso ini, mereka makan bersama bakso yang telah mereka oleh sendiri.

"Baksonya enak." Kata salah satu pengelola Embung Jetissuruh. Karena beberapa pengelola yang hadir pada hari tersebut juga diberi bakso.

Kegiatan Outing Class ini dilaksanakan dikarena ada agenda kelas 6 SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang melaksanakan Try Out Ujian Nasional. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan kelas yang dipakai ruang ujian, harus ada beberapa kelas yang melaksanakan kegiatan di luar sekolah.

Tidak hanya kelas 2 ABCD yang melaksanakan belajar di luar kelas, kelas-kelas yang lain juga terjadwal kegiatan belajar di luar kelas, misalnya berenang, futsal, atau kunjungan ke tempat-tempat edu wisata di wilayah Yogyakarta.

Kegiatan Outing Class ini juga dilaksanakan setiap murid kelas 6 melaksanakan Try Out Ujian Nasional, dengan menggilir 25 kelas, mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 5 ABCD di sekolah ini.

Laporan : Thorif
Foto : Atin

Mari Donasi Khotmul Qur'an dan Imtihan Metode Ummi di SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net ~ SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta akan menyelenggarakan event tahunan, yaitu Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi, Tartil, Tahfizh Juz 28, 29, dan 30 serta Turjuman Al-Qur'an Metode Ummi Angkatan ke 4. 


Acara yang akan berlangsung di PRIMA SR Hotel & Convention, Jalan Magelang Km ini, akan diselenggarakan pada Sabtu, 29 Februari 2020 dan menurut panitia, membutuhkan biaya sebesar Rp 56.796.000,-

KLIK DI SINI >> PROPOSAL KEGIATAN
Atas nama panitia, kami mengajak para muhsinin yang diberi kelapangan rezeki untuk berdonasi dalam bentuk dana agar acara ini berjalan dengan sukses.
BACA >>  148 Murid SDIT Hidayatullah Ikuti Munaqosyah Metode Ummi ke-4
Bentuk partisipasi dana bisa dikirim melalu nomor rekening di bawah ini :
1. Bank Syariah Mandiri (BSM), Norek : 7003937482 (kode 451), a.n. Roidatun Nahdhah
2. Bank Mumalat Indonesia Norek : 5310028705, an. Muhammad Haris
3. BPD DIY Syariah, Norek : 801211013806, an. M. Haris

Konfirmasi transfer ke Muhammad Haris : 0821-3393-3692

Demikian, semoga Allah Taala meridhoi dan membalas kebaikan dengan balasan balasan yang lebih baik.
KLIK DI SINI >> INFO MURID BARU 2020/2021
Humas SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Memuji Tapi Tak Mendengarkan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Bukan telinga kita yang hilang, bukan pula pendengaran. Dua telinga Allah Ta’ala berikan dan keduanya memiliki ketajaman menangkap suara dengan baik. Pendengaran berfungsi normal. Tidak jarang sedemikian tajam. HP yang sedang mode sunyi diletakkan di lantai, saat bergetar pun dengan sigap kita menangkapnya. Bukan karena merasakan getarnya, tetapi karena ada suara yang cepat tertangkap telinga.

Apakah yang terjadi pada diri kita? Suara motor berubah sedikit saja, segera gelisah hati kita karena khawatir ada masalah di sana. Begitu pula saat pintu mobil tak tertutup rapat saat kita mengemudi, telinga kita segera menangkap keanehan suara. Kita segera tahu karena begitu dekat dan penuh perhatian, sehingga merasa tidak mengkhususkan diri untuk mendengarkan pun, kita segera mengenalinya. Tetapi alangkah banyak anak yang tidak betah berbincang dengan kita sebab kita pun tak sabar mendengarkan penuturan mereka. Kita mendengar, tetapi bukan mendengarkan.
KLIK DI SINI : INFO MURID BARU 2020/2021

Bersebab tidak adanya kesabaran itulah maka kita tidak betah berlama-lama membiarkan mereka bertutur berbagi cerita. Baru saja ia mengungkapkan isi hati, buru-buru kita berpanjang-panjang menasehati. Baru saja anak bercerita, panjang lebar kita berkhotbah. Sementara ketika anak berbagi gagasan, bukan rasa antusiasme yang kita tunjukkan, tetapi hujan pujian yang kita berikan. Padahal saat anak membicarakan gagasan, bahkan sekedar cerita, yang ia perlukan adalah telinga yang mau bersungguh-sungguh mendengarkan. Bukan pujian. Apalagi pujian tergesa-gesa. Tidak tulus pula.


Malu rasanya mengingat akhlak Atha’ bin Abi Rabah, seorang ulama besar dari kalangan tabi’in. Ia seorang ahli tafsir, ahli fiqih dan perawi hadis. Tetapi tengoklah bagaimana akhlaknya saat mendengarkan penuturan orang muda. Atha' bin Abi Rabah rahimahuLlah berkata, “Ada seseorang laki-laki menceritakan kepadaku suatu cerita, maka aku diam untuk benar-benar mendengarkannya seolah-olah aku tidak pernah mendengar cerita itu. Padahal sungguh aku pernah mendengar cerita itu sebelum ia dilahirkan.”

Inilah nasehat Atha’ bin Abi Rabah rahimahuLlah kepada murid-muridnya dan kepada kita semua; nasehat yang ditunjukkan dengan memberi contoh. Betapa bersemangatnya kita apabila saat bertutur disambut dengan kegairahan mendengarkan, seakan-akan apa yang kita tuturkan merupakan sesuatu yang baru dan sangat berharga. Betapa besar hati anak-anak kita kalau orangtua mempunyai telinga yang sempurna; berfungsi pendengarannya, berfungsi pula hati orangtua untuk mendengarkan sepenuh semangat, sepenuh kesungguhan.

Jika anak-anak tidak mendapati orang yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian dan semangat, maka kemanakah anak-anak itu harus pergi untuk menemukan orang yang mau menyambut cerita dan gagasannya? Padahal tatkala anak didengarkan dengan baik, saat itulah ia lebih mudah menerima nasehat. Dan sebaik-baik nasehat adalah yang ringkas, padat, penuh makna.

Seperti pil, nasehat untuk anak itu hendaknya tidak berpanjang-panjang sampai-sampai anak tak kuat mendengarnya. Padahal mendengar belum tentu mendengarkan. Perbanyak “airnya” agar anak mudah menelan dan mencernanya dengan baik.


Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi., Penulis Buku-buku Parenting
Sumber Fans Page Mohammad Fauzil Adhim

149 Murid SDIT Hidayatullah Ikuti Munaqosyah Metode Ummi ke-4



www.sdithidayatullah.net || (Sabtu, 9 Jumadil Akhir 1441 H/15 Februari 2020 M) SDIT Hidayatullah Yogyakarta menggelar kegiatan munaqosyah metode Ummi untuk keempat kalinya. Sebanyak 148 murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengikuti munaqosyah Tartil, Tahfizh dan Turjuman al-Qur’an selama 2 hari. 
KLIK DI SINI : INFO MURID BARU 2020/2021
Terhitung sejak SDIT Hidayatullah menggunakan metode Ummi dan melaksanakan munaqosyah, ada hal yang berbeda kali ini dari pelaksanaan-pelaksanaan sebelumnya dimana pada munaqosyah perdana hingga ketiga, materi yang diujikan adalah Tartil Al-Qur’an dan Tahfizh Juz 28, 29 & 30. Tahun ini SDIT Hidayatullah juga memasukkan program Turjuman al-Qur’an dalam pembelajaran di sekolah, yang tentunya menjadi salah satu materi yang diujikan dalam munaqosyah.


Turjuman Al-Qur'an adalah salah satu program pembelajaran dalam metode Ummi yang dapat tetap menjaga standart pembacaan Al Qur’an dan cara pengamalan Al Qur’an agar ilmu yang kita dapatkan juga dapat dirasakan atau bahkan kembali diamalkan oleh orang lain.(Penjelasan lebih lanjut tentang program turjuman, klik -> Turjuman Al-Qur'an Ummi Foundation)

Abdullah Hasan Albarra, murid kelas 2 SDIT sedang diuji oleh Ustadz Wawan
Munaqosyah sendiri adalah salah satu tahap ujian dari sekian banyak pokok bahasan yang ada dalam kurikulum Ummi, sebagai kontrol eksternal kualitas atau evaluasi akhir oleh UMMI Foundation dan merupakan program penilaian kemampuan siswa / santri pada akhir pembelajaran untuk menentukan kelulusan. Adapun bahan yang diujikan pada munaqosyah kali ini meliputi :

1. Fashohah dan Tartil Al Qur’an; membaca Al Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid
2.  Membaca Ghoroib dan komentarnya
3. Teori Ilmu Tajwid dan menguraikan hukum-hukum bacaan
4. Hafalan Juz 28, 29 & 30
5. Turjuman al-Qur’an
Baca juga: Munaqosyah ke-2 SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Sebanyak empat belas munaqisy (penguji) dari Ummi Foundation Surabaya dan Ummi Daerah Yogyakarta yang mendampingi pelaksanaan munaqosyah kali ini.

Koordinator Al-Qur'an SDIT Hidayatullah, Andriyani Nurhayati mengatakan, "Munaqosyah ini diadakan untuk menguji anak-anak, sudahkah mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan lancar sesuai standar. Dalam munaqosyah akan diuji fashohah, tartil, hafalan gharib, hafalan tajwid, hafalan Juz 28-30 dan juga turjuman Al-Qur’an A (Bacaan shalat)."

Peserta munaqosyah berfoto bersama Kepala Sekolah, guru dan munaqisy (H-1)


Peserta munaqosyah tahfizh juz 28, 29 & 30 (Hari kedua)

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah, Muhammad Rifki Saputra menyampaikan beberapa pesan dan nasihat kepada para peserta munaqosyah, “Ada dua manusia terbaik yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, ‘Khoirukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu’, yaitu orang yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.”

Lebih lanjut Ustadz Rifki berpesan, “Munaqosyah, khatmul Qur’an dan imtihan adalah termasuk ujian yang Allah berikan, namun ada ujian yang lebih besar dari itu. Yakni menjaga hati dari kesombongan dan menjaga hati dari merasa cukup dan puas dengan ilmu yang sudah diperoleh. Ibaratnya kalian sedang naik sepeda, maka akan melewati tikungan tajam. Maka harus berhati-hati saat sedang sampai pada satu jenjang yang lebih tinggi.”


Shalat Dhuha berjamaah sebelum mengikuti munaqosyah
Kegiatan munaqosyah kali ini juga mendapatkan respon yang antusias dan baik dari segenap wali murid peserta. Dukungan, doa dan motivasi tidak henti dilayangkan kepada putra-putri mereka, siang dan malam. Salah seorang orang tua murid, Charistin mengatakan, pelaksanaan munaqosyah yang diselenggarakan oleh SDIT Hidayatullah ini membuat anaknya lebih bersemangat dalam mempelajari Al-Qur’an.

“Saya berharap, dengan pelaksanaan yang seperti ini, anak-anak lebih bisa memahami isi dan makna dari Al-Qur’an. Sehingga dia bisa lebih cinta dengan Al-Qur’an,” pungkasnya.
Kunjungi: Munaqosyah ke-3 SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Ada juga wali murid yang mengaku sangat terharu dan emosional saat putrinya sedang menjalani munaqosyah, sehingga jilbab pun mengganti peran tissue, basah kuyup dengan airmata. “Terima kasih sedalamnya kepada para Ustadz dan Ustadzah semua yang telah membimbing anak kami, telah membersamai mereka, semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya senantiasa terus mengalir. Aamiin.” Begitu ungkapan beliau melalui pesan Whatsapp yang dikirim kepada salah seorang pengajar.

Peserta putri (hari pertama)

Peserta putri (hari kedua)
Kegiatan munaqosyah yang dimulai sejak jam 07.30 pada Jum’at pagi ini, selesai dilaksanakan tepat pada jam 14.30 siang dan dilanjutkan pada keesokan harinya. Kegiatan terlaksana dengan lancar dan tertib tanpa kendala berarti. Meski beberapa peserta mengaku grogi dan khawatir dalam menghadapi munaqosyah, akan tetapi lebih banyak yang mengaku senang dan antusias bisa ikut munaqosyah.

Alhamdulillah, seluruh peserta akan mengikuti khatmul Qur'an dan imtihan atau uji publik pada tanggal 29 Februari ini, insya Allah. Menjadi kesyukuran luar biasa bahwa para peserta mampu menyelesaikan beragam tahap ujian dengan baik. Sebab sejatinya saat anak sudah duduk dihadapan penguji dan diminta membaca ayat-ayat al Qur'an, perasaan grogi dan khawatir tersebut pun hilang dengan sendirinya. Memang benarlah, bahwa kalam-Nya adalah mukjizat dan juga obat bagi fisik dan jiwa. Inna kalaamallaahu syifaa’in wa Huwa dawaa’un lil ahzaani.

Live Streaming Munaqosyah: 
*Munaqosyah Tartil & Turjuman (H1) : 
https://www.facebook.com/sdithidayatullahjogja/videos/1290357534508333/
https://www.facebook.com/sdithidayatullahjogja/videos/681521349252096/

*Munaqosyah Tahfizh 3 Juz (H2): 
https://www.facebook.com/sdithidayatullahjogja/videos/1157690607902161/
Reporter : Ida Nahdhah
Foto : Tim Humas SDIT Hidayatullah

Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) Tingkat Kecamatan Ngaglik



www.sdithidayatullah.net || Selasa-Rabu, 17-18 Jumadil Akhir 1441 H (11-12 Febuari 2020 M), bertempat di SD Gentan, sebanyak 18 murid SDIT Hidayatullah yang terdiri dari 10 murid putra dan 8 murid putri mengikuti Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) selama 2 hari. Kompetisi ini merupakan kompetisi tingkat kecamatan yang diikuti  sekitar 1.500 Atlet se-Kecamatan Ngaglik. 
KLIK DI SINI : INFO MURID BARU 2020/2021
Adapun cabang kompetisi yang diikutsertakan adalah Tenis Meja, Sepak Bola, Atletik, Karate, Bulu Tangkis dan Catur. Hari selasa dilangsungkan kompetisi Tenis meja, sedangkan Hari Rabu dilaksanakan kompetisi Bulu Tangkis dan Catur.  



Pada kompetisi tersebut,  murid SDIT telah berjuang sekuat tenaga untuk mengharumkan nama SDIT Hidayatullah,  berkat doa dan dukungan dari Orangtua,  sekolah dan kerja cerdas Ananda,  alhamdulillah ananda mampu memberikan prestasi terbaiknya pada ajang kompetisi tersebut.  


Beberapa Murid yang mampu meraih prestasi terbaiknya antara lain : 
🥇 Juara 1 Tenis Meja Putri : Aisha Sakhina Kirani (5C)
🥇 Juara 1 Catur Putra : Amirul Mukminin (4A)
🥇 Juara 1 Bulutangkis Putri : Zulfa Nadia Aldis (4C)

Barakallah kepada Ananda yang telah meraih Juara, semoga menjadi lebih bersemangat dalam belajar dan mampu meraih prestasi dengan potensi yang ada..  

Reporter : Atin 
Foto         : Bagas