@sdhidayatullah (@) https://4.bp.blogspot.com/-ie52Oh_wT-s/WHHi75UACjI/AAAAAAAAEYE/PnOATooq-Y4v_HVhR_AakM0G2d699uWIwCLcB/s1600/ignielcom.png https://cards-dev.twitter.com/validator 144 x 144 px4096 x 4096 px5MB
» » » » Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi Hadiri Pra Munaqosyah Al-Qur'an SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi Hadiri Pra Munaqosyah Al-Qur'an SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Penulis By on Sunday, March 13, 2022 | 1 comment

(Sabtu, 9 Sya'ban 1443 H/12 Maret 2022 M) || Sebanyak 142 murid SDIT Hidayatullah mengikuti kegiatan pra munaqosyah al-Qur'an Metode Ummi pada Sabtu, 12 Maret 2022.

Kegiatan drilling atau pra munaqosyah yang dilaksanakan di lantai 3 gedung SDIT Hidayatullah ini seharusnya diikuti oleh 213 peserta yang terbagi pada cabang Tartil dan Tahfidz juz 28, 29, 30, 1-7. Namun pelaksanaan dibagi menjadi 3 hari yaitu pada Sabtu kemarin, dan insya Allah akan dilanjutkan hari Senin dan Selasa besok, menyesuaikan jumlah SDM penguji dan tentunya agar murid tetap bisa melaksanakan protokol kesehatan dengan baik.

Pembelajaran al-Qur'an adalah salah satu mata pelajaran yang masuk dalam struktur kurikulum SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang wajib diikuti oleh seluruh murid tanpa terkecuali. Munaqosyah menjadi salah satu tahap ujian dari sekian banyak pokok bahasan yang ada dalam kurikulum Ummi. Manajemen sekolah berupaya agar semua siswa dapat mengikuti ujian tersebut.

Munaqosyah dilaksanakan manakala murid telah menuntaskan pembelajaran al-Qur'an mulai dari jilid 1-6 ditambah tadarrus al-Qur'an, Gharib dan Tajwid. Ujian tersebut dilakukan oleh pihak Ummi Foundation atau Ummi Daerah yang ditugaskan. Murid yang dinyatakan lulus pada pra munaqasyah berhak mengikuti munaqosyah.

Selain munaqosyah tartil, SDIT Hidayatullah juga melaksanakan munaqosyah tahfidz seperti tahun-tahun sebelumnya. Kali ini sekolah mampu melaksanakan munaqosyah 10 juz, dimulai dari juz 30, 29, 28, dan 1 sd. 7.

Dokumentasi pra munaqosyah

Sama seperti Ujian Nasional, munaqosyah adalah tolak ukur keberhasilan siswa dan lembaga dalam pembelajaran al-Qur'an metode Ummi. Tentu bagi kita sebagai muslim yang mempunyai pandangan al-Qur'an sebagai petunjuk hidupnya dan menjadikan keberhasilan pembelajaran al-Qur'an sebagai salah satu parameter keberhasilan mendidik anak, maka munaqosyah akan menjadi suatu tahapan pembelajaran yang sangat dinantikan bukan hanya penting tapi sangatlah penting.

Ada hal yang lebih istimewa pada pelaksanaan tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu di saat proses pra munaqosyah sedang berlangsung, Prof. Dr. Abd Al Fattah El Awaisi berkunjung dan turut menyimak proses pra munaqosyah tanpa diagendakan sebelumnya. Profesor sejatinya hadir di pesantren Hidayatullah Yogyakarta dalam rangka mengisi Training of Trainer: Roadmap Nabawiyyah Pembebasan Baitul Maqdis. 

Profesor El Awaisi adalah Penulis "Buku Emas Baitul Maqdis" dan merupakan seorang Muslim berdarah Inggris Palestina yang tinggal secara berpindah-pindah di negara-negara Arab, Muslim dan Barat. 

Profesor El-Awaisi telah mengajar dan melakukan penelitian selama 32 tahun (dari tahun 1986) di universitas-universitas Arab, Inggris, Malaysia, dan Turki di mana saat ini ia merupakan Profesor Kehormatan di Universiti Utara Malaysia (UUM); dan Profesor Hubungan Internasional di Turki. 

Pada kesempatan yang berharga ini, sekolah sempat melangsungkan tanya jawab singkat terkait pelaksanaan pra munaqosyah al-Qur'an yang telah ia saksikan. Menurut Profesor El-Awaisi, kegiatan terlaksana dengan sangat tertib, para pengajar pun sangat istimewa, menguasai hal tersebut (memiliki kompetensi). Ia juga mengakui belum pernah melihat di tempat lain seperti kegiatan ini; ada upaya integrasi yang baik di antara para pengajar di mana masing-masing menguji materi yang berbeda. Ini bagus untuk murid dan juga bagus untuk guru.

Profesor yang turut menyimak halafan dari beberapa murid, salah satunya adalah murid putri kelas 1 yang sedang pra munaqosyah Tahfizh Juz 30 berkata, ketika dia (murid perempuan-red) membaca surat An Naba', hanya salah satu kali pada kelancaran/tartil, akan tetapi mengenai kualitas hafalannya dan makharijul huruf, seolah olah ia adalah orang Arab (karena kefasihan dalam membaca al Qur'an).

Tidak hanya itu, profesor juga memberikan harapan dan nasihat untuk murid-murid SDIT Hidayatullah, 

"Hafalkanlah al-Qur'an dan selalulah mengulang-ulangnya (murojaah), karena sesungguhnya hafalan al-Quran itu lebih cepat hilang daripada lepasnya unta dari ikatannya. Maka Hafalkanlah dan terus diulang-ulang sebab jika kalian tidak mengulangnya maka niscaya akan hilang surat-surat dan ayat-ayat yang sudah kalian hafalkan.", pesan Profesor.

Ia melanjutkan,

"Saya harap mereka terus bersemangat dalam menghafalkan kitabullah (al Qur'an), senantiasa memperbaiki tadwidnya dan memahami maknanya, namun tak cukup sampai situ saja, juga mentadaburi maknanya. Karena menghafal itu penting akan tetapi yang lebih penting di atas itu adalah memahami dan mentadabburi isi al-Qur'an al-Kariim. Baarakallahu fiikum."

Terima kasih sebesarnya kami haturkan atas kunjungan dan motivasinya, semoga Allah selalu menjaga engkau di mana pun berada, wahai Profesor. Jazaakumullaahu khairan wa baarakallahu fiik, Allaahumma aamiin.

📞 Informasi & pendaftaran: Nurkholiq wa.me/6283862080002

#pendidikantauhid #munaqosyah #pramunaqosyah #alquran #sekolahhidayatullahjogja

Reporter: Ida Nahdhah
Kontributor: Haris, Umam & Jundi
Foto: Hudaya & Tim Pos Dai
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

1 komentar:

Anonymous March 13, 2022 at 12:27 AM

Baarakallaahu fiikum