» » Kemah Ceria 2019: Mandiri, Disiplin & Tanggung Jawab Karena Allah

Kemah Ceria 2019: Mandiri, Disiplin & Tanggung Jawab Karena Allah

Penulis By on Friday, October 11, 2019 | No comments


www.sdithidayatullah.net | (Jum'at, 12 Safar 1441 H / 11 Oktober 2019 M) Rabu - Jum'at pagi 9-11 Oktober 2019 merupakan hari-hari ceria plus menegangkan bagi peserta didik SDIT Hidayatullah Sleman, Yogyakarta. Pasalnya pada hari-hari ini digelar acara kemping bagi peserta didik kelas 4 s.d. 6. Lokasi kemping kali ini mengambil tempat di Bumi Perkemahan Lembah Merapi, Nganggring, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti tahun 2015 silam.

Tempat ini sengaja dipilih karena selain jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari sekolah (Sekitar 20 menit berkendara) juga karena mudah dijangkau tanpa harus mendaki dan sudah memiliki fasilitas yang lengkap termasuk toilet, lapangan upacara, 2 pendopo, penerangan, tandon air serta jalanan beraspal. 

Dengan luas area sekitar 3 ha, kawasan ini ditumbuhi pepohonan rindang yang membuat suasana terasa nyaman dan menyenangkan. Tempat ini cocok bagi siapapun yang ingin menikmati kemah dengan cara sederhana. Tempat perkemahan ini juga sering diapakai untuk acara beberapa komunitas atau acara kampus. Lokasi bumi perkemahan di sekitar Merapi ini cukup strategis karena terletak di desa Nanggring yang berdekatan dengan Desa Wisata bernama Desa Tunggularum. 

Barisan tenda kelompok putri
Acara diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat. Selaku Pembina Upacara, Ustadz Muhammad Rifki Saputra memberi motivasi dan pesan-pesan agar seluruh murid dapat mengikuti kegiatan kemah ini dengan sebaik-baiknya.

"Ustadz berharap selama mengikuti kegiatan kemah ceria yang akan berlangsung selama 2 hari 3 malam ini kalian menjaga adab, anak-anakku yang shalih dan shalihah. Jangan membuang sampah sembarangan, gunakanlah fasilitas yang telah disediakan dengan baik, pakai air secukupnya, dan bersikap 5 S terhadap warga sekitar kita berada sekarang." Pesan Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah ini.

"Apa itu 5 S? Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun." Lanjutnya sembari memberi isyarat dengan 5 jemari dan diikuti oleh para murid.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan pendirian tenda oleh masing-masing kelompok beserta pendampingnya. Setelah itu makan siang, sholat dhuhur berjama’ah dan acara yang dinanti-nanti semua peserta pun tiba, yaitu longmarch. Horeee! Semua anak bersuka cita mengikuti kegiatan meskipun sedikit lelah. Alhamdulillah, nantinya lelah itu terbayarkan dengan menikmati pesona dari beragam jenis bunga yang indah di Rumah Bunga, salah satu spot wisata Desa Tunggularum.

Obat lelah
Kerjasama mendirikan tenda
Menjelang sore, sholat ashar berjamaah, baca Al Ma’tsurat dan masak berkelompok untuk persiapan makan malam. Menunya beragam sesuai kreativitas anggota kelompok dan juga pendamping dari Ustadz/Ustadzah, ada yang mengolah tempe, membuat mie kuah, nasi goreng, telur dadar, dan lainnya dimakan bersama nasi putih yang masih mengepul. Ehmmmm… disantap saat letih, lapar dan cuaca dingin. Dalam sekejap makanan tandas.

Malam harinya satelah sholat isya berjamaah dan tausiyah oleh Ustadz yang ditunjuk, tibalah acara yang menegangkan sekaligus paling dinanti oleh kebanyakan murid, Jurit Malam. Peserta putra secara berkelompok  menyusuri jalan berundak dan berhenti di pos-pos tertentu dengan tugas dan amanah yang berbeda-beda di tiap posnya. Semua antusias mengikutinya. Adapun peserta putri juga melaksanakan kegiatan yang tidak kalah seru, yaitu bermain Atur Komando atau 'perang-perangan'. Wah.. situasi heboh dan sangat seru, tentunya dengan tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan setiap peserta kemah ceria.

Indahnya kebersamaan
Masak-masak duluu
 Hari kedua diisi dengan beragam perlombaan dan ajang kreativitas. Lomba PBB, Yel-yel, Pioneering, Unjuk Ketangkasan, dan pentas seni. Rentetan kegiatan hari kedua ini ditutup dengan kegiatan bakar-bakar Sate dan menikmati hangatnya 'Api Unggun'.

Hari terakhir dibuka dengan qiyamullail berjamaah di aula pendopo. Dilanjutkan shalat subuh, pemberian tausiyah oleh Ustadz dan ustadzah, dan tentunya senam pagi Ar Ruhul Jadid yang dipandu oleh Ustadz Bagas. Upacara penutupan diiringi pengumuman kelompok terbaik dan peserta terbaik dan tak lupa saling bersalaman kepada guru dan teman. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan semua peserta pulang dengan kesan yang mendalam, insya Allah.

Lomba Pioneering

Ajang Kreativitas (Nasyid, Puitisasi, dan Drama) diterangi oleh api unggun

Meminta maaf dan memberi maaf agar hati lapang
Kegiatan kemah kali ini selain sebagai bentuk rihlah jasadiyah (fisik) juga rihlah ruhiyah (jiwa). Selama 3 hari peserta Kemah Ceria dilatih untuk mandiri, disiplin dan juga bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan baik pribadi maupun perkelompok. Selain kegiatan-kegiatan alam yang menguatkan fisik, mereka juga dibekali dengan penguatan-penguatan ruhiyah seperti shalat lail, shalat fardhu berjamaah, tilawah Al Qur'an, Zikir Pagi-Petang, dan tausiyah-tausiyah agama yang disampaikan oleh para guru di setiap selesai waktu shalat. Besar harapan agar kelak mereka menjadi pemuda pemudi yang tangguh menghadapi bermacam cobaan dan rintangan di zaman ini, menjadi generasi penerus yang shalih dan shalihah, kuat jasmani dan rohani. Allaahumma aamiin.

Galeri foto yang lebih lengkap klik -> FP Facebook SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Rep & Foto: Ida Nahdhah


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya