@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
» » Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022

Juara 3 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022

Penulis By on Saturday, July 23, 2022 | 1 comment

RAMADHAN TERBAIKKU 

Oleh :  Fathiya Santika Muslikh 4C 

SD IT Hidayatullah Yogyakarta 

 

1-2 April 2022 

Di pagi yang cerah hari pertama puasa, terdengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang merdu. “Sodaqallahul adzhiim..,” Zahidah mengakhiri mengajinya. Siswa kelas 4 SDIT Hidayatullah ini sangat bersemangat, karena ini hari pertama ia berpuasa. 

“Wah sudah selesai nih, sudah dapat berapa lembar, Zah?” tiba-tiba Ummi nyeletuk. 

“Oh, baru 2 lembar Mi,” jawab Zahidah. 

“Oh ya, Zahidah kan mau khatam 2 kali, berarti kalau Zahidah 1 hari 2 juz, bisa deh dua kali khatam,” tukas Ummi. 

“Oh iya ya”, pikir Zahidah. 

“Ya sudah aku ngaji lagi ya, Mi”, jawab Zahidah. 

“Ok Zahidah,” tatap Umi tersenyum dan berlalu.  

Tampaknya kali ini Ummi ketularan semangatnya Zahidah.  

--- 

5 April 2022 

Di malam ini bulan bersinar terang. Makin cantik lagi karena ada bintang. Zahidah menatap keluar jendela, indah sekali bintang itu, batin Zahidah. Tiba-tiba lampu mati. 

Pet!

Tidak lama kemudian muncul sosok manusia yang tampak menyeramkan dengan cahaya dari bawah wajah.  

“Huuaaaa!” jerit Zahidah. Tiba-tiba lampu menyala diikuti suara tawa. Itu kak Hudzaifah dengan senter di dagunya. 

“Kakaaak!” teriak Zahidah.  

“Hahahaha, gitu aja takut, lagian ngapain sih bengong di depan jendela,” ujar kak Hudzaifah.  

“Uuuh, kakak dosa lho kak, ini bulan ramadhan lho, daripada ganggu orang mending ngaji kak,” Zahidah menjawab protes. 

“Ih, kamu juga kenapa ga ngaji daripada bengong nggak jelas,” balas kakak. 

 “Ngomong-ngomong, kamu ngaji sudah sampai juz berapa?” Kak Hudzaifah mengalihkan pembicaraan. 

“Aku baru 4 juz kok,” jawab Zahidah.  

“Berat ya kak, apalagi ayatnya sulit, sepertinya banyak banget dan ga nambah- nambah,” keluh Zahidah. 

“Aku punya solusinya, tapi rahasia,” ujar kak Hudzaifah sambil berlalu. 

“Uuh, kakak pelit!” sungut Zahidah.  

--- 

Tak kehabisan akal, Zahidah kemudian memutar otak. Setelah berpikir sesaat, aha!, Zahidah dapat ide, yaitu dengan membagi-bagi lembar yang dibaca menggunakan waktu sholat fardhu. 

Alquran berjumlah 30 juz, dan 1 juznya rata-rata 10 lembar, berarti ada sekitar 300-an lembar. Jika mau khatam dalam 30 hari, maka sehari harus menghatamkan 10 lembar.  

Akan menjadi ringan jika 10 lembar ini dibaca 5 kali setelah selesai sholat 5 waktu. Jadi 10 lembar dibagi 5 menjadi 2 lembar. Kalau mau khatam 2 kali, ya dikalikan 2, yakni 4 lembar dan seterusnya.  

“Wah-wah, ide yang menarik ini, selesai sholat cukup baca 2 lembar, ringaaaan,” celetuk Zahidah dengan sumringah. 

--- 

23 April 2022 

Ide itu berjalan mulus sampai semua jadi teratur. Zahidah sudah khatam tilawah 1 kali. Namun hari ini Zahidah bersama kak Hudzaifah, Abi, dan Ummi, harus pulang kampung. Mereka tinggal di Jakarta, sedangkan rumah Mbah Kakung dan Mbah Uti di Yogyakarta. Mereka ke Jogja, menggunakan pesawat. 

Sebenarnya Zahidah enggan balik kampung karena ia takut tidak ada waktu untuk tilawah. Namun akhirnya Zahidah memilih ikut saja, lagian di rumah tidak ada teman, rumah kosong. 

Ketika sampai di bandara mereka harus menunggu taksi.  

“Tin tin tiiin!!” suara klakson taksi memecah lamunan kakak beradik yang hanya terpaut 18 bulan ini. “Kalian ngapain sih kok bengong?” tanya Abi.

“Bosen Bi,” jawab Hudzaifah diikuti anggukan Zahidah.  

“Oh, memangnya tadarus kalian sudah selesai?” tanya Ummi. 

“Haa, ujar mereka berdua kaget,” Umi, Abi dan pak supir pun tertawa. Cepat-cepat mereka mengambil Al- Qur’an. Lalu mengaji. Setelah mereka selesai ngaji, tepat mereka sampai di rumah. 

Di sana sudah ada kak Santika, Asfahani dan Mocha, saudara sepupu mereka. 

“Waah kowe tambah dhuwur yo nduk yo..?” puji Mbah Kakung kepada Zahidah. Yang di puji nyengir-nyengir, kakaknya manyun. 

“Nek sing iki tambah lemu..” canda Mbah Kakung ke kak Hudzaifah. Gantian adiknya tertawa kakaknya manyun.  

“Wis, mengko buka karo es lilin lan klepon. Makan berate mengko gudek karo bacem”, promosi mbah Uti. 

--- 

“Asyik..” respons mereka berlima. Setelah menaruh barang, kak Hudzifah dan Zahidah menemui ketiga saudara mereka. 

“Eh, kita ke masjid yuk, kita menunggu buka sambil tilawah,” ajak Zahidah. 

Mereka berlima lalu ke masjid, mereka tilawah hingga azan magrib, kemudian mereka sholat lalu pulang. 

“Ternyata tidak seperti yang kubayangan, di sini seru, suasana tadarus yang menyenangkan bersama saudara, ” batin Zahidah. 

Sampai rumah mereka langsung menikmati es lilin, dan klepon.  

“Sruput, segaaaar, nikmaaaaat,” celetuk mereka. Suasana berbuka kala itu hangat, menambah kebahagiaan keluarga. 

 

27 April 2022 

Beberapa hari lagi lebaran. Zahidah sudah tidak sabar lagi menunggu. 

”Nduk, tolong jupokke dompet iku”, pinta Mbah Uti. 

“Niki Mbaah,” sambil menyerahkan dompet dari atas meja ruang tengah. 

“Nuwun yo nduk,..”, “Kundur sami-sami, Mbaah..”, jawab Zahidah. 

“San, tulung tumbaske sayur, daging, karo bumbu dapur,” pinta Mbah Uti kepada 

Santika.  

“Njiih, mbaah,” jawab santika. 

--- 

“Siapa yang mau ikut??” tanya Santika. Serempak, Asfa, Mocha dan Zahidah yang sepupuan angkat tangan dan kompak menjawab, “Oke, lets go!”  

Mereka menaiki andong milik Mbah Kakung. Kak Hudzaifah yang mengarahkan pak delman dalam perjalanan.  

Mereka sangat senang menikmati perjalanan naik Andong sembari ngobrol,  “Kamu ngajinya sampai juz berapa Mocha, Asfa, dan Kak San?” Tanya Zahidah. 

“Aku juz 26,” jawab Kak San. 

“Kalau aku juz 27,” jawab Mocha. 

“Aku sama dek Mocha, juz 27,” jawab Ashfa. 

“Kalau kamu?” tanya Mereka bertiga serempak sambil menatap Zahidah. 

“Aku sekarang juga tilawah di Juz 27,” jawab Zahidah singkat. “Tapi, ….” “Stop stop stop, pak delman,” sela kak Hudzaifah kepada pak delman karena sudah hampir kelewatan.  

“Jangan ngobrol terus, cepat turun,” ujar kak Hudzaifah agak kemrungsung. 

“Sudah sampai ya?” tanya Ashfa.  

“Iya, cepet amat,” kata Mocha.  

“Kita kan asyik ngobrol,” ujar Santika. 

“Ayo segera turun!” tukasnya. 

--- 

“Eh iya, agaknya kita ada masalah nih,” celetuk Kak Santika. 

“Ada apa Kak San? Apa kita kelewatan? 

“Hmmm tidak, … hanya saja kakak lupa tadi simbah minta tolong titip dibelikan 

apa?”  

“Walaaah..” kompakan jawab mereka. 

“Eh iya, apa ada yang ingat?”  

“Kita juga tidak ada yang ingat Kak,” seloroh Ashfa, Mocha, Zahidah, dan Kak Hudzaifah. 

“Yaa udaah, terpaksanya kita balik lagi deeeh,” tegas Kak Santika. 

“Pegel nih,” celetuk Kak Hudzifah cemberut. 

“Maaf, pakdhe,” ucap kak Hudzaifah serius kepada pak delman.  

“Ini barang belanjaan yang mau dibeli kita malah lupa!” sambungnya.  

“O begitu, ndak apa-apa, anggap saja kita liburan dan nyore naik andong. Kalian kan jarang-jarang naik andong tho,” komentar sabar dan sumringah pak delman. 

“Iya terimakasih pakdhe. ayo kita kembali,” sahut mereka, dan suasanapun kembali ceria. 

--- 

2 Mei 2022 

Takbir menggema di seluruh Indonesia, menunjukkan hari ini hari raya idul fitri 1443 H. Seluruh keluarga dan sanak saudara datang berkunjung, namun ada yang berbeda. Mereka menggunakan masker dan tentu juga jaga jarak. Zahidah dan keluarganya sudah rapi.  

Mereka makan, sholat ‘id, lalu maaf-maafan. “Mohon maaf dzahir dan bathin,” ucap para tamu hingga terdengar sampai dapur. 

--- 

“Terasa tidak, ramadhan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini ada yang istimewa, iya kan?” komentar Zahidah kepada saudara-saudaranya. 

“Betul Kak, tahun ini aku bisa khatam 1 kali,” ujar Mocha.  

“Iya aku juga khatam 1 kali,” ujar Ashfa.  

“Kalau Aku dan Santika bisa khatam 2 kali,” ujar kak Hudzifah tidak mau kalah sambil bergaya.  

“Lha kamu berapa Zahidah?” tanya kak San. 

“Alhamdulillah, aku sudah khatam 3 kali,” jawab Zahidah. 

“MasyaAllah,” jawab mereka kompak.  

“Bagaimana rahasianya, kok bisa mengkhatamkan sampai tiga kali, Zah?” tanya Kak Santika penasaran. 

“Iya, Saya cukup membaca 6 lembar setiap selesai sholat fardhu 5 waktu. Terasa ringan, dan aku juga tidak menyangka, bisa khatam tiga kali,” jawab Zahidah. 

“Boleh, tu, tahun depan kita tiru”, “Iya, bisa kita contoh, tuh. Sepertinya ringan,” celetuk mereka. 

---- 

Mereka bertiga tampak bahagia.  

“Ngomong-ngomong, bantuian dong kak Huz, berat nih,” ujar Santika. 

“Iya iya Ratu,” ledek kak Hudzaifah. 

Sementara itu Zahidah, Asfa dan Mocha tertawa cekikian.  

----- 

Tak disadari, Abi, Ummi, Mbah Kakung, juga Mbah Uti ternyata mendengarkan asyiknya obrolan mereka.  

“Wah-wah, semua anak-anak hebat, semuanya bisa mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an. insyaAllah kelak akan mendapatkan hadiah terbaik dari Allah, begitu kan, bi?” tanya Ummi sambil melirik. 

“I iya,” Abi tampaknya kaget, baru kepikiran tentang hadiah. 

Kemudian dengan spontan Abi menyampaikan kutipan hadits qudsi, 

“Ash-shoumu li wa ana ajzii bih; puasa ramadhan adalah untuk-Ku (Allah) dan Aku (Allah)lah yang akan membalasnya. 

Selamat hari raya idul fitri 1443 H. Mohon maaf lahir dan batin, jangan lupa pakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan dengan bersih,” sambung Abi .^_^


The End 


Baca juga: Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022

 Baca juga: Juara 2 Lomba Menulis Cerpen Inspiratif SD IT Hidayatullah 2021/2022



Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

1 komentar:

Muslikh July 24, 2022 at 1:12 AM

Kereen tulisannya. Kelas 5 SD sudah lihai menulis, modal yang baik untuk masa depan..