Mencari Jago Atlet dalam Ajang O2SN Tingkat Kecamatan

 
Tim Sepak Bola SDIT Hidayatullah Yogyakarta

www.sdithidayatullah.net | Selasa (27/02/2018) Seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bersaing dalam ajarang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). 

Bermacam cabang perlombaan digelar dalam ajang tahunan ini. Seperti tenis beja, catur, bulu tangkis, bola voli, sepak bola, karate, pencak silat, dan berbagai macam cabang atlit lainnya.

Sebagai salah satu Sekolah Dasar yang ada di wilayah Kecamatan Ngaglik, maka SDIT Hidayatullah Yogyakarta turut serta mensukseskan kegiatan O2SN tahun 2018 ini.

Upacara pembukaan kegiatan O2SN 2018 ini dilaksanakan di SD Negeri Ngaglik dengan dihadiri oleh seluruh peserta, official, juri, dan para guru pendamping. 

Kegiatan O2SN 2018 ini bertujuan mencari bibit-bibit unggul dalam berbagai macam cabang olahraga, setiap pemenang berhak maju ke tingkat kabupaten mewakili kecamatan.

Laporan & Foto : Mahmud Thorif

Kiat Agar Mudah Memahami Ilmu


www.sdithidayatullah.net│(Senin, 26 Februari 2018) Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam kepada Rasulullah, keluarga dan sahabatnya, ‘amma ba’du. Manusia lebih mulia dari pada makhluk lain karena akal. Dengan akal, manusia dapat bepikir untuk merenungi kebesaran-kebesaran Allah. Dengan akal, manusia dapat mencari ilmu untuk bekal di dunia dan akhirat nanti. Karena segala sesuatu yang manusia lakukan haruslah dengan ilmu. Al’ilmu qablal qauli wal ‘amali (ilmu sebelum perkataan dan perbuatan).

Pada Apel pagi tadi, di hadapan seluruh murid-murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta beserta para Bapak-Ibu Guru, Ustadz Jajang, S.Pd selaku Pembina upacara menyampaikan beberapa kiat agar seseorang mudah mendapatkan ilmu, agar ilmu yang diperoleh dari Ustadz dan Ustadzah yang setiap hari diberikan pada anak didik mudah diserap, mudah untuk diingat, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dari ilmu tersebut tumbuhlah akhlak yang baik yang terpancar di setiap lini kehidupan murid, baik di sekolah maupun di rumah.
Ustadz Jajang, S.Pd menyampaikan tausiyah di hadapan seluruh peserta Upacara
Sebuah hadits disampaikan oleh Ustadz Jajang di awal tausiyahnya, yang berbunyi;

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ ْالآخِرَةِ فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ  وَ مَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ (رواه الطبراني(
"Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu.” (HR. Thabrani)
Lebih lanjut Ustadz Jajang memberikan beberapa kiat agar ilmu yang disampaikan oleh Guru dan kita baca dari buku bisa mudah dicerna dan dipahami, yang beliau sadur dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al Ghazali, bahwa syarat agar mudah diterima dan diberkahinya sebuah ilmu, yakni;
1. Dalam belajar harus senantiasa berniat karena Allah.

Ada dua motivasi dalam belajar yang sering terjadi, yang pertama hanya untuk menyimpan ilmu dalam dirinya, dan yang kedua hanya belajar karena ingin mendapatkan sesuatu. Contohnya, belajar hanya untuk agar dapat masuk ke sekolah yang bagus. Atau agar bisa mendapatkan ijazah.

Nah, dalam Islam, tidak kedua-duanya. Yang terpenting adalah diniatkan karena Allah, sehingga ilmu yang susah pun, jika diniatkan karena Allah maka hal itu akan mudah didapatkan.
Maka dari itu hendaknya kita senantiasa bermujahadah (bersungguh-sungguh) dalam menuntut ilmu dengan meluruskan niat, mengikhlaskan karena Allah. Apa batasan orang bisa dikatakan ikhlas dalam menuntut ilmu? 
Imam Ahmad menjelaskan bahwa batasan seseorang bisa dikatakan ikhlas dalam menuntut ilmu yaitu niat dalam dirinya untuk menghilangkan kebodohan dan ketidaktahuan yang ada pada dirinya. Setelah kebodohan hilang dari dirinya, dia berusaha menghilangkan kebodohan orang lain. Insya Allah dengan niat seperti itu, Allah akan memberi taufiq kepada kita untuk ikhlas dalam menuntut ilmu.
2. Berdoa dengan baik. Robbii zidnii ‘ilman, warzuqnii fahman, berdoalah setiap akan belajar, kapanpun.
3. Bersungguh-sungguh, memperhatikan dengan fokus dan baik apa yang disampaikan oleh guru.
Bersungguh-sungguh dalam belajar.
4. Menghormati Guru.
Adab merupakan kunci ilmu, siapa yang tidak beradab maka tidak ada ilmu baginya. ketika kita memandang seorang guru dengan pandangan menghinakan maka ilmu akan sulit kita terima atau memaksa guru untuk menjawab pertanyaan hal itu tidak beradab. Maka beradablah karena itulah yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW.
5. Memperbanyak amal shalih.
Jika kita senang mengerjalkan amalan yang baik, maka yakinilah bahwa Allah pun akan memudahkan langkah kita dalam mendapatkan ilmu. Sehingga menjadi mudah pula jalan kita menuju surga-Nya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim;
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ
Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Perbanyak amal shalih
6. Menjauhi maksiat.
Suatu ketika Imam Syafi’i berkeluh kesah tentang sebuah masalah kepada gurunya, yang sering dipanggil Syaikh Waqi. Imam Syafi’I mengadu bahwa dirinya susah dalam menghafal. Terutama ketika beliau menghafal Al-Qur’an. Syaikh Waqi pun menjawab, “Tinggalkanlah maksiat. Ketahuilah bahwa ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang gemar bermaksiat”.
Demikianlah kita-kiat agar kita mudah mendapatkan ilmu yang telah disampaikan oleh Ustadz Jajang, semoga Allah memberkahi dan meridhai usaha kita dalam mencari ilmu yang berguna bagi dunia dan akhirat kelak. Allaahumma aamiin.

Laporan & Foto: Rida Nahdhah

Membuka Dunia dengan Membaca

www.sdithidayatullah.net | Rabu (21/02/2018) Perintah Allah Ta'ala dalam Al-Quran adalah IQRA' (membaca). Tentulah makna dibalik 'MEMBACA' adalah banyak yang tersirat, mulai dari membaca huruf demi huruf, ayat demi ayat, hingga membaca alam semesta.

Salah satu program di Perpustakaan SDIT Hidayatullah Yogyakarta adalah literasi membaca, di mana setiap kelas di sekolah ini diberi jadwal untuk membaca di perpustakaan. 

Harapannya dengan program literasi ini anak-anak cinta dengan buku dan gemar membaca. Membaca adalah membuka dunia, karena dengan membaca bisa menjadi tahu.

----- 
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 

>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI  


Mahmud Thorif
Foto Anik Maindra

Haflatul Qur'an; Sukses Dunia Akhirat Bersama Al Qur'an




www.sdithidayatullah.net│(Jum’at, 16/02/2018)Dalam rangka membentuk generasi muda yang berakhlak Qur’ani dan memiliki kecintaan yang besar terhadap al Qur’an, SDIT Hidayatullah Yogyakarta kembali menyelenggarakan Haflatul Qur’an yang berlangsung dengan ceria dan penuh semangat. Tempat pelaksanaan putra dan putri dipisah, untuk murid putra diadakan di Masjid Markazul Islam, adapun murid putri bertempat di Aula SMI Hidayatullah. 

Haflatul Qur'an adalah ajang mengekspresikan cinta al-Qur'an yang dikemas dalam berbagai penampilan seni panggung yakni Tilawah dan Tartil al Qur'an, Tahfidzul Qur'an, Puitisasi/Saritilawah, Nasyid Perjuangan, Drama, dan Pidato. Seluruh tampilan bermuatan pesan-pesan dan nilai-nilai dari Al Qur'an. 
Pembukaan Haflatul Qur'an oleh Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah

Kegiatan Haflatul Qur’an diadakan setiap satu tahun sekali dan diikuti oleh seluruh murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta juga disaksikan oleh para wali murid yang berkesempatan hadir. Acara yang dimulai sejak jam 07.00 pagi hingga jelang zuhur ini dibuka langsung oleh kepala sekolah Ustadz Subhan Birori, S.Ag. 

Dalam sambutannya, Ustadz Subhan mengingatkan anak didik untuk berusaha memberikan penampilan yang terbaik agar kiranya kegiatan ini dapat menjadi batu loncatan lahirnya para generasi muda yang cinta al Qur’an dan mengamalkannya dalam keseharian.

“Jika kita senantiasa membumikan al Qur’an, insya Allah kehidupan kita pun akan ‘dilangitkan’ oleh Allah. Percayalah anak-anakku, orang yang mencintai al-Qur’an, senantiasa melestarikannya dan mengamalkan dalam kesehariannya, maka kesuksesan dunia dan akhirat ada bersamanya.” Pesan Ustadz Subhan kepada seluruh peserta Haflatul Qur’an, kelas 1 hingga 6 SDIT Hidayatullah. 
Adik-adik Kelas I C berani tampil di panggung


Sepanjang Haflatul Qur’an berlangsung, anak-anak terlihat antusias dan bersemangat menyaksikan penampilan demi penampilan oleh setiap kelas. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap al Qur’an, hingga mampu menjadikannya petunjuk abadi menuju keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, sebagaimana tema kegiatan yang diusung yakni “Sukses dunia akhirat bersama al Qur’an.” 

Sesi penghujung acara disemarakkan oleh pengumuman penampilan-penampilan terbaik putra dan putri. Adapun kelas yang tahun ini berhak mengangkat Thropy dan sertifikat adalah sebagai berikut:

Penampilan Terbaik kelas Bawah Putri:
Terbaik 1 : Kelas II C
Terbaik 2: Kelas I C
Terbaik 3: Kelas III C

Penampilan Terbaik kelas Atas Putri:
Terbaik 1: Kelas IV B
Terbaik 2: Kelas V B
Terbaik 3: Kelas IV C

Penampilan Terbaik kelas Bawah Putra:
Terbaik 1: Kelas III A
Terbaik 2: Kelas III D
Terbaik 3: Kelas I D

Penampilan Terbaik kelas Atas Putra:
Terbaik 1: Kelas Amanah
Terbaik 2: Kelas VI A
Terbaik 3: Kelas IV D
Penampilan dari Kelas I A

Disela pengumuman penampilan-penampilan terbaik, MC tidak lupa mengingatkan bahwa semua kelas telah menampilkan yang terbaik, maka tidak perlu berkecil hati hanya karena belum berkesempatan membawa pulang thropy. Para peserta pun tetap tersenyum dan lega, disebabkan setiap kelas mendapatkan 1 bingkisan yang telah disediakan oleh panitia acara, alhamdulillah, memang benar—semua terbaik!

Untuk menyaksikan video-video penampilan murid, silahkan kunjungi : 
https://www.youtube.com/channel/UCg3vMDKjieFl-QcYVR_PjVg



Laporan: Rida Nahdhah
Foto: Dokumen SDIT Hidayatullah


Studi Banding Guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta di SD Muh Al Mujahidin Wonosari

www.sdithidayatullah.net | Kamis (16/02/2018) Diiringi hujan yang membasahi bumi Sleman di pagi hari, sebanyak 59 Guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengadakan study banding ke SD Muhammadiyah Al-Mujahidin Wonosari. Study banding ini dalam rangka menimba ilmu di salah satu SD Swasta terbaik di Wonosari Gunungkidul.

Sambutan hangat menyapa guru-guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta, mulai dari Kepala Sekolah, Bapak Drs. Andar Jumailan, M.M., jajaran guru di sekolah ini, dan para murid semuanya memberi senyum, sapa, dan salam.

Bermacam suasana baru bisa dirasakan oleh para guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta ketika baru pertama datang di sekolah ini. Mulai dari terpampangnya berbagai macam prestasi murid SD Muhammadiyah Al Mujahidin di tembok-tembok sekolah ini, mulai dari prestasi tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, nasional, hingga tingkat internasional.

Bapak Drs. Andar Jumailan, M.M., sekolah Kepala Sekolah SD Mujahidin Wonosari menyampaikan profil sekolah ini mulai dari awal pendirian hingga bermacam prestasi dari regional sampai internasional.

Bermacam tips-tips menjadikan sekolah berprestasi disampaikan oleh Bapak Andar, mulai dari pembinaan murid, guru, hingga orangtua/wali murid. Terlihat guru-guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta antusias, hal ini terlihat dari diskusi dalam sambutan yang dilakukan oleh sekolah ini.

Usai acara di aula, dilanjutkan dengan melihat-lihat aktivitas pembelajaran yang sedang dilaksanakan di sekolah ini.

Rep. Mahmud Thorif

Kisah Pemuda Shalih dan Seekor Merpati



www.sdithidayatullah.net || Alkisah, ada seorang guru yang sedang dalam majelis ilmu bersama para muridnya. Di akhir penyampaian materi, Sang Guru memberikan seekor Burung Merpati kepada setiap murid yang hadir.

"Sembelihlah Merpati itu untukku dan bawalah esok hari. Ingat, saat kalian menyembelihnya, jangan sampai ada yang melihat." Pesan Guru tersebut.

Keesokan harinya, semua murid berkumpul sembari membawa Merpati di tangan masing-masing. Merekapun mengembalikan Merpati kepada Sang Guru. Ada yang sudah mengolahnya menjadi masakan yang menggugah selera, ada pula yang hanya membawa seonggok bangkai Merpati yang sudah disembelih sesuai perintah Guru.

Di tengah hiruk pikuk penyerahan Bangkai Merpati, majulah seorang pemuda sederhana, sebut saja namanya Ahmad. Ia membawa kembali seekor Merpati, akan tetapi dalam keadaan masih hidup.
Murid yang lain merasa heran, bahkan menertawakannya dan tidak sedikit yang mencibirnya. Ia dianggap tidak patuh terhadap perintah Sang Guru. Sang Pemuda hanya tersenyum dan menyerahkan Merpati di tangannya kepada Sang Guru.

"Mengapa tidak kau lakukan perintahku ya Ahmad? Bukankah itu permintaan yang teramat mudah? Lihatlah sekelilingmu, semua telah melaksanakan tugas mereka dengan baik, bahkan ada yang sudah memasaknya." selidik Sang Guru.

Dengan tenang, Ahmad menjawab,
"Maafkan saya, Ustadz. Merpati ini belumlah saya sembelih karena saya tidak kunjung menemukan tempat dimanapun yang tidak ada sesiapa melihat.
Dari Timur ke Barat, dari Selatan ke Utara;  tidak jua saya temukan. Dan meski menyusuri setiap tempat di dunia ini, saya haqqul yakin, tidak akan menemukannya.

Mengapa seperti itu?
Karena saya merasa bahwa Allah 'azza wa jalla selalu melihat saya dimanapun saya berada. Allah selalu bersama saya di setiap aktifitas saya. 24 jam, tiap menitnya, tiap detiknya. Bahkan lebih dekat dari urat nadi saya sendiri..
Maka bagaimana saya bisa menyembelih Merpati ini, sedang Allah selalu bersama saya?"

Karena saya merasa Allah selalu mengawasi..

Sang Guru tersenyum, dan semua murid yang hadir terdiam. Sembari menepuk lembut pundak Pemuda tadi, Guru tersebut menuturkan,

"Kau benar, wahai Anakku. Pada kesempatan kali ini, Ustadz hanya ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa dimanapun kita berada, Allah senantiasa mengawasi kita. Ingatlah, bahwasanya Allah 'Azza wa Jalla berfirman dalam Surat Al Hadid ayat 4;

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۖ وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

Allah bisa melihat semut hitam yang berjalan di atas batu hitam di langit yang kelam. Tak ada selembar daun pun yang jatuh ke bumi tanpa Allah melihatnya. Tidak pula daun kering atau basah kecuali Allah melihatnya.

Allah bisa melihat meski itu hanya sebesar dzarrah. Pandangan Allah meliputi bumi hingga langit ke 7.

Allah Maha Melihat, Anakku!
Allah bukan cuma bisa melihat yang zahir. Tapi juga bisa melihat yang ghaib. Melihat isi hati manusia. Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah – wahai Muhammad, sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah.” (Ali-Imran ayat 29)

Karena itu jika kita ingin berbuat dosa seperti bermaksiat, mencuri, menyontek dan sebagainya, ingatlah: meski tidak ada orang yang tahu, tapi Allah melihat perbuatan kita. Allah melihat kita setiap saat. Allah melihat kita di setiap waktu!

Begitu pula malaikat Roqib dan ‘Atid yang ada di sisi kanan dan kiri kita mencatat perbuatan kita. Kelak perbuatan kita akan dibalas oleh Allah SWT. Inna Robbaka labil mirshod.. Sesungguhnya Tuhan mu benar-benar mengawasi.

"Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi" (Al Fajr 89: 14)

Allah Maha Melihat, Anakku!
Maka lakukanlah perbuatan yang dicintai Allah, perbuatan yang disenangi Allah, dan yang mendatangkan keridhoan-Nya kepada kita.

Sesungguhnya denyut hati yang tersirat atau bisikan di tengah kegelapan malam, semuanya selalu dalam pengawasan-Nya..

*Disadur dari Tausiyah oleh Ustadz Muhammad Haris, pada Apel Senin pagi.
Tausiyah Oleh Ustadz Muhammad Haris, S.P

Motivasi Kelas 6 SDIT Hidayatullah Yogyakarta bersama JAN Training

www.sdithidayatullah.net | Rabu (07/02/2018) Dalam rangka memberikan motivasi belajar dan membuka visi hidup, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Training Motivasi untuk Murid Kelas 6. Kegiatan yang diikuti oleh murid-murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta dan SDIT Darussalam Selokerto ini akan berlangsung selama setengah hari.

Kali ini kegiatan motivasi ini diisi oleh JAN Training, motivasi kelas 6 adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh sekolah, bermacam kegiatan dilakukan untuk memotivasi belajar murid di sekolah ini, mulai dari kegiatan motivasi, malam bina iman dan taqwa (mabit), outbound, dan kegiatan lainnya.

-----
Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
>> Narahubung : Mahmud Thorif 087738219070 
>> Grup WhatsApp : https://chat.whatsapp.com/6SvcUfWIvRuJsIdiBsHbU0   
>> Formulir : UNDUH DI SINI 
>> Biaya Masuk : UNDUH DI SINI  

Laporan @emthorif

Lomba Mewarnai dan Kak Bimo Berkisah


www.sdithidayatullah.net| Selasa (06/02//2018) SDIT Hidayatullah Sleman mengadakan Lomba Mewarnai dan Kak Bimo Berkisah.

Kegiatan ini diadakan dalam rangka mempromosikan SDIT Hidayatullah Yogyakarta kepada masyarakat luas, SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Lomba Mewarnai dan Kak Bimo Berkisah untuk siswa-siswi TK di 6 kecamatan yang meliputi Kecamatan Ngaglik, Sleman, Turi, Pakem, Ngemplak, dan Cangkringan. Kemudian ada lomba menggambar untuk kelas atas (kelas 4-6) siswa SDIT Hidayatullah.

Kegiatan ini juga sebagai sarana mengembangkan potensi siswa TK dalam hal seni.

Kegiatan yang diikuti oleh 700 san siswa TK dan SD ini juga dalam rangka menyajikan kisah-kisah Islam. Karena sekolah ini menghadirkan Pengkisah berskala internasional, yaitu Kak Bimo.

Dalam kisahnya Kak Bimo menyampaikan beberapa amal yang dicintai Allah, diantaranya :
1. Shalat tepat waktu
2. Berbakti pada orangtua
3. Berjihad di jalan Allah

Kak Bimo juga bercerita tentang tentara bergajah yang dipimpin raja Abrahah, tentu saja dengan gaya khas beliau yang mengundang gelak tawa dan suara-suara lain yang dihasilkan beliau.

Selama acara berlangsung banyak doorprice yang dibagikan, anak-anak juga nampak  bersemangat dan antusias mendengarkan selama Kak Bimo berkisah.

Setelah Kak Bimo selesai berkisah dilanjutkan penampilan dari siswa-siswi SDIT Hidayatullah, ada semaphore, Al-Qur'an, nasyid ibu, dan karate.

Diakhir acara diumumkan para juara dan pembagian hadiah. Ada sepeda, uang pembinaan, dan banyak hadiah lain.
Berikut nama-nama para juara lomba:
Juara mewarnai tingkat TK
1. Ferdianasta (TK Khoirul Ummah)
2. Mayliani Putri Khoirunisa (RA Al-Jailani)
3. Queena Marisa (TK Candi Pakem)

Juara harapan TK
1. Gibran Syahnalenda (TK Khoirul Ummah)
2. Meysa Zahfira Kamal (TK Gondang legi Tempel)
3. Jeslyn Anindiya Prameshi (TK Yaa Bunayya)

Juara mewarnai tingkat SD kelas bawah
1. M Septi A (kelas 2C)
2. Aurelia Detran Azarine (3C)
3. Naila (1C)

Juara menggambar tingkat SD kelas atas
1. Helmi Akbar Alaudin (4A)
2. Natania Putri Sayaka (6B)
3. Magfira Malika (6B)



@yuliasfita

ISTIMEWA DENGAN NILAI-NILAI ADAB


Oleh: Hendy Mustiko Aji

www.sdithidayatullah.net || Banyak orangtua dan sekolah-sekolah SD mendefinisikan PRESTASI dengan hal-hal yang berbau Akademik.
Prestasi = Ranking 1 di kelas
Prestasi = Juara berhitung
Prestasi = Juara olimpiade matematika, dan seterusnya.

Ketika semenjak kecil sudah diajarkan dengan fokus seperti itu, lalu kapan adab dan akhlaq ditanamkan? Tidak heran jika banyak yang merasa anak-anak 'Zaman Now' sangat kurang adab dan akhlaqnya. Termasuk yang sudah menjadi mahasiswa/i, dan juga yang sudah berkerja di instansi manapun.

Menarik di SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Disana prestasi didefinisikan lebih kepada hal-hal yang berbau nilai dan adab Islam. Siswa/i ditanamkan adab dan akhlaq Islam semenjak dini.
Waktu saya observasi kesana, saya kebingungan mencari-cari ruang kepala sekolah. Ditengah kebingungan saya, tiba-tiba ada seorang murid senyum-senyum lalu datang ke arah saya, mencari tangan saya untuk 'salim' dan menawarkan diri untuk membantu kebingungan saya. Menurut saya sangat jarang sekali ada siswa SD yang bisa seperti ini.

Kali ke-2 saya observasi pun sama. Ketika ada siswa melintas didepan saya, siswa ini senyum lalu mengucapkan salam 'Assalamu'alaikum' dengan berhenti sejenak menatap saya. Masya Allah! Senang sekali rasanya hati ini jika adab dan akhlaq anak-anak sudah seperti ini.

Buat saya pendidikan dengan orientasi seperti ini yang lebih dibutuhkan siswa SD.
Ingin rasanya mahasiswa/i saya pun bisa seperti itu. Ketika bertemu dosennya senyum dan mengucapkan salam, bukan malah pura-pura gak kenal.


#therealeducation
#pendidikantauhid
#terusberbuatbaik
#terusmenanamkebaikan
#pendidikanadab
#excellentwithintegralcharacter
#bukahatidenganpendidikantauhid