Kajian dan Pembagian Raport di SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | Sabtu (17/12/2016) SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta membagikan raport hasil belajar kepada orangtua/wali murid. Sebelumnya diadakan kajian tentang keislaman yang disampaikan oleh Ustadz Luqman Hakim, Lc. Beliau adalah dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan yang sedang menempuh jenjang S2 di Kota Yogyakarta.


Dalam pembukaan kajian keislaman, Ustadz Luqman mengawali dengan sebuah hadits, Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara, sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim).

"Kita di akhirat, akan bersama orang-orang yang kita cintai." Begitu salah satu untaian kata Ustadz Luqman Hakim kepada para hadirin.

Ustadz lulusan Sudan ini juga menyampaikan bahwa, jangan sampai kita menjadi orang yang bangkrut, ketika kita pulang ke negeri akhirat dengan membawa bekal pahala yang sangat banyak, tetapi kita juga membawa amalan-amalan buruk akibat mencaci-maki manusia, sehingga amalan kita habis untuk menebus keburukkan kita. Begitu kurang lebih Ustadz Luqman menyampaikan kepada ratusan orangtua/wali murid SDIT Hidayatullah. 

Ustadz Luqman mempertegas, Imam Hasan Basri pernah menyampaikan "Seandainya aku ini mau menghibah seseorang, maka aku ingin menghibah ibuku. Kenapa? Karena ia ingin memberikan pahala kepada ibunya."Begitu tegas Ustad Luqman. 

"Karena orang yang mencaci maki, hakikatnya memberikan pahala kepada orang yang dicacimaki."  Lanjut Beliau.

Masih banyak hal-hal yang tidak bisa dituliskan di sini.

Penerimaan raport ini sebagai wujud laporan perkembangan belajar selama satu semester sekolah kepada orangtua. 

Setelah penerimaan raport ini, maka murid SDIT Hidayatullah libur semester sekitar 2 pekan dan akan masuk kembali pada Senin, 2 Januari 2017.

Dalam penerimaan raport ini juga SDIT Hidayatullah juga menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana kepada Orangtua/Wali Murid yang diperuntukkan kepada korban gempa Aceh, Aleppo, dan Rohingya bekerjasama dengan BMH Jogja, Muslimat Hidayatullah Sleman, Dewan Pimpinan Daerah Hidayatullah Sleman. 

Rep. EMTE

Penerimaan Murid Baru SDIT Hidayatullah.
Kontak Person Rifki 081234599789, Thorif 087738219070
Atau KLIK DI SINI

Lowongan Guru SDIT Hidayatullah


Dibutuhkan Segera 

> 2 Guru Al-Quran
> 1 Guru Kelas
 
Untuk SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta

Syarat :
1.    Laki-laki Muslim
2.    Pendidikan S1 sesuai jurusan
3.    Berakhlak terpuji dan berpenampilan sesuai syariat Islam
4.    Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar
5.    Tidak merokok
6.    Berdedikasi tinggi

Kirim berkas lamaran Anda ke :
SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta
Jl. Palagan Tentara Pelajar KM 14,5 Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, DIY 55581


Paling lambat Senin, 19 Desember 2016

Kontak Person : Untung 087838236137, Thorif 087738219070

Bagi pendaftar yang memenuhi syarat akan dipanggil melalui SMS/WA
Waktu dan tempat seleksi akan disampaikan selanjutnya.

by Admin

Ujian Akhir Semester di SDIT Hidayatullah



www.sdithidayatullah.net | Rabu (23/11/2016) Ujian Akhir Semester (UAS) atau istilah lain di Kabupaten Sleman adalah Tes Kendali Mutu (TKM) SDIT Hidayatullah akan dilaksanakan selama 2 pekan, yaitu mulai dari tanggal 28 November sampai dengan 9 Desember 2016.

"UAS Tahun Ajaran ada sedikit perbedaan, untuk kelas 1, 2, 4, dan 6 dikoreksi oleh sekolah secara mandiri, sedangkan untuk kelas 3 dan 5 dalam mengerjakan UAS menggunakan Lembar Jawab Komputer (LJK) dan akan dikoreksi oleh dinas pendidikan setempat." Begitu kata Ustadzah Norhikmah, selaku Kepala Bagian Kurikulum dan Pengajaran menjelaskan dalam sebuah rapat koordinasi.

Khusus untuk kelas 3 dan 5, yang biasanya hari Sabtu kegiatan di rumah, pada saat UAS, 2 kelas tersebut harus masuk. "Karena menyesuaikan dengan jadwal dinas dan LJK harus dikumpulkan hari itu juga." Begitu penjelasan Ustadz Subhan Birori, selaku kepala sekolah dalam rapat koordinasi.
 
Oleh sebab itu untuk kelas 3 dan 5 ini ada alat-alat tulis yang harus dibawa ketika mengerjakan UAS, di antaranya jenis pensil 2B, papan alas untuk mengerjakan soal, dan perlengkapan tulis lainnya yang dibutuhkan.

Selama UAS, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilaksanakan mulai pukul 07.15 wib sampai dengan pukul 13.00 wib dan kegiatan pengembangan diri diliburkan. 

Semoga Allah memudahkan segala urusan kita semua.


Untuk Jadwal UAS bisa DOWNLOAD DI SINI

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah :
1. Rifki 081234599789
2. Thorif 087738219070

Rep. EMTE
Foto Dokumen

Puskesmas Ngaglik 2 Imunisasi Murid SDIT Hidayatullah

Imunisasi di SDIT Hidayatullah
www.sdithidayatullah.net | Senin (21/11/2016) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, melalui Puskesmas Ngaglik 2 menyelenggarakan imunisasi untuk anak sekolah di SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta. Imunisasi di sekolah ini dijadwalkan selama 2 hari, yaitu hari Senin dan Selasa, 21 dan 22 November 2016 ini.


Ada yang menangis

Imunisasi untuk murid SD kelas 1, 2, dan 3 ini adalah jenis imunisasi Difteri Tetanus (DT) dan Tetanus Difteri (TD). Tidak sedikit anak-anak yang takut dan menangis ketika di suntik.

Bapak Heru Sutopo, Kesra Kabupaten Sleman di terima Kepala Sekolah dan Pengurus Yayasan As-Sakinah

Sebagai bentuk perhatian akan pentingnya imunisasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman juga mengajak salah satu pejabat eselon Kabupaten Sleman, yaitu Bapak Heri Sutopo, selaku Kesra Kabupaten Sleman untuk mengecek kondisi imunisasi di SDIT Hidayatullah.

Bapak Heri Sutopo (tengah) berpose dengan Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah

Mari sukseskan bulan imunisasi anak sekolah dengan melakukan imunisasi kepada anak-anak usia sekolah.

Rep. EMTE
Foto Subhan Birori


Berkas Formulir dan Biaya Masuk Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2017/2018

Penitipan Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2017/2018 sudah kami buka.

Bagi orangtua/Wali Murid yang hendak menitipkan putra/putrinya bisa mengambil formulir di kantor SDIT Hidayatullah pada jam kerja.

Bagi Orangtua/Wali Murid yang hendak mengunduh formulir dan rincian biaya masuk bisa download pada link di bawah ini :


BERIKUT KAMI SAMPAIKAN BERKAS PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2017/2018 :

1. FORMULIR MURID BARU 2017/2018


2. RINCIAN BIAYA PENDIDIKAN 2017/2018

Silahkan berkas formulir yang telah diisi bisa diemail ke sdithidayatullahsleman@hidayatullah.or.id

Informasi Pendaftaran Bisa Hubungi:
1. Muhammad Rifki Saputra 081234599789
2. Mahmud Thorif 087738219070



Pelajaran tentang Kejeniusan Mozart


Oleh: Mohammad Fauzil Adhim


Pagi sudah mendekati siang, tetapi Wien atau Vienna (kita mengenalnya dengan Wina) masih diselimuti hembusan angin yang dingin. Suhu yang mencapai 10 derajat celcius, tidak mengurungkan niat orang untuk menelusuri jalanan Wina. Para kusir andong, laki-laki maupun perempuan tetap bersemangat menunggu penumpang di sekitar St. Stephen’s Cathedral. Gereja Katedral tertua di Wina yang lebih dikenal dengan sebutan Stephen’s Dom itu sekarang lebih banyak menjadi obyek wisata.

Tepat di samping Stephen’s Dom terdapat sebuah lorong kecil (gasse menurut istilah di Wina), Domgasse namanya, yang membawa kita ke sebuah bangunan bernama Mozart Haus. Ini memang tempat tinggal Wolfgang Amadeus Mozart setelah pindah dari kota kelahirannya di Salzburg, sebuah kota pegunungan yang indah di Austria. Mozart yang memiliki nama baptis Johannes Chrysostomus Wolfgangus Theophilus Mozart banyak dikaitkan oleh para trainer maupun pembicara seminar tentang parenting dengan kecerdasan luar biasa pada diri anak. 
Beredar banyak rumor bahwa memperdengarkan musik Mozart pada bayi sejak dalam kandungan maupun baru lahir, menjadikan anak jenius. Begitu banyak yang percaya sehingga sempat terjadi ledakan gairah di negeri kita untuk memperdengarkan musik Mozart kepada anak kecil, khususnya bayi. Mereka berharap anak-anaknya berkembang menjadi jenius besar. Bahkan tak sedikit yang yakin bahwa memperdengarkan musik Mozart menjadikan anak memiliki kecerdasan matematika yang luar biasa, sesuatu yang sebenarnya cukup ganjil. Bagaimana mungkin memperdengarkan musik dari orang yang bukan jago matematika dapat menyebabkan anak hebat matematikanya? Tetapi apa pun itu, banyak anggapan yang berkembang, lengkap dengan berbagai buku yang kerapkali juga tidak jelas basis risetnya.

Karena itu, ketika menginjakkan kaki di Wina, yang pertama kali saya tanyakan adalah apakah praktek semacam itu –yakni memperdengarkan musik Mozart kepada bayi—dikenal sebagai metode melejitkan kemampuan anak dan banyak dilakukan oleh orang-orang Austria? Mestinya jika itu benar, tentulah orang sebangsanya, paling tidak para tetangga Mozart Haus, banyak melakukannya. Tetapi sebagaimana saya pelajari dalam berbagai literatur, mereka tidak menjadikan musik Mozart sebagai metode melejitkan potensi anak, tidak pulah memilihnya sebagai teknik untuk menimbulkan ketenangan pada diri anak. Mereka menghargai Mozart sebagai composer, tetapi bukan menjadikan sebagai metode mendidik anak sebagaimana diyakini oleh sejumlah orangtua di negeri kita. Seorang perawat asal Indonesia yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Austria menuturkan, bahwa di negeri asal Hitler itu sama sekali tidak ada seruan, kampanye maupun gerakan untuk memperdengarkan musik klasik bagi anak-anak. Seandainya bagus dan didukung bukti riset, tentulah Austria sudah melaksanakan lebih dulu.


Mozart memang seorang komposer cemerlang. Tak sedikit yang takjub dengan aransemen gubahannya. Apalagi Mozart sering berpura-pura mendapatkan ide aransemen musik secara tiba-tiba dan langsung menghasilkan komposisi sempurna hanya dalam waktu beberapa saat saja. Sekali dapat ide, langsung jadi komposisi yang hebat. Di kemudian hari, setelah Mozart meninggal, barulah diketahui dari ruang kerjanya bahwa “komposisi tiba-tiba yang jenius” itu merupakan hasil dari proses panjang yang memerlukan serangkaian revisi, uji coba, latihan dan penyusunan ulang. Mozart berpura-pura menampakkan diri sebagai sosok brilian demi menyenangkan Sang Ayah, Leopold Mozart, seorang pemusik dan guru piano. Sebagaimana ditulis oleh Andrew Robinson dalam buku Sudden Genius?: The Gradual Path to Creative Breakthrough (Oxford University Press, 2013), Mozart memperoleh pendidikan yang sangat keras dan selama dua puluh tahun harus berlatih musik secara ketat, disiplin tinggi dengan durasi panjang, langsung di bawah tempaan ayahnya: Leopold Mozart. Ia mendapat tuntutan kemampuan bermusik sangat tinggi dari orangtuanya.

“Aku hanya memiliki satu permintaan,” tulis Mozart dengan nada sedih pada akhir tahun 1777, saat usianya mendekati 22 tahun, “yaitu, janganlah terlalu berprasangka buruk tentang diriku.” Ini merupakan tulisan Mozart tentang bapaknya. Sebuah tulisan yang menyedihkan.

Geoff Colvin menulis dalam bukunya yang bertajuk Talent is Overrated: What Really Separates World-Class Performers from Everybody Else (Portfolio, 2008) bahwa berdasarkan berbagai data, Mozart mencapai kemampuan luar biasa dalam menghasilkan komposisi musik bukanlah terutama karena soal bakat, tetapi latihan yang keras secara terus menerus dalam waktu sangat panjang. Dalam kasus Mozart bahkan ia digembleng sejak kecil hingga usianya sekitar 20 tahun melalui proses latihan tak kenal lelah dan cenderung menegangkan. Maka, sangat mengherankan jika ingin menjadi jenius dalam bidang musik, menjadi hebat sebagaimana diperagakan oleh Mozart yang kerap mempertontonkan keajaiban berupa ide mendadak yang langsung menjadi gubahan memukau dalam waktu beberapa menit saja, hanya dengan mendengarkan musiknya Mozart. Padahal “keajaiban” yang diperlihatkan Mozart itu bahkan ada yang memerlukan waktu lebih dari 1 tahun proses penggubahannya hingga menjadi komposisi akhir. Keanehan itu lebih sulit lagi kita pahami manakala orang memperdengarkan musik Mozart agar anaknya jenius dalam bidang selain musik.
Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap kehebatannya menghasilkan komposisi musik, kritikus New Yorker, Alex Ross menyimpulkan dari berbagai riset tentang Mozart, “Ambitious parents who are currently playing the “Baby Mozart” video for their toddlers may be disappointed to learn that Mozart became Mozart by working furiously hard. Para orangtua ambisius yang sekarang sedang memperdengarkan video “Baby Mozart” bagi anak-anak kecilnya mungkin akan segera kecewa ketika mempelajari bahwa Mozart menjadi seorang Mozart melalui kerja yang luar biasa keras.”


Kerja keras. Disiplin. Inilah yang mengantarkan Mozart menjadi seorang Mozart. Ini pula keterangan yang saya dapatkan tentang bagaimana anak-anak Austria, negerinya Mozart, dididik. Banyak tempat menarik di Austria, tetapi hanya Mozart Haus (Rumah Mozart) yang saya mengharuskan diri mengunjunginya. Rumah di sebuah gang sempit lingkungan Stephen’s Dom perlu saya datangi langsung untuk memperoleh gambaran secara langsung, selain meminta informasi dan menggali kajian tentang Mozart dari sejumlah orang.
Nah, masihkah kita mengharapkan keajaiban dengan bersibuk memperdengarkan komposisi Mozart seolah mampu melejitkan potensi anak dan menghadirkan ketenangan pada diri anak? Sudah banyak buku yang ditulis berdasarkan untuk menunjukkan bahwa semua cerita tentang keajaiban yang tiba-tiba dari memperdengarkan Mozart adalah mitos semata, sebagaimana anggapan bahwa Mozart menjadi hebat dengan sekali menggubah juga merupakan mitos.

Tidakkah cukup bagi kita untuk menempa anak-anak kita agar bersungguh-sungguh terhadap hal-hal yang bermanfaat baginya? Inilah yang dapat mengantarkan anak pada kebaikan. 

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلا تَعْجِزَنَّ , وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلا تَقُلْ : لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَذَا لَكَانَ كَذَا وَ كَذَا , وَلَكِنْ قُلْ : قَدَرُ اللهِ وَ مَا شَاءَ فَعَلَ , فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan.” (HR. Muslim).

Nah.

Sumber : Facebook Mohammad Fauzil Adhim

5S untuk Semua




www.sdithidayatullah.net | Senin (24/10/2016) dalam kesempatan upacara bendera hari Senin, Ustadz Muhammad Haris, selaku Koordinator Tim Al Quran SDIT Hidayatullah, yang menjadi pembina acara menyampaikan sebuah hikmah.

"Anak-anak tahu apa itu 5S?" Begitu tanya Beliau kepada ratusan murid SDIT Hidayatullah.

Bergemuruh, ratusan anak-anak menjawabnya.

"5S adalah senyum, salam, sapa, sopan, dan santun," begitu lanjut Ustadz Haris. 

Ustadz Haris juga berkisah, "Pernah suatu hari, Rasulullah sedang duduk bersama-sama dengan sahabat Beliau. Ada yang datang dan mengucapkan 'assalamu'alaikum'," Tentulah para sahabat menjawabnya, dan Rasullah berkata sepuluh. Datanglah orang kedua dan menucapkan 'assalamu'alaikum warahmatullah', lalu Rasulullah berkata duapuluh, dan datang orang yang ketiga dengan mengucapkan 'assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh', lalu Rasulullah SAW berkata tiga puluh."

Beliau juga mengingatkan kepada seluruh murid SDIT Hidayatullah, hendaknya menjaga kebersihan di kamar mandi, "Jangan sampai meninggalkan kotoran di kamar mandi sehingga membuat orang lain tidak merasa nyaman memakainya." Begitu kurang lebih nasehat Ustadz yang masih lajang ini.

Rep EMTE
Foto: dokumen SDIT Hidayatullah

Jundi, Santri Hidayatullah Yogyakarta Wisuda S1 di Mesir

www.sdithidayatullah.net | Jumat (21/10/2016) Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu Wa Taala, salah satu santri Hidayatullah cabang Yogyakarta, Joni Iskandar, atau yang lebih familier dipanggil Jundi telah menyelesaikan studinya di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.
Jundi bersama santri Hidayatullah lainnya di Mesir

Dalam sebuah grup WA, Mas Jundi menulis : Alhamdulillah yaa Rabb. Hari ini, Kamis 20 Oktober 2016 adalah hari yang sangat spesial yang Engkau anugerahkan kepada hamba. Setelah sekian lama tertatih-tatih, akhirnya kemurahan dan keajaiban itu Engkau berikan kepada hamba.
Jundi bersama santri Hidayatullah lainnya di Mesir

Alhamdulillah dengan kemudahan yang diberikan Allah, saya berhasil menempuh jenjang pendidikan S1 di Universitas Al Azhar Kairo dengan lancar dan wisuda tahun ini (2016).

Tak lupa saya haturkan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyak kepada seluruh pihak yang telah dan terus membantu saya, baik secara materi maupun imateri yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terkhusus kepada sang ibu tercinta yang terus-menerus memanjatkan do'anya untuk keberhasilan anaknya.

Semoga Allah membalas semua kebaikan antum dengan kebaikan yang jauh lebih baik lagi. Dan semoga saya bisa memberikan manfaat dengan apa yang saya bisa dan punya. Bermanfaat untuk pribadi, keluarga, umat, agama dan bangsa. Aamiin.

Jazaakumullahu khairan ana haturkan kepada seluruh Asatidz di pondok (Pesantren Hidayatullah, Red.) atas do'a, bantuan dan bimbingannya untuk ana. Baarakallaahu fiikum ajma'iin.

Tasyakuran sederhana atas lulusnya Jundi, Kairo Mesir

Ustadz Abu Abdurrahman, menuliskan dalam grup yang sama "Tahniah atas wisudanya anakku, Ustadz Jundi J. Iskandar, Lc di Kairo, Mesir. Congrat, selamat, barokallah fiih. Semoga 'ilmunya manfaat dan menambah daya dukung perjuangan kita." Begitu Tulis Sekjen, Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah DIY Jawa Tengah Bagian Selatan ini.

Prosesi Wisuda Jundi di Kairo Mesir

Rep. EMTE
Foto: Jundi J. Iskandar

Rihlah Kelas Atas SDIT Hidayatullah 2016

Foto Rihlah di Museum Dirgantara Jogja

www.sdithidayatullah.net | Rabu (19/10/2016), setelah kelas bawah, yaitu kelas 1, 2, dan 3 SDIT Hidayatullah di semester pertama pada tahun ajaran 2016/2017 melaksanakan Outbound for Kids, insyaAllah pada semester ini juga akan dilaksanakan RIHLAH untuk kelas 4, 5, dan 6.

Baca : Outbound Kelas Bawah SDIT Hidayatullah
Rihlah adalah salah satu kegiatan pembelajaran di luar kelas SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta dan dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Tahun ini dilaksanakan berselang-seling dengan kelas bawah antara kegiatan outbound dan rihlah.

Menurut kalender pendidikan, rihlah ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 22 Oktober 2016. "Untuk kepastiannya, nanti tunggu saja surat edaran dari sekolah. Kapan pelaksanaannya dan ke mana lokasi tujuannya." Begitu kata Ustadz Untung Purnomo, S.Pd. selaku yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Rihlah pada tahun ini.

Nah untuk menunjang kegiatan pembelajaran di luar kelas ini, dibutuhkan kerjasama dari semua orangtua/wali murid SDIT Hidayatullah, khususnya dalam hal pembiayaan. Karena memang anggaran sekolah tidak bisa mengcover kegiatan ini.

Tunggu ya anak-anakku, kapan dan ke mana kita rihlah... !

----

Berita Up Date:
Alhamdulillah, setelah dimusyawarahkan dan dengan berbagai pertimbangan, maka diputuskan bahwa Rihlah Kelas Aatas SDIT Hidayatullah akan dilaksanakan pada Rabu, 26 Oktober 2016 atau diundur dari yang tertera di dalam kalender pendidikan. Adapun tujuan rihlah adalah Museum Akmil dan Taman Kyai Langgeng di daerah Magelang Jawa Tengah.
Informasi lebih lengkap, InsyaAllah akan ada surat edaran dari sekolah

Rep. EMTE

Pandu Festival: Siapkan Generasi untuk Kebangkitan Islam




www.sdithidayatullah.net | Sabtu, (8/10/2016) kemarin tidak seperti biasanya. Terlihat tenda dan panggung utama sudah berada dihalaman asrama  utama santri Pesantren Hidayatullah Yogyakarta. 

Suara nasyid yang bergema memecah suasana pada pagi hari itu.   Tepat jam 08.00 semua santri sudah siap mengikuti acara. Dan para asatidz Ma’had Hidayatullah Yogyakarta turut hadir dalam acara tersebut.

Itulah gelaran Pandu Festival Day (PFD), acara pelantikan pengurus Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) masa bakti 2016/2017 dan  penyerahan jabatan pengurus Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) masa bakti 2015/2016 Cabang Yogyakarta.

Acara PFD ke-3 ini resmi dibuka oleh Ustad Syakir Syafi’i selaku Mudir Ma’had.
“Gerakan Pandu Hidayatullah didirikan untuk menyiapkan generasi Islam untuk menyongsong kebangkitan Islam,’’ ujar Ustad Syarif Daryono  yang juga Kepala Madrasah.
Berbagai rangkaian acara yang melibatkan para santri, ini juga menyuguhkan pentas Nasyid, seni bela diri, pidato 3 bahasa; Arab, Inggris dan Indonesia, dan teater santri.

Ba’dah Isya’ rangkaian acara berlangsung dengan menghadirkan tausyiah umum oleh Ustad Fathurrahman, Mudir Ma’had Nurul Iman Solo bertema, “Peran Pemuda Menyongsong Kebangkitan Akhir Zaman’’ serta pemutaran film pendek hasil karya santri persembahan pengurus GPH.

“Alhamdulillah acara ini bisa berakhir sukses,  semoga acara PFD ini mampu meningkatkan dan mengembangkan ide-ide  para santri dalam berkreatifitas terkushus para pengurus GPH supaya sudah mempersiapkan matang dijauh-juah hari agar bisa lebih bagus dan sukses,” pesan Aggung Prakuswo,  Ketua Acara.*/kiriman Bambang (Yogyakarta)


Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Outbound Kelas Bawah SDIT Hidayatullah


www.sdithidayatullah.net | Selasa (11/10/2016) Pada semester ini, Outbound for Kids SDIT Hidayatullah dilaksanakan di Si Gong Outbound dan Camping Area yang terletak di dusun Kadilobo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, DIY.

Outbound yang diikuti oleh 300 san murid kelas 1, 2, dan 3 SDIT Hidayatullah ini diselenggarakan rutin dan sudah teragendakan di kalender akademik.  Pun dengan agenda kegiatan-kegiatan yang lain.


"Harapannya dengan diselenggarakan kegiatan outdoor, seperti outbound ini, murid-murid mempunyai pengalaman belajar yang menyenangkan," begitu ungkap Bapak Sunarno, selaku ketua panita kegiatan. 


"Karena ada kegiatan-kegiatan outdoor lainnya yang sering diselenggarakan oleh sekolah kami, seperti rihlah, hiking, camping, kunjungan belajar, dan kegiatan lainnya." Lanjut Beliau.

Salah satu tujuan belajar di luar kelas memang dalam rangka menambah pengalaman belajar setiap anak, karena banyak hal yang didapat ketika anak-anak mengalami peristiwa secara langsung. Lebih jauh adalah mengenalkan betapa agung semua ciptaan Allah Subhanahu Wa Tala.

Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari setiap pembelajaran.

Lihat Album Outbound for Kids SDIT Hidayatullah Tahun 2016 klik dan like facabook >> SDIT Hidayatullah Yogyakarta

Rep. EMTE

Selamat Berjuang Ustadz Arifin!

Murid SDIT Hidayatullah bersalaman dengan Ustadz Arifin (paling kiri)


www.sdithidayatullah.net | Senin (10/10/2016) Salah satu Guru SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta, Ustadz Muhammad Arifin, S.Sos.I. akan meninggalkan kita bersama. Pada Senin kali ini, Beliau berpamitan kepada murid dan guru SDIT Hidayatullah.

Beliau menyampaikan beberapa hal kepada guru dan murid, “Dalam kesempatan Haji Wada (Haji Perpisahan) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam mewasiatkan untuk berpegang teguh kepada Al-Quran dan As-Sunnah.” Kata Beliau mengawali perbincangan.

“ Jika kalian mengerjakan shalat, maka kerjakanlah dengan tuma’ninah, jangan tergesa-gesa.” Begitu salah satu pesan Beliau.

“Allah menciptakan segala mahkluk berpasang-pasangan. Ada langit ada bumi, ada siang ada malam, ada kehidupan ada kematian, ada pertemuan dan ada perpisahan.” Kata Ustadz yang asli Salatiga ini.

Dalam kesempatan ini, Ustadz Arifin juga mendoakan kebaikan kepada seluruh murid SDIT Hidayatullah serta memohon maaf apabila banyak salah.

Muhammad Arifin, S.Sos.I. meninggalkan tugas menjadi guru di SDIT Hidayatullah karena mendapat amanah baru, yaitu merintis Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) Putri Hidayatullah di daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

InsyaAllah pada tahun ajaran 2017/2018, Yayasan As-Sakinah Yogyakarta, akan merintis SLTP/MTs Hidayatullah Putri di daerah Muntilan. Upaya ini sebagai jawaban beberapa orangtua/wali murid yang sering bertanya ‘kapan berdiri SMP putri?’.

Selamat berjuang Ustadz Arifin! Semoga kita semua selalu dalam barisan penegak kalimat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rep. EMTE

Orangtua/Wali Murid Alumni SDIT Hidayatullah Sumbang Meja Al-Quran






www.sdithidayatullah.net | Orangtua/Wali Murid Alumni Kelas VIB SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2015/2016 menyumbang meja untuk pembelajaran Al-Quran. Serah terima meja sebanyak 170 buah ini dilaksanakan oleh Ketua Pengurus Forum Silaturahim Orangtua/Wali (FORSITU) Kelas VIB, yang diwakili oleh Ibu Ida Isminingsih, Ibu Wahidatun Hidayah, dan Ibu Enok Elianah kepada Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah, Ustadz Subhan Birori, S.Ag. pada Rabu (21/92016) di depan gedung sekolah ini.

"Perjuangannya berat ini Ustadz, bawa jauh-jauh dari Jawa Timur dibawa oleh Ibu Enok Elianah," Kata Ibu Wahidatun Hidayah, sambil berkelakar.


Alhamdulillah, hari ini, Rabu (5/10/2016) setelah meja Al-Quran selesai dicat, bisa dipakai dan dimanfaatkan oleh Murid-murid SDIT Hidayatullah. Harapannya dengan adanya fasilitas meja Al-Quran ini, pembelajaran Al-Quran di sekolah menjadi lebih baik dan anak-anak tambah semangat dalam belajar.

Dokumen foto-foto pembelajaran Al-Quran menggunakan meja baru :









Rep. EMTE
Foto: Haris

Kunjungan Ummi Foundation Pusat di SDIT Hidayatullah

Pembelajaran Metode Ummi di SDIT Hidayatullah

www.sdithidayatullah.net | Rabu (5/10/2016) Dalam rangka supervisi pembelajaran Al-Quran Metode Ummi, Ummi Foundation Pusat, Surabaya berkunjung ke SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

"Kunjungan rutin ini dilakukan karena sudah ada kesepakatan bersama bahwa SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta adalah salah satu Sekolah Model Pembelajaran Metode Ummi." Begitu yang dikatakan Ustadz muda nan trengginas, Muhammad Haris, SP selaku koordinator Tim Al-Quran.


Baca : SDIT Hidayatullah Menjadi Sekolah Model Ummi Foundation Pusat
Utusan Ummi Foundations Pusat, Surabaya, hadir dalam kunjungan kali ini didampingi oleh Pengurus Ummi Daerah (UMDA) Daerah Istimewa Yogyakarta dan disambut oleh Tim Al-Quran SDIT Hidayatullah.

Kunjungan yang akan dilaksanakan selama dua hari ini, yaitu Rabu dan Kamis (5-6/10/2016) tim akan melihat proses pembelajaran Metode Ummi yang berlangsung di SDIT Hidayatullah dan akan ada pembinaan untuk Guru Al-Quran.

Rep. EMTE
Foto: Haris

Study Banding Hidayatullah Bontang di Hidayatullah Yogyakarta




www.sdithidayatullah.net | Rabu (5/10/2016) Hidayatullah Cabang Bontang, Kalimantan Timur berkunjung di Pondok Pesantren Hidayatullah Yogyakarta dalam rangka study banding. 

Hadir dalam rombangan tersebut di antaranya Ketua Yayasan, Kepala Bagian Pendidikan, Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menangan Atas (SMA) Hidayatullah Bontang. 




Rombongan disambut dengan hangat oleh Ketua Yayasan As-Sakinah Yogyakarta beserta staff, dan kepala-kepala sekolah yang ada di bawah naungan Yayasan tersebut, di antaranya ada TK, SD, MTs, dan MA.

Rep. Mansur, EMTE
Foto: Mansur

Mozart dan Rumor Kecerdasan



Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
 
www.sdithidayatullah.net | Yang pertama kali saya tanyakan begitu tiba di Vienna adalah tentang Mozart, komposer masyhur yang di Indonesia menjadi legenda bagi para orangtua. 

Konon memperdengarkan musik Mozart kepada anak menjadikannya jenius. Lalu apakah hal yang sama juga berlaku di negerinya? 

Sekedar menghidupkan ingatan, Mozart atau lengkapnya Johannes Chrysostomus Wolfgangus Theophilus Mozart lahir di Salzburg, Austria dan kemudian sempat tinggal di Vienna. Maka jika benar musik Mozart mencerdaskan, mestinya di tanah kelahirannya menjadi bagian pendidikan serta pengasuhan yang betul-betul diterapkan. 

Tetapi rupanya, sebagaimana rumor yang lain tentang otak tengah misalnya, tak ada gerakan maupun sekedar anjuran untuk memperdengarkan musik Mozart kepada bayi dalam kandungan maupun bayi yang baru lahir.

Memperdengarkan musik Mozart bukan cara untuk menjadikan anak jenius. Yang diperlukan untuk cemerlang adalah kegigihan, semangat menyala dan daya juang tinggi dalam belajar.

Demikian sebuah catatan perjalanan dari Mohammad Fauzil Adhim
Foto: google