MEMILIH SEKOLAH BERBASIS TAUHID

Tahun ajaran baru segera tiba. Sudahkah ananda didaftarkan di sekolah terbaik? Ya, ukuran terbaik akhirnya pasti kembali pada terbaik menurut Allah. Biasanya kita akan merasa mantap bahwa yang kita pilih memang pilihan terbaik setelah kita melakukan shalat dan doa istikharah.

Boleh jadi setelah membanding-bandingkan kita lalu menemukan sekolah yang menurut kita terbaik, namun belum tentu itu yang terbaik menurut Allah. Lalu bagaimana? Lakukan dua langkah sederhana ini: musyawarah dan istikharah.

Musyawarah berarti menggunakan segala daya upaya manusiawi kita untuk menemukan pilihan terbaik. Termasuk di dalamnya mencari informasi, mengolah, menguji, membandingkan, menyimulasikan, mendiskusikan dengan orang yang bisa diajak berdiskusi, dan sebagainya. Dalam hal ini mungkin kita perlu "kriteria baik" menurut ukuran kita sendiri.

Istikharah artinya menyerahkan segala pilihan pada Allah. Kita minta dipilihkan yang terbaik untuk kita, untuk ananda, untuk agamanya, penghidupannya, akibat dari kesudahannya, untuk masa depan dunia dan akhiratnya, dan seterusnya. Tak lupa kita juga minta pada Allah agar dijauhkan dari yang sebaliknya.

Sekalipun kita sudah mantap dengan satu pilihan, tetaplah melakukan istikharah agar pilihan itu tidak disandarkan pada akal apalagi hawa nafsu kita namun sepenuhnya disandarkan pada Allah.

"Duh Allah, dalem sampun matur. Dalam nyuwun tekdir ingkang sae, gampil, lan mberkahi. Menawi mboten sae miterat ilmu paduka, dalem nyuwun dipun tebihaken saking tekdir menika lajeng paduka paring gantos ingkang langkung sae lan mugi-mugi dalem pikantuk ridha."

Bismillah. Izinkan kami menjadi salah satu pilihan baik itu. Yayasan As Sakinah Yogyakarta yang beralamat di Jalan Palagan Tentara Pelajar km 14,5 Balong Donoharjo Ngaglik Sleman menghadirkan pendidikan integral berbasis tauhid melalui sekolah-sekolah berikut ini:

1️⃣ TPA/ KB/ TK Yaa Bunayya 1 & 2
https://www.tkyaabunayya.com/

2️⃣ SD IT Hidayatullah Sleman
https://www.sdithidayatullah.net/

3️⃣ Pesantren (MTs/ MA) Hidayatullah Yogyakarta
https://ibshidayatullah.sch.id/

Apa itu pendidikan integral berbasis tauhid? Secara ringkas, yang dimaksud integral ialah menyeimbangkan aspek rohani, akal, dan jasmani yang dipandang sebagai suatu kesatuan utuh dalam proses pendidikan dan berkehidupan.

Sedangkan berbasis tauhid maksudnya menjadikan Allah subhanahu wata’ala sebagai satu-satunya sumber ilmu, sumber segala sumber. Dia-lah yang memberi ilmu, menetapkan metode berilmu serta memfokuskan arah tujuan pemanfaatan ilmu itu. Asas tauhid merupakan landasan, jiwa, dan sekaligus orientasi pendidikan di sekolah-sekolah Hidayatullah.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Sekolah Hidayatullah di bawah Yayasan As Sakinah Yogyakarta Bapak/ Ibu/ Ananda bisa menghubungi WhatsApp 081214141718 atau silakan mengunjungi website masing-masing sekolah yang tertera di atas.

Semoga ananda dan anak keturunannya terus dipertemukan dengan guru-guru yang mampu membukakan pintu untuk memahami ilmu Allah, hingga bisa mengamalkannya, mengajarkannya, memanfaatkannya, mengembangkannya dan menyebarluaskannya. Insyaallah.

Prof. El-Awaisi: Ikat Hafalanmu Dengan Murojaah!


Pada Sabtu, 12 Maret 2022 SDIT Hidayatullah berkesempatan melakukan wawancara singkat kepada Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi, seorang penulis dan peneliti muslim dari Palestina yang turut menyaksikan beberapa saat pelaksanaan pra munaqosyah. Tanya jawab menggunakan bahasa Arab, adapun terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:

1. Bagaimana pandangan Profesor terhadap proses pembelajaran al-Qur'an (pra munaqosyah) yang sedang berlangsung ini?

️ Pertama, kegiatan terlaksana dengan sangat tertib, para pengajar pun sangat istimewa, menguasai hal tersebut (memiliki kompetensi). Kedua, saya belum pernah melihat di tempat lain seperti kegiatan ini; ada upaya integrasi yang baik di antara para pengajar di mana masing-masing menguji materi yang berbeda. Ini bagus untuk murid dan juga bagus untuk guru.

2. Menurut profesor, bagaimana kualitas bacaan al-Qur'an murid?

️ Ma syaa Allah, tadi saya telah ikut menyimak halafan mereka, ketika dia (murid perempuan-red) membaca surat An Naba', dia hanya salah satu kali pada kelancaran/tartil, akan tetapi mengenai kualitas hafalannya dan makharijul huruf, seolah olah dia adalah orang Arab (karena kefasihan dalam membaca al Qur'an).

3. Mohon berikan nasihat untuk murid-murid kami, Profesor..

️ Nasihat untuk anak-anakku: Hafalkanlah al-Qur'an dan selalulah mengulang-ulangnya (murojaah), karena sesungguhnya hafalan al-Quran itu lebih cepat hilang daripada lepasnya unta dari ikatannya. Maka Hafalkanlah dan terus diulang-ulang sebab jika kalian tidak mengulangnya maka niscaya akan hilang surat-surat dan ayat-ayat yang sudah kalian hafalkan.

4. Terakhir, adakah saran dan harapan Profesor untuk murid-murid kami ke depannya?

️ Saya harap mereka terus bersemangat dalam menghafalkan kitabullah (al Qur'an), senantiasa memperbaiki tadwidnya dan memahami maknanya, namun tak cukup sampai situ saja, juga mentadaburi maknanya. Karena menghafal itu penting akan tetapi yang lebih penting di atas itu adalah memahami dan mentadabburi isi al-Qur'an al-Kariim. Baarakallahu fiikum.

Terima kasih sebesarnya kami haturkan atas kunjungan dan motivasinya, semoga Allah selalu menjaga engkau di mana pun berada, wahai Profesor. Jazaakumullaahu khairan wa baarakallahu fiik, Allaahumma aamiin.

Rep: Ida Nahdhah

Pertimbangan Memilih Sekolah Dasar

SDIT Hidayatullah, salah satu sekolah islam terbaik di Sleman


Anda sedang bingung memilihkan sekolah Islam terbaik di Sleman untuk anak-anak Anda? Manakah sekolah dasar islam paling direkomendasikan di Sleman? Banyak sekali sekolah islam berdiri, apa yang perlu kita pertimbangkan saat memilihkan sekolah untuk anak-anak kita? Sekolah dasar yang cocok untuk kita pilih sebenarnya yang seperti apa?


Sekolah dasar menjadi anak tangga pertama anak-anak menempuh pendidikan formal. Sekalipun semakin marak homeschooling dan sudah lebih dari satu tahun sekolahan tidak bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, tetap penting bagi orang tua memilih sekolah sebagai partner mendidik anak. Bagaimanapun juga sekolah telah berpengalaman mendidik sekian banyak generasi dibandingkan kita sebagai orang tua.


Sekolah seperti apa yang sebaiknya kita pilih? Enam tahun belajar di bangku sekolah dasar bukanlah waktu yang singkat. Banyak hal bisa didapat oleh anak-anak kita tapi juga ada banyak hal bisa terlewat selama waktu pendidikan itu.


Berikut ini beberapa pertimbangan yang penting untuk menentukan sekolah ananda.


1. Visi dan misi sekolah

Visi dan misi sekolah sangat penting menjadi pertimbangan. Sekolah yang memiliki visi selaras dengan visi orang tua akan lebih cocok dipilih dibandingkan sekolah dengan visi yang berbeda. Bagaimana mungkin kita menginginkan anak kita berjalan ke utara jika kita menyekolahkan mereka di sekolah yang mengajak berjalan ke arah selatan.


2. Komitmen dan dedikasi guru

Sebuah ungkapan menyatakan bahwa keberadaan guru lebih penting daripada metode pengajaran. Yang jauh lebih penting dari sekedar keberadaan guru adalah ruh dan jiwa guru itu sendiri. Sebaik apapun visi, misi, kurikulum, kegiatan, target lulusan, dan apapun yang tertulis di dalam dokumen akreditasi sekolah, semua itu tidak bermakna sama sekali tanpa guru-guru yang berdedikasi. Dari mana kita mengetahui kadar dedikasi mereka? Saat berkunjung ke sekolah coba berbincang ringan dengan pegawai-pegawai non akademik seperti tata usaha, satpam, pekarya, dan sebagainya. Jika kita bisa merasakan semangat dan antusias mereka meladeni pertanyaan-pertanyaan kita, barangkali sekolah itu cocok bagi anak kita.


3. Lama berdirinya sekolah

Bukan berarti mengesampingkan kualitas sekolah-sekolah yang baru berdiri, bisa bertahannya sekolah dalam jangka waktu lama bisa menunjukkan kualitas sekolah tersebut. Sebagus apapun konsep yang diusung sekolah-sekolah baru, sekolah-sekolah lama masih menang pengalaman. Sebuah hipotesis menyebutkan bahwa sekolah yang baru berdiri akan mengalami penurunan kinerja setelah sepuluh tahun. Jika sebuah sekolah mampu melewati masa itu, pertimbangkan sekolah itu untuk dipilih.


4. Profil alumni

Semakin banyak alumni yang lulus maka semakin bisa dibaca kualitas sebuah sekolahan. Sekolah tidak perlu memasang foto alumni berprestasi untuk menunjukkan kualitas proses pendidikan mereka. Masyarakat bisa menilai sekolah dari para alumni yang beredar di masyarakat, sekalipun tidak semua alumni berprestasi, dari mereka akan terbaca pola sekolah dalam mendidik anak.


5. Biaya pendidikan

"Jer basuki mawa beya"

Sesuatu yang berharga itu ada harganya. Jika kita memilih sekolah hanya berdasarkan murahnya, jangan banyak berharap selain mendapatkan kemurahannya. Para ulama bahkan menjual atap rumah, baju, dan apapun demi membeli kertas untuk menulis, demi mendatangi guru, demi menginap di rumah guru, demi ilmu. Guru sejati tak pernah meminta upeti, murid sejati tak pernah tak berbakti. Sekalipun begitu, jangan juga hanya memilih sekolah karena mahalnya. Mahal murah suatu sekolah tidak serta merta menunjukkan kualitas, bisa jadi hal tersebut hanya menunjukkan segmen pasar yang ditargetkan oleh sekolah.


6. Jarak lokasi sekolahan dengan rumah

Sekalipun jarak tak lagi jadi kendala di zaman sekarang, tentu kita tak ingin mengalami kesulitan dalam mengantarkan anak-anak kita bertemu guru mereka. Pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu. Jika hanya itu, mesin telusur di internet mungkin jauh lebih berilmu. Apabila kita tetap ingin menyekolahkan anak kita di tempat yang jauh, pertimbangkanlah sekolah berasrama agar ilmu mereka tidak tercecer di jalan.


7. Kabar miring

Sebagaimana kita perlu mencari ulasan pembeli saat belanja di toko online, cobalah mengecek kabar-kabar miring yang beredar tentang sekolah yang sedang kita amati. Selain sebagai bentuk kewaspadaan, mengonfirmasi kabar tersebut kepada pihak sekolah akan lebih menenangkan kita. Semoga bukan mencari aib yang sedang kita lakukan karena kita akan bekerjasama dengan pihak lain terkait masa depan anak kita. Sudah menjadi kewajaran ketika kita perlu memastikan semuanya clear.


Semoga tulisan mengenai beberapa pertimbangan memilih sekolah dasar ini bermanfaat. Perlu diingat, sebaik apapun kualitas sekolah yang kita pilihkan untuk anak-anak kita, tak akan banyak berguna jika anak-anak tidak mendapat sentuhan langsung dari orang tua dalam proses pendidikan mereka.

KARENA KITA IBU YANG HEBAT..!


www.sdithidayatullah.netSuatu hal yang paling penting dalam proses pembangunan umat manusia adalah pendidikan, oleh karenanya dunia pendidikan tidak akan pernah kering dari permasalahan-permasalahan seputar pendidikan. Salah satu permasalahan itu adalah mendidik anak, dimana anak merupakan generasi penerus pertumbuhan dan perkembangan umat manusia, sehingga tujuan manusia menjadi seorang khalifah di bumi tercapai.

Lingkungan keluarga sebagai tempat anak belajar berbicara dan berbuat baik pada orang lain, tempat anak belajar bersabar dan saling menghargari, mengharuskan orang tua untuk menciptakan iklim pendidikan yang kondusif bagi perkembangan kognitif, afektif, maupun psikomotor anak-anaknya. Orang tua sebagai pendidik utama dan pertama dituntut membina dan mengembangkan aspek akhlak, aspek akal, aspek sosial, aspek jasmani maupun aspek psikis anak dengan tujuan tercapainya kesempurnaan selaku hamba Allah dan segenap dimensinya, baik vertikal pada Rabbnya maupun horizontal yaitu sebagai makhluk sosial yang senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya, yang kesemuanya teraktualisasikan dengan landasan al-Qur'an dan as-Sunnah.



BAGAIMANA SEORANG IBU MEMENEJ KELUARGA?

Irawati Istadi, seorang penulis aktif yang telah menghasilkan sekitar 17 buku yang berkaitan dengan dunia parenting, seperti Dwilogi Mendidik Anak dengan Cinta, Bunda Manager Keluarga, Istimewakan Setiap Anak, Ayo Marah, dan masih banyak lagi,- dalam sebuah kesempatan menegaskan pentingnya manajemen keluarga baik bagi seorang ibu yang bekerja di luar rumah maupun yang tidak bekerja di luar rumah. Ia pun berbagi pengalamannya bagaimana menyusun kerangka manajemen keluarga yang baik.

“Materi manajemen keluarga ini mulai saya pelajari saat saya punya anak ke-3. Semula prakteknya memang sulit, banyak mindset berpikir yang harus diluruskan dan banyak pembiasaan yang harus diubah. Namun alhamdulillah, manfaatnya sangat terasa membantu pengelolaan keluarga lebih rapi dn profesional, hingga memiliki 6 anak, alhamdulillah saya bisa jadi lebih produktif daripada sebelum-sebelumnya.”

Lebih lanjut Irawati menambahkan, “Saya belajar lebih profesional mengatur keluarga dengan menetapkan tujuan, target, dan rencana-rencana jangka panjang, menengah dan pendek. Untuk lebih mudah merapikan manajemennya, saya bagi seluruh urusan rumah tangga bunda yang biasanya overload ke dalam 8 departemen. Hal ini agar lebih mudah kita merencanakan kegiatannya, tahapan-tahapannya, anggaran, juga kontrol dan evaluasinya.”

Adapun 8 departemen yang harus diduduki oleh seorang ibu sekaligus istri adalah sebagai berikut:

1.  Dept. Personalia
Adalah tugas kita untuk memahami, mengenal dan akhirnya meletakkan masing-masing personal anggota keluarga di posisi masing-masing sesuai karakternya. Mengenal dan memahami serta menyesuaikn diri dengan sifat-sifat dan karakter suami saja, kadang butuh waktu bertahun-tahun. Apalagi mengenal masing-masing anak sesuai pertumbuhn usianya, belum lagi kakek nenek yang tinggal bersama, plus tante, paman atau ART kalau ada.

Jika kita menguasai personalia dengan baik, keluarga terhindar dari konflik dan jadi lebih kompak.

2.  Dept. Pendidikan.
Inilah tugas bunda untuk mengenal talenta anak sedini mungkin, lalu membuat road map ke depan berikut tahapan-tahapannya sesuai minat anak tersebut, sehingga kesuksesannya kelak sudah bisa dirancang sedini mungkin.

3.  Dept. Spiritual
Yaitu tugas bunda untuk menciptakan rumah sebagai basis pendidikan SQ terbaik bagi anak, melalui keteladanan, pembiasaan ibadah dan akhlaqul karimah, dan penanaman nilai-nilai aqidah dalam hidup keseharian.

4.  Dept Keuangan

Adalah keterampilan bunda mengelola keuangan dengan qanaah sehingga bisa mencukupkan kebutuhan dengan apa yang diterima dari suami. Selain itu, jika dibutuhkan pun memiliki keterampilan entrepreneurship yang bisa membantu ekonomi keluarga.

5.  Dept. SDM
Yaitu tugas bunda untuk mengembangkan potensi masing-masing anggota keluarga sebagai aktualisasi diri, khususnya SDM bunda sendiri yang sering terkalahkan oleh kewajibn-kewajiban yang overload. Menyediakn me time setiap hari adalah solusi bagus untuk masalah ini.

6.  Dept. Property
Adalah pengaturan sarana dan prasarana dalam rumah pun perlu dibuatkan rencana manajemen perawatan, perbaikan juga pembelian, supaya rapi. Kalau tidak, kadang perkara engsel pintu rusak saja sampai berbulan-bulan tak kunjung beres gara-gara kelupaan.

7.  Dept. Urusan Domestik
Urusan masak, beberes, cuci gosok masuk di sini. Ini tugas berat yang monoton dan menghabiskn banyak waktu bunda. Agar tidak stress menjalaninya, bunda perlu kreatifitas dan butuh ilmu untuk mengefektifkan pekerjaan sehingga pekerjaan ini bisa hemat waktu dan tenaga, supaya bisa disimpan tenaga bunda untuk dept. lain yg lebih penting.

8.  Dept. Humas
Yaitu peran dan keaktifan yang bunda mainkan di luar rumah, akan memberi dampak positif pada anak, namun tetap ada batasan-batasan syar'i yang harus dipatuhi, sehingga tugas humas ini tidak mengganggu tugas utama yang lain.

NO GADGET FOR KIDS!
Salah satu point yang disampaikan Irawati dalam kajiannya, adalah tentang bahaya gadget terhadap anak. Ia menilai sebaiknya anak tidak diberi fasilitas gadget dan akses internet. Buatlah proyek di rumah se-kreatif mungkin agar anak tak fokus pada gegap gempita gadget di zaman sekarang ini. Orangtua dalam hal ini dituntut untuk kreatif, yakni mengalihkan kebiasaan sang buah hati bermain di depan layar kaca dengan membuat permainan yang disukai anak. Ajak bernyanyi dan main petak umpet, misalnya. Pokoknya, buat anak senang dan nyaman bermain bersama teman-temannya. Jangan lupa pada momen seperti ini anak diasupi dengan permainan edukasi. Menghafal surat-surat pendek, menebak tokoh-tokoh Islam, misalnya. Jadikan rumah sebagai sarana pendidikan anak, tanpa gadget.

Terakhir, jauhkan gadget dari jangkauan anak. Selain menjauhkan anak dari gadget ketika tidur, segala aktivitas, baik orangtua, anak, dan orang di sekitar harus steril dari gadget. Hal ini supaya sang anak, yang semula sudah enjoy dengan bermain bersama orangtua atau teman sebaya, lupa akan gadget itu sendiri.

Mengingat banyaknya efek negatif atau bahaya gadget bagi anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun jika keimanan tidak menyertai penggunaan gadget, maka sudah menjadi keharusan bagi orangtua untuk memproteksi anaknya terhadap ancaman tersebut. Sebagai orangtua yang baik dan peduli terhadap unggul, menjauhkan bahaya gadget dari anak adalah sebuah kewajiban. Bukan begitu?

JELI TERHADAP KELEBIHAN ANAK

Umumnya anak-anak kita suka jika diberi perhatian. Terkadang jika ia tidak mendapatkannya dari orangtua khususnya seorang ibu atau merasa kurang, maka ia akan mencari 1001 jalan untuk mendapatkannya. Pentingnya bagi para orangtua agar tak salah dalam memberikan perhatian, sebab perhatian dengan cara dan porsi yang salah akan membuat anak akan semakin meminta perhatian dengan cara yang salah pula. Jangan sampai kita hanya fokus memperhatikan hal-hal negatif pada diri anak.


Kebanyakan orangtua lebih banyak mengingat negatifnya anak. Sedikit-sedikit dimarahi, sedikit-sedikit ditegur. Ketika orangtua hanya melulu perhatian terhadap kesalahan anak, dan tidak diseimbangkan dengan hal-hal positif dan kelebihan yang dimilikinya, maka orangtua diibaratkan hanya seperti pemadam kebakaran, yang mana kalau tidak ada api maka akan diam saja. Orangtua hanya akan menjadi sibuk dan bergerak hanya saat anak melakukan kesalahan.

Cara yang salah dalam memberikan perhatian hanya akan membuat anak selalu ingat bahwa ia sudah dicap sebagai anak yang selalu negatif, karena yang direspon hanyalah kelakuan negatifnya saja, dan anak akan berpikir; “Orangtuaku hanya mengingatku saat aku salah”, alhasil selanjutnya ia akan senang melakukan kesalahan terus menerus. Mengingatkan dan memperbaiki kesalahan anak itu wajib, tapi orangtua harus mencari dan menemukan hal positif dari anak lebih banyak dari hal-hal negatif ia dapatkan.

Cari hal positif anak sebanyak-banyaknya, berikanlah perhatian terhadap kelebihan anak, lalu berikan penghargaan. Meski untuk hal-hal sederhana, seperti suka tersenyum, membelai adik, menyusun mainan, mengucap basmalah sebelum minum, dan yang lain sebagainya, maka selanjutnya anak akan suka berbuat baik agar dapat perhatian kita, dan tentunya dipahamkan akan ganjaran pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala atas sekecil apapun kebaikan yang mereka lakukan.

Jangan berhenti mengaktualisasikan dan mengembangkan diri, karena kita ibu yang hebat!

(Materi Manajemen keluarga disampaikan oleh Irawati Istadi dalam sebuah kesempatan mengisi kajian parenting yang diikuti oleh seluruh anggota Mushida se-DIY Jateng Bagsel, Sabtu/21/05/2016 lalu)

Reporter: Ida Nahdhah

Kiat Agar Mudah Memahami Ilmu


www.sdithidayatullah.net│(Senin, 26 Februari 2018) Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya, ‘amma ba’du. Manusia lebih mulia dari pada makhluk lain karena akal. Dengan akal, manusia dapat bepikir untuk merenungi kebesaran-kebesaran Allah. Dengan akal, manusia dapat mencari ilmu untuk bekal di dunia dan akhirat nanti. Karena segala sesuatu yang manusia lakukan haruslah dengan ilmu. Al’ilmu qablal qauli wal ‘amali (ilmu sebelum perkataan dan perbuatan).

Pada Apel pagi tadi, di hadapan seluruh murid-murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta beserta para Bapak-Ibu Guru, Ustadz Jajang, S.Pd selaku Pembina upacara menyampaikan beberapa kiat agar seseorang mudah mendapatkan ilmu, agar ilmu yang diperoleh dari Ustadz dan Ustadzah yang setiap hari diberikan pada anak didik mudah diserap, mudah untuk diingat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dari ilmu tersebut tumbuhlah akhlak yang baik yang terpancar di setiap lini kehidupan murid, baik di sekolah maupun di rumah.
Ustadz Jajang, S.Pd menyampaikan tausiyah di hadapan seluruh peserta Upacara
Sebuah hadits disampaikan oleh Ustadz Jajang di awal tausiyahnya, yang berbunyi;

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ  وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ (رواه الطبراني(
"Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu.” (HR. Thabrani)
Lebih lanjut Ustadz Jajang memberikan beberapa kiat agar ilmu yang disampaikan oleh Guru dan kita baca dari buku bisa mudah dicerna dan dipahami, yang beliau sadur dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al Ghazali, bahwa syarat agar mudah diterima dan diberkahinya sebuah ilmu, yakni;
1. Dalam belajar harus senantiasa berniat karena Allah.

Ada dua motivasi dalam belajar yang sering terjadi, yang pertama hanya untuk menyimpan ilmu dalam dirinya, dan yang kedua hanya belajar karena ingin mendapatkan sesuatu. Contohnya, belajar hanya untuk agar dapat masuk ke sekolah yang bagus. Atau agar bisa mendapatkan ijazah.

Nah, dalam Islam, tidak kedua-duanya. Yang terpenting adalah diniatkan karena Allah, sehingga ilmu yang susah pun, jika diniatkan karena Allah maka hal itu akan mudah didapatkan.
Maka dari itu hendaknya kita senantiasa bermujahadah (bersungguh-sungguh) dalam menuntut ilmu dengan meluruskan niat, mengikhlaskan karena Allah. Apa batasan orang bisa dikatakan ikhlas dalam menuntut ilmu? 
Imam Ahmad menjelaskan bahwa batasan seseorang bisa dikatakan ikhlas dalam menuntut ilmu yaitu niat dalam dirinya untuk menghilangkan kebodohan dan ketidaktahuan yang ada pada dirinya. Setelah kebodohan hilang dari dirinya, dia berusaha menghilangkan kebodohan orang lain. Insya Allah dengan niat seperti itu, Allah akan memberi taufiq kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu.
2. Berdoa dengan baik. Robbii zidnii ‘ilman, warzuqnii fahman, berdoalah setiap akan belajar, kapanpun.
3. Bersungguh-sungguh, memperhatikan dengan fokus dan baik apa yang disampaikan oleh guru.
Bersungguh-sungguh dalam belajar.
4. Menghormati Guru.
Adab merupakan kunci ilmu, siapa yang tidak beradab maka tidak ada ilmu baginya. ketika kita memandang seorang guru dengan pandangan menghinakan maka ilmu akan sulit kita terima atau memaksa guru untuk menjawab pertanyaan hal itu tidak beradab. Maka beradablah karena itulah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
5. Memperbanyak amal shalih.
Jika kita senang mengerjalkan amalan yang baik, maka yakinilah bahwa Allah pun akan memudahkan langkah kita dalam mendapatkan ilmu. Sehingga menjadi mudah pula jalan kita menuju surga-Nya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim;
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Perbanyak amal shalih
6. Menjauhi maksiat.
Suatu ketika Imam Syafi’i berkeluh kesah tentang sebuah masalah kepada gurunya, yang sering dipanggil Syaikh Waqi. Imam Syafi’I mengadu bahwa dirinya susah dalam menghafal. Terutama ketika beliau menghafal Al-Qur’an. Syaikh Waqi pun menjawab, “Tinggalkanlah maksiat. Ketahuilah bahwa ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang gemar bermaksiat”.
Demikianlah kita-kiat agar kita mudah mendapatkan ilmu yang telah disampaikan oleh Ustadz Jajang, semoga Allah memberkahi dan meridhai usaha kita dalam mencari ilmu yang berguna bagi dunia dan akhirat kelak. Allaahumma aamiin.

Laporan & Foto: Rida Nahdhah