Ananda Salsabila Juara 1 Panahan Piala Bupati Magelang

Ananda Salsabila menerima trophy dan piagam kejuaraan

www.sdithidayatullah.net | Sleman (31/01/2017). Sebanyak 50 peserta panahan, mulai dari pra pemula hingga dewasa mengikuti kegiatan "Invitasi Panahan Bupati Cup Magelang" yang dilaksanakan pada hari Ahad, 29 Januari 2017 di Lapangan Panahan Gondangan Lor, Pakunden, Ngluwar, Magelang, Jawa Tengah.

Acara yang diikuti peserta dari umur 4 tahun hingga dewasa ini memperebutkan Piala Bupati Magelang Jawa Tengah.

Salah satu murid SDIT Hidayatullah, Ananda Salsabila Nadhifa Zahra, putri pasangan Bapak Rosyid Umar dan Ibu Yuyun, murid kelas 1B ini berhasil merebut juara pertama pada Kategori Pra Pemula Putri. Mbak Salsa ini adalah salah satu murid dari Archery Kids Sleman.

Archery Kids Sleman menjadi juara umum pada kegiatan tersebut dengan banyak merebut trophy di setiap katagori, seperti juara 1 Pra Pemula Putri oleh Salsabila, juara 1 Pra Pemula Putra oleh Ananda Ali, juara 1 jarak 15 meter putri, juara 1 jarak 15 meter putra, juara kelas SMP, dan juara 1 putra dewasa.

Para juara mulai dari TK - dewasa berpose bersama
"Juara itu bonus, sejatinya cuma pengin melanjutkan generasi yang bisa istikomah sampai akhir jaman. Termasuk memanah salah satu menghidupkan sunnah Nabi SAW." Tulis Ibunda Yuyun, ibu dari Ananda Salsabila dalam sebuah grup WA memberi motivasi kepada yang lain.

"Barakallah, semoga menjadi motivasi untuk giat berlatih dan kawan-kawan yang belum mengikuti." Tulis Bapak Subhan Birori, S.Ag., selaku kepala sekolah SDIT Hidayatullah, menyambut positif atas keberhasilan salah satu muridnya.

Rep. EMTE
Foto: Yuyun

Berbaktilah Kepada Orangtuamu, Nak!



www.sdithidayatullah.net | Senin (16/01/2017) Ustadz Untung Purnomo, S.Pd. dalam sebuah tausiyah pada kegiatan upacara hari Senin menyampaikan sebuah kisah yang inspiratif. 

Beliau bercerita bahwa disuatu kesempatan, ada seorang kakek yang sudah sangat renta diajak oleh anaknya makan di sebuah restoran sangat mewah. Di restoran itu tidak ada seorangpun yang membawa orang tua, hanya si pemuda tadi yang membawa kakek renta tersebut.

Orangtua itu makan dengan sangat lambat, kadang makanan yang hendak dimasukkan ke mulutnya tumpah mengotori lantai lestoran mewah tersebut. Terlihat orang-orang di sekelilingnya merasa jijik melihat pemandangan tersebut, ada juga yang merasa iba, dan adapula yang merasa terenyuh dengan pemandangan tersebut

Si kakek tersebut membutuhkan waktu yang begitu lama untuk menyelesaikan makanannya. Tapi pemuda yang membawanya selalu sabar menemami si kakek hingga ia selesai menyelesaikan makanan, bahkan mengantarnya ke kamar mandi untuk membersihkan kotoran yang menempel di tubuh si kakek tersebut.

Setelah selesai, barulah si pemuda mengajak kakek renta tadi hendak pulang. Tiba-tiba ia dicegah oleh pemilik restoran mewah tersebut. Si pemuda agak terkejut, ada apa gerangan sehingga saya dicegah oleh pemilik restoran? Begitu batinnya.

"Siapakah kakek ini, Bapak?" Begitu sapa pemilik restoran.
"Oh ini ayah saya, Pak. Adakah kesalahan kami?" Jawab dan tanya si pemuda tersebut.
"Tidak Bapak. Bapak dan Ayah Bapak tidak ada salah sama sekali," jawab pemilik restoran. "Justru kamu mau berterimakasih kepada, Bapak." Lanjutnya.

Si pemuda tadi menjadi keheranan, kok bisa si pemilik restoran mewah ini mau berterimakasih kepada saya? Saya kan tidak membantu apa-apa. 

"Kenapa, Bapak berterimakasih kepada kami? Padahal kami tidak berbuat apa-apa." Kata si pemuda tadi.

"Bapak telah mengajarkan kepada para pengunjung di restoran kami tentang arti berbakti kepada orang tua," Kata si pemilik restoran. "Tadi bapak bisa melihat sendiri, hanya Bapak yang bersedia membawa ayah, Bapak dengan segala kerepotannya. Jika Bapak dan ayah akan makan di restoran ini kembali, kami dengan sukerala akan menerimanya dan bahkan menggratiskannya." Lanjut si pemilik restoran.


"Kisah di atas menggambarkan kepada kita semua, bahwa hendaknya kita berbakti kepada orangtua kita." Begitu nasehat Ustad Untung Purnomo kepada ratusan murid SDIT Hidayatullah Yogyakarta. 

Karena Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam pernah bersabda “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.”

Mari hormati orangtua kita di rumah dan menghormati guru kita, selaku orangtua di sekolah. Salah satu cara menghormati mereka adalah dengan bertutur dan berbahasa kepada keduanya. Jika anak-anak tidak bisa berbahasa Jawa halus dengan baik, maka berkata-katalah dengan Bahasa Indonesia kepada mereka.

Rep. EMTE
Foto Doc SDIT Hidayatullah

Aksi Solidaritas untuk Aleppo di SDIT Hidayatullah Yogyakarta



www.sdithidayatullah.net | Masih dalam gelora cinta dan persaudaraan yang selalu membara; pagi ini (Rabu, 04/01/2017) ratusan siswa-siswi SDIT Hidayatullah Yogyakarta berkumpul di Aula lantai tiga gedung SDIT Hidayatullah dalam rangka penggalangan dana kemanusiaan untuk saudara-saudara seiman di Aleppo, Suriah.

Tangan mengepal kuat, lisan menggelegarkan takbir, namun mata dan hati menangis, tatkala menyaksikan betapa memprihatinkannya kondisi umat Muslim di Suriah, Aleppo. Mereka dikepung, dibantai, dihabisi, dibakar hidup-hidup, dibombardir dengan segala macam senjata tercanggih zaman kini, dibumi hanguskan, para wanita dirusak kehormatannya, para lelaki dipaksa menjadi Abdi mereka. Maka hati siapa yang tidak marah dan menangis..??!

Sepanjang orasi perjuangan yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdurrahman (salah seorang Relawan Sahabat Suriah), juga ketika sesi muhasabah oleh Sang Motivator, Ustadz Novi Afriadi; tak sedikit dari siswa-siswi cilik ini yang tersentuh jiwanya hingga airmata mengaburkan pandangan. Kepala menunduk bukan tanda tak berempati, atau mengantuk, tapi rasa-rasanya tidaklah sanggup menyaksikan keseluruhan potret keadaan yang terjadi di bumi Syam, di kota Aleppo tercinta.

Seakan kita yang menolong mereka di Aleppo, Suriah dengan sedekah kita.
Seakan kita yang membantu mereka.

Tapi pada hakikatnya, merekalah yang menolong kita dengan memberi kesempatan agar kita beramal shaleh dan membuka bagi kita jalan menuju syurga-Nya.
Mereka memperjuangkan kemuliaan Islam,
Memperjuangankan hak-hak kaum Muslimin yang dirampas oleh kaum Zhalim,
Memperjuangkan tegaknya kalimatullah di Bumi Syam..!
Bumi yang diberkati.

Ya, sesungguhnya merekalah yang membantu kita..
Tapi jangan pula dilupakan;
Kehadiran kita di sini,
Keberadaan kita di sisi mereka,
Adalah bukti bahwa kita bukanlah muslim yang abai, cuek, dan tidak perduli terhadap kondisi saudaranya yang lain.

Sebab telah dikatakan dalam hadits Rasul-Nya,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Keikutsertaan dalam membantu mereka, adalah bukti masih adanya sejumput iman dalam dada-dada kita.  Menjadi bukti bahwa kita masih memiliki segumpal daging dalam jasad yang dinamai "hati".

Adapun jika apa yang telah diperbuat untuk mereka,
Disisihkan bagi mereka,

Doa-doa yang dikirimkan dalam setiap shalat demi keselamatan mereka__itu bernilai kebaikan, ridha dan pahala di sisi Allah;

Maka nikmat manakah yang engkau dustakan?

Betapa Allah memudahkan jalan keridhaannya untuk kita..
Yaa Allah, saksikanlah, bahwa kami adalah Muslim.

Saksikanlah disini kami telah menautkan hati, melayangkan doa, sepenuh jiwa yang kerdil ini.
Yaa Rahmaan, yaa Rahiim..

Hanya Engkau lah yang kuasa melimpahkan keamanan kepada saudara-saudara kami di Aleppo, Suriah.
Di Palestina, Etnis Rohingya di Myanmar, di Afghanistan, di Yaman, di Mesir.
Di setiap sudut bumi-Mu yang luas ini.
Di setiap zaman, kini maupun yang akan datang.
Tolonglah mereka semua, yaa Rabbii..
Tolonglah saudara-saudara kami yang tertindas, terluka, teraniaya..
Dengan kuasa-Mu pula,
Kehancuran para musuh Islam menjadi sangat mungkin dan mudah. Niscaya.
Hancurkan mereka yaa Allaah..
Cabik mereka, musnahkan mereka. Cerai berikan kekuatan mereka. Lemahkan tipu muslihat mereka. Rapuhkan kepercayaan diri mereka.
Di dunia ini mereka akan binasa, ataukah kelak di akhirat. Kami percaya pada segenap janji-Mu.
Allaahumma dammirhum, Allaahumma dammirhum tadmiiraa..
Allaahumma 'alaika bihim!

Ampuni kami atas ketidakberdayaan kami, dan tetapkan lah hati-hati kami atas Agama-Mu, Islam yang mulia ini.

Sementara itu, dalam laporan yang disebarkan oleh Humas SDIT Hidayatullah Yogyakarta, bahwa Aksi Solidaritas untuk anak-anak Aleppo Suriah, di SDIT Hidayatullah Yogyakarta menghasilkan infak sebagai berikut :
✅ Rp 19,388,500,-
✅ 40 dollar Singapore
✅ Koin 200 (Yuan)
✅ Koin 15 Cent (Euro)

Dana yg terkumpul akan disalurkan melalui LSM Sahabat Suriah.

Terimakasih atas partisipasi murid-murid, orangtua/wali murid, dan guru-pegawai SDIT Hidayatullah. Semoga Allah Ta'ala membalas kebaikan Panjenengan semua. Kami masih membuka infak/sedekah dari Panjenengan semua. Demikian sebagaimana broadcasting yang disebarkan oleh Humas SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Rep. dan Foto : Roidatun Nahdhah