Serunya Bazaar Hasil Karya Murid di SDIT Hidayatullah

Latihan bermuamalah jual beli sejak dini
www.sdithidayatullah.net | (Jum'at 30/03/2018) Salah satu rangkaian dari kegiatan Musabaqah MIPA yang paling dinanti-nanti oleh Murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta adalah Bazaar Hasil Karya Murid. 

Ya, kegiatan ini selalu semarak, ramai, dan menyenangkan.  Keceriaan dan semangat terlihat jelas di wajah para murid, semua terlibat dan aktif mempromosikan hasil karya dari kelas masing-masing. Apatah lagi jika hasil karya mereka berhasil dibeli oleh teman-teman, para guru, wali murid dan para pengunjung, bisa dipastikan senyum dan tawa akan selalu menghiasi wajah-wajah polos nan suci itu.
"Yuuk kakak, mampir.. tanya-tanya aja dulu kak.."

Setiap kelas memajang dan menawarkan hasil karya tangan mereka di stand-stand yang telah ditentukan. Barang yang dipamerkan pun beragam, mulai dari barang-barang elektronik sederhana, rak mini, tempat tissue, tempat pensil, gantungan kunci, bunga dan lain sebagainya yang dibuat dari bahan-bahan habis pakai atau barang bekas. 
Mas Aziz dan kawan-kawan menjaga stand kelas 3A dengan semangat

Harga barang yang dijual pun beragam, ada yang menjualnya dengan harga 2000 rupiah, 5000, hingga 25.000/pcs. Namun tidak melebihi 25 ribu, harga maksimal yang telah ditentukan oleh Panitia. 

Ratusan murid tumplek blek di dalam Aula dan Area Parkir yang telah disulap menjadi 'Pasar' selama setengah hari. Riuh rendah suara anak-anak menawarkan barang dagangannya, kadangkala dengan sedikit gaya menodong, terutama kepada para Ustadz dan Ustadzah.

"Ustadzaah.. Ayo dong, beli karya kelas kita.. Murah kok, Ustadzah. Cuma 4 ribu. Wadah buat Bolpoin, Pensil atau apa aja deh.. ya ya, Ustadzah, dibeli yaa.. Atau ini, Bros-bros cantik, pasti cocok deh kalau dipakai Ustadzah."
Stand kelas VI Putri. Karyanya bagus-bagus lho..

Ada juga,
"Ustadzz.. Beli bunganya buat istrinya Ustadz atau buat Ibunya Ustadz. Halal dan Thoyyib kok bunganya, Ust.hehe"

Di sudut yang lain,


"Ustadzah, beli Rak Mini yaaa.. ada diskon looh."


"Diskonnya berapa?" Sang Ustadzah mulai tertarik.


"Dari 19.000 jadi 18.500." Jawab murid tersebut dengan polosnya.


Mantap, nak. Banyak banget potongannya. Pada akhirnya Rak Mini itu berhasil berpindah tangan. 😃😂


Tengoklah, gaya para murid ini dalam menawarkan dagangannya. Menggemaskan. Bagaimana bisa diabaikan begitu saja? 😆
"Musabaqah MIPA; Ciptakan Prestasi, Gali Potensi"

Point terpenting, Bazaar Hasil Karya Murid ini diharapkan menjadi wasilah dan latihan bagi mereka untuk memupuk jiwa berdagang dan bermuamalah yang baik, belajar berhitung uang kembalian, harga produk, hingga kalkulasi untung rugi. 

"Ayo, Kak Ibra, Kak Adi, jangan cuma dipegang doang, dibawa pulang dong.."

Kegiatan Bazaar Hasil Karya Murid dimaksudkan untuk mengajarkan peserta didik untuk membuat karya atau produk dan menanamkan nilai-nilai entrepreneuship. Karya yang dibuat peserta didik berupa karya yang memiliki nilai jual atau minimal karya tersebut bermanfaat untuk peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman nilai-nilai entrepreneurship untuk peserta didik seperti kemandirian, kreatif, keberanian, kepemimpinan, berani mengambil resiko, dan kerja keras. Penanaman nilai-nilai entrepreneurship dilakukan melalui pembiasaan sehingga peserta didik memiliki karakter yang unggul.
Keramaian di Stand Murid Putra




Yuuk kunjungi Galeri Foto Musabaqah MIPA dan Bazaar Hasil Karya Murid SDIT Hidayatullah. Disini:  ↓


Musabaqah MIPA; Ciptakan Prestasi, Gali Potensi Diri.

Eksperimen 'Bahaya Rokok" oleh kelas Amanah

www.sdithidayatullah.netBagian kemuridan SDIT Hidayatullah yang diketuai oleh Muhammad Rifki Saputra,  hari  Jum’at, (30/03/2018)  membuat program  “Musabaqah MIPA dan Bazaar Hasil Karya Murid SDIT Hidayatullah”.

Kegiatan yang dimulai sejak jam 07.00 pagi hingga 12.00 ini diikuti oleh seluruh murid SDIT Hidayatullah dan disaksikan oleh wali murid yang berkenan hadir.
Dalam sambutannya, Subhan Birori,  selaku Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyampaikan pentingnya proses menuntut ilmu sebagai wujud meneladani sosok Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sepanjang hayatnya tak pernah usai dari proses menuntut ilmu.

“Dengan diadakannya Musabaqah MIPA dan Bazaar Hasil Karya Ilmiah ini, in sya Allah akan lahir generasi muda yang unggul baik akademik maupun non akademik, agar menjadi insan yang berilmu dan mempunyai kepribadian yang berakhlaqul karimah, ujarnya.
Khusyuk dan serius mengerjakan soal-soal MIPA
Pelaksanaan Musabaqah MIPA dibagi ke dalam 3 sesi acara. Setelah menunaikan shalat dhuha, para murid terpilih dari masing-masing kelas segera menuju ruang uji tertulis untuk mengerjakan soal-soal yang telah disediakan. Adapun sisanya menuju ke Aula Sekolah untuk mempresentasikan uji coba MIPA/Praktik Ilmiah yang telah mereka hasilkan di hadapan segenap dewan juri. Presentasi Uji Coba MIPA tidak sekedar menjelaskan dari segi kajian keilmuannya saja, akan tetapi juga menitik beratkan pada unsur ketauhidan yang diusung pada setiap praktik uji coba karya mereka.
Sesi terakhir dari rangkaian kegiatan Musabaqah MIPA adalah Bazaar hasil karya murid. Tempat Bazaar putra dan putri dipisah, murid putri menempati Aula, sedangkan murid putra memajang hasil karya mereka di lokasi parkir sekolah yang telah disulap menjadi stand pameran.
Uji coba ilmiah di depan dewan juri dan teman-teman
Kegiatan Musabaqah MIPA ini dilaksanakan setahun sekali, terhitung sejak tahun 2014 hingga sekarang, tentunya dengan beberapa perbaikan dan perubahan baik konsep maupun teknis pelaksanaan di lapangan. Dalam beberapa kali pelaksanaannya, SDIT Hidayatullah bahkan turut mengundang sekolah-sekolah lain di sekitar untuk ikut berpartisipasi dengan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti uji tertulis MIPA. Harapannya, hal ini bisa menjadi langkah untuk menjalin hubungan baik antar sekolah, juga menjadi bagian dari promosi sekolah tentunya.
Bazaar Hasil Karya Murid



Yuuk kunjungi Galeri Foto Musabaqah MIPA dan Bazaar Hasil Karya Murid SDIT Hidayatullah. Disini:  ↓


*Tulisan ini juga dimuat di Hidayatullah.com


Laporan: Rida Nahdhah
Foto: Haris





Kunjungan Belajar ke Berbagai Tempat Murid SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | Selasa (27/03/2018) Bersamaan dengan Ujian Tryout Kelas 6 SDIT Hidayatullah Yogyakarta, sehingga beberapa kelas harus menyelenggarakan kegiatan belajar di luar kelas. Hal ini dilakukan karena beberapa ruang kelas dipakai menjadi ruang ujian kelas 6.

Berbagai tempat kunjungan belajar tujuan para guru dan murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta akhirnya ditentukan. Ada kelas yang berkunjung ke Exotarium Mini Zoo Yogyakarta di mana anak-anak bisa melihat bahkan memegang secara langsung bermacam hewan, reptil, dan sebagainya.
Ada juga yang berkunjung PPPPTK Seni dan Budaya di mana anak-anak bisa membuat kerajinan batik dan bahan gerabah.
Ada pula yang berkunjung ke Kebun Binatang Gembira Loka serta perpustakaan Ghraha Pratama di Yogyakarta.

Tujuan dari kunjungan belajar ini adalah untuk menambah pengalaman belajar setiap peserta didik. Dengan berbagai pengalaman belajar tentu akan menambah pengetahuan bagi mereka semua.
Album Gambar Kunjungan Belaja bisa KLIK DI SINI
-----
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 
>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI   


 Rep. Thorif
Foto : Nurul, Kusyanti



SDIT Hidayatullah dan IGTKI Selenggarakan Workshop Akreditasi Sekolah TK


www.sdithidayatullah.net | Sabtu (24/03/2018) Dalam rangka mengenalkan SDIT Hidayatullah Yogyakarta kepada guru-guru TK di sekitar sekolah ini, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Workshop Akreditasi Sekolah Taman Kanak-kanak selama lebih kurang setengah hari.

Bertempat di Gedung Pendidikan Sekolah Menengah Integral (SMI) Hidayatullah Yogyakarta acara ini dihadiri lebih kurang 180 peserta dari TK di wilayah Kecamatan Ngaglik, Pakem, Sleman, Turi dan Ngemplak.

Utusan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memberi aprisiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Acara yang diselenggarakan gratis ini menghadirkan 3 pemateri yaitu Ibu Nova Indriati, Bapak Mahmudin, dan Bapak Jaiz . Disesi terakhir, harapan dari pemateri adalah setiap sekolah bisa mendaftarkan secara online akreditasi sekolahnya kepada penyelenggara terkait.

Acara ini terselenggara berkat kerjasama SDIT Hidayatullah Yogyakarta dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Kecamatan Sleman, Turi, Pakem, Ngaglik, dan Ngemplak juga disponsori oleh Bank BPD DIY, Percetakan Mitra Ummat Community (Mucomm), BMH Yogyakarta, Yufa Transport, Manna Katering, Sakinah Mart, Farady Engineering, TKIT Yaa Bunayya, dan SMI Hidayatullah Yogyakarta.

-----
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 
>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI   


Rep. Thorif
Foto Subhan Birori

6 Syarat Menuntut Ilmu dalam Kitab Ta'lim al-Muta'allim


www.sdithidayatullah.net Sebagai seorang Muslim, mencari ilmu atau thalab al-’ilmi adalah suatu kewajiban. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”.

Seorang Pencari Ilmu harus memiliki bekal-bekal yang cukup sehingga dia sukses dalam pencariannya. Hal pertama yang harus dimiliki dan dilakukan oleh Pencari Ilmu adalah niat, niat yang sungguh-sungguh. Tersebut dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim oleh Syaikh Az-Zarnuji, niat mencari ilmu khususnya ilmu agama setidaknya mencakup hal-hal berikut: Niat mengharapkan Ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk menggapai kebahagiaan akhirat, membasmi kebodohan bagi dirinya dan kebodohan orang-orang disekitarnya, menghidupkan agama, dan untuk menjaga keberlangsungan (kekekalan) agama.

Selain niat, Pencari Ilmu juga harus memiliki 6 hal sebagai modal dalam mencari ilmu. Mengenai hal ini, Syaikh Az-Zarnuji di dalam kitabnya tersebut menuliskan sebuah syair dari Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu., dua bait syair itu berbunyi:

اَلا  لاَ  تَناَلُ  اْلعِلْمَ   إِلاَّ  بِسِتَّةٍ      سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

ذَكاَءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِباَرٍ وَبُلْغَةٍ      وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ


"Ingatlah! Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi 6 syarat. Saya akan beritahukan keseluruhannya secara rinci. Yaitu: Kecerdasan,  kemauan/semangat (rakus akan ilmu),  sabar,  biaya/bekal (pengorbanan materi/ waktu), petunjuk (bimbingan) guru dan dalam tempo waktu yang lama."

1. Kecerdasan
Ulama membagi kecerdasan menjadi dua yaitu: yang pertama, muhibatun minallah (kecerdasan yang diberikan oleh Allah). Contoh, Seseorang yang memiliki hafalan yang kuat. Yang kedua adalah kecerdasan yang didapat dengan usaha (muktasab) misalnya dengan cara mencatat, mengulang materi yang diajarkan, berdiskusi dll.
Ada beberapa kecerdasan yang harus kita kembangkan dalam diri kita diantaranya : kecerdasan logika, spacial, linguistik,  gerak,  musik, intrapersonal, interpersonal dan kecerdasan naturalis.

2. Bersungguh-sungguh
Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapatkan kesuksesan. Begitu pula dalam menuntut ilmu, kesungguhan adalah salah satu modal untuk menguasai ilmu yang sedang kita pelajari.

3. Kesabaran
Yang Ketiga Sabar dalam menuntut ilmu dibutuhkan kesabaran, sabar dalam belajar, sabar dalam diuji, sabar dalam segala hal yang kita alami dalam proses menuntut ilmu, hidup ini adalah ujian pasti Allah akan uji kesungguhan kita dalam menuntut ilmu, jikalau kita lolos dalam menjalaninya maka kita akan dinaikan tingkat kita dari yang sebelumnya.
"Orang yang cerdas adalah orang yang tidak akan pernah berhenti belajar.

4. Biaya
Dalam menuntut ilmu tentu butuh biaya (bekal), tidak mungkin menuntut ilmu tanpa biaya (bekal). Contoh para imam, Imam Malik menjual salah satu kayu penopang atap rumahnya untuk menuntut ilmu. Imam Ahmad melakukan perjalanan jauh ke berbagai negara untuk mencari ilmu. Beliau janji kepada Imam Syafi’i untuk bertemu di Mesir akan tetapi beliau tidak bisa ke Mesir karena tidak ada bekal. Seseorang untuk mendapat ilmu harus berkorban waktu, harta bahkan terkadang nyawa.

5. Bimbingan Guru
Salah satu hal yang paling penting dalam menuntut ilmu adalah petunjuk dari seorang guru. Terlebih belajar ilmu agama, haruslah sesuai dengan petunjuk guru. Belajar agama janganlah secara otodidak, karena akan menjadi bahaya jika salah memahami suatu teks bacaan.
Dikarenakan begitu pentingnya petunjuk guru, maka kita haruslah menghormati dan memuliakan guru. Hal ini semata-mata untuk mendapatkan ridha guru yang pada akhirnya akan mengantarkan kita kepada Allah Swt.

6. Waktu Yang Lama
Dalam menuntut ilmu butuh waktu yang lama. Tidak mungkin didapatkan seorang da’i/ulama hanya karena daurah beberapa bulan saja.Al-Baihaqi berkata:”Ilmu tidak akan mungkin didapatkan kecuali dengan kita meluangkan waktu”. Al Qadhi iyadh ditanya: "Sampai kapan seseorang harus menuntut ilmu?" Beliau menjawab: ”Sampai ia meninggal dan ikut tertuang tempat tintanya ke liang kubur.”

Semoga kita mampu memahami dan mengaplikasikan syarat menuntut ilmu dari Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallaahu ‘anhu tersebut. Jangan pernah patah semangat, masih banyak yang harus kita pelajari di dunia ini dengan waktu yang terbatas. 

*Tulisan ini terinspirasi dari tausiyah jum'at pagi oleh Ustadzah Arifatul Fuaida, S.Pd. di hadapan seluruh siswi SDIT Hidayatullah Yogyakarta, Jum'at 16/03/2018.

Laporan & Foto: Rida Nahdhah

-----
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 
>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI  
_________
SDIT Hidayatullah Yogyakarta
Weblog: www.sdithidayatullah.net
Twitter: @sdhidayatullah
Instagram: @sdhidayatullah
Email: sdithidayatullahsleman@hidayatullah.or.id

Penyerahan Donasi Peduli Ghouta


www.sdithidayatullah.net|Jum'at (09/03/2018) SDIT Hidayatullah Yogyakarta hari ini menyalurkan donasi peduli Ghouta melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH) cabang Yogyakarta.


Pagi ini disaksikan ratusan murid SDIT Hidayatullah dan puluhan guru, ustadz Subhan Birori S.Ag selaku kepala sekolah menyerahkan hasil penggalangan dana kepada ustadz Muhammad Mahfudz Al-Afghani, Kadiv Penghimpunan BMH DIY.

Peduli Ghouta di SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Jumat (02/03/2018) Ratusan Murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada hari ini bersemangat memberi infak untuk diberikan kepada saudara-saudaranya yang tertindas di Ghouta, Suriah. 

Pimpinan sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta merasa prihatin dengan kondisi kemanusiaan yang terjadi di Bumi Syam. Sehingga Beliau memutuskan untuk menggalang dana Peduli Ghouta untuk membantu mereka.

Penggalangan dana Peduli Ghouta ini dilangsungkan sejak Jumat, 2 Maret 2018. Silahkan bagi Orangtua/Wali Murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada khususnya dan kaum muslimin pada umumnya bisa berpartisipasi gerakan Peduli Ghouta ini. Saat ini sudah terkumpul dana dari murid-murid dan orangtua/wali murid sekolah ini sebesar Rp 10.271.200,-

Dana Peduli Ghouta bisa Anda salurkan melalui SDIT Hidayatullah Yogyakarta dengan kontak person, Thorif 087738219070 atau juga bisa transfer melalui rekening bank, dengan nama dan nomor rekening : Bank Syariah Mandiri No 094-0036363, an Yayasan As-Sakinah Yogyakarta.

Semoga Allah menolong kita semua.

Foto Ilustrasi: Murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta saat apel motivasi

-----
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 
>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI  

Ananda Farros Juara 1 Bulu Tangkis O2SN Tingkat Kecamatan Ngaglik

Ananda Farros Memegang Thropy
 www.sdithidayatullah.net | Rabu (28/02/2018) Ananda Farros Alfian Hakim, murid kelas 5D SDIT Hidayatullah Yogyakarta ini berhasil menyabet juara 1 Ajang Bulu Tangkis Tingkat Kecamatan Ngaglik di Perlombaan O2SN Sekolah Dasar Kecamatan Ngaglik.
Ananda Farros Memegang Piala
Ananda Farros yang aktif mengikuti club bulu tangkis ini akan melaju ke tingkat kabupaten mewakili Kecamatan Ngaglik tahun 2018.

Sementara itu, Ananda Sakhinah yang mengikuti lomba Tenis Meja berhasil merebut juara 2 di ajang O2SN SD Tahun 2018.


----- 
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 

>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI   


Rep. EMTHORIF