Mengapa Memilih SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net 


SDIT Hidayatullah Yogyakarta
The Real Education

Alamat : Jl. Palagan Tentara Pelajar Km. 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, D. I. Yogyakarta 55581
Telp. (0274)2861541


Profil Sekolah
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Hidayatullah Sleman Yogyakarta didirikan tahun 1998 oleh Yayasan As-Sakinah Yogyakarta. Sekolah ini berafiliasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman dengan Ijin Operasional Nomor: 039/KPTS/108/2001 dan Ijin Pendirian Nomor : 054/KPTS/PEND.SLM/IV/2004. Pada tahun 2016 lulus akreditasi oleh Badan Akreditasi Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai A.

Visi
Menjadi sekolah bertauhid, unggul, dan berkarakter.

Misi 
Menjadikan lembaga pendidikan SDIT Hidayatullah sebagai sekolah yang unggul, mampu menanamkan nilai-nilai ketauhidan dan karakter islami kepada anak didiknya.

Tujuan
Membentuk murid yang :
1. Memiliki iman yang kokoh dan teruji.
2. Memiliki akhlak yang mulia.
3. Menegakkan syariat.
4. Memiliki jiwa kepemimpinan.
5. Memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas.
6. Terlatih, terampil, sehat, dan trengginas.
7. Memiliki kemampuan sebagai pembelajar yang mandiri.

Mengapa Memilih SDIT Hidayatullah?

Tenaga Pendidik
Didukung oleh tenaga pendidik yang berdedikasi, muda, terampil, dan berlatar belakang pendidikan S1 dan S2, memungkinkan SDIT Hidayatullah mampu mewujudkan suasana belajar yang kreatif dan inovatif. 

Pembelajaran Berbasis Tauhid
Melalui program yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid pada kurikulum dan seluruh aktivitas belajar, SDIT Hidayatullah merupakan partner yang tepat bagi orangtua dalam menggali potensi anak secara optimal baik potensi fisik, akal, maupun jiwanya. Dengan pembelajaran seperti ini, diharapkan anak-anak kelak menjadi muslim-muslimah yang saleh dan bertanggungjawab.

Pendekatan Belajar Sesuai Tahap Perkembangan Anak
Memperhatikan kebutuhan anak merupakan sesuatu yang penting bagi sekolah. Hal ini agar anak tidak kehilangan saat-saat yang paling indah dan menyenangkan dalam hidupnya. Dengan pendekatan berbagai metode pembelajaran dan proses pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan anak, diharapkan tumbuh dalam diri anak minat belajar yang tinggi serta anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya. 

Kelas Karakter
Kelas karakter adalah kelas penanaman dasar-dasar perilaku anak yang diselenggarakan pada 3 bulan pertama pembelajaran.

Kelas Tahfizh
Mulai tahun ajaran 2018/2019 SDIT Hidayatullah membuka 2 kelas tahfizh putra dan putri. Target dari lulusan kelas tahfizh ini adalah hafal 10 juz dengan bacaan yang baik dan benar.

Sekolah Tanpa Rangking
Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Mereka bisa menjadi juara di bidangnya masing-masing sehingga sekolah tidak menerapkan casta rangking, namun berupaya menggali dan mengembangkan potensi dari masing-masing peserta didik. 

Kelas dipisah Putra dan Putri
Anak laki-laki dan perempuan memiliki perkembangan fisik dan sosial emosional yang berbeda. Kelas yang homogen (dipisah putra dan putri) memudahkan guru melakukan pendekatan yang sesuai dengan mereka.

Tiada Hari Tanpa Al-Qur’an
Untuk menumbuhkan cinta al-Qur’an pada diri anak, pembelajaran al-Qur’an dilaksanakan setiap hari menggunakan Metode Ummi dengan guru-guru yang telah tersertifikat oleh Ummi Foundation

Lingkungan yang Kondusif
Sekolah berada di alam pedesaan yang nyaman dan jauh dari keramaian. Sekolah juga berada di lingkungan pesantren yang di dalamnya ditegakkan nilai-nilai Islam yang mulia.

Fullday School
Kegiatan pembalajaran di SDIT Hidayatullah mulai hari Senin s.d. Jumat. Dimulai pukul 07.15 s.d. 14.30 wib. Untuk kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pukul 15.30 s.d. 16.45 wib dengan jadwal yang ditentukan pada setiap kelasnya.

Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler di SDIT Hidayatullah dilaksanakan setelah kegiatan belajar mengajar, untuk kelas 3 ke atas; dimulai pukul 15.30 s.d. 16.45 wib. Adapun ekstrakurikuler adalah sebagai berikut :

1. Pramuka Pandu Hidayatullah
2. Al-Quran (Hafalan dan Membaca)
3. Beladiri Karate
4. Berenang
5. Memanah

Syarat Murid Baru
1. Usia minimal 6 tahun
2. Mengisi formulir pendaftaran
3. Menyerahkan fotocopy akta kelahiran 1 lembar
4. Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga 1 lembar
5. Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar 

Pendaftaran
SDIT Hidayatullah menggunakan sistem one day service (sehari selesai) dalam pelayanan penerimaan Peserta Didik Baru. Alur penerimaan peserta didik baru meliputi : Pelayanan Informasi/Konsultasi  Pendaftaran  Observasi Calon Peserta Didik dan Ortu/Wali  Pengumuman  Daftar Ulang. 

Pendaftaran secara online, formulir bisa diunduh di www.sdithidayatullah.net dan formulir yang telah diisi dikirim via email ke sdithidayatullahsleman@hidayatullah.or.id (konfirmasi ke nomor 087738219070).

Waktu Pendaftaran : 
Senin-Jumat, 07.30 s.d. 14.30 wib dan Sabtu 07.30 s.d. 12.00 wib
1. Gelombang I : November 2018 – Januari 2019
2. Gelombang II : Februari – April 2019
3. Gelombang III : Mei – Juni 2019
Pendaftaran ditutup jika kuota telah terpenuhi
Buku Panduan, Formulir, dan Biaya Masuk :

Info Murid Baru :
1. Rifki 0812-3459-9789
2. Romi 0813-6813-8747
3. Thorif 0877-3821-9070, 0857-2955-5454


BMH Adakan Pelatihan "Classroom Management" Di SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | (Ahad, 2/12/2018) Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa, dan tugas guru yang sebagian besar terjadi dalam kelas adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran.

Untuk meningkatkan optimalisasi ini, BMH Yogyakarta bekerjasama dengan Yayasan As Sakinah Hidayatullah Jogja, PT. Riung Mitra Lestari dan UMMI Foundation Surabaya mengadakan pelatihan CLASSROOM MANAGEMENT bagi seluruh guru kelas dan guru Mata Pelajaran SDIT Hidayatullah.  Hadir sebagai pembicara Farda Khoirul Roin, S.Psi. dan Khoirun Nasik, M.Hi.




Manajemen kelas merupakan bagian integral pengajaran efektif yang mencegah masalah perilaku melalui perencanaan, pengelolaan, dan penataan kegiatan belajar yang lebih baik, pemberian materi pengajaran yang lebih baik, dan interaksi guru siswa yang lebih baik, membidik pada pengoptimalan keterlibatan dan kerjasama siswa dalam belajar. Teknik kontrol perilaku atau pendisiplinan pada akhirnya akan tidak terlalu efektif karena teknik tersebut tidak mendorong perkembangan disiplin diri atau tanggung jawab anak sendiri atas tindakannya. Untuk Itu Nilai-nilai dan ketrampilan sosial harus diajarkan dan dicontohkan oleh guru yang bersangkutan.

Secara umum, materi yang disampaikan adalah sebagai berikut;

1. Dinamika Classroom Management

2. Tujuan Kelas

3. Menetapkan Peraturan Kelas

4. Prosedur Utama Kelas

5. Penghargaan

6. Tahapan Menegur

Kegiatan Pelatihan yang digelar selama dua hari pada sabtu dan ahad ini diselenggarakan di gedung SDIT lantai 3.  Kepala SDIT, Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk usaha sekolah dalam meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran.

“Pada saat ini, ilmu yang mendatangi kita. Maka sudah seharusnya kita bisa memaksimalkan keikutsertaan dalam kegiatan ini, menjadi peserta yang antusias dan aktif menggali semua keingintahuan terhadap materi yang diberikan oleh para trainer.” Pesannya.

“Harapannya tetap ada tindak lanjut kegiatan ini guna mengaplikasikan desain materi yang telah didapatkan, sehingga perubahan itu tampak jelas ada hasilnya dari sebelum ada kegiatan ini, dan bisa dirasakan oleh semua stakeholder yang ada di sekolah.” Lanjut pria kelahiran Balikpapan ini.



Rep: Ida Nahdhah
Foto: Ikki' Rifki




40 Guru Hidayatullah Yogyakarta Ikuti Turjuman Al Qur'an



www.sdithidayatullah.net | (Ahad, 2/12/2018) Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM guru Al Qur'an, BMH Yogyakarta menggelar kegiatan Pelatihan Turjuman Al-Qur'an A Metode Ummi. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama beberapa pihak, yakni BMH, Yayasan As-Sakinah Hidayatullah,  PT. Riung Mitra Lestari dengan Ummi Foundation. 

Pelatihan yang diadakan selama tiga hari ini menghadirkan trainer langsung dari Ummi Foundation Surabaya, Ustadz M. Nidauddin, Lc, M.Th.I. dan Ustadz Abdulloh Baihaqi, S.Hum., M. Fil. Adapaun Pesertanya adalah Guru-guru Al Qur'an dari SDIT Hidayatullah Sleman dan TK IT Yaa Bunayya.

Diadakan pada hari Jum'at hingga Ahad, kegiatan ini dibuka oleh Ketua Yayasan As-Sakinah Pesantren Hidayatullah Yogyakarta, Ustadz Abdullah Munir. Dalam sambutannya, Ustadz Abdullah Munir berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir nanti.

Pelatihan dibuka oleh Ketua Yayasan As Sakinah, Ustadz Abdullah Munir

"Semoga ilmu yang didapatkan nanti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur'an di yayasan kita secara khusus dan umat Islam secara umum, dan menjadi amal jariyah panjenengan semua jika itu nanti disampaikan kepada anak didik kita." Pungkasnya di akhir sambutan.

Turjuman Al Qur'an merupakan Program kelanjutan dari program tartil dan tahfidz metode Ummi yang tersebar di seluruh Indonesia, kebutuhan akam memahami secara lafdziyah bacaan shalat dan ayat Al Qur'an baik lisan maupun Tulisan. Menyelami hikmah dan kandungan bacaan shalat dan ayat Al Qur'an serta mengamalkan dan mendakwahkan Al Qur'an sesuai tuntunan Rasulullah.

Animo pecinta Al Qur’an semakin tinggi, hal ini memicu Ummi Foundation untuk terus mengembangkan diri dalam proses pembelajaran Al Qur’an khususnya program pasca Tartil (pembacaan Al Qur’an dengan tidak terburu-buru) dan Tahfidz (menghafal). Kesadaran akan membaca Al Qur’an dengan baik dan benar saja tidak cukup, maka diperlukan program pembelajaran yang dapat tetap menjaga standart pembacaan Al Qur’an dan cara pengamalan Al Qur’an agar ilmu yang kita dapatkan juga dapat dirasakan atau bahkan kembali diamalkan oleh orang lain.

Modul pelatihan Turjuman Al Qur'an yang dibagikan kepada peserta

Adanya program Turjuman Al Qur’an Ummi Foundation ini bertujuan untuk tetap menjaga tartil dan tahfidz yang sudah didapatkan sebelumnya sekaligus memantapkan pembelajaran Al Qur’an sehingga harapannya dapat diamalkan kembali. Merupakan salah satu kontribusi yang diberikan oleh Ummi Foundation untuk terus mencetak generasi yang Qur’ani.

Adapun 5 Misi Turjuman Al-Qur'an : 

1). Menjaga Tartil, 

2). Menguatkan  Hafalan, 

3). Pemahaman Lafzhiyah, 

4). Memahami intisari & Hikmah, 

5). Amaliyah Al Qur'an.

Pose Bersama Trainer Turjuman, Kepala SDIT Hidayatullah, Koordinator Al Qur'an SDIT dan beberapa Guru Al Qur'an

Rep & Foto: Ida Nahdhah

Tes Kendali Mutu 2018 Semester Ganjil SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net| Selasa (21 Rabiul Awwal 1440 H/27 November 2018) adalah hari pertama para murid SDIT Hidayatullah mengikuti Tes Kendali Mutu (TKM).

TKM diadakan hari Selasa karna, kemarin hari Senin bertepatan dengan Hari Guru Nasional.

Alhamdulillah cerah sekali pagi ini. Matahari bersinar dengan begitu hangat menemani motivasi pagi kali ini, setelah kemarin sore Sleman dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup deras.
Ustadz Makruf memimpin murojaah

Seperti biasa sebelum motivasi dipimpin murojaah oleh salah satu guru Al-Qur'an. Kali ini Ustadz Makruf dan Ustadz Rifki selaku yang memberikan motivasi.

Diawali dengan surat Al-Fatihah, Asy-Syams dan diakhiri dengan Al-Ikhlas para murid begitu semangat.

"Saat hari kiamat sudah tidak ada lagi yang saling peduli. Maka mulai hari ini mari memperbanyak amal. " Ustadz Rifki mengawali motivasi.

"Allah sudah memberikan jalan. Salah satu jalnnya adalah dengan belajar. Belajar tidak mengenal usia dan waktu". Lanjutnya.

Diakhir motivasi beliau menyampaikan satu kalimat yang begitu terkenal dan sudah sering kita dengar dari salah satu Imam besar, yakni Imam Syafi'i.

"Jika Kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya Kebodohan."


Semangat shalih/ah. Barakallah fikum. Semoga Allah mudahkan dalam berpikir dan mengerjakan soal-soal TKM.


Lap: @yuliasfita

Bidadari Kecil Itu Bernama Izza, Menjadi Karya Terbaik Lomba Menulis DPP Hidayatullah



www.sdithidayatullah.net | Jumat (17 Rabiul Awwal 1440H/23 Nopember 2018) Bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat Balikpapan Kaltim, kegiatan Silaturahim Para Dai Nasional Hidayatullah digelar.

Acara yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Drs. H. Jusuf Kalla ini, sebelumnya, digelar agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP Hidayatullah yang diikuti oleh segenap ketua DPD Hidayatullah di seluruh Indonesia.

Salah satu agenda menarik di acara Silatnas Hidayatullah Balikpapan Tahun 2018 ini adalah Sarasehan Pendidikan Hidayatullah yang digelar disela-sela kegiatan akbar silatnas.

Banyak problematika pendidikan yang disampaikan saat bincang ringan pendidikan. Mulai dari centralisasi keuangan hingga masalah imunisasi.

Diakhir acara bincang Pendidikan ini ada sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh para praktisi pendidikan di Hidayatullah, yaitu pengumuman peserta lomba menulis dengan tema "Sekolahku Perjuanganku".

Ada 20 orang yang meraih nilai terbaik, ada 90an naskah yang masuk ke panitia. Puluhan juta rupiah disediakan dalam ajang lomba menulis ini.

Peserta terbaik dalam lomba menulis ini jatuh ke tangan Roidatun Nahdhah, salah seorang Guru di SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Mengambil kisah nyata dari salah seorang murid sekolah ini, Bidadari Kecil Itu Bernama Izza, ternyata bisa membuat juri menempatkan karya Ida, panggilan akrab Beliau, menjadi karya terbaik.

"Saya tidak sanggup menyelesaikan baca tulisan ini." Tulis Ustadz Mansur, ketua DPD Hidayatullah Sleman, yang tidak lain adalah ayah dari sesosok bidadari kecil yang dikisahkan dalam tulisan ini.

"Tulisan Sang Juara ini  membuat butir airmataku harus saya usap ketika membacanya." Tulis sesorang dalam sebuah komentar.

"Kok saya nangis ya bacanya Ustadzah,  semoga Ananda mendapat syurga." Tulis Atin, salah seorang Guru SDIT Hidayatullah.


" InsyaAllah karya-karya dari para pemenang akan kami cetak menjadi sebuah buku." Begitu kata Ustadz Amun Rowi, salah satu petinggi pendidikan Hidayatullah.

Lomba menulis ini digelar sebelum acara Silatnas Hidayatullah digelar. Agar para pemenang bisa diumumkan di perhelatan akbar 5 tahunan ini.

Laporan : @emthorif
Foto : Haris

Learn From The Expert: Menjadi Ahli Geologi


www.sdithidayatullah.net| Kamis (15 Rabiul Awwal 1440H/22 Nopember 2018) Bertempat di lantai 3 SDIT Hidayatullah paralel kelas 5 mengadakan kegiatan Learn From The Expert, dengan tema Geologi.

Learn From The Expert kali ini pembicara dari wali murid kelas putra, yakni ayahanda dari mas Raka kelas 5A, bapak Ir. Dedi Said.
Ir. Dedi menyampaikan materi 

Banyak sekali ilmu dan hal baru yang di dapatkan para murid. Salah satunya bagaimana cara membaca batu kemudian menjadi data dan membaca data tersebut.

"Menjadi geoscientist adalah melihat Indonesia lebih dekat," Kata beliau

Para murid terlihat begitu antusias selama penyampaian materi.

Kegiatan Learn From The Expert ini juga menjadi salah satu pengenalan berbagai profesi dan apa yang dilakukan. Bisa jadi ada diantara mereka yang bercita-cita seperti para wali murid yang menyampaikan materi.

Apa pun cita-cita kalian, nak, semoga bisa bermanfaat untuk sesama.

Lap: @yuliasfita

Wapres Buka Acara Silaturrahim Nasional Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | (Kamis, 22/11/2018) Alhamdulillah Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2018 yang digelar setiap 5 tahun di Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat, Balikpapan telah resmi dibuka oleh wakil Presiden RI bapak Dr. Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla.

Kurang lebih 10.000 dai-daiyah tumpah ruah memenuhi lapangan. Kursi-kursi yang telah disiapkan terasa kurang dan kurang terus, sehingga panitia harus berulang kali bolak-balik mengangkut kursi tambahan.
Peserta memenuhi semua tenda-tenda yang telah disiapkan bahkan lumer keluar tenda karena tambahan kursi terus bertambah,
Berbarengan dengan tamu-tamu undangan yang terus berdatangan.
Terasa keberkahan acara ini, dibawah naungan  langit yang sangat bersahabat. Cuaca adem, nampak mendung tapi tak berarti hujan menambah semangat para peserta untuk rela duduk walau diluar tenda. Subhanallah terasa dalam nikmat dan kasih sayang Allah.

Suasana lapangan penuh dengan para peserta
Sambutan yang diantarkan oleh ketua umum DPP Hidayatullah DR. Nasirul Haq, Lc.MA menularkan semangat yg luar biasa. Dengan gamblang dan begitu luwes memaparkan gerakan dakwah dan tarbiyah sebagai mainstream Hidayatullah, hingga ke-pelosok negeri.
Bagai gayung bersambut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Drs. H Muhammad Jusuf Kalla mengatakan, Hidayatullah adalah salah satu pesantren yang  berkembang sangat cepat di Indonesia. Diusia  45 tahun, telah berada di seluruh Indonesia dan mencetak kader2 dai-daiyah yg hebat dan tangguh. Serta melakukan hal2 yg luar biasa bagi kemashlahatan ummat.
MasyaAllah. Haru dan bahagia menghiasi seluruh wajah-wajah yang hadir saat itu. Tak banyak kata yang mampu melukiskan suasana bahagia dan haru yang menyesak didada.
Kursi penuh dengan peserta

Lautan gamis dan jilbab putih yang bergerak perlahan meninggalkan tempat acara bagaikan hempasan gelombang menyapu habis kerinduan yang selama ini terpendam.
Teriring doa semoga Allah menyatukan hati-hati kita dan menjadikannya kekuatan maha dahsyat untuk menghadapi semua problematika ummat dilapangan.
Selamat mengikuti rangkaian acara dalam SILATNAS kali ini, berlapang dada atas segala kekurangan, menghamparkan lautan maaf untuk saudara-saudara seiman kita atas goresan luka yang tak pernah sengaja ia torehkan. Melembutkan hati atas segala kekhilafan yg tercipta. Mari bergandeng tangan untuk suksesnya Silatnas dengan tema "45 tahun Hidayatullah berkhidmat untuk NKRI bermartabat".


Kelas Tahfidz SDIT Hidayatullah Laksanakan Ujian Tasmi'



ww.sdithidayatullah.net | Rabu (14 Rabiul Awwal 1440 H/21 Nopember 2018 M) Kelas Tahfidz SDIT Hidayatullah melaksanakan ujian tasmi' bertempat di kelas masing-masing. 

Sejumlah 2 (dua)  kelas mengikuti ujian ini. 1 (satu) kelas putra dan 1 (satu) kelas Putri. Surat yang diujikan adalah surat An-Nas sampai surat Asy-Syams. 
Proses tasmi' di kelas tahfidz putri
Ujian tasmi' adalah ujian yang dilakukan dengan proses menyimak. Jadi satu siswa membaca kemudian disimak atau didengar oleh siswa yang lain. Siswa yang membaca diminta untuk duduk di depan kelas. 

"Tasmi' ini merupakan salah satu bentuk dari ujian tahfidz, " Kata Ustadzah Evi, salah satu pengampu kelas tahfidz. "Dengan ujian tasmi' dan duduk di depan kelas juga untuk melatih mental mereka, uji mental. Sehingga saat kelas atas nanti ketika diminta maju sendiri berani, tidak takut atau pun malu," Lanjutnya. 
Fokus menyimak teman yang ujian

Saat ditanya apakah ada yang malu, jawab beliau tentu saja ada. "Ada yang malu, tapi tetap mau maju", Tambahnya.
Proses tasmi' di kelas tahfidz putra

Ketika proses tasmi' para siswa yang lain menyimak dan membantu membetulkan ketika ada bacaan yang salah.





Semangat shalih/shalihah. Barakallah fikum. Semoga bisa menjadi mujahid/mujahidah penghafal Al-Qur'an yang senantiasa mencintai Al-Qur'an. Aamiin .


Lap: @yuliasfita


Ujian Kenaikan Sabuk Karate Kala Hitam Dojo SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Selasa (13 Rabiul Awwal 1440 H/20 Nopember 2018 M) Bertempat di Gedung Serbaguna Pogung Lor Sleman Yogyakarta Ujian Kenaikan Sabuk Karate Kala Hitam Dojo SDIT Hidayatullah Yogyakarta dilaksanakan.

Sebanyak 60 murid putra dan putri SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengikuti ujian kenaikan sabuk ini, mulai dari sabuk putih hingga sabuk hijau.

"Ujian kenaikan sabuk Karate Kala Hitam ini dilaksanakan setiap semester," ujar Bapak Untung Purnomo, S.Pd. selaku pelatih Pengembangan Diri Karate Kala Hitam di sekolah ini. 

"Alhamdulillah, semua yang mengikuti proses kenaikan sabuk untuk kali ini langsung memperoleh sabuk yang baru." Kata Pak Untung, selaku pemegang sabuk hitam DAN 4.

Foto Kegiatan Ujian Karate bisa KLIK DI SINI

Report : Untung, Thorif
Foto : Hersona Bangun

BMH Yogyakarta Adakan Pelatihan Manajemen Mutu


www.sdithidayatullah.net | (Sabtu, 17 November 2018 | 9 Rabiul Awal 1440 H) Dalam kehidupan yang penuh kompetisi seperti ini, tuntutan masyarakat terhadap kualitas semakin tinggi, termasuk tuntutan terhadap kualitas sekolah. Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih yakin sekolah mampu menjawab dan mengantisipasi berbagai tantangan masa depan. Dalam konteks inilah beberapa sekolah berupaya menerapkan sistem penjaminan mutu untuk memberikan kualitas layanan pendidikan terbaiknya untuk masyarakat. 

Memahami pentingnya penjaminan mutu tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Yogyakarta melaksanakan Pelatihan Manajemen Mutu bekerjasama dengan UMMI Foundation dan PT. Riung Mitra Lestari, selama dua hari, yakni Sabtu dan Ahad, dari pukul 07.30 sampai 17.00. Sejumlah unsur pimpinan, kepala sekolah dan jajarannya juga para guru dari unit MTs MA Hidayatullah Putra, MTs Hidayatullah Putri Muntilan, MA Hidayatullah Putri Magelang, SDIT Hidayatullah, TK IT  dan KB TK Yaa Bunayya terlibat penuh dalam pelatihan yang dibimbing langsung oleh DR. Ahmad Bahrul Musyafa' Fathoni, M.Pd.I dan Bapak Muhammad Thohir ini. 

Pelatihan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensip tentang pemahaman pengelola sekolah tentang sistem penjaminan mutu, yang meliputi pemahaman pengelola sekolah tentang mutu, sekolah yang bermutu, dan pentingnya sistem penjaminan mutu. Kedua, untuk mengungkapkan proses penetapan standar mutu yang meliputi standar mutu yang diterapkan di masing-masing sekolah, cara pengelola sekolah menetapkan standar mutu dan faktor-faktor yang menjadi dasar penetapan standar mutu. Ketiga, untuk memberikan gambaran strategi sekolah dalam mencapai standar mutu yang telah ditetapkan yang mencakup langkah-langkah sekolah untuk mencapai standar mutu, masalah-masalah yang dihadapi dalam mencapai standar mutu dan cara menyelesaikannya.


"Mutu dalam perspektif pengelola sekolah adalah wujud dari kebaikan sesuatu yang tercermin dalam ketercapaian standar atau indikator mutu melalui proses yang baik, sehingga memenuhi harapan pelanggan dan memberikan nilai manfaat bagi pelanggannya." Pungkas Doktor Musyafa' Fathoni dalam penyampaiannya. Lebih lanjut, putra pertama H. Fathoni Mahfudz ini menjelaskan,

"Berdasarkan konsep tersebut sekolah yang bermutu dalam perspektif pengelola adalah sekolah dengan ciri-ciri: memiliki standar mutu dan mampu mencapainya, memiliki program yang baik dan bermanfaat, pendidikan dijalankan dengan proses yang baik, serta mampu meluluskan siswa yang berkualitas secara intelektual, emosional, dan spiritual." 


Oleh karena itu untuk mewujudkan sekolah yang bermutu perlu adanya sistem penjaminan mutu, sebab dengan adanya sistem penjaminan mutu manajemen sekolah dan proses pendidikan telah dilaksanakan dengan baik, sekolah lebih fokus dan tidak mudah berubah haluan, karena target dan standar mutu telah ditetapkan, dan dukungan orang tua terhadap program-program sekolah semakin kuat.

Laporan & Foto: Ida Nahdhah



Komite TK Yaa Bunayya Adakan Seminar Parenting "Mendidik Anak Menuju Mumayyiz"


www.sdithidayatullah.net | Hari Ahad tanggal 3 Rabiul Awal 1440 H atau bertepatan dengan 11 Nopember 2018 Komite TK Yaa Bunayya mengadakan Seminar Parenting bertemakan "Mendidik Anak Menuju Mumayyiz". Seminar ini menghadirkan Ustadz Mohammad Fauzil Adhim selaku pembicara.

Seminar parenting yang dilaksanakan di Ruang Aula Serbaguna Yayasan AsSakinah ini dihadiri sekitar 200 orang peserta. Tadinya acara ini ditujukan untuk para wali, namun ternyata mendapatkan antusias yang luar biasa, terbukti tidak hanya dari wali TK Yaa Bunayya yang hadir namun dari wali SDIT Hidayatullah, Himpaudi Ngaglik, dan juga peserta umum lainnya. 

Dalam sambutannya Ibu Pijar Pertiwi manyampaikan, Komite TK Yaa Bunayya mengapa memilih tema parenting ini diantaranya karena 3 hal, yaitu: 1. Kebutuhan orangtua usia KB/TK; 2. Urgensi menyikapi banyaknya perubahan yang terjadi akibat perkembangan teknologi; 3. Reminder orangtua untuk selalu senantiasa bersikap sesuai tuntunan.

Pembicara yang merupakan pakar parenting yang telah menulis puluhan buku ini menyatakan sudah seharusnya kita kembali kepada agama kita dalam mendidik anak. Jika kita melihat psikologi barat, ternyata banyak sekali pakar-pakar psikologi Barat yang mempunyai banyak teori terkait pendidikan anak maupun tentang perkawinan malah gagal dalam kehidupan keluarga maupun perkawinannya.

Menurut beliau, dalam mendidik anak kita bisa belajar dari kisah Zaid bin Amr bin Tufhail yang dapat kita ambil teladan nya terkait dengan komitmen untuk bersungguh-sungguh mendidik anak dengan baik.

Mumayyiz adalah masa dimana seseorang memiliki tamyiz yaitu saat ia bisa membedakan baik dan buruk,  benar dan salah serta anak ingin menjadi baik.  Seorang anak sampai pada masa ini pada usia 6tahun selambat-lambatnya 7tahun. Mendidik anak hingga ia memiliki tamyiz bersasaran pada pencapaian mukallaf dimana anak memiliki tanggung jawab penuh dan melewati masa remajanya tanpa banyak mengalami krisis identitas. 

Masa sebelum mumayyiz ini anak belajar mengontrol diri,  amarah dan mengenali keinginan dirinya. Sehingga orangtua harus memahami mana kebutuhan anak dan mana keinginan anak, karena tidak semua apa yang diingini anak harus dipenuhi.  Dimasa ini peran orangtua penting untuk meletakkan fondasi iman,  keyakinan dan kemauan yang kuat sehingga setelah mumayyiz,  anak sangat kuat keinginannya untuk meluangkan waktu mengejar yang diimpikannya. 


Lalu bagaimana mendidik anak menuju mumayyiz yang baik? Kuncinya adalah ittaqillah,  yaitu dg takwa yg membawa anak dan keluarga jauh dari siksa neraka.  Caranya adalah dengan :  

1. Tumbuhkan rasa suka,  rasa bangga terhadap Islam dan ajaran-ajarannya. Sebelum mumayyiz anak belum diperintah untuk beribadah (sholat). Jangan memaksa ingin instan hasilnya karena akan berdampak yang kurang bagus dimasa mendatang. 

2. Beri anak bekal pokok yaitu dengan menghidupkan akal.  Perbanyak mendengarkan,  lalu pancing anak dengan pertanyaan dan beri tanggapan (bukan buru-buru memberi sanggahan apalagi menyalahkan).  Pertanyaan diadakan untuk menajamkan alasan atau pemahaman.  Targetnya bukan penjelasan anak tapi memancing anak untuk berpikir.  Ini dilakukan agak kelak menumbuhkan kesungguhan pada apa yang bermanfaat bukan sekedar menuruti passionnya saja.

Lebih lanjut di sesi akhir seminar ini, beliau mengingatkan ketika mendidik anak, jangan meremehkan istilah. Seperti misal dalam memberi istilah kepada anak yang mulai beranjak dewasa, dunia psikologi barat menyebut remaja , yang identik dengan kenakalan , keterombangambingan jiwa. Padahal Rasulullah memanggil dengan sebutan "Syabab" yang artinya pemuda. Jadi disini akan terasa bedanya. Jika anak-anak atau "diistilahi" "remaja" melakukan kesalahan akan dianggap wajar, akan dimaklumi, permakluman keliru yang dibiarkan terus menerus dan si anak ini kuga akan merasa nyaman dengan kekeliruannya. Padahal seharusnya kita mengarahkan ke dalam kebenaran.
Dasarnya 2:104. Jadi gantilah istilah dari "remaja", (mungkin bisa "abg" dengan istilah kata "syabab", "pemuda", mudah-mudahan akan lebih mudah mengarahkan dan tidak ada permakluman yang keliru.

Banyak wali murid merasa antusias dan  mendapatkan banyak ilmu dari acara seminar parenting ini, seperti yang disampaikan oleh Bu Zulfa selaku wali murid yang mempunyai 3  putera dan Puteri di SDIT Hidayatullah."Alhamdulillah acara ini sangat bagus, kalo bisa sering diadakan, karena jarang ada Parenting yang membahas parenting Islami yang dihubungkan dengan Al Qur'an. Dengan ini kita orangtua menjadi lebih bijak mendidik anak sesuai teladan Rasulullah." Tulis Bu Zulfa yang dihubungi reporter lewat media WhatsApp.

Rep: Ayun Afifah

Terapkan 6K untuk Kenyamanan Belajar di Sekolah

www.sdithidayatullah.net | (Senin, 5 Shafar 1440 H/12 Nopember 2018) Dipagi yang cerah kembali keluarga besar SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta melaksanakan Upacara Bendera hari Senin bertempat di halaman sekolah.

Dalam sesi amanat, pembina upacara kali ini Ustadz Suyatno nenyampaikan tentang 6K. Kita harus melaksanakan 6K ini yaitu di antaranya:

Keamanan
Menjaga keamanan di sekolah di antaranya dengan menjaga barang-barang kita agar nyaman dalam belajar.

Kebersihan
Kebersihan adalah sesuatu yang penting baik jasmani maupun rohani. Hati kita dan lingkungan kita.
Kebersihan jasmani di antaranya: mandi, dan menjaga badan kita harus bersih.

Hati kita juga bersih, di antaranya suka kepada kebaikan, berbuat baik kepada siapapun, seperti kita berbuat baik kepada diri kita sendiri.

Menjaga Kebersihan kelas, tidak hanya yang piket saja, tetapi tanggung jawab kita bersama.

Ketertiban
Ketertiban adalah hal yang penting dalam kehidupan manusia. Terutama dalam belajar kita harus tertib dalam waktu, menyiapkan alat belajar, tertib dalam proses belajar, dan lain-lain.

Keindahan
Keindahan adalah bagian dari iman kita. Tidak hanya terkait dengan lingkungan kita. Tetapi juga dengan pribadi kita. Kita harus membuat tertib dan indah kelas kita.

Keindahan di sekolah sekarang di antaranya kita jaga dengan adanya taman-taman di sekolah kita, agar sekolah tampak indah. Dengan adanya taman dan tanaman ini kita, kita akan mendapatkan banyak oksigen yang kita butuhkan untuk bernafas.

Kekeluargaan
Kekeluargaan sangat penting dalam hubungan lahir dan batin antara murid dan murid, urid dengan guru, guru dengan guru. Semua warga di sekolah seperti halnya satu keluarga. Guru adalah orang tua kedua bagi murid.

Kenyamanan
Setelah ke 6K tersebut dilaksanakan maka akan tercapai kenyamanan. Sebaiknya kita tertib di kelas agar belajar kita menjadi nyaman. Agar guru tidak sia-sia dalam menyampaikan ilmu kepada kita karena perilaku kita yang tidak tertib.

Semoga kita dapat melaksanakan 6K tersebut di sekolah dan kehidupan kita.

Rep & Foto : Ayun Afifah

SDIT Hidayatullah Ikut MTQ Tingkat DIY


www.sdithidayatullah.net | (Sabtu, 3 November 2018) Alhamdulillah, tuntas sudah ikhtiar yang dilakukan oleh anak-anak kami. Murid-murid yang terpilih guna mengikuti lomba MTQ Tingkat Provinsi D.I. Yogyakarta, mewakili diri, sekolah dan pemerintah Kab. Sleman.
Mereka telah mengikuti seleksi mulai dari tingkat internal sekolah Sdit Hidayatullah Yogyakarta kemudian maju ke tingkat kecamatan, tingkat kabupaten.
Pencapain terbaik yang diperoleh adalah mewakili Pemerintah Kab. Sleman, amanah berat yang harus mereka emban dalam menuntaskan ikhtiar ini telah usai dilakukan. Apapun hasilnya, sesungguhnya mereka telah berusaha dengan sebaik-baiknya. Jikalaupun meraih juara, hanyalah bonus dari ikhtiar yang telah dilakukan.
Teruslah untuk mengukir prestasi, dimanapun serta kapanpun, teruslah untuk menebarkan kebaikan melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang kalian baca. Jadilah penyejuk hati bagi mereka yang mendengarkan, serta semoga Allah memberikan rahmat-Nya bagi yang mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an.
Mewakili sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta kami mengucapkan jazaakumullahu khayran katsiraa kepada segenap asatidzah, para orangtua, wali murid, Pemerintah Kabupaten Sleman, serta lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Semoga Allah berikan balasan yang terbaik.

Baarakallaahu fiikum... 








#metodeummi

GALERI FOTO
















Laporan dan Foto: Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I