SDIT Hidayatullah Sleman dan Seluruh Jenjang Sekolah Hidayatullah Jogja Membuka Waiting List Murid Tahun Ajaran 2025/ 2026


📝 TELAH DIBUKA WAITING LIST
SEKOLAH HIDAYATULLAH YOGYAKARTA
PPDB 2025/2026

Dapatkan manfaat PALING BESAR dari semua gelombang pendaftaran di Sekolah Hidayatullah Jogja (TPA/ KB/ TK/ SDIT/ MTs/ MA) dengan bergabung dalam Waiting List:
- Tanpa biaya
- Bisa keluar dari waiting list kapan saja

📲 Gabung Waiting List segera!
http://ibshidayatullah.sch.id/pendaftaraninden

🎁 BONUS WAITING LIST
✅ Bebas biaya pendaftaran (senilai hingga Rp 300.000)
✅ Potongan biaya masuk/ pengembangan (senilai hingga Rp 2.000.000)
✅ Gratis SEKOLAH CALON WALI - Webinar sebulan sekali selama 10 bulan (senilai Rp 1.000.000)
✅ Gratis online course aneka topik bersama asatidz POSDAI (senilai Rp 750.000)
✅ Gratis e-book "Seri Panduan Orang Tua" (senilai Rp 150.000)
✅ Voucher pendaftaran untuk 2 orang di kelas-kelas tahsin Rumah Quran Hidayatullah (senilai Rp 100.000)
✅ Peluang menjadi Member Sakinah Mart - belanja harga reseller (senilai Rp 200.000)
✅ Gratis Seminar Kewirausahaan bersama Sakinah Mart  (Senilai Rp 100.000)
✅ Layanan AMBULANS 24 Jam

📆 GELOMBANG PPDB 2025/ 2026
SEKOLAH HIDAYATULLAH YOGYAKARTA
Waiting List sampai 31 Agustus 2024
Gelombang Khusus 1 September 2024 sd 20 November 2024
Gelombang Awal 8 Desember 2024 sd 20 Februari 2025
Gelombang Reguler 8 Maret 2025 sd 20 Mei 2025

📲 Isikan data ringkas ananda beserta sekolah yang dituju melalui formulir berikut ini:
http://ibshidayatullah.sch.id/pendaftaraninden

Murid Waiting List insyaallah akan mendapatkan informasi lebih awal saat gelombang pendaftaran murid baru resmi dibuka (Gelombang Khusus).

Informasi:
www.hidayatullahjogja.com
0812-1414-1718

📍 PESANTREN HIDAYATULLAH YOGYAKARTA
Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman

TPA/ KB Permata Ummi
TK Yaa Bunayya
SD IT Hidayatullah
MTs Putra
MA Putra
KB/ TK Yaa Bunayya 2 (Sambirejo Selomartani Kalasan Sleman)
MTs Putri (Gerangan Sriwedari Muntilan Magelang
MA Tahfizh Putri (Tegalsari Jambewangi Secang Magelang)

FORSITU Perdana Tahun Ajaran 2024 untuk Semua Orang Tua Wali Murid SD IT Hidayatullah Sleman


Di antara pendukung keberhasilan proses pendidikan ialah orang tua yang berkomitmen, guru yang berdedikasi, dan murid yang bersungguh-sungguh. Hampir seluruh tempat pendidikan memerlukan keterlibatan orang tua atau wali dalam proses pendidikan peserta didiknya. Di SD IT Hidayatullah Sleman, orang tua dan wali murid berkumpul dalam FORSITU.

Forum Silaturahmi Orang Tua merupakan tempat orang tua bertemu, berkomunikasi, beramah tamah, dan berkeluh kesah dengan guru. Komunikasi yang dibangun tidak hanya orang tua ke guru namun juga guru ke orang tua. Ada banyak hal bisa didiskusikan antara orang tua dengan guru terkait perkembangan pendidikan ananda.

Pertemuan Forsitu biasanya diadakan rutin dalam forum besar yang menghadirkan seluruh orang tua dan wali murid dari kelas satu sampai kelas enam setiap awal semester. Selain itu ada jadwal-jadwal pertemuan per kelas yang waktu dan tempatnya dikelola oleh pengurus Forsitu di kelas tersebut. Forsitu besar pertama Tahun Ajaran 2024/ 2025 diselenggarakan oleh SD IT Hidayatullah Sleman pada hari Sabtu 27 Juli 2024 di halaman sekolah yang dilanjutkan dengan pertemuan Forsitu di masing-masing kelas.

Wali murid kelas satu sampai kelas lima, termasuk kelas Amanah memadati halaman SD IT Hidayatullah Sleman. Halaman sekolah dipilih sebagai tempat pertemuan karena aula dan masjid yang biasanya digunakan dirasa tidak mampu menampung antusias orang tua yang ingin hadir dalam pertemuan Forsitu. Pada kesempatan itu wali murid kelas enam tidak turut hadir karena akan dipertemukan dalam forum tersendiri. Banyak hal khusus untuk kelas enam yang perlu didiskusikan dalam forum yang lebih intens.

Hadir sebagai narasumber, ustadz Abdullah Munir ketua DPW Hidayatullah DIY dan Jawa Tengah bagian selatan yang menyampaikan taushiyah mengenai kiat-kiat menuntut ilmu. Setelah Kepala Sekolah SD IT Hidayatullah Sleman ustadz Muhammad Haris menyampaikan pesan-pesan dan informasi dari sekolah, Ketua Komite Sekolah juga berkesempatan untuk memberikan penyelarasan peran antara Sekolah, Forsitu, dan Komite Sekolah.

"Forsitu setiap kelas memiliki perwakilan di kepengurusan Komite Sekolah. Jangan sungkan menyampaikan masalah atau unek-unek apapun kepada mereka. Bapak Ibu yang menjadi perwakilan Komite Sekolah dari Forsitu juga harus memperhatikan semua orang tua yang ada di kelasnya. Jangan sampai ada yang mengalami kesulitan-kesulitan tapi kita tidak tahu. Semua itu agar bisa kita carikan solusinya bersama-sama." kurang lebih begitu tutur bapak Hersona Bangun.

Gotong royong kerjasama antara orang tua, Sekolah, dan Komite Sekolah yang terjalin semoga bisa terus berjalan dengan baik untuk mewujudkan generasi bertauhid, unggul dan berkarakter melalui SD IT Hidayatullah Sleman.

Reporter: Afn/ Akh
Foto: Afn


"Munaqosyah Metode Ummi di SDIT Hidayatullah: Membangun Generasi Qurani yang Berkarakter"

 



SD IT Hidayatullah, sebagai lembaga pendidikan Islam di Yogyakarta, telah sukses menggelar program Munaqosyah Tahfidz dan Tahsin Al-Quran dengan menggunakan Metode Ummi di tahun-tahun sebelumnya. Inisiatif ini bukan hanya tentang menghafal dan membaca Al-Quran, tetapi juga membentuk karakter siswa agar menjadi generasi Qurani yang berakhlak mulia.


Pendekatan Munaqosyah memberikan dasar yang kokoh untuk pembelajaran Tahfidz dan Tahsin Al-Quran di SD IT Hidayatullah. Munaqosyah, yang bermakna "bersaing dalam kebaikan," membimbing siswa untuk saling mendorong dalam mencapai keunggulan, tidak hanya dalam memahami Al-Quran tetapi juga dalam berperilaku sehari-hari.


Metode Ummi, dengan menekankan peran ibu dalam pendidikan anak, memberikan sentuhan khusus pada pembelajaran Tahfidz dan Tahsin. Guru-guru, yang sebagian besar adalah ibu-ibu yang terampil dan berkomitmen, tidak hanya mengajar teknik hafalan dan tajwid tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat dengan siswa.


Pentingnya Munaqosyah Tahfidz dan Tahsin Al-Quran terlihat dalam hasilnya. Siswa-siswa di SD IT Hidayatullah tidak hanya mencapai prestasi tinggi dalam menghafal dan membaca Al-Quran dengan baik, tetapi juga menunjukkan perubahan positif dalam perilaku mereka sehari-hari. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama ditanamkan melalui pendekatan ini.


Program ini juga melibatkan orang tua secara aktif. Mereka tidak hanya mendukung proses belajar anak-anak mereka di sekolah, tetapi juga turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung pembelajaran Al-Quran di rumah. Ini menciptakan sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga, memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan spiritual dan karakter anak.


Tidak hanya berfokus pada kemahiran teknis, Munaqosyah Tahfidz dan Tahsin Al-Quran di SD IT Hidayatullah membentuk siswa sebagai individu yang memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran-ajaran Islam. Mereka diajarkan untuk memahami makna ayat, menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan.


Sebagai hasil dari inovasi ini, SD IT Hidayatullah bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi menjadi tempat di mana generasi Qurani berkarakter lahir dan berkembang. Program Munaqosyah Tahfidz dan Tahsin Al-Quran dengan Metode Ummi di sekolah ini telah menjadi model yang menginspirasi, memberikan dorongan positif dalam upaya membangun masa depan yang penuh berkah dan beradab.


Dengan kesuksesan yang telah diraih dalam pelaksanaan program Munaqosyah Tahfidz dan Tahsin Al-Quran menggunakan Metode Ummi di SD IT Hidayatullah, mari bersama-sama mempersiapkan diri untuk menyongsong Munaqosyah 2024. Tantangan dan pencapaian yang telah kita raih menjadi landasan kuat bagi langkah-langkah lebih lanjut dalam mendidik generasi Qurani yang berkarakter. Saya mengajak seluruh komunitas sekolah, mulai dari para guru, orang tua, hingga siswa, untuk tetap semangat dan berkomitmen dalam mengembangkan potensi anak-anak kita. Mari kita jaga kebersamaan dan kepedulian dalam menyiapkan mereka sebagai pewaris Al-Quran yang membumikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bersama-sama, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berkualitas dan mendorong pertumbuhan spiritual serta akhlak mulia pada generasi yang akan datang. Menuju Munaqosyah tahun 2024, mari kita sambut dengan semangat yang lebih besar dan tekad yang kuat untuk mencapai tingkat keunggulan yang lebih tinggi dalam pembelajaran Al-Quran dan tahsin. 

Oleh : Siti Nuraini, Guru Al Quran SD IT Hidayatullah 

LOWONGAN GURU AL QUR'AN, BAHASA ARAB & PJOK SD IT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA

 

✍🏻 *LOWONGAN GURU AL QUR'AN, BAHASA ARAB & PJOK SD IT HIDAYATULLAH YOGYAKARTA* 


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillaahirrahmaanirrahiim,


Dibutuhkan segera:

↙️ Guru Al Qur’an, Bahasa Arab & PJOK


Persyaratan sebagai berikut:


↘ Muslim/muslimah

↘ Bisa membaca Al Qur'an dengan baik

↘ Senang dengan dunia anak-anak

↘ Guru Al Qur'an diutamakan mempunyai Sertifikat Metode Ummi (bagi yang sudah memiliki)

↘ Guru Al Qur'an diutamakan memiliki hafalan Al Qur'an (minimal 3 Juz) 

↘️Guru Bahasa Arab dan PJOK diutamakan memiliki pengalaman mengajar


📩 Lamaran dapat disampaikan melalui link di bawah ini :

>> https:https://bit.ly/LamaranGuruQuran-BahasaArab-PJOK


📍 Batas akhir lamaran sampai 14 Januari 2024

Bagi yang lolos seleksi administrasi akan dihubungi lebih lanjut untuk mengikuti tes seleksi.


📝 Catatan:

Jam kerja di SD IT Hidayatullah:

🗓 Senin s.d. Jumat: Pukul 06.45 (maksimal 07.00) s.d. 14.45 wib

🗓 Sabtu: Pukul 07.15 s.d. 12.00 wib


🏣 Alamat Sekolah:

SD IT Hidayatullah Yogyakarta

Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 , Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY, 55581.


🗾 Google Map:

http://bit.ly/googlemapsdithidayatullah


Info Lebih Lanjut Hubungi: 

📞 Nurhayati

HP 089501050258

Wa.me/6289501050258


www.sdithidayatullah.net

Akhlak Islami dan Unggah-Ungguh Kejawaan: Sebuah Korelasi Kuat dalam Pembentukan Akhlak Murid yang Baik di Indonesia

 


Oleh: Dewi Oktaviarini

Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya dan agama. Dalam konteks keberagaman ini, dua tradisi yang menonjol adalah akhlak islami dari Agama Islam dan unggah-ungguh Kejawaan yang berakar dalam Budaya Jawa, termasuk di Yogyakarta. Meskipun berbeda dalam asal usul dan sumbernya, keduanya memiliki korelasi yang kuat dalam hal nilai-nilai moral yang baik dan etika perilaku yang dijunjung tinggi.


Ditinjau dari pengertiannya, akhlak islami adalah seperangkat nilai dan prinsip moral yang diajarkan dalam agama Islam yang mencakup konsep-konsep seperti kebaikan, kejujuran, kerendahan hati, kasih sayang, dan keadilan. Sementara itu, unggah-ungguh Kejawaan adalah sistem nilai dan etika tradisional yang berasal dari budaya Jawa. Unggah-ungguh Kejawaan menekankan nilai-nilai seperti kesopanan, rasa hormat kepada sesama, kerendahan hati, dan kebijaksanaan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Tanpa kita sadari, banyak nilai-nilai Kejawaan yang disesuaikan dengan ajaran Islam, begitu pula sebaliknya sehingga terciptanya sinergi antara dua tradisi ini dalam membentuk akhlak yang baik. 


Contoh konsep dari unggah-ungguh Kejawaan yang mencerminkan nilai-nilai akhlak islami yang baik adalah dadio jalma kang utama sarta ngajeni. Frasa ini dalam bahasa Jawa memiliki arti bahwa seseorang seharusnya menjadi individu yang unggul dalam kebaikan dan selalu memberikan pelajaran atau memberi teladan kepada orang lain. Selain itu, konsep ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan pentingnya berbuat baik kepada sesama dan menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari.


Contoh lainnya adalah "nderek langkung" dan "ngapurancang". Dengan menjalankan "nderek langkung" seseorang akan cenderung menghindari perilaku sombong atau egois, sementara "ngapurancang” mengajarkan murid untuk rendah hati dan tidak sombong, serta mampu menghargai orang lain dan lingkungan sekitar. Dalam budaya Jawa, ngapurancang merupakan nilai yang sangat penting dan menjadi bagian dari unggah-ungguh kejawen. 


Konsep seperti "dadio jalma kang utama", "nderek langkung" dan "ngapurancang" memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa agar menjadi individu yang unggul dalam kebaikan, rendah hati, berpikir bijaksana sebelum bertindak, dan memberikan teladan kepada orang lain.


Korelasi antara konsep-konsep ini dalam budaya Jawa, nilai-nilai akhlak Islam, dan ajaran Islam menciptakan keselarasan yang kuat dalam upaya pembentukan karakter murid. Dengan memadukan ajaran-ajaran ini, sekolah dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang berakhlak dan beradab yang tidak hanya membentuk karakter yang baik sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga sesuai dengan ajaran agama Islam. Hal ini membantu murid untuk menjadi individu yang baik, berakhlak luhur, dan berkontribusi positif dalam masyarakat sekaligus menggabungkan nilai-nilai moral yang kuat yang diajarkan dalam Islam.


Dewi Oktaviarini adalah Guru SD IT Hidayatullah Yogyakarta 

Bersih Itu Sehat


www.sdithidayatullah.net | Sebuah Cerita Pendek (cerpen) karya Abdullah Muslim, Murid SD IT Hidayatullah Yogyakarta. Karya fiksi ini meraih juara tiga dalam lomba menulis yang diadakan di sekolah tahun 2023.
 
            

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman. Kenalkan namaku Abdullah, murid kelas 5 SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Sekarang sedang musim hujan. Saat pulang aku selalu kehujanan, jadi aku selalu basah kuyup sampai di rumah. Namun, kadang aku malas untuk cuci kaki karena kuanggap sudah tercuci oleh air hujan. Ayah ibuku selalu mengingatkanku untuk selalu cuci tangan dan kaki setelah pergi. Tetapi kadang aku malas melaksanakannya.

            Suatu hari kakiku sakit karena air hujan karena air hujan yang kotor terkena di kakiku. Saat itu tidak terlalu sakit karena lukanya tidak terlalu parah dan masih bisa diobati dengan salep. Tetapi beberapa hari kemudian, luka dikakiku tambah parah karena tambah lebar dan bernanah. Parahnya lagi kakiku yang luka dan bernanah terjadi pada kaki kanan dan kiriku.

            Karena luka dikakiku tambah lebar akhirnya luka di kakiku dirawat oleh ayahku. Ayahku memberi salep dan obat untuk merawat luka. Ternyata semakin hari lukaku malah semakin melebar dan tambah bernanah. Akhirnya ayahku membersihkan luka di kakiku dengan alat yang biasa ayahku gunakan untuk merawat pasien. Rasanya sakit sekali saat luka dikakiku dibersihkan, alat yang digunakan rasanya seperti tajam sehingga terasa sakit sekali, “Aduh… aduh... duh…!” teriakku saat ayahku membersihkan nanah di kakiku.

Ayahku berkata ”Nah... Inilah kalau tidak menurut ayah sama ibu bilang. Kan Abdullah sudah dibilangin kalau habis bepergian harus cuci tangan dan cuci kaki. Apalagi habis kehujanan ...

            Ternyata tidak enak sekali kalau dua kaki sakit semua, harus diperban lagi. Pakai sandal sakit, apalagi pakai sepatu jadi tambah sakit. Akhirnya aku harus izin tidak masuk sekolah juga karena kakiku sakit. Ayahku bilang kalau tidak sembuh-sembuh harus periksa ke dokter. Aku takut kalau harus ke dokter, takut kalau harus disuntik.

            Waktu masuk sekolah teman-temanku banyak yang tanya, “Ab kenapa kakimu?”. Aku jawab saja kakiku sakit. Malu rasanya kaki kanan dan kiri harus diperban.

            Akhirnya setelah beberapa hari kakiku mulai sembuh. Sakitnya berkurang dan tidak bernanah lagi. Untung ayahku merawat tiap hari dengan dibersihkan dan diberi salep. Terima kasih ayah. Rasanya senang sekali ketika kakiku sudah tidak diperban lagi. Aku berjanji akan selalu menjaga kebersihan dan menurut apa yang ayah ibuku bilang.

            Seperti hadis riwayat Muslim: kebersihan itu sebagian dari iman. Kita harus senantiasa menjaga kebersihan agar tidak sakit seperti aku. Demikian teman-teman cerita tentang pengalamanku karena tidak menurut apa yang ayah ibuku bilang untuk selalu cuci kaki setelah bepergian dan kehujanan. Semoga kalian semua senantiasa menjaga kebersihan agar terhindar dari sakit. Salam sehat!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh