Dekati Anak di Waktu Makan


Makan. Semua pasti butuh makan. Moment yang satu ini benar-benar moment yang sangat istimewa di antara moment yang lain. Buktinya. Sebuah acara yang megah,  bagus,  keren seperti apa pun kalau dari konsumsinya mengecewakan pasti tetap akan memberikan kesan yang sangat buruk.  Berbeda jika panitianya yang kurang sigap atau pelayanan lain yang kurang. Tetap memberikan kesan yang buruk tapi tak seburuk di bagian konsumsi.

Dari makan pun bisa terjalin ikatan yang kuat. Rasulullah mengatakan salah satu waktu yang efektif untuk berkomunikasi selain saat bepergian dan menjelang tidur adalah saat makan. Namun, bukan berarti kita berbicara sambil makan, saat makanan masih penuh di mulut, bukan. Tapi, kita berbicara saat makanan sudah tidak ada yang di mulut.

Untuk anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, atau anak-anak yang bisa dikatakan sulit diatur, waktu makan bisa dimanfaatkan oleh para orangtua untuk mendekati mereka. Orangtua bisa menanyakan saat makan malam apa saja yang sudah mereka lakukan hari ini. Adakah yang membuat mereka sedih atau bahagia. Atau adakah keinginan mereka akan sesuatu.

Orangtua bisa menggali sebanyak-banyaknya tentang anak dan perlahan mendekati mereka. Dan ini semua membutuhkan komitmen juga konsekuensi. Komitmen apa? Konsekuensi apa?

Komitmen. Para orangtua harus berkomitmen untuk setiap makan, paling tidak ada satu moment makan yang orangtua dan anak makan bersama. Entah makan pagi, siang atau malam. Namun yang paling efektif adalah saat makan malam, karna biasanya para orangtua sudah di rumah, anak-anak pun juga. Dan kedekatan jauh lebih terasa.

Konsekuensi. Para orangtua harus berani mengambil resiko agar makan bersama ini tetap terwujud. Jika ada satu hari moment ini terlewat maka orangtua harus 'membayar'. Entah dengan mengajak makan bersama di luar atau makan bersama lebih dari sekali dalam sehari.

Anak-anak yang biasa tumbuh dengan penuh kasih sayang dan perhatian kedua orangtua akan berbeda dengan mereka yang orangtua masih ada namun kasih sayang dan perhatiannya kurang atau bahkan tidak terasa sama sekali.

Orangtua menemani anak makan bukan berarti memanjakan anak, atau jangan sampai berpikir merepotkan saja. Itu semua jika dilakukan akan semakin mengeratkan hubungan orangtua dan anak. Juga bisa menimbulkan kenyamanan pada diri anak.

Jika saatnya orangtua melihat anak mulai berubah ke arah negatif orangtua mudah berinteraksi dan menggali apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka karna sudah terbiasa dekat dan timbul rasa nyaman. Anak tidak akan mencari pelarian kasih sayang, pelarian tempat mencurahkan isi hati, pelarian apa yang sedang mereka rasakan, terutama saat masa-masa transisi, masa-masa mereka mulai tumbuh remaja dan dewasa.

Maka, jangan sepelekan moment makan ini. Jangan sepelekan setiap kebersamaan bersama anak.



Oleh: Yulias Fita, Guru SD IT Hidayatullah 




Powered by Blogger.
close