» » Dauroh Murobbi Pandu Hidayatullah Hari ke-2

Dauroh Murobbi Pandu Hidayatullah Hari ke-2

Penulis By on Wednesday, December 27, 2017 | No comments

www.sdithidayatullah.net|Rabu (27/12/17) Di hari kedua Dauroh Murobbi kegiatan dimulai pukul
05.00 pagi.

Semua peserta sudah harus berkumpul diruangan untuk segera mengikuti kegiatan. Materi selanjutnya, yakni materi 4 di sampaikan oleh ustadz Syarif Daryono, sang panglima pandu nasional.

Materi 4: Konsep Kaderisasi Pandu
Awal munculnya konsep kaderisasi pandu adalah:
a. Lambat/mandegnya perkaderan di Hidayatullah
b. Belum ada konsep tertulis yang ideal
c. Masalah dan tantangan yang kompleks

Materi pembinaan Pandu Hidayatullah :
1. Tarbiyah tsaqafah (keilmuan)
2. Tarbiyah ruhiyah (ruh)
3. Tarbiyah jasadiyah (fisik)
4. Tarbiyah ijtima'iyah (sosial kemasyarakatan)
5. Tarbiyah qiyadiyah (organisasi dan kepemimpinan)

Makna simbol Pandu :
1. Kotak persegi melambangkan ka'bah, simbol persatuan umat Islam
2. Bulan sabit melambangkan ciri khas ke-Islaman, yang akan menjadi bulan purnama yang selalu menerangi, dan warna merah menunjukkan keberanian
3. Logo Hidayatullah menunjukkan bagian dari Hidayatullah
4. Tulisan Pandu Hidayatullah menunjukkan nama organisasi
5. Tulisan laa 'izzata ila bil islam menunjukkan tidak ada kemuliaan kecuali dengan Islam

Selanjutnya materi ke 5 masih disampaikan oleh ustadz Syarif Daryono.
Materi 5: Yel-Yel Pandu Hidayatullah dan Nasyid
Prinsip yel-yel Pandu Hidayatullah :
a. Mengobarkan semangat dan sedikit riang
b. Tidak meniru gerakan dan lagu
c. Tidak meniru gerakan dan lagu terlarang/ jahiliyah
d. Siap dikoreksi jika ada yang menyimpang

Selama sesi materi tentang yel-yel dan nasyid para peserta diajak untuk yel-yel menggunakan yel-yel Pandu dan menyanyikan nasyid-nasyid yang mengobarkan semangat.
Setelah itu para peserta latihan PBB (Peraturan Baris-Berbaris) selama kurang lebih satu jam.


Setelah materi 5 selesai para peserta diminta untuk istirahat dan selanjutnya materi 6.




Materi 6 disampaikan oleh ustadz Ahmad Hamim.
Materi 6: P3K
Ustadz Hamim menyampaikan: "Seorang penolong atau responder harus memiliki APD (alat perlindungan diri) sebelum melakukan pertolongan, seperti: sarung tangan lateks, masker penolong, baju pelindung, kacamata pelindung, helm dan masker. Jika ada anak dan ayah dalam sebuah pesawat dan terjadi keadaan darurat dan masker oksigen di keluarkan maka siapa dulu yang menggunakan masker oksigen tersebut?"  tanya beliau kepada para peserta. "Yang menggunakan terlebih dahulu adalah ayahnya, baru kemudian anaknya, kenapa ayah dulu bukan malah anaknya?  Karna untuk menjadi seorang penolong dirinya harus sehat dulu, jadi kalau ayah mau menolong anaknya tersebut dia harus sehat dulu." lanjut beliau.


"Sebelum melakukan pertolongan pada korban dilakukan penilaian terlebih dahulu pertolongan seperti apa yang dibutuhkan korban, jadi tidak bisa asal. Jika terjadi kecelakaan dan menemukan 3 kondisi seperti orang yang berteriak minta tolong, sekarat/ kritis dan orang yang dipastikan sudah tidak bergerak lagi maka yang pertama harus kita tolong adalah yang kondisi sekarat/kritis.Kita tidak boleh mencabut benda apa pun yang menancap di tubuh.

Luka dibalut untuk meminimalisir darah yang keluar. Kalau tidak ada kain kasa gunakan yang ada, misal baju untuk menahan darah keluar semakin banyak.

Bidai itu supaya luka patah tulang tidak bergeser. Bidai bisa dibuat dari benda yang lurus dan keras kemudian dibalut dengan kertas untuk keamanan bidai tidak melukai kulit. Alat bidai harus lebih panjang dari yang dibidai. Tenangkan korban.  Talinya bisa apa saja. Pelan-pelan saat membidai dan tali jangan terlalu kencang. Saat dievakuasi tulang yg patah harus tetap lurus.
Luka bakar ada 3 derajat
Derajat 1. Hanya bagian kulit sri
Derajat 2. Seperti kena knalpot
Derajat 3. Seperti ayam bakar / sangat parah

Pertolongan pertama adalah dengan diberi air atau es juga bisa jika tidak terlalu parah. Kalau lukanya terbuka bisa kain dibasahi kemudian dibalut kan. Korban bisa diberi air minum tp air putih hangat tidak boleh air es atau jenis air minum yg lain." beliau menjelaskan tentang pertolongan pada korban.

Kemudian para peserta diminta praktek langsung bagaimana menangani beberapa jenis luka yang terjadi pada korban, mulai dari luka bakar, luka sobek, tertusuk tongkat, hingga patah tulang.


Selain itu beliau juga mempraktekkan cara memadamkan api pada kebocoran gas.

"Ada tiga cara memadamkan api." beliau menjelaskan.
"Tiga cara tersebut adalah:
1. Ditekan bagian yang bocor atau yang mengeluarkan api
2. Ditiup bagian yang keluar apinya
3. Dibawa ketempat terbuka dan dicopot regulatornya

Setelah materi ke 6 selanjutnya para peserta istirahat dan bersih diri kemudian pukul 19.30 melanjutkan materi 7. Materi 7 disampaikan kembali oleh ustadz Syarif Daryono.
Materi 7: Manajemen Halaqah dan Simpati
Beliau menyampaikan:"Salah satu tujuan halaqah adalah menjadikan santri memiliki kepribadian muslim. Dan kedudukannya sebagai wadah pembinaan santri Hidayatullah. Fungsi halaqah ada tiga, yaitu: muakhkhoh (mempersaudarakan), tarbiyah (penanaman nilai-nilai ke-Islaman) dan tandzim (pengorganisasian)."

Selanjutnya tentang tali temali dan simpul. Para peserta dikenalkan tali yang biasa digunakan yakni tali kernmantel.
Berikutnya materi 7
diakhiri  dengan membuat berbagai jenis simpul.




Laporan @yuliasfita
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya