Mengajari Anak Hidup Tanpa Orangtua


Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Salah satu hal terpenting adalah, orangtua dapat mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana menjalani dan mengelola hidup tanpa kehadiran orangtua. Inilah rumah dimana anak belajar tentang muru’ah (kehormatan), rasa ingin tahu, semangat belajar, disiplin diri, cinta, kepedulian, saling ketergantungan, dan tanggung-jawab. 

Menceramahi dan menasehati saja tidak cukup, meskipun kita sudah memberikan sebaik-baik nasehat. Mereka perlu contoh; contoh yang baik maupun contoh tentang kehendak kuat untuk memperbaiki diri. Contoh sosok yang dapat menerima nasehat, sosok yang senantiasa menginginkan nasehat, sosok yang mau belajar.

Maka, kita akhirnya melihat betapa ada anak-anak cemerlang dari keluarga yang seolah berantakan. Orangtua mereka seolah jauh dari kebaikan, tetapi di balik itu ada “rahasia” yang sangat berharga. Atas segala kekurangan, orangtua mereka senantiasa berusaha untuk berbenah. Atas segala keawamannya dalam agama, orangtua mereka bersemangat mendapatkan nasehat. Atas segala perbuatan yang dekat dengan maksiat, orangtua mereka bergegas untuk mencari jalan bertaubat. 

Maka tekad besar yang terlihat dan terasakan oleh anak inilah yang kemudian meninggalkan pengaruh baik yang sangat membekas.

Ya Allah, perjalankanlah kami dalam kebaikan dan ampuni kami atas segala lalai dan lupa kami.

*) Mohammad Fauzil Adhim, S.Psi. Penulis Buku-buku Parenting
Admin : Mahmud Thorif

0 Response to "Mengajari Anak Hidup Tanpa Orangtua"

Post a Comment