Lowongan Kerja Menjadi Guru di SDIT Hidayatullah Tahun 2017




Lowongan Kerja :


DIBUTUHKAN SEGERA 3 Guru Al-Quran dan 6 Guru Kelas (9 Orang) untuk menjadi Tenaga Pendidik/Guru di SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

SYARAT :

1. Muslim/Muslimah
2. Pendidikan minimal S1 sesuai jurusan
3. Berakhlak Islami
4. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar
5. Tidak merokok
6. Berdedikasi tinggi
7. Diutamakan berpengalaman dalam mengajar 

KETENTUAN :
  1. Kirim berkas lamaran Anda ke alamat : SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta, Jl. Palagan Tentara Pelajar Km 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY 55581
  2. Berkas lamaran diterima paling lambat Rabu, 17 Mei 2017 (Cap Pos)
  3. Seluruh peserta yang mengirimkan berkas lamaran akan diseleksi secara administratif, bagi peserta yang lolos WAJIB MENGIKUTI TAHAP SELEKSI pada Sabtu, 20 Mei 2017, Pukul 08.00 WIB s.d. selesai. (Jika tidak mengikuti tahap seleksi ini, peserta dianggap mengundurkan diri) (Panggilan peserta yang lolos administratif melalui SMS/WA dari panitia)
  4. Peserta yang mendaftar tidak dipungut biaya apapun.
  5. Panitia tidak menyediakan penginapan bagi peserta dari luar kota. 
  6. Mohon berkas dikirim secara manual, melalui POS atau kirim langsung ke sekolah (tidak melalui email).
  7. Info lebih lanjut hubungi : Thorif SMS/WA 0877-3821-9070, 0857-2955-5454
by Admin

Motivasi Orangtua/Wali Kelas VI SDIT Hidayatullah Bersama Kang Puji


www.sdithidayatullah.net | Ahad (23/04/2017), bertempat di Gedung Sekolah Menegah Integral (SMI) Hidayatullah Yogyakarta, kegiatan Motivasi untuk Orangtua/Wali Murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta digelar.

Hadir sebagai motivator adalah Ustadz Puji Hartono atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kang Puji, yang aktif mengelola Pesantren Masyarakat Jogja (PMJ).

"Sesekali makanlah satu nampan bersama keluarga kita, ajak anak-anak ngobrol tentang cita-cita mereka." Begitu kata Ustadz Puji kepada puluhan orangtua/wali murid yang hadir.

"Usahakan setiap pertemuan di keluarga kita adalah pertemuan yang bermakna dan bernilai. Orangtua jangan sibuk sendiri melihat TV, bermain gadget, atau membicarakan pekerjaan di rumah." Lanjut Ustadz yang bisnis air minum kemasan yang omzetnya sudah miliaran ini kepada hadirin.

Beliau juga menyarankan kepada Orangtua/Wali Murid kelas 6 untuk meminimalkan menonton TV, pergunakan waktu sebaik mungkin untuk menghafal, membaca Al-Quran dan membaca buku.

"Memilih sekolah itu jangan melihat megahnya gedung dan fasilitasnya yang serba ada, lihatlah perilaku gurunya." Kata Ustadz Puji. "Megahnya gedung tidak menjamin anak-anak kita menjadi shalih dan cerdas. Karena hakekatnya guru adalah pentransfer nilai-nilai dan ilmu." Lanjut Beliau.

"Bagaimana cara mengetahui kebaikan guru-guru sekolah, Ustadz. Sementara kita tidak pernah mengenal mereka." Tanya salah satu orangtua/wali murid.

"Cobalah Bapak/Ibu bermain ke sekolah mereka, cobalah duduk di angkringan dekat sekolah mereka, tanyakan kepada tentangga-tetangga di sana." Jawab Ustadz Puji Hartono.

Nah, semoga kita bisa mendidik anak kita sebaik-baiknya.

Rep. EMTE

Ujian Kenaikan Sabuk Karate Kala Hitam SDIT Hidayatullah




www.sdithidayatullah.net | Ahad (23/04/2017), Puluhan murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang mengikuti kegiatan Pengembangan Diri Karate Kala Hitam mengikuti kegiatan Ujian Kenaikan Sabuk. Ujian ini dilakukan rutin setiap semester agar peserta pengembangan diri bisa naik ke jenjang selanjutnya.

"Ujian ini juga untuk meningkatkan teknik dalam bela diri," kata Ustadz Untung Purnomo, S.Pd. selaku Guru Karate Kala Hitam. "Juga untuk menguatkan mental spiritual murid, karena materi yang diujikan pada kenaikan sabuk ini mengandung unsur-unsur uji mental." Kata Ustadz Untung, yang sudah Ban Hitam ini.

Dalam setiap Ujian Kenaikan Sabuk, Pimpinan Perguruan Karate Kala Hitam Yogyakarta, Bapak Sihan Perangin Angin selalu hadir. Beliau memberi motivasi kepada para murid perguruan karena untuk selalu berprestasi dan mengikuti kegiatan-kegiatan positif lainnya dalam dunia persilatan.

Rep. EMTE
Foto Dokumen SDIT Hidayatullah

Kak Bimo Berkisah dan Lomba Mewarnai Siswa TK/RA


www.sdithidayatullah.net | Senin (24/04/2017) InsyaAllah pada Sabtu, 29 April 2017 akan diselenggarakan Lomba Mewarnai untuk Siswa TK/RA dan Aksi Kak Bimo Bersikah. Kegiatan ini akan melibatkan lebih kurang 1.000 orang, mulai dari siswa, orangtua siswa, santri, dan lainnya.

Ini dalam rangka untuk mengenalkan kepada masayarakat luas akan keberadaan Lembaga Pendidikan Hidayatullah, mulai dari KB Permata Ummi, TKIT Yaa Bunayya, SDIT Hidayatullah, MTs Hidayatullah Putra, MTs Hidayatullah Putri (Muntilan), dan MA Hidayatullah. Lebih khususnya bahwa SDIT Hidayatullah Yogyakarta telah resmi menempati gedung baru berlantai 3. Demikian, sebagaimana yang disampaikan oleh jajaran pimpinan sekolah saat beraudiensi ke redaksi Koran Kedaulatan Rakyat.

Lomba ini memperebutkan Trofi Piala Bupati Kabupaten Sleman dan ada juga uang pembinaan. Juga akan ada banyak doorprize persembahan dari Forum Silaturahim Orangtua/Wali Murid (FORSITU) di setiap Kelas SDIT Hidayatullah Yogyakarta dan sponsor lainnya.

Kegiatan ini panitia juga membuka stand bazaar untuk mengenalkan dan menjual produk Anda.

Segera daftarkan sekolah Anda atau putra/putri Anda.
Kontak Person pendaftaran
1. Arif 0856 0107 8199
2. Anik 0856 4380 0708
3. Thorif 0877 3821 9070


Klik DI SINI YA Berkas Informasi, Formulir, dan Biaya Masuk Murid Baru SDIT Hidayatullah Yogyakarta 

Rep. EMTE

Outbound for Kids SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | Selasa, (18/04/2017), bertempat di Desa Wisata Pulesari, Turi, Sleman, ratusan murid kelas 4, 5, dan 6 SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengadakan Outbound for Kids SDIT Hidayatullah. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan dalam rangka menanamkan nilai-nilai melalui kegiatan outbound.

Bermacam permainan dilakukan oleh murid-murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta dengan antusias dan semangat, mulai dari permainan kelompok di lapangan/ruangan dan permainan menyusuri sungai yang membutuhkan kurang lebih 1,5 jam yang dipandu oleh trainer outbound Desa Wisata Pulesari.

Outbound for Kids SDIT Hidayatullah dilaksanakan setiap tahun, adapun untuk tempat dan lokasi outbound biasanya perpindah-pindah.

"Outbound ini hakikatnya untuk mentadaburi alam, betapa besar penciptaan Allah Taala ini." Kata Ustadz Subhan Birori, S.Ag. selaku kepala Sekolah saat memberikan sambutan. "Kalian, anak-anakku harus taat kepada para trainer outbound dan guru-guru kalian." Lanjut Beliau.

Rep EMTE

Reuni Angkatan 1 - 5 Alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta



www.sdithidayatullah.net | Sabtu (15/04/2017) Makrab Reuni Akbar 2017 alumni SDIT Hidayatullah angkatan 2004 s.d. 2009 yang bertempat di Villa Agung Rejeki Wisata Kaliurang, Sleman Yogyakarta ini dihadiri kurang lebih 50 peserta mulai dari angkatan pertama hingga angkatan kelima.Villa ini juga milik salah satu orangtua/wali murid alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Acara yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni SDIT Hidayatullah ini memang acara yang baru pertama kali dirancang dan diselenggarakan oleh panitia. “Harapannya akan ada acara-acara yang bisa mempererat silaturahim dan acara yang berkualitas.” Begitu yang disampaikan oleh salah satu alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta dalam acara ramah tamah dan perkenalan para alumni.

Hadir pada Sabtu malam, yaitu Bapak Subhan Birori, S.Ag. selaku Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta sekarang dan Bapak Untung Purnomo, S.Pd. selaku Kepala Bagian SDM. Hadir pula Bapak Drs. Slamet Waltoyo dan Ibu Sapti Istiparin, suami istri yang pernah mengajar di sekolah ini.
Para Alumni berfoto bersama saat jalan pagi
Sebelumnya, acara Makrab Reuni Akbar 2017 yang akan berlangsung selama dua hari ini, yaitu Sabtu dan Ahad 15-16 April 2017 diawali dengan pemutaran film dan beberapa foto kenangan mereka saat usia Sekolah Dasar.

Hari kedua akan ada agenda outbound bagi para alumni, yang dalam kegiatan ini beberapa alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta juga ada yang fokus dan terjun menjadi trainer outbound. Setelah outbound dilanjutkan dengan ramah tamah dengan beberapa guru yang diundang secara khusus dan juga pemutaran film dokumentar yang ada.

Dalam acara ini hadir juga beberapa guru senior yang sudah tidak aktif di SDIT Hidayatullah Yogyakarta, seperti Bapak Saryo, M.Pd., Bapak Suyanto, S.Pd., Ibu Nur Siti Fatmah, S.Ag. dan hadir juga beberapa guru yang masih aktif.
 
"Semoga di tahun-tahun yang akan datang, bisa membuat acara yang semakin berkualitas dan bermanfaat bagi almamaternya." Demikian harapan Bapak Makruf Arifin, S.E. ini yang dulu pernah mengajar pelajaran olahraga.

"Saya sangat senang dengan kegiatan ini, semoga silaturahim ini bisa terjalin dengan baik." Begitu harapan salah satu guru senior, Ibu Sarjiyem, S.Ag. yang masih aktif mengajar di SDIT Hidayatullah.

"Mendidik itu bukan sekadar mentransfer ilmu, mendidik itu hakikatnya mentransfer nilai-nilai kepada anak didik. InsyaAllah, Pak Saryo, hingga detik ini berkomitmen mendidik dan menstransfer nilai-nilai dan berazzam akan lebih baik mendidik adik-adik kalian, karena kalianlah dahulu yang telah mengajari kami dalam mendidik pada murid." Begitu yang disampaikan Bapak Saryo, M.Pd. dalam memberikan sepatah dua patah pada kegiatan ramah-tamah.  

Rep. Mahmud Thorif

Press Release Makrab Alumni SDIT Hidayatullah 2005-2009




www.sdithidayatullah.net | Ahad (9/4/2017) 19 tahun sudah SDIT Hidayatullah Yogyakarta atau yang biasa disebut SDIT Balong berdiri, dari semula gedung sederhana dengan dua kelas saat  ini sudah berdiri gedung megah tiga lantai. 

Perjalanan panjang SDIT Hidayatullah Yogyakarta tidak hanya menjadi perjuangan untuk para guru maupun pengelola namun juga menjadi kenangan para alumni yang menjalani proses belajar selama kurang lebih 6 tahun di sekolah tercinta. Kenangan akan masa-masa belajar di SDIT Hidayatullah Yogyakarta itulah yang akan coba kembali dihidupkan melalui agenda Makrab Alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Inisiasi agenda Makrab Alumni ini berawal dari niatan beberapa alumni untuk kembali menghidupkan  kembali ukhuwah islamiyah di antara teman-teman alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang sudah lama terpisah karena kesibukan masing-masing. Sehingga dibutuhkan sebuah agenda bersama yang kemudian menjadi pemantik bagi terlaksananya agenda agenda lanjutan.

Makrab Alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta akan dilaksanakan di Villa Agung Rejeki Kaliurang pada tanggal 15-16 April 2017. Pada Makrab kali ini di isi oleh agenda KSBB atau Kelingan Seng Biyen-Biyen yaitu diskusi bersama sembari bercerita tentang hal-hal yang dialami bersama selama di SDIT Hidayatullah Yogyakarta, selain itu juga akan ada agenda outbond dan temu kangen dengan para guru. 

Arih Nafsaka Ajikaunang selaku Ketua Panitia Makrab Alumni berharap melalui agenda ini ukhuwah atau ikatan di antara para alumni SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang telah terputus bisa kembali terjalin, dan ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai Islam yang telah diajarkan oleh Asatidz selama di SDIT Hidayatullah Yogyakarta akan coba dimunculkan lagi dalam agenda Makrab. 

Reuni & Makrab Akbar Alumni SDIT Hidayatullah 
Lulus Tahun 2004-2009

Pelaksanaan Sabtu-Ahad, 15-16 April 2017
Tempat Villa Agung Rejeki Kaliurang

Biaya Rp 80.000,

Pembayaran cash hubungi:
1. Panji 089688222007
2. Titon 085743290437
3. Dendy 085743620087
4. Aziz 085743399113
5. Habib 0895363017147

Atau bisa transfer :
BRI Norek 024701035843506, an Talitha Zukma Ulva Islamey
By Admin

Semua Anak Adalah Idaman




Di sela istirahat mengajar, terjadi percakapan antara guru A dan guru B, dua orang pengampu mapel di sebuah sekolah.

Guru A: “Huffftt.. semester ini kebagian jam mengajar di kelas yang paling kuhindari. Malas banget rasanya. Tapi yaa mau bagimana lagi, titah dari atasan jadi kudu taat.”

Guru B: “Kelas yang dihindari?? Maksudnya bagaimana..? berarti ada kelas idaman dong..”

Guru A: “Yaaa.. seperti yang kamu tahu laah, kelasnya bu Fulanah itu. Anak-anaknya kan terkenal nakal-nakal tuh. Susah nangkap pelajaran juga. Paling satu dua saja yang cepat nyambungnya. Belum lagi suka ribut dan ngeyel kalo dikasih tahu.. gak kayak kelas sebelahnya, idaman banget. Manut, pinter-pinter, sama kita sopan pula. Ditunjuk jadi wali kelas mereka pun aku mau bangeet..”

Guru B: “Huss.. Istighfar, kawan. Gak boleh bicara begitu. Maaf, gak cocok jadi seorang guru kalau masih punya pikiran seperti itu. Buang jauh-jauh. Kenapa ada yang harus dihindari?? Bukankah semua anak bisa menjadi idaman kalau kita bisa membentuknya? Tidak ada anak yang buruk, kita lah yang belum mampu mendidiknya dengan baik.”
***
Ilustrasi percakapan di atas mungkin saja terjadi di sekeliling kita. Adakalanya seorang guru merasa tidak bersemangat dan tidak ingin mengajari anak-anak yang dicap nakal atau kemampuan intelektualnya rendah dibanding murid yang lainnya. Tatkala mendapatkan tugas mengajar mereka, ia melakukannya dengan perasaan tidak senang dan tidak antusias. Terkadang sampai keluar ungkapan,“Bapak/Ibu lebih senang mengajar di kelas sebelah lho. Mereka pinter-pinter dan penurut. Tidak seperti kalian yang susah diatur dan malas mengerjakan tugas.” Maka pertanyaannya, apakah pantas seorang guru berucap demikian?

Setiap anak memiliki potensi dasar, baik melalui fisik maupun psikis, yang perlu dikembangkan melalui dunia pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat di mana anak tersebut berada. Dalam mengembangan potensi dasar—sering disebut sebagai fitrah—tersebut, orang tua dan guru sebagai pengganti orang tua di sekolah memiliki peranan yang sangat penting. 

Secara kodrati anak memerlukan pendidikan dan bimbingan sebagai kebutuhan dasar yang harus dimiliki seorang anak. Melalui pendidikanlah manusia dapat menemukan pengetahuan, kecakapan, dan keahlian dalam kehidupannya.Tanpa dididik anak tidak akan mampu mengembangkan fitrah kebaikan yang dibawa sejak lahir tersebut. Dengan pendidikan agama, anak akan mampu membedakan yang baik dan buruk, benar dan salah, dan lain sebagainya sehingga hidupnya dapat berkualitas dan dapat berhasil sesuai apa yang diharapkan.

Sebagai seorang pendidik sudah menjadi tugasnya untuk membentuk akhlak dan moral anak didiknya agar senantiasa berakhlakul karimah, dan menjadi kewajibannya untuk menanamkan ilmu yang bermanfaat, juga menjadi keharusan baginya untuk selalu memotivasi anak didik agar bersemangat dalam belajar. Saat seorang guru berpikiran hanya ingin mengajari anak-anak yang rajin, pintar, dan berperilaku sudah baik; maka timpanglah dunia pendidikan. Sebab jika semua guru berpikiran yang sama, dimana hanya merasa antusias dan senang saat diberi tugas mengajar kelompok/kelas yang sudah dianggap sebagai anak-anak yang baik saja, maka guru tersebut telah berlaku tidak adil. 

Semua anak punya potensi yang sama, fitrah yang sama, tergantung bagaimana kita memperlakukannya. Sesungguhnya perbuatan memilih-milih anak didik adalah hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang pendidik. Jika semua pendidik hanya mengutamakan anak didik yang berprestasi dan berakhlak baik, maka hanya akan menjadi baik yang sudah baik, dan akan semakin memburuk apa yang sudah dicap buruk. Jangan sekedar berharap kebaikan, tapi enggan turut andil dalam mewujudkannya. Ibarat kata, ingin berenang di danau, tapi tak mau basah karenanya.

Terima dengan sepenuh keikhlasan segala macam kondisi anak didik kita, maka Allah lah yang akan memampukan kita untuk membimbingnya ke jalan kebaikan, ke arah angin kesuksesan. Saat kita berharap kebaikan pada anak didik, maka sesungguhnya kita lah teladan nyata baginya. Bagaimana guru berlaku, akan menentukan seperti apa anak didik bersikap. Karenanya sayangi mereka tanpa pilah, tanpa pilih. Jadilah seorang guru yang berani mengatakan kepada semua anak didiknya, “Aku bangga padamu, Nak.

*/Roidatun Nahdhah, Pendidik di SDIT Hidayatullah Sleman

________
Media Sosial SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Twitter: @sdhidayatullah
Instagram: @sdhidayatullah
Email: sdithidayatullahsleman@hidayatullah.or.id