"Berdagang Ala Nabi" di Entrepreneurship for Students SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | Bertempat di halaman utama sekolah, Jumat (1/4/2016) murid-murid SDIT Hidayatullah kembali mengikuti kegiatan rutin tiap semester "Entrepreneurship For Students 2016". Dengan tema "Berdagang Jujur dan Cerdas, Berdagang yang Diridhai Allah SWT", kegiatan ini diikuti oleh 457 murid SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta, yang dimeriahkan juga wali murid SDIT dan murid SMI (MTS-MA) Hidayatullah sebagai pembeli.

Selaku Ketua Panitia Arif Bagas Setiawan menuturkan, tujuan diadakannya kegiatan Entrepreneurship For Students ini adalah untuk "Melatih murid belajar berdagang, dalam hal ini berbentuk makanan dan minuman" tutur Bagas. Lebih lanjut, ucap Bagas, kegiatan ini juga "melatih murid mengelola keuangan, dan agar murid mengetahui hukum jual beli dalam Islam" Lanjut Bagas.

Bagas berharap, dengan adanya kegiatan ini "Murid memahami tentang hukum berdagang dalam Islam, juga dapat menerapkan adab makan dan minum dengan baik" pungkas Bagas.

Subhan Birori, S.Ag, dalam sambutannya menyatakan, bahwa dalam kegiatan ini terdapat banyak pembelajaran yang bisa diambil murid. Subhan menyampaikan "Para siswa kelas 3-6 sebagai penjual, akan mempraktikan belajar transaksi, berkomunikasi dan bekerja kelompok. Hal tersebut merupakan pembelajaran dengan pendekatan scientifik" ujar Subhan.

Untuk diketahui, kegiatan ini Entrepreneurship For Students ini berlangsung setiap semester sekali. Dan biasanya dilaksanakan setelah pelaksanaan UTS/ mid semester.

Tahun ini, kegiatan ini diikuti 24 kelompok stand yang menjual berbagai menu makanan dan minuman, seperti Bakmi jawa, nasi goreng, somai ,empek-empek, tela-tela, sup buah, es degan, es campur, es krim, dan lain sebagainya.

Shalahuddin salah satu murid 6A merasa senang dan mendapatkan banyak manfaat mengikuti kegiatan tersebut, " Aku bisa belajar kewirausahaan sejak kecil" ucap Shalahuddin. Selain itu Shalahuddin menambahkan "Juga melatih kekompakan antar teman sekelompok, melatih kejujuran dan ketekunan saat berjualan, aku berharap semoga kedepannya lebih baik lagi" tutup Hudi dengan harapannya.

Aisyah, murid 6B juga merasakan hal yang sama, "Ada pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ini, seperti jujur" kata Aisyah. Aisyah menambahkan, "bukan hanya untung yang dicari, tapi berdagang karena Allah", ucap Aisyah.

Selain itu Aisyah pun dapat mengaplikasikan materi-materi pelajaran yang didapatkan di sekolah, "Pelajaran umum pun bjuga aku dapatkan, seperti, ipa (radiasi, konveksi, konduksi, mencair, dll), juga matematika." ungkap Aisyah dengan senang.

Ida Nahdhah, salah satu Guru pendamping kegiatan, merasa senang dengan diadakannya kegiatan ini, "Alhamdulillaah.. Senang sekali rasanya melihat antusias anak didik dalam kegiatan ini. Disini mereka belajar bagaimana bahu membahu saling membantu melayani pembeli yang membludak, dan bagi anak-anak yang membeli, mereka pun belajar sabar mengantri menunggu gilirannya."

Lebih lanjut Ida menambahkan, "Point yang paling penting, dengan kegiatan ini diharapkan anak didik dapat berlatih bagaimana mengutamakan kejujuran, adil dan memegang teguh kepercayaan yang diberikan orang lain, juga bersikap sopan dan bertingkah laku baik dan menjauhi hal-hal yang merugikan kedua belah pihak, sebagaimana hadits Rasulullah, "Rahmat Allah atas orang-orang yang berbaik hati ketika ia menjual dan membeli serta ketika membuat keputusan." (HR Bukhori)"

Dalam kegiatan ini juga mengundang wali-wali murid untuk memeriahkannya. Salah satu wali yang hadir, Ibu Tanti merasa senang dan salut dengan kegiatan ini, "Saya benar-benar salut melihat anak-anak begitu bersemangat mengolah, mengemas dan menjajakan makanan ataupun minuman yg mereka buat" tutur Tanti.

Lebih lanjut Tanti menambahkan, "Saya juga melihat kekompakan dan tanggungjawab di setiap kelompok. Kerjasama antar teman, ketangguhan mereka belajar menjadi jiwa-jiwa wira usaha" ucap Tanti.

Tanti berpesan kegiatan ini dapat terus dilaksakan karena banyak manfaatnya, "Anak-anak belajar mengelola keuangan/modal yg harus dikembangkan". Harapan Tanti, semoga dari kegiatan ini, "anak-anak kedepan menjadi pribadi yang tangguh, jujur, dan mau bekerja keras apapun cita-cita dan harapan mereka" Harap Tanti dengan berbinar-binar.

Pasca berjualan, peserta entrepreneurship bersama guru pedamping mengadakan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan dengan merinci berapa modal yang dikeluarkan dan omset yang didapatkan. Sehingga akan terlihat apakah mendapatkan untung atau rugi. Peserta juga diajak menganalisis pada lembar evaluasi mengapa mereka untung atau rugi. Suatu pembelajaran saintifik yang bagus untuk murid-murid.

Foto-foto kegiatan bisa like fanspage SDIT Hidayatullah atau KLIK DI SINI

Ayun Afifah/ Guru SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta

0 Response to ""Berdagang Ala Nabi" di Entrepreneurship for Students SDIT Hidayatullah"

Post a Comment