Deniz Dinamiz: "Lulus itu Mudah Asal Allah Meridhai"


sdithidayatullah.net | Judul di atas adalah sebagian pesan yang disampaikan Deniz Dinamiz, trainer dan penulis buku "Membuat Belajar Selezat Coklat" dalam kegiatan "Training Motivasi Kelas 6" yang diadakan SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

Training Motivasi yang diikuti oleh 60 murid kelas 6 SDIT Hidayatullah ini bertajuk "Motivasi Belajar Asyik dan Optimis Hadapi Ujian Sekolah". Training ini dilaksanakan hari senin, 19 Jumadil Akhir 1437 H (28/3/2016).

Training yang berlangsung di gedung utama SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta ini, dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan persiapan Ujian Nasional yang akan dihadapi murid-murid kelas 6.

Dalam sambutannya, Novi Afriadi, selaku Wali Kelas VI A menyampaikan tujuan dari dilaksanakannya Training Motivasi ini, yaitu agar murid-murid kelas 6 dapat memahami urgensi ilmu, mengenal model belajar yang mengasyikkan, dan siap menghadapi Ujian Sekolah. Novi berharap "Murid memiliki orientasi hidup yang jelas untuk sukses dunia akhirat." ucap Novi menutup sambutannya.

Deniz Dinamiz yang juga penulis buku "Enaknya Menjadi Orang Pintar" ini memulai motivasinya dengan menceritakan pengalamannya selama kuliah di jurusan Psikologi UGM. Dia mengatakan, "jika ingin sukses maka kuncinya adalah DISIPLIN", tegas Deniz. "Orang yang capek dalam belajar, maka ia akan lebih banyak mendapatkan pahala" imbuh Deniz.

Selajutnya Deniz menjelaskan bagaimana caranya agar kita dapat mengingat ilmu, yaitu sebagai berikut:
10%, dari yang kita baca
20%, dari yang kita dengar
30%, dari yang kita lihat
50%, dari yang kita lihat & dengar
70%, dari yang kita katakan
90%, dari yang kita lakukan & katakan
100% jika kita menjelaskan!

Jadi kita ingin maksimal dalam mendapatkan ilmu, mau tidak mau kita harus mengamalkan ilmu tersebut dan membaginya kepada orang lain agar lebih bermanfaat.

Ujian Akhirat Lebih Penting
Setiap orang pasti ingin masuk surga. Namun, "Surga Allah tidaklah murah" kata Deniz dan untuk mendapatkan kenikmatan-kenikmatan yang ada di surga, kita juga harus melewati serangkaian ujian-ujian. Dimulai dengan beraneka macam ujian dalam kehidupan kita, dan setelah kita mati, maka kita harus bersiap menghadapi pertanyaan malaikat di alam kubur. Untuk memasuki surga pun kita akan melewati ujian, yaitu perjalanan di shirotol mustaqim. Itulah ujian-ujian yang harus kita tempuh, sebelum akhirnya bisa masuk ke surga.

Dan itulah ujian yang terpenting untuk kita. "Jika dalam Ujian Nasional saja kita menyiapkan dengan sebaik-baiknya, maka untuk menghadapi Ujian Akhirat kita harus menyiapkannya lebih baik lagi" Deniz mengingatkan.

Lulus Ujian Nasional dan Lulus Ujian Akhirat
Terkadang kita merasa takut dengan yang namanya ujian. Padahal menurut beliau, kita memerlukan ujian diantaranya agar mengetahui kemampuan diri kita dan dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi."Jika tidak ada ujian, maka kalian akan terus berada di kelas 1 SD, dan tidak akan naik menjadi kelas 6 seperti sekarang ini" canda Deniz

Lantas, bagaimana agar kita siap menghadapi ujian dan sukses dengan hasil yang memuaskan, Deniz membagi tips nya, diantaranya "kita harus menyiapkan 5M" kata beliau, yaitu:
1. Medis: Makan makanan yang bergizi.
2. Materi: Belajar materi yang akan diujikan.
3. Material: Menyiapkan sarana prasarana pendukung ujian, seperti kartu ujian, pensil, penghapus, penggaris.
4. Mental: Gigih dan bekerja keras
5. Mendekatkan Diri Kepada Allah: Dengan ahsanu amala.

Ke "5M" itu harus kita siapkan sebaik-baiknya agar bisa lulus dengan bagus."Ujian seharusnya tidak membuat kita menjadi stress, namun bisa membuat kita menjadi sukses" ucap Deniz menyemangati.

Tuliskan Cita-Cita
"Salah satu cara agar kita bisa meraih impian kita adalah dengan menuliskan cita-cita kita" ungkap Deniz. Dalam training ini murid-murid kelas 6 diajak untuk menuliskan cita-cita nya 20 tahun ke depan.

Rofi Pratama, salah satu murid kelas 6A menuliskan, "Saat usiaku 32 tahun In Sya Allah aku ingin menjadi dokter. Aku ingin berkunjung ke Mekkah dan Jepang dan mendirikan
Rumah Sakit gratis untuk orang yang tidak mampu."

Beda lagi dengan Nisa salah satu siswa kelas 6B menuliskan, "20 tahun lagi, saat usia ku 32 tahun, aku ingin menjadi dosen yang hafal al Quran. Aku ingin berkunjung ke Mekkah dan Madinah, dan mendirikan masjid, juga Rumah Sakit" yang kemudian diaamiinkan oleh seluruh teman-temannya.

Banyak yang merasakan manfaat dari training ini, diantaranya Shalahuddin, "aku lebih bersemangat" katanya. Mila, murid kelas 6B menyatakan hal yang sama, "Dengan adanya training motivasi ini, bisa lebih disiplin dan lebih semangat untuk mencapai apa yang diinginkan." Ungkap Mila. Dia juga berharap, "Semoga ada training-training lain yang akan memberikan motivasi untuk kita semua." harap Mila. Aisyah, murid kelas 6B juga berharap, "Aku ingin belajar lebih giat lagi agar 100℅ lulus, juga beramal lebih banyak lagi untuk 100℅ masuk surga" ucap Aisyah.

Raih Cinta Allah
"Lulus itu mudah, asal Allah meridhai" kata Deniz. Bagaimana caranya agar Allah meridhai kita, maka kita harus membuat Allah mencintai kita.

Lantas, bagaimana caranya agar Allah mencintai kita? "Kita harus melaksankan amalan-amalan yang dicintai Allah, agar Allah mencintai kita", ucap Deniz. Hal tersebut yaitu: Shalat di awal waktu, "birrul walidain" (berbuat baik kepada kedua orang tua), dan Jihad fi sabilillah. 3 hal itulah yang harus kita amalkan agar Allah mencintai kita, ungkap Deniz.

Training ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Deniz Dinamiz, yang kemudian diaaminkan oleh seluruh peserta. Pesan Deniz, jika kalian merasa susah dalam belajar, maka ucapkanlah, "Laa Hau Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billah." Karena hanya Allahlah pemilik segala kekuatan dan yang bisa menolong kita, Pungkas Deniz.

Rep. Ayun Afifah/ Guru SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta
Admin : Mahmud Thorif

0 Response to "Deniz Dinamiz: "Lulus itu Mudah Asal Allah Meridhai""

Post a Comment