» » Dauroh Murobbi Pandu Hidayatullah Hari ke-1

Dauroh Murobbi Pandu Hidayatullah Hari ke-1

Penulis By on Tuesday, December 26, 2017 | No comments



www.sdithidayatullah.net | Selasa (26/12/ 2017) Rombongan Dauroh Murobbi dari Jogja alhamdulillah sampai di lokasi kegiatan yang akan berlangsung selama kurang lebih tiga hari dua malam di yayasan Al-Kahfi, Surakarta.

Selama 3 hari kedepan para peserta diwajibkan mengikuti jadwal kegiatan yang telah dibuat.


Masing-masing sekolah membawa peralatan yang telah diinstruksikan, diantaranya: tongkat pramuka, tali pramuka, kompas, bendera semaphur, peluit dan seragam pandu. Itu semua dibutuhkan untuk mengikuti materi- materi yang akan disampaikan.

Dihari pertama dauroh, ada 3 materi yang disampaikan oleh Ustadz Faturrahman. Ustadz Faturrahman menyampaikan bahwa: "Misi besar Hidayatullah adalah terbangunnya peradaban islam.  Pandu adalah wadah kaderisasi.  Di dalamnya ada kurikulum kaderisasi. Dan ada aspek yang akan ditransfer untuk anak kita. Aspek yang sangat mendasar dalam pandu adalah aspek ruhiyah,  kemudian ijtimaiyah,  tsaqafah, dan jasadiyah. Ada 5 paket dalam ruhiyah, yaitu shohihul 'aqidah, mutakholliqun bil Qur'an, mujiddun fil 'ibadah, da'in illallah dan multazimun bil jama'ah".

Aspek ruhiyah  ini disampaikan dalam beberapa sesi yang disampaikan Ustadz Faturrahman
Materi 1: Shohihul 'Aqidah (aqidah yang benar)
Indikator:
a. Pemahaman yg benar
b. Kesadaran yang penuh
c. Mengenal Allah
d. Kesiapan menerima syariat
e. keyakinan yang utuh dan mantap
f.  Kesiapan untuk berjihad
g. Sikap mencintai Allah
h. Pengenalan dan pengamalan wala' dan bara',
i.  Militansi dan tidak takut celaan

Materi 2: Mutakholiqun bil Qur'an (berakhlak sesuai Al-Qur'an)
Semua aktifitas yang kita lakukan harus sesuai dengan  Al-Qur'an.
Kompetensi dasarny adalah:
a. Memahami konsep haq dan batik
b. Memiliki visi hidup Qur'ani
c. Menjadikan Rasulullah sebagai uswatun halaqah

Materi 3: Mujiddun fil 'Ibadah (bersungguh-sungguh dalam beribadah)
Dalam segala hal jangan dibayangkan, jalani saja, terus berbuat, bergerak, jangan berhenti, karna setiap gerakan itu ada barokahnya. Dan kenapa harus sngguh-sungguh dalam beribadah? Karna kalau tidak ada kesungguhan yang ada hanya tataran teori.

Laporan @yuliasfita 


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya