Dr. Kastam Syamsi : PTK Mengubah Cara Mengajar Kita




"Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesungguhnya adalah mengubah cara mengajar kita"


Demikan disampaikan oleh Dr. Kastam Syamsi, dosen FBS Universitas Negeri Yogyakarta pada kegiatan workshop penelitan tindakan kelas (PTK) yang diselenggarakan SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta (31/10/2015).


Dalam paparannya, Kastam Syamsi menegaskan bahwa sesungguhnya Penelitian
Tindakan Kelas (PTK) adalah mengubah cara mengajar guru. "Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sesungguhnya adalah mengubah cara mengajar kita" . tegasnya.

Kegiatan bertempat di gedung serba guna SDIT Hidayatullah dan diikuti oleh semua guru SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

Untung Purnomo, selaku bagian SDM SDIT Hidayatullah dan sebagai penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan SDM yang sudah tertuang dalam program kerja sekolah, sehingga dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kompetensi guru dalam mengajar.

Sementara itu Subhan Birori, selaku kepala sekolah SDIT Hidayatullah berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut agar dapat menumbuhkan kreativitas guru dalam mengajar, sehingga tujuan kegiatan pemebelajaran tercapai dengan baik.

Rep. : Yayan
Foto : @emthorif

Info Murid Baru SDIT Hidayatullah BUKA DI SINI

Hudzaifah, Murid SDIT Hidayatullah Jogja Raih Juara Tiga MTQ Tingkat Provinsi

Hudzaifah Menerima Trophy

Hudzaifah, murid kelas lima SDIT Hidayatullah Jogja akhirnya berhasil meraih juara tiga MTQ tingkat provinsi yang dilaksanakan di kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta kemarin (29/10/2015).


Seperti diberitakan sebelumnya, (Baca Kondisi Sakit Murid SDIT Hidayatullah Semangat Ikuti Lomba Tingkat Provinsi) bahwa Hudzaifah sedang dalam kondisi sakit dan sudah lama tidak berangkat sekolah. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Hudzaifah dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Walaupun ia berangkat dalam kondisi sakit, dengan bintik-bintik cacar yang masih kelihatan merah, akhirnya ia berhasil meraih juara tiga MTQ tingkat provinsi.

Menurut Arifin, selaku guru pendamping, Hudzaifah membaca alQur'an dengan suara yang serak, bahkan di tengah-tengah khusyuknya membaca alQur'an backdrop kegiatan yang bertuliskan MTQ SD yang terpasang di tembok terlepas dan menimpa Hudzaifah, sehingga terpaksa berhenti sejenak.

"Subhanallah... Mas Hudzaifah berangkat dalam kondisi sakit dengan bintik-bintik cacar yang masih kelihatan merah-merah, membaca alQur'an dengan suara yang agak serak, di tengah baca alQur'an backdrop bertuliskan MTQ SD yang dipasang di tembok lepas menimpa mas Hudzaifah. Terpaksa bacaan berhenti dan mengulangi lagi. Alhamdulillah Hudzaifah meraih juara III Tartil tingkat Provinsi DIY." Tutur Arifin.

Sementara itu Hudzaifah merasa senang dengan prestasi yang diraihnya, karena dapat membawa nama baik almamaternya yaitu SDIT Hidayatullah dan Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Rep : Yayan
Foto : Arifin

Info Murid Baru SDIT Hidayatullah BUKA DI SINI


KONDISI SAKIT, MURID SDIT HIDAYATULLAH TETAP SEMANGAT IKUTI MTQ TINGKAT PROVINSI


(www.sdithidayatullah.net) Setelah meraih juara 1 MTQ tingkat kabupaten pada 13 Oktober 2015 kemarin, kini giliran Hudzaifah, murid kelas lima SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta maju di MTQ tingkat provinsi.

Kegiatan yang dilaksanakan hari ini (Kamis, 29 Oktober 2015) di Gunungkidul Yogyakarta tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Hudzaifah, pasalnya dia sedang dalam kondisi sakit dan sudah lama tidak masuk sekolah.

Hudzaifah, menjelang berangkat
Namun hal itu tidak menurunkan semangat Hudzaifah untuk tetap maju pada MTQ tingkat provinsi mewakili kabupaten Sleman Yogyakarta.

Rasa khawatir dan haru menyelimuti kedua orang tua Hudzaifah. Menurutnya, mereka khawatir saja dengan kondisinya yang sedang sakit,tapi mereka juga tidak bisa menahan semangat Hudzaifah yang tetap ingin maju pada kegiatan MTQ tersebut.

Dengan penuh semangat dan berbekal basmalah Hudzaifah di dampingi Muhammad Arifin selaku guru SDIT Hidayatullah tetap maju pada MTQ tingkat provinsi.

Melalui pesan singkatnya Arifin mohon dukungan do'a dari semua guru di SDIT Hidayatullah agar Hudzaifah bisa mengikuti MTQ dengan baik.

"Bismillah, mohon do'anya dari ustadz ustadzah, Mas Hudzaifah tetap maju MTQ tingkat provinsi walaupun masih dalam kondisi sakit" tulisnya.

Arifin berharap agar Hudzaifah dalam kondisi sehat sehingga dapat mengikuti kegiatan MTQ dengan baik dan sempurna.

>>> Penitipan Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun 2016/2017 BUKA DI SINI

Rep  : Yayan
Foto : Arifin

Pembelajaran yang Menumbuhkan Kegigihan Belajar




Oleh : Dr. Ali Mahmudi

Pada suatu Jumat, seorang guru memberikan 3 soal kepada anak sebagai tugas akhir pekan. Guru itu menjelaskan bahwa dua soal pertama sangat sulit, sehingga memerlukan usaha yang keras untuk menyelesaikannya. Sedangkan soal ketiga jauh lebih sulit daripada dua soal pertama, sehingga guru merasa cukup puas jika anak telah dapat menunjukkan ide penyelesaian yang benar. Di akhir penjelasan mengenai tugas ini, seorang anak masuk ke kelas. Karena terlambat, ia tidak memperoleh penjelasan mengenai tugas tersebut. Ia hanya mengetahui bahwa tugas akhir pekan tersebut harus dikumpulkan Senin pekan depan.

Demi maksud untuk memperbaiki nilainya, anak yang dikenal berkemampuan marginal di kelas ini, berusaha untuk mengerjakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Dengan usaha yang sangat gigih, anak ini pun mampu menyelesaikan dua soal pertama dan dengan usaha yang jauh lebih keras ia pun dapat menyelesaikan soal ketiga. Meskipun untuk itu ia hampir menghabiskan akhir pekannya. Selanjutnya ia pun menyerahkan tugas itu ke guru dan mengatakan bahwa ia memerlukan bantuan belajar lagi karena hanya untuk menyelesaikan 3 soal saja ia hampir menghabiskan akhir pekannya. Sang guru begitu terkejut ketika mendapati pekerjaan anak ini yang menurutnya nyaris sempurna dan menunjukkan proses berpikir kreatif; hal yang tidak ditunjukkan oleh anak-anak lainnya. Dengan bangga, guru itu pun menunjukkan hasil pekerjaan anak ini kepada seluruh kelas.

Mencermati kisah di atas, apa yang kita pikirkan mengenai keberhasilan atau kesuksesan? Apakah kesuksesan hanya berpihak kepada individu-individu cerdas? Nyatanya terdapat banyak faktor yang mendukung keberhasilan, termasuk keberhasilan belajar. Faktor-faktor nonkognitif seperti kegigihan, keyakinan, dan hasrat berprestasi adalah faktor-faktor penentu keberhasilan. Bahkan, dalam banyak hal, kegigihan dapat mengalahkan kejeniusan. Benar yang dikatakan Thomas Edison bahwa jika kita melakukan segala hal yang mampu kita lakukan dengan sungguh-sungguh, maka akan membuat kagum diri sendiri.

Sebagaimana karakter lainnya, kegigihan atau ketekunan dapat ditumbuhkan. Dalam pembelajaran, mengembangkan karakter ini sama pentingnya dengan mengembangkan strategi dan prosedur formal untuk memahami materi pelajaran. Bahkan mengembangkan karakteri-karakter positif seperti itu hendaknya juga merupakan salah satu tujuan pembelajaran semua mata pelajaran. Dalam berbagai kesempatan, guru dapat menekankan bahwa segala kesuksesan, kebahagiaan, dan prestasi tinggi selalu dikaitkan dengan kerja keras sepenuh kesungguhan. Anak perlu mengetahui bahwa Allah menghendaki dan memuliakan orang-orang yang menunjukkan kesungguhan. Misal, dalam QS. Alam Nasyrah: 7, Allah menegaskan “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu  urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Sedangkan dalam dalam Q.S. Thaahaa: 75 Allah SWT menegaskan“Barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman lagi sungguh-sungguh telah beramal sholeh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)”.

Kegigihan akan tumbuh pada anak jika mereka yakin kemampuannya. Anak memiliki keyakinan bila mereka punya pengalaman keberhasilan. Oleh itu, penting bagi guru untuk memberikan sejumlah soal yang diperkirakan dapat dikerjakan oleh semua anak khususnya di awal-awal pembelajaran. Hal ini dapat menumbuhkan keyakinan bahwa mereka mempunyai kemampuan belajar. Tentu saja, selanjutnya guru harus memberikan soal dengan tingkat kesulitan yang beragam dan menantang siswa. Memberikan soal yang semuanya mudah saja sama tidak baiknya dengan memberikan soal yang semuanya sulit. Soal-soal demikian akan mematikan potensi siswa.

Kegigihan juga akan tumbuh jika siswa meyakini bahwa terdapat beragam jawab atau cara untuk menyelesaikan suatu soal. Ketika siswa tidak segera menemukan jawab dari suatu soal, ia tidak segera menyerah karena ia yakin terdapat alternatif cara lain untuk menemukan jawab itu. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk membudayakan memberikan soal terbuka (open-ended problem) yang multijawab atau multicara menemukan jawab. Soal seperti ”tentukan ukuran sisi-sisi persegi panjang yang luasnya 24 cm2” adalah contoh soal terbuka yang multijawab. Soal terbuka berpotensi untuk menumbuhkan keyakinan pada diri siswa bahwa selalu terdapat aternatif cara untuk menyelesaikan soal. Hal ini akan mendorong siswa untuk gigih menemukan cara atau jawab itu.

Selanjutnya guru perlu membudayakan pemberian penghargaan atau apresiasi terhadap perilaku gigih yang ditunjukkan siswa. Guru hendaknya juga memberikan apresiasi terhadap tugas-tugas yang dikerjakan siswa. Memberikan tugas yang tidak diapresiasi hampir sama jekeknya dengan tidak memberikan tugas sama sekali. Apa lagi yang dapat menumbuhkan kegigihan anak? Keteladanan. Guru tidak dapat berharap agar anak didiknya berperilaku gigih jika ia tidak menunjukkan perilaku serupa. Kegigihan dan sifat-sifat positif lainnya ibarat virus positif yang dapat menular. Guru yang antusias, semangat, dan gigih dalam melaksanakan pembelajaran atau membimbing anak didiknya akan menjadi teladan yang baik bagi anak untuk berperilaku serupa. Memang, keteladanan adalah kunci membelajarankan segala hal.

>>> Penitipan Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun 2016/2017 BUKA DI SINI
Dr Ali Mahmudi, Dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Negeri Yogyakarta

Admin @emthorif

Murid SDIT Hidayatullah Jogja Raih Juara 1 MTQ

Hudzaifah (Kiri) Juara 1 MTtQ Kab. Sleman 2015
sdithidayatullah.net. Sleman. Setelah meraih juara 1 MTQ tingkat kecamatan,Hudzaifah murid kelas lima SDIT Hidayatullah Yogyakarta juga menyabet juara 1 MTQ tingkat kabupaten.(13 Oktober 2015).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Godean tersebut diikuti oleh utusan dari masing-masing kecamatan se Kabupaten Sleman, termasuk SDIT Hidayatullah mewakili Kecamatan Ngaglik.

Pengumuman dan pembagian hadiah para juara dilaksanakan pada hari ini (Jum'at 16 Oktobet 2015) di aula Dinas Pendidikan Sleman.

Menurut Arifin selaku guru pendamping dari Hudzaifah, selanjutnya pemenang akan mewakili Kabupaten Sleman untuk MTQ tingkat provinsi yang akan dilaksanakam pada tanggal 28 Oktober besok di Kota Wonosari Kabupaten Gunung Kidul.

Arifin berharap agar Hudzaifah bisa lolos tingkat provinsi sehingga dapat dilanjutkan ke tingkat Nasional.

Arifin menambahkan, lomba ini bukan hanya ajang untuk meraih prestasi materi saja, akan tetapi juga mencetak generasi Qur'ani.

>>> Penitipan Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun 2016/2017 Online BUKA DI SINI

Rep @Subliyanto
Admin : @emthorif

Gadget Bunuh Daya Imajinasi Kreatif Anak


Anak dan gadget adalah pemandangan umum di era modern. Seolah sudah menjadi bagian dari tren hidup, sebagian anak-anak masa kini lebih banyak menghabiskan waktu mereka dengan video game dan berbagai macam aplikasi digital.

Kemana pun mereka pergi, selalu harus ada iPad, tablet PC, atau smartphone, untuk menemani mereka. Mereka seakan tidak bisa dipisahkan lagi dari perangkat-perangkat elektronik tersebut. Anak-anak pun enggan untuk bermain di alam bebas, karena pikiran mereka sudah ‘tersedot’ oleh layar mungil yang ada di depan mata mereka.

Yang lebih mencemaskan lagi, kecanduan game bisa saja membuat mereka jarang bergaul dan bersosialisasi di dunia luar. Hal itu tentunya bisa memberikan dampak yang tidak baik bagi perkembangan jiwa mereka kelak.

Ada beberapa kiat yang patut dicoba untuk melepaskan anak-anak dari kecanduan media digital tersebut, seperti dilansir Forbes, beberapa waktu lalu.

Biarkan anak-anak Anda menikmati permainan yang imajinatif
Pada beberapa kasus, orang tua mungkin akan menghadapi dilema ketika harus memilih antara membiarkan atau menjauhkan anak mereka dari bermain game. Di satu sisi, para orang tua menginginkan suasana rumah yang tenang dan tidak berisik. Namun, di sisi lainnya, orang tua juga tidak ingin anak-anak mereka terlalu larut dalam dunia digital.

Yang menarik, suasana rumah yang tenang justru didapat ketika anak-anak begitu asyik dengan perangkat smartphone mereka. Saat anak mulai bersentuhan dengan game Angry Birds, mereka biasanya bermain dengan tenang dan tidak menimbulkan kegaduhan di rumah.

Sementara, tatkala anak menjauhi game dan mencoba permainan lain yang mampu meningkatkan daya imajinasi mereka, seperti bermain perang-perangan, suasana rumah biasanya bakal jadi berisik.

Ada anggapan yang menyebutkan bahwa kecanduan video game dan media digital bisa menghambat daya imajinasi anak-anak. Hal itu mungkin benar. Pasalnya, saat menikmati game dan media digital, perhatian anak menjadi sangat terbatas, dan hanya tertuju pada layar perangkat yang mereka mainkan.

Di satu sisi, game memang bisa mengajarkan anak-anak Anda tentang keterampilan kognitif. Sayangnya, keterampilan tersebut tidak diiringi dengan keseimbangan, karena pada saat bermain game pada dasarnya dapat menghambat mereka untuk berpikir imajinatif.Untuk itu, tidak ada salahnya Anda mengorbankan perasaan dan membiarkan anak-anak menjadi berisik ketika mereka mulai memainkan permainan yang imajinatif.
Ketika anak-anak Anda menjauh dari video game, mereka mereka memang harus berisik. Pada prinsipnya, tujuan menjauhkan anak-anak dari game bukan untuk mengistirahatkan mereka dari layar iPad atau tablet PC. Melainkan untuk memcahkan kekakuan yang menyelemuti jiwa mereka yang terbentuk akibat kecanduan bermain game.

>>> Penitipan Murid Baru SDIT Hidayatullah 2016/2017 Online BUKA DI SINI

Artikel dan Foto : republika.co.id
Admin @emthorif

MTQ MERUPAKAN SYIAR ISLAM DAN SARANA MEMPERERAT UKHUWAH

"MTQ merupakan syiar islam dan sarana mempererat ukhuwah"

Demikian disampaikan oleh Camat Ngaglik Sleman Yogyakarta, Bapak Anggoro ketika membuka secara resmi kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Pelajar tingkat SD/MI se kecamatan Ngaglik (Senin 05 Oktober 2015).

Kegiatan yang mengusung tema "Dengan MTQ Pelajar Kita Wujudkan Generasi Muda Yang Unggul  Cerdas dan Berakhlakul Karimah" itu bertempat di SDN Sardonoharjo 1 Ngaglik dan diikuti oleh delegsi dari masing-masing sekolah se kecamatan Ngaglik, termasuk SDIT Hidayatullah .

Menurut Drs. Japar, selaku ketua kegiatan, dilaksanakannya kegiatan tersebut dalam rangka menyiapkan generasi muslim terbaik, khususnya menyambut MTQ  tingkat berikutnya.

"Kegiatan ini dalam rangka menyiapkan generasi muslim terbaik,khususnya menyambut MTQ tingkat berikutnya" ungkapnya.

Japar berharap agar kegiatan tersebut terlaksana dengan baik dan lancar serta dapat dilaksanakan kembali pada moment berikutnya.

Hadir juga pada upacara pembukaan jajaran pemerintah kecamatan Ngaglik dan para kepala sekolah se kecamatan Ngaglik.*Yayan / Jogjakarta

>>> Penitipan Murid Baru SDIT Hidayatullah 2016/2017 Online BUKA DI SINI

Rep dan Admin : @Subliyanto