Sleman, 31 Agustus 2026 — SDIT HidayatullahYogyakarta mendapatkan kehormatan menjadi salah satu sekolah jujukan dalam agenda monitoring program Revitalisasi Bahasa Jawa oleh Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sekolah yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini terpilih menjadi salah satu dari 3 sekolah dasar di Sleman yang dikunjungilangsung, dari 250 sekolah peserta bimtek di seluruhwilayah DIY.Kunjungan ini merupakan pemantauanlangsung atas hasil Bimbingan Teknis (Bimtek) Revitalisasi Bahasa Jawa yang telah diikuti oleh Ustadzhah Utami selaku guru bahasa jawa pada 6–8 Mei lalu di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Kedatangan tim monitoring dari Balai Bahasa Provinsi DIY disambut hangat oleh perwakilan siswakelas 6 putra, ada Jimi, Gani, Arfan, Mada, Ahsan, Afnan yang didampingi oleh jajaran pengelola sekolahserta guru bahasa Jawa yaitu Ustadz Narno, Ustadzhah, Amar, Ustadzhah Titik, Ustadz Ari, Ustadzhah Utami dan beberapa momen di dokumentasikan langsung oleh Ustadz Ikhsan.
Sebelum meninjau aktivitas kelas, rombongan BalaiBahasa Provinsi DIY bersama pihak sekolah melakukansesi diskusi dan ramah tamah di ruang perpustakaanSMI. Pertemuan ini berlangsung akrab, membahaskomitmen bersama dalam menjaga eksistensi bahasaibu di kalangan generasi muda.
Keseruan monitoring berlanjut ke ruang kelas 6C, tempat berlangsungnya kegiatan pengimbasan materibimtek kepada para murid. Pembelajaran bahasa Jawadikemas secara kreatif dan interaktif lewat media lagu.
Kegiatan belajar mengajar yang interaktif ini kemudianditutup dengan penampilan persembahan geguritan(puisi berbahasa Jawa) yang dibawakan secara apikdan penuh penghayatan oleh Alya dan Yaya.
Pihak Balai Bahasa Provinsi DIY menyampaikanapresiasi yang luar biasa atas kreativitas mengajar dan antusiasme para murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta dalam mempraktikkan bahasa Jawa. Melalui kunjunganini, Balai Bahasa Provinsi DIY berharap jalinan kerjasama dengan SDIT Hidayatullah Yogyakarta tidakberhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjutsecara berkesinambungan. Kerja sama ke depandiharapkan bisa menyentuh ranah perkembanganbahasa yang lebih luas, termasuk penguatan literasiBahasa Indonesia, serta pengembangan bahasa asingseperti Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan bahasa-bahasa lainnya guna mencetak generasi yang berakarbudaya lokal namun berwawasan global.