Wakasek : Tahan Payahnya Belajar atau Kelak Perih dalam Kebodohan


www.sdithidayatullah.net | Senin (05/09/2016). Dalam upacara hari Senin, Pembina Upacara, Ustadz Muhammad Rifki Saputra, S.Pd.I. Selaku Wakil Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah menyampaikan beberapa nasihat kepada ratusan murid SDIT Hidayatullah. Nasihat Beliau di antaranya adalah :

Pertama, "Kita harus mampu menahan payah dan perihnya belajar, jika tidak maka kelak kita akan payah dan perih dalam kebodohan." Begitu yang disampaikan Ustadz Rifki, panggilan akrab Beliau.

Kedua, "Kita harus memahami perbedaan. Ketika belajar kelompok, maka bisa jadi ada perbedaan, maka harus siap menerima perbedaan tersebut." Lajut Beliau.

Ketiga, "Sebagai seorang murid, maka hortmatilah guru, karena perantara guru kita mendapatkan ilmu."

Keempat, "Senjata paling ampuh, paling modern, paling hebat, paling mutakhir adalah doa. Karena doa ini tidak mengenal waktu, kapan saja bisa dilakukan. Jika doa-doa kita tidak dikabulkan di dunia, maka harapan kita doa kita akan dikabulkan di akhirat. Guru mendoakan murid, murid mendoakan guru dan orangtuanya, karena doa anak-anak yang shalih akan terijabahi."


Rep. EMTE
Foto dokumen SDIT Hidayatullah

0 Response to "Wakasek : Tahan Payahnya Belajar atau Kelak Perih dalam Kebodohan"

Post a Comment