Kunjungan Kepolisian Resort Sleman di SDIT Hidayatullah



www.sdithidayatullah.net | Kamis (30/03/2017) Sebanyak 6 personil Kepolisian Resort Kabupaten Sleman berkunjung ke SDIT Hidayatullah Yogayakarta. Hadir dalam rombongan tersebut adalah Bapak Dwi selaku pimpinan rombongan.

Bapak Dwi menyampaikan bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, "Kapolres sekarang tegas, untuk kasus kriminal yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur, jika kasus hukumnya di atas 7 tahun akan diproses, tidak peduli itu anak di bawah umur." Tegas Bapak Dwi dan rombongan, yang diterima oleh Bagian Tata Usaha dan Bagian SDM SDIT Hidayatullah.

Fenomeda klithih di Jogja juga menjadi sorotan tersendiri bagi kepolisian, "Sekarang anak-anak yang kelahiran tahun 2003 sudah berani menjambret, membunuh, dan melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum." Kata Bapak Dwi. "Kelahiran tahun itu adalah anak-anak yang usianya baru sekolah SMP, bayangkan anak-anak SMP jaman sekarang sudah brani menjadi eksekutor sebuah kejahatan." Lanjut Beliau.

"Kepolisian berharap kerjasama antara aparat dengan sekolah dalam mencegah hal-hal kriminalisasi ini. Kalau tidak perlu sekali anak-anak jangan keluar malam, bepergian membawa sajam dengan alasan untuk membela diri. Jangan." Kata Bapak Dwi.

Sebelum berpamitan, jajaran Kepolisian Resort Sleman berfoto bersama dengan Kepala Sekolah, Bagian SDM, dan Bagian Tata Usaha SDIT Hidayatullah Yogyakarta. Semoga kunjungan ini membawa kebaikan bagi semuanya.

Rep. dan Foto EMTE

PRA-MUNAQOSYAH AL QUR'AN METODE UMMI

www.sdithidayatullah.net | Kamis (30/3/2017) SDIT Hidayatullah Yogyakarta bekerjasama dengan UMMI Foundation Surabaya dan UMMI Daerah Yogyakarta mengadakan Pra-Munaqosyah Al Qur'an metode UMMI.

Sebagai pengujinya adalah Ustadz Mustaqim dari UMMI Surabaya, Ustadz Kukuh Hadi W., Ustadz Akbar dan Ustadz Iqbal dari UMMI Daerah (UMDA) Yogyakarta. Pra Munaqosyah ini diikuti oleh 29 siswa-siswi SDIT Hidayatullah Yogyakarta, terdiri dari kelas 5 dan 6.

"Tidak perlu grogi, nak. Anggap saja yang di depanmu ini kursi, benda mati. Dan jangan takut salah, tidak dimarahi kalau salah. Nanti Ustadz akan ajari yang benar kalau salah." Nasihat Ustadz Mustaqim sambil berkelakar, sebelum memulai tes bacaan Al Qur'an salah seorang peserta Pra-Munaqosyah.

Materi yang diujikan dalam Pra-Munaqosyah adalah sebagai berikut;
1. Fashohah: Membaca Al Qur'an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid.
2. Hafalan: Terdiri dari hafalan surat panjang dan surat pendek.
3. Jilid Ghorib: Penguasaan materi ghorib
4. Jilid Tajwid: Penguasaan materi tajwid dan urai ayat.





Adapun tujuan dari diadakannya Pra-Munaqosyah ini adalah untuk melatih mental dan kesiapan anak-anak dalam menghadapi Munaqosyah yang direncanakan terlaksana pada awal Bulan Mei 2017 mendatang. InsyaAllah masih ada waktu sebulan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tilawah dan hafalan anak, juga menumbuhkan semangat belajar mereka. Semoga Allah melancarkan. Aamiin.

Rep. & Foto Ida Nahdhah

Dr. Sukamta : Ayah Adalah Sentral dalam Pendidikan Anak

Dr. Sukamta, mencukur putri Bapak Untung Purnomo usai pengajian

www.sdithidayatullah.net | Senin (20/03/2017). Dalam sebuah pengajian walimatul aqiqah di rumah salah satu Guru SDIT Hidayatullah, Bapak Untung Purnomo, di Modinan Gamping, Bapak Dr. Sukamta, S.T., M.T. menyampaikan beberapa hal tentang pendidikan anak.

"Dalam Alquran ada 17 percakapan yang berkaitan dengan pendidikan," kata Doktor Sukamta, lulusan S3 Universitas Gajah Mada ini kepada hadirin. "14 di antaranya adalah percakapan antara ayah dengan anaknya, 2 percakapan antara ibu dengan anaknya, dan 1 percakapan antara guru dengan muridnya." Lanjut Beliau.

"14 percakapan ayah dan anak misalnya salah satunya kisah Luqman Al Hakim, 2 percakapan ibu dan anak adalah kisah Maryam dan Isa, dan 1 percakapan guru dan murid adalah Musa dan Khidir." Terang Doktor yang dulunya adalah buruh pabrik ini.

"Jadi bisa disimpulkan bahwa, tanggung jawab pendidikan anak ada di tangan seorang ayah," kata Dr. Sukamta. "Tapi pada kenyataannya sekarang beda, rata-rata pendidikan anak-anak diserahkan total kepada ibunya anak-anak." Lanjut Beliau. "Seorang ibu memang madrasah (sekolah) bagi anak-anaknya di rumah, namun peran ayah adalah menjadi kepala sekolah yang menerapkan visi dan misi di sekolah tersebut." Kata Ayah dari 4 anak ini bersemangat.

Yuuuk para Ayah, menjadi pendidik yang baik bagi anak-anak kita.

Rep & Foto EMTE

Ujian Tengah Semester di SDIT Hidayatullah

Suasana TKM di Kelas 1A SDIT Hidayatullah
www.sdithidayatullah.net | Senin (20/03/2017), hari Senin ini dimulai Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Tahun Ajaran 2016/2017. Kegiatan UTS ini berlangsung selama 1 pekan, yaitu pada tanggal 20 sampai dengan 24 Maret 2017. 

Selama UTS Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDIT Hidayatullah mulai pukul 07.15 - 13.00 WIB dan kegiatan Program Pengembangan Diri di sore hari ditiadakan.

UTS pada semester ini juga juga berbarengan dengan kegiatan Tryout Kelas 6, sehingga biasanya ada kelas yang belajar di luar kelas (Outdoor) atau belajar di rumah, pekan ini tidak ada. Untuk ruang ujian Tryout Kelas 6 yang biasanya memakai 4 ruang, diringkas menjadi 2 ruang dikarenakan tidak ada ruang kelas yang bisa dipakai.

Sekolah berharap para orangtua/wali murid untuk mendampingi putra/putrinya dalam belajar di rumah menghadapi UTS semester ini, "InsyaAllah pada semester ini untuk soal-soal UTS kita memakai soal dari dinas pendidikan," begitu yang pernah disampaikan oleh Ustadz Subhan Birori, S.Ag. selaku Kepala Kekolah SDIT Hidyatullah Yogyakarta.

"Untuk mengantisipasi, sekolah juga membuat soal-soal mandiri yang akan diujikan kepada murid jika memang diperlukan." Kata Ustadzah Norhikmah, selaku bagian Kurikulum dan Pengajaran dalam sebuah rapat koordinasi.

Rep. EMTE
Foto EMTE

Senam Ruhul Jadid, Senam Membangkitkan Jiwa di SDIT Hidayatullah

Pemanasan sebelum kegiatan senam
 www.sdithidayatullah.net | Jumat (17/03/2017), Setiap Jumat pekan ke 2 dan ke 3 Murid dan Guru SDIT Hidayatullah melaksanakan kegiatan senam Ar Ruhul Jadid, senam ini adalah senam yang membangkitkan jiwa dan raga.

Senam Ar Ruhul Jadi di SDIT Hidayatullah Yogyakarta adalah senam yang diiringi oleh lantunan nasyid dari grup nasyid Shaoutul Harakah yang berjudul Ar Ruhul Jadid. Senam di SDIT Hidayatullah ini sudah berlangsung dari beberapa tahun yang telah lalu. 

Tujuan dari senam ini adalah untuk membangkitkan jiwa, karena isi syair dari nasyid ini sangat memotivasi jiwa dan menyehatkan raga, dengan bergerak, insyaAllah raga ini menjadi sehat.

Selaku pemimpin senam adalah guru olahraga SDIT Hidayatullah yang biasanya dibantu oleh beberapa murid.

Inilah lirik nasyid Shaotul Harakah Ar Ruhul Jadid :


Ar-Ruhul Jadid

Arruhul jadid fi jasadil ummah
Hai mujahid luluh lantakkan jiwa pendosa

Kami petualang mencari kebenaran
Mencari makna serta hakikat manusia
Kami berjuang menegakkan kehormatan
Hidup mulia atau mati sebagai syuhada

Kami berbekal alquran hakiki
Meneruskan cita dan risalah para nabi
Kami sandang julukan generasi ghuraba
Biar saatnya datang kami pimpin dunia

Kami semangat baru siap maju hancur semua musuh
Kami tentara Alloh siap korbankan harta bahkan jiwa

Kami serahkan semua hidup pada Alloh
Kami tekadkan tuk ikuti rasulullah
Usung panji ilahi iman kuat membaja
Hadapi tirani bebaskan umat dunia 


Untuk melihat,  kegiatan Senam Ruhul Jadid, silahkan bisa klik link berikut ini Senam Ruhul Jadid SDIT Hidayatullah Jogja


Rep EMTE

Motivasi Kelas 6 Bersama Kang Kurnia dari PMJ


www.sdithidayatullah.net | Rabu (15/3/2017). Kang Kurnia, begitu nama bekennya, Beliau adalah Sekretaris Pesantren Masyarakat Jogjakarta (PMJ) di bawah asuhan Kang Puji Hartono, salah satu Ustadz dan tokoh masyarakat di Yogyakarta.

Kang Kurnia pagi ini memberi motivasi kepada 64 murid-murid kelas 6 SDIT Hidayatullah dalam rangka memotivasi belajar mereka. 

"Pacaran no way, hafalan oke." Begitu yel-yel yang mengawali motivasi hari ini yang disampaikan dan ditirukan oleh Kang Kurnia. Mungkin hal ini disampaikan kepada anak-anak karena akhir-akhir ini banyak fenomena anak-anak yang berpacaran walau masih usia Sekolah Dasar (SD). 

Tidak ketinggalan juga, murid-muridkelas 6 diajak untuk bersenam otak, mulai dari senam agar tidak marah, mengatasi grogi, hingga senam anti struk.

Kegiatan motivasi ini rutin diselenggarakan untuk memotivasi murid-murid kelas 6 agar mereka semangat dalam belajar, terutama dalam menghadapi berbagai macam ujian, mulai dari Ujian Sekolah, Ujian Nasional, hinggal Ujian Praktik.

"InsyaAllah kami (Kang Kurnia) fokus memotivasi anak-anak kelas 6 dan untuk orangtua/wali murid insyaAllah Kang Puji Hartono," begitu Kata Kang Kurnia saat berbincang dengan kami sebelum acara dimulai. 

Untuk berbincang dengan Kang Kurnia bisa berteman di facebook Beliau, silahkan bisa klik di sini Kurnia Pram insyaAllah membawa manfaat.

Rep. EMTE
Foto EMTE

20 Murid SDIT Hidayatullah Ikuti OOSN Tingkat Kecamatan

OOSN 2017 Cabor Sepak Bola, SDIT Hidayatullah vs SDIT Luqman Al Hakim

 www.sdithidayatullah.net | Selasa, 07/03/2017, sebanyak 20 murid SDIT Hidayatullah mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OOSN) Tingkat Kecamatan Ngaglik. Cabang olahraga yang dilombakan adalah sepakbola, tenis meja, bela diri, atletik, renang, dan catur.

"SDIT Hidayatullah tahun ini mengirimkan sebanyak 20 murid untuk mengikuti berbagai macam cabang olahraga yang dilombakan," begitu Kata Ustadz Bagas, selaku guru olahraga di sekolah ini. "Tidak semua cabang olahraga bisa kami ikuti dikarenakan keterbatasan kami." Lanjutnya.

"Alhamdulillah, Mas Sidiq pada set pertama menang dalam lomba tenis meja." Begitu laporan Ustadz Lanjar, selaku pendamping cabang olahraga tenis meja. Tapi sayang, pada babak kedua Ananda Sidiq dikalahkan oleh salah satu murid dari SD Negeri Candirejo. "Tapi Mas Sidiq dapat pujian oleh wasit dari segi teknik bermain." Kata Ustadz Lanjar.
Ananda Sidiq OOSN Cabor Tenis Meja

Sementara itu dari cabang olahraga karate, peserta dari SDIT Hidayatullah belum beruntung, Ananda Giandra dan Fatimah harus kandas di babak pertama. "Karate putra dan putri sudah kandas juga," begitu laporan Ustadz Bagas.

Ada juga yang beruntung di cabang olahraga bulu tangkis, Ananda Farros maju ke babak semi final, setelah mengalahkan musuhnya di babak kedua, juga karena keberuntungan di babak pertama mendapat bye dikarenakan ada peserta yang tidak bisa hadir. "Dari cabor bulutangkis, Farros melaju ke semifinal besok, untuk putri sudah kandas demikian saya laporkan." Kata Ustad Sunarno.

Keberuntungan juga datang dari cabang olahraga catur, Ananda Adiana Apriliani berhasil merebut juara pertama pada cabor ini. Sementara Ananda Nafala disisihkan setelah 4 kali main, 2 menang dan 2 kalah.

Pun dari cabang olahraga sepak bola, tim sepak bola SDIT Hidayatullah berhasil menekuk tim sepak bola dari SDIT Luqman Al Hakim dengan skor 1 - 0, sehingga tim SDIT Hidayatullah berhak maju ke babak selanjutnya.

Beberapa cabang olahraga, seperti atletik dan renang akan dilaksanakan di hari yang berbeda.

Rep. EMTE
Foto Rifki dan Lanjar

Ustadz Sukisto : H2N Rumus Menghadapi Masalah

www.sdithidayatullah.net | Senin (6/3/2017), dalam Apel Motivasi Pagi ini, Ustadz Sukisto, S.Sos.I. menyampaikan sebuah tips kepada anak-anak dan guru-guru SDIT Hidayatullah Yogyakarta. 

Pertama kali, Ustadz yang trengginas ini membuat sebuah pertanyaan kepada para guru dan murid SDIT Hidayatullah. "Apakah kalian pernah mempunyai masalah?" Tanya Ustadz Kisto kepada ratusan anak-anak dan puluhan guru. "Pernaaaah..." Jawab peserta apel motivasi pagi serentak. "Coba Ustadz Narno, sebutkan masalah Panjenengan!" Kata Ustadz Kisto kepada salah seorang guru, lalu Ustadz Narno menyampaikan masalahnya. Tidak luput juga ada murid yang juga ditanya masalahnya oleh Beliau, pun tidak ketinggalan Ustadzah.

"Semua masalah pastilah ada jalan keluarnya, nah ada rumusnya," Lanjut Ustadz Kisto. "Rumusnya adalah H2N." Kata Beliau. "H yang pertama adalah HADAPI. Jadi jangan lari dari masalah kita, kalau kita lari, maka masalah kita tidak akan selesai, jadi masalah ini harus dihadapi." Kata Ustadz Kisto.

"H kedua adalah HAYATI, masalah yang ada ini juga dihayati, kenapa masalah ini menimpa saya?" Lanjut Beliau. "Dan yang terakhir adalah N, apa itu? NIKMATI. Nikmati saja masalah kita, insyaAllah Allah Taala yang akan memberi jalan keluar." 

Di akhir nasehat, Beliau mengutip sebuah ayat Al-Quran, "Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada banyak kemudahan." Kata Ustadz Kisto. "Dan Allah mengulanginya dua kali, 'Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada banyak kemudahan." Ungkap Beliau mengakhiri perbincangan.

Rep EMTE
Foto Doc SDIT Hidayatullah

Ramainya Bazaar Hasil Karya Murid SDIT Hidayatullah

 www.sdithidayatullah.net | Jumat (3/3/2017). Ratusan murid SDIT Hidayatullah tumplek bleg dalam satu ruangan. Suasana kelas yang disulap menjadi aula itu berubah layaknya pasar itu riuh rendah dengan celotehan anak-anak yang menawarkan barang dagangannya. Terlihat juga hilir mudik orangtua/wali murid SDIT Hidayatullah yang turut meramaikan suasana tersebut. 


Iya, pada hari tersebut, ada kegiatan Bazaar Hasil Karya Murid SDIT Hidayatullah. Kegiatan ini memamerkan hasil karya anak-anak SDIT Hidayatullah dan dijual kepada teman-temannya atau para pengunjung.

Banyak hasil karya anak-anak yang dijual belikan pada kegiatan ini. Mulai dari barang-barang elektronik sederhana, hingga tempat pensil yang dibuat dari bahan-bahan habis pakai atau barang bekas.

Terlihat murid kelas 6A, mereka menawarkan banyak dagangannya, setelah ditelisik, ternyata hasil karya tersebut adalah karya anak-anak pada saat pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK). Begitu kata Ustadz Zainal Arifin, S.Pd.I. selaku Guru Kelas 6A. "Alhamdulillah, kami bisa menghasilkan uang Rp 367.000" Kata Ustadz Zainal. "InsyaAllah akan dipakai untuk kegiatan futsal anak-anak kelas 6A setelah beberapa pekan mereka mengikuti kegiatan tryout." Lanjut Beliau.

Tidak beda dengan murid kelas 4A, dengan Guru Kelas Ustadz Untung Purnomo, S.Pd. ini. Anak-anak membuat alat-alat mainan, tempat pensil, dan lain sebagainya. "Alhamdulillah, anak-anak dapat uang Rp 280.000." Kata Beliau.

Semoga suasana hiruk pikuk ini menambah pengalaman belajar bagi anak didik kita. Teruslah berkarya wahai anak-anakku.

Rep. EMTE
Foto Doc SDIT Hidayatullah

Musabaqah MIPA dan Bazaar Hasil Karya Murid SDIT Hidayatullah

Kelas 2A, membuat pembasmi nyamuk alami

www.sdithidayatullah.net | Jumat (3/3/2017), Ratusan Murid SDIT Hidayatullah berkumpul di depan gedung sekolah yang terlihat megah. Para murid antusias mendengarkan penjelasan dari Ustadz Muhammad Rifki Saputra, selaku Wakil Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah tentang agenda mereka hari itu.

"Apa agenda kita pada hari ini?" Tanya Ustadz Rifki, panggilan akrab Beliau lantang di depan ratusan anak-anak SD ini.

"Musabaqah MIPA...." Jawab anak-anak dengan suara keras.

Pertanyaan itu masih diulangi beberapa kali. Setelah beberapa saat, ternyata jawaban anak-anak SDIT Hidayatullah ini belum lengkap.

"Acara kita hari ini adalah Musabaqah MIPA dan Bazaar Hasil Karya Murid," lanjut Ustadz Rifki menjelaskan.

"Napak Tilas Jejak Ilmuan Muslim, Anak Muslim Kreatif dan Pengubah Dunia, ini adalah tema kegiatan kita hari ini." Kata Ustadz Rifki.

Kegiatan Musabaqah MIPA ini memang diagendakan setiap tahun, diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak, dengan dibimbing oleh guru-gurunya menjadi kreatif dan tentu mereka akan menjadi pengubah dunia dengan karya-karya mereka.

Musabaqah MIPA kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kalau dahulu hasil karya anak-anak hanya dipamerkan kepada orangtua, sekarang, hasil karya anak-anak harus dipresentasikan terlebih dahulu di depan para juri, murid, dan peserta yang lain. Mereka harus bisa menjelaskan cara kerja dari hasil karya anak-anak SD ini. Lalu setelah hasil karya mereka dipresentasikan, siangnya akan dipamerkan dan dibazaarkan kepada orangtua/wali murid. Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu peserta putra dan peserta putri.


Ada juga jago-jago MIPA yang lain, mereka diberi soal-soal tertulis MIPA untuk dan ini juga dilombakan.

Semoga kelak kalian akan menjadi ilmuan muslim yang akan mengubah dunia, anak-anakku.

Rep. EMTE