» » » » » MULAZAMAH: Memetik Adab Kepada Sang Guru

MULAZAMAH: Memetik Adab Kepada Sang Guru

Penulis By on Sunday, November 10, 2019 | No comments



Oleh Akhid Nur Setiawan

Suatu siang dua orang murid mendatangi saya lalu menanyakan berbagai data pribadi saya mulai nama lengkap, tanggal lahir, keluarga, hingga hobi.

"Ini untuk apa Mas?"

"Tugas, Ustadz. Kami disuruh mulazamah dengan salah seorang ustadz. Disuruh bantu-bantu ustadz."
KLIK DI SINI >> INFORMASI MURID BARU 2020/2021
Bagus sekali program itu. Memang mulazamah mereka belum se-ideal mulazamah Anas bin Malik dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam atau "nginthil"nya para santri dengan kiai-nya, namun setidaknya murid-murid itu telah belajar bahwa posisi guru atau ustadz beserta adab-adab ketika bersamanya sangatlah penting sebagai sebagian sarana untuk memperoleh ilmu. Seringkali ilmu datang dari kejelian seorang murid mengamati keseharian gurunya, bukan semata saat menyimak gurunya mengajar.

Usai sholat dzuhur seorang murid bertanya kepada gurunya.

"Ustadz, kenapa kok pakai jam di tangan kanan, kan biasanya orang-orang memakai jam di tangan kiri?"

"Ini ustadznya ustadz yang nyuruh. Dipakai di tangan kanan sebagai simbol agar kita selalu berusaha menghargai dan memuliakan waktu."

Segera murid itu melepas jam yang terpasang di tangan kirinya kemudian memasangnya di tangan kanan.

Seorang murid yang melakukan mulazamah bahkan mengamati gurunya saat pergi ke kamar mandi. Suatu ketika sang guru sedang memiliki hajat. Baru beberapa saat beliau masuk ke kamar mandi tiba-tiba beliau keluar lagi. Apa yang menyebabkan sang guru menunda untuk memenuhi hajatnya? Ternyata sang guru ingin menjawab adzan dan berdoa setelahnya, karena hal itu tidak mungkin dilakukan di dalam kamar mandi.

Murid pun akhirnya memahami betapa pentingnya amalan menjawab adzan dan berdoa setelahnya karena sang guru rela menunda hajatnya demi melakukan amalan itu. Barangsiapa menjawab adzan dan berdoa setelahnya, kelak akan mendapat syafaat baginda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Itulah mulazamah.

Sungguh, melalui mulazamah semakin benarlah sebuah ungkapan bahwa "satu teladan lebih baik daripada seribu nasihat".

Foto: Thorif
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya