Segera Hadir, Entrepreneurship for Students SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Foto Kegiatan Entrepreneurship 2015

www.sdithidayatullah.net | Senin (28/08/2017), Kegiatan Entrepreneurship for Students atau kewirausahaan bagi murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada semester ini insyaAllah akan dilaksanakan pada Rabu, 30 Agustus 2017. 

Kegiatan ini melibatkan murid kelas 3 s.d. kelas 6 sebagai produsen dalam penjual yang terdiri dari makanan dan minuman, kelas ini disamping sebagai produsen, juga dibolehkan menjadi pembeli. Serta kelas 1 dan kelas 2 hanya sebagai pembeli.

Baca : Berdagang Ala Nabi" di Entrepreneurship for Students SDIT Hidayatullah

"Kami juga mengundang orangtua/wali murid untuk mensukseskan kegiatan ini, silahkan bisa hadir mulai pukul 08.00 s.d. pukul 11.00 wib." Kata Ustadz Rifki, selaku Wakil Kepala Sekolah dan Kabag Kemuridan SDIT Hidayatullah.

Yuuuk, hadiri kegiatan super keren ini, Ini adalah ajang mengasah bakat murid dalam beriwirausaha sejak dini.

@emthorif

SDIT Hidayatullah Yogyakarta Mengikuti Lomba Gugus

Assesor sedang bertanya kepada salah satu guru SDIT Hidayatullah
 www.sdithidayatullah.net | Selasa (22/08/2017) SDIT Hidayatullah Yogyakarta ditunjuk dan mengikuti lomba gugus di Kecamatan Ngaglik. Sekolah ini berada di wilayah Gugus Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, ada 6 sekolah dasar yang berada di gugus ini, yaitu SD Negeri Brengosan 1 sebagai sekolah inti, SD Negeri Rejodani sebagai imbas 1, SDIT Hidayatullah Yogyakarta sebagai imbas 2, SD Negeri Brengosan 2, SD Negeri Donoharjo, dan SD Negeri Bantarjo.
Assesor sedang melihat proses belajar mengajar

Beberapa point penilaian dicek bukti fisiknya oleh para assesor, mulai dari manajemen sekolah, kegiatan pembelajaran, perpustakaan, sarana prasarana, dan peran serta sekolah kepada masyarakat.
Ustadz Subhan Birori, melayani pertanyaan Assesor

Lomba gugus ini semoga menjadi ajang agar sekolah ini bisa menjadi lebih baik dalam segala hal, mulai dari manajemen, sarpras, kegiatan belajar mengajar, dan peran serta kepada masyarakat, dan juga perpustakaan. Begitu harapan Ustadz Subhan Birori, S.Ag. selaku kepala sekolah dalam sebuah rapat persiapan menghadapi lomba ini.

Report & Foto @emthorif

Imunisasi MR di SDIT Hidayatullah Yogyakarta

 
Petugas Puskesmas sedang mengimunisasi MR

www.sdithidayatullah.net | Senin (21/08/2017) Pelaksanaan Imunisasi MR di SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang dilakukan oleh Tim Medis Puskesmas Ngaglik II relatif berjalan lancar. Bermacam reaksi orang tua/wali murid terhadap program pemerintah ini, ada yang langsung menerima, ada yang menerima dengan catatan, dan ada yang pula yang tidak menerima. 

"Pada hakikatnya sekolah menyarankan kepada seluruh orang tua/wali murid untuk mengikuti program ini," kata Ustadz Subhan Birori, selaku kepala sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta dalam sebuah rapat koordinasi. "Namun pihak sekolah juga tidak bisa memaksakan kepada orang tua/wali murid jika anak mereka tidak mau." Lanjutnya. "Tugas sekolah dibantu oleh dinas kesehatan, dalam hal ini Puskesmas Ngaglik II ini mensosialisasikan pentingnya imunisasi MR ini." Kata Beliau.

Baca :  Sosialisasi Imunisasi MR di SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Bermacam ekspresi anak-anak SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada saat pelaksanaan imunisasi ini. Ada yang takut sehingga lari dan adapula yang berani. 


Pelaksanaan imunisasi MR di sekolah ini juga dihadiri dan diawasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Hadir juga para pengawas TK dan SD Kecamatan Ngaglik memantau kegiatan ini.

Rep. @emthorif
Foto Ayun Afifah

5 Santriwan dan 2 Santriwati Hidayatullah Berangkat Kuliah ke Timur Tengah


www.sdithidayatullah.net | Ahad (20/08/2017) 5 santriwan dan 2 santriwati pada tahun ajaran 2017/2018 ini berangkat untuk study kuliah) ke Timur Tengah. Ada beberapa universitas yang dituju oleh 7 santri asal Hidayatullah di Wilayah DIY-Jawa Tengah Bagian Selatan ini, di antaranya 1 santriwan belajar di Universitas Islam Madinah atas nama Ananda Naufal Aulia Rahman, 5 santri belajar di Universitas Al-Azhar Mesir atas nama Imaduddin Zanki, M. Jundi Rabbani, Hidayatullah, Thohirin, dan Aidatus Zakiyah, dan 1 santri belajar di Universitas Kartaum Sudan yaitu Ananda Ulya Hajar Ufairah. 

Di akhir acara "Silaturahim Dai Hidayatullah Wilayah DIY-Jatengbagsel" ini, ketujuh santriwan dan santriwati tersebut mendapat pesan dan dilepas oleh DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel.

Ustadz Fathurrahman, salah satu pengurus yang membidangi bidang perkaderan wilayah ini memberikan pesan : "Agar yang akan kuliah ke Mesir ini harus teguh keimanannya, karena Mesir adalah 'sarang' islam liberal."

Sementara itu, salah satu alumni Universitas Al-Azhar, Ustadz Joni Iskandar, Lc. yang juga santri utusan Hidayatullah Yogyakarta pada 4 tahun yang lalu telah menyelesaikan studinya di universitas tertua di dunia ini, menyampaikan banyak pesan dan menceritakan pengalamannya ketika menempuh study di Mesir.
Baca : Jundi, Santri Hidayatullah Yogyakarta Wisuda S1 di Mesir
"Dulu, ketika pertama kali kami (waktu itu Ustadz Joni bersama 4 santri lain dari Hidayatullah Yogyakarta, red.) menginjakkan kaki pertama kali di bumi Mesir, kami ini bingung, mau ngapain." Begitu kenang, Ustadz Joni Iskandar bersemangat.  "Karena memang, kami belum punya siapa-siapa di sana, dan tidak kenal siapa-siapa." Lanjut Beliau. "Salah satu, saudara dari Hidayatullah Surakarta, yaitu Ustadz Rosyid Ridho, pada waktu itu ketika kami datang, pas Beliau selesai menyelesaikan study S1, sehingga otomatis Beliau pada tahun itu juga meninggalkan Bumi Nabi Musa as tersebut." Kata Ustadz Jundi. Beliau menyampaikan banyak nasehat dan tips bagaimana 'bertahan' selama kuliah di luar negeri.

Sementara Ustadz Syakir Syafi'i, selaku ketua DPD Hidayatullah DIY-Jateng Bagian Selatan menyampaikan pesan kepada para santri, untuk jangan dulu menikah sebelum lulus S1, agar bisa fokus belajar, namun berbeda dengan yang santriwati, kalau ada yang siap menikahi maka lebih baik, sehingga bisa menemaninya pada saat menempuh studi.

Ketujuh santri tersebut mendapat bingkisan dari Baitul Maal Hidayatullah Cabang Yogyakarta yang disampakan langsung oleh Direktur BMH Cabang Yogyakarta, yaitu Bapak Rohman.

Rep. @emthorif

Gerakan Literasi Sekolah di SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Secara umum, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di tingkat Sekolah Dasar memiliki tujuan untuk menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan suasana literasi sekolah yang diwujudkan dalam gerakan literasi sekolah.
salah satu pojok buku di kelas 2b SDIT Hidayatullah
Sedangkan tujuan khusus GLS di SD, antara lain:
1. Menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah.
2. Meningkatkan kapasitas literasi warga dan lingkungan sekolah.
sekolah
3. Menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan.
4. Menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Perangkat Program GLS yang paling dominan adalah buku dan kegiatan membaca. Buku  adalah jendela dunia, kita dapat berpetualang mengetahui banyak hal dengan mambaca sebuah buku. Di SDIT Hidayatullah Yogyakarta sendiri dalam menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku pada murid dilakukan beberapa cara, di antaranya:
1. Membaca di Perpustakaan
2. Pojok Baca Kelas
3. Program "Aku Suka Membaca" di akhir pekan

Sebelum pembelajaran pun guru diharapkan dapat menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan membacakan sebuah Buku Cerita dengan nyaring, atau meminta anak membaca buku dengan nyaring secara bergantian atau membaca di dalam hati secara mandiri.

Semoga dari Program-program tersebut akan lahir generasi penerus bangsa yang mencintai buku dan ilmu pengetahuan serta berakhlak mulia. Aamiin

Tulisan dan Foto : Ayun Afifah, S.Pd., Guru Kelas 2B SDIT Hidayatullah

Lebih Dekat dengan Alam


www.sdithidayatullah.net | Jumat (11/08/2017). Belajar sains mengenalkan bagian-bagian tubuh tumbuhan tidak melulu ada di ruang kelas. Mengajak langsung murid-murid melakukan pengamatan tumbuhan pada lingkungan sekitar memberikan pengalaman tersendiri yang menyenangkan. Mereka akan lebih mengingat dengan kuat benda-benda yang ditunjukkan secara nyata, dibandingkan hal-hal yang abstrak.


Baca : Serunya Belajar SAINS Kelas 2B SDIT Hidayatullah Yogyakarta
 
Mujahidah Kelas 2B SDIT Hidayatullah kali ini melakukan tadabur alam mencari contoh tanaman, menggambar bagian-bagian tubuh tumbuhan dan memberikan nama bagian tubuh tumbuhan itu.

Masing-masing kelompok mendapatkan obyek tanaman yang akan mereka amati. Dua kelompok diantaranya mendapatkan kesempatan mengamati tumbuhan padi yang sedang dipanen oleh petani. Nikmat luar biasa, ketika sekolah berdampingan dengan alam, anak-anak mendapatkan pembelajaran dan pengalaman yang luar biasa. Interaksi dengan petani pun terjadi, yang memberikan pengalaman kepada murid-murid mengucapkan kata-kata santun berupa ucapan terima kasih dan matur nuwun karena Bapak Tani yang telah berbaik hati meminjamkan padi nya untuk di observasi. "Matur nuwuun nggih Pak", ucap anak-anak dengan semangatnya ketika mengembalikan tanaman padi kepada Pak Tani setelah selesai diobservasi.

Terus Semangaat yaa Naak, belajar dan terus belajar, mentadaburi alam, mengagungkan Allah Sang Maha Pencipta.


Laporan dan Foto : Ayun Afifah, S.Pd., Guru Kelas 2B SDIT Hidayatullah

AKU BERIMAN, MAKA AKU HARUS BERSIH DAN RAPI

Apel Senin pagi di halaman SDIT Hidayatullah

www.sdithidayatullah.net | Senin (07/08/2017) Ustadz Subhan Birori, S.Ag. selaku Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta menyampaikan tausiyahnya dalam kesempatan upacara bendera Hari Senin, mengenai bagaimana membentuk kedisiplinan dalam belajar yang harus ditumbuhkan sejak Dini.

"Salah satu bentuk kedisiplinan dalam belajar adalah dengan datang ke sekolah tepat waktu. Siswa yang siap menerima pelajaran dengan baik pasti akan bersegera hadir di sekolah. Bagunnya lebih awal, bersiap dengan cekatan, tidak lupa mengecek semua kelengkapan belajarnya, tidak berlama-lama di kamar mandi, agar tidak terlambat." Kata Ustadz Subhan. 

"Jangan sampai ada perlengkapan belajar yang tertinggal." Pesan Beliau di hadapan ratusan murid dan guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Selanjutnya Ustadz Subhan menyinggung masalah kebersihan lingkungan sekolah,"Bukti keimanan seseorang salah satunya adalah dengan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan." Kata Beliau memberi motivasi kepada murid dan guru. 
Bahu membahu membersihkan lingkungan bersama Guru dan teman 

"Biasakan dalam hidup kita harus selalu peduli terhadap kebersihan di sekitar kita. Dalam hal sederhana, biasakan memugut sampah, membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan, melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik." Lanjut Beliau. 

"Orang beriman itu berpenampilan bersih, rapi, enak dipandang. Rumahnya bersih, sekolahnya bersih, lingkungannya bersih." 

Dan diakhir kata, Ustadz Subhan berpesan dengan menyebut sebuah hadits Nabi, "At Thohuuru Syathrul iimaan.. Kebersihan adalah sebagian dari iman."

Upacara kemudian ditutup dengan Ikrar Murid dan doa.

Laporan & foto: Rida Nahdhah

Sosialisasi Imunisasi MR di SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Sabtu (05/08/2017) Bertempat di Gedung Madrasah Aliyah (MA) Hidayatullah sosialisasi imunisasi Measle Rubella (MR) diselenggarakan. Hadir dalam program ini dr. Ahmad Lubaib, Sp.A. dan tim kesehatan dari Puskesmas Ngaglik II.

"Sosialisasi ini diadakan agar program imunisasi MR yang akan diselenggarakan untuk murid Kelas 1 sampai dengan Kelas 6 SDIT Hidayatullah Yogyakarta bisa sukses," begitu kata Ustadz Subhan Birori, S.Ag. selaku kepala sekolah SDIT Hidayatullah. "InsyaAllah waktu imuniasi di sekolah kami akan dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2017." Lanjut Beliau. "Semoga imuniasi kali ini bisa sukses diselenggarakan." Begitu harapan Ustadz Subhan.

Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Di Indonesia sendiri, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) melaporkan bahwa terdapat lebih dari 400 kasus rubella yang tercatat pada tahun 2011. Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella. (Sumber : http://www.alodokter.com/rubella).

Program sosialisasi ini adalah kerjasama dari Puskesmas Ngaglik II dengan SDIT Hidayatullah Yogyakarta agar sukses imuniasi MR di sekolah ini.

Rep dan Foto @emthorif

Serunya Belajar SAINS Kelas 2B SDIT Hidayatullah Yogyakarta


www.sdithidayatullah.net | Kamis (03/08/2017) Setelah beberapa kali pertemuan mata pelajaran SAINS di kelas, hari ini saat "Sains Class" Mengenalkan ciptaan Allah SWT, yaitu "hewan" kepada murid-murid di kelas 2B SDIT Hidayatullah Yogyakarta dengan melakukan observasi langsung ke lingkungan sekitar sekolah

Tugas yang diberikan adalah mencari objek binatang yang akan diamati, menggambarkan bagian-bagian tubuhnya juga menuliskan bagaimana cara binatang tersebut bergerak.

Alhamdulillah, anak-anak tampak menikmati keseruan mencari objek yang akan diamati. Ada yang menemukan belalang, capung, kupu-kupu, siput, ikan, dan kepiting. 

Tiba-tiba ada murid yang berteriak "Ustadzaaah ada ulat buluuu hiiiiiii," tanpa dikomando satu kelompok yang menemukan ulat bulu merasa geli saat itu. 

Namun saat dijelaskan bahwa ulat bulu adalah juga ciptaan Allah, tidak usah takut, namun harus tetap hati-hati agar tidak gatal karena terkena bulunya. 

Alhamdulillah, anak-anak pun mau dengan seksama mengamati induk ulat bulu yang saat itu ternyata bersama anaknya.

 Anak-anak bisa merasakan kehebatan Allah dengan beraneka ragam hewan ciptaan Allah. Masing-masing hewan mempunyai bagian tubuh yang berbeda yang semuanya bermanfaat bagi dirinya.

MasyaAllah semoga kalian semua sayang binatang, dan dapat semakin banyak mengungkap rahasia ilmu pengetahuan di alam raya, dan semakin mengagungkan Allah SWT. Aamiin

Laporan dan Foto : Ayun Afifah, S.Pd., Guru Kelas 2B SDIT Hidayatullah Yogyakarta

SDIT Hidayatullah Yogyakarta Menghidupkan Sunnah Memanah


www.sdithidayatullah.net | Kamis (03/08/2017) SDIT Hidayatullah Yogyakarta pada tahun ajaran 2017/2018 membuka kegiatan pengembangan diri atau ekstrakurikuler memanah bagi murid-muridnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari selepas murid-murid melaksanakan kegiatan belajar mengajar, dengan pembagian hari Senin untuk murid putra dan hari Kamis untuk murid putri.

"Karena keterbatasan tempat dan biaya, pada tahun pertama ini peserta dibatasi sebanyak 20 murid tiap kelas putra dan putri," begitu yang disampaikan oleh Ustadz Rifki, selaku Bagian Kemuridan dalam sebuah bincang-bincang santai. "Dan setiap peserta yang mengikuti kegiatan ini wajib secara mandiri memiliki perlengkapan memanah, mulai dari busur, anak panah, hingga perlengkapan lainnya." Lanjut Beliau. "InsyaAllah kegiatan pengembangan diri memanah ini akan dilatih oleh PERPANI Kabupaten Sleman." Kata Ustadz Rifki.

Selain kegiatan pengembangan diri memanah, di SDIT Hidayatullah Yogyakarta ini juga ada kegiatan pengembangan diri Pandu Hidayatullah, yang wajib diikuti oleh murid kelas 4 dan 5, ada juga Al-Quran Club yang wajib diikuti oleh murid kelas 3, ada pula beladiri karate, pengembangan diri yang bersifat pilihan untuk kelas 3 s.d. kelas 5. 

Dalam cuitannya di twitter @sdhidayatullah menuliskan : Pengembangan Diri Memanah perdana sore ini #SunnahMemanah dengan disertai video berdurasi 15 detik. Ingin melihat videonya bisa klik tautan ini  akun twitter @sdhidayatullah 

Pada tahun ini, SDIT Hidayatullah Yogyakarta juga membuka pengembangan diri renang, yang bisa diikuti oleh kelas 4 dan 5. Inipun masih dengan peserta terbatas, yaitu 20 anak setiap kelas putra atau kelas putri. 

Perlu diketahui, bahwa renang, memanah, dan berkuda ini adalah olahraga sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW sehingga sekolah ini berusaha untuk mengajarkannya (baru untuk memanah dan berenang) walau dengan keterbatasan.

Rep. & Foto @emthorif

Membaca Dzikir Pagi di SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Kegiatan Dzikir Pagi Murid Kelas 1A SDIT Hidayatullah Yogyakarta
 www.sdithidayatullah.net | Kamis (03/08/2017) Pagi menjelang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) murid-murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta melafalkan Dzikir Pagi. Hal ini dilakukan untuk membiasakan murid berdzikir sesuai dengan sunnah.

Dzikir Pagi dan Petang atau yang dikenal dengan Dzikir Al-Ma'tsurat ini adalah dzikir-dzikir yang dilafalkan oleh Rasulullah SAW di setiap pagi dan petang, sehingga harapannya murid di sekolah ini akan terbiasa dengan kegiatan dzikir dan mereka bisa hafal bacaan-bacaannya. 

Sementara, dzikir bersama ini dilakukan oleh murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta yang didampingi oleh guru jam ke 1 dan 2 setiap hari Rabu dan Kamis, karena pada hari-hari yang lain sudah ada kegiatan yang berbeda.

Rep dan Foto : @emthorif