SDIT Hidayatullah Adakan Dongeng dan Lomba Mewarnai


Dalam rangka memberikan pengajaran melalui cerita, SDIT Hidayatullah Sleman akan mengadakan kegiatan “Kak Bimo Berkisah dan Lomba Mewarnai”. 

Acara ini akan diselenggarakan pada Jumat, 3 April 2015 mulai pukul 07.30 wib di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah, Balong, Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta dengan menghadirkan Pendongeng Nasional, yaitu Kak Bimo.

"Hal ini kami lakukan karena kegiatan mendongeng, misalnya cerita sebelum tidur, akhir-akhir ini mulai pudar atau bahkan cenderung ditinggalkan seiiring dengan kemajuan teknologi yang diubah dalam bentuk DVD, VCD, MP3, dan lain sebagainya." begitu ungkap Subhan Birori, selaku kepala sekolah.

Kegiatan ini mengambil tema bagaimana anak-anak meneladani Rasulullah dengan sifat-sifat beliau, yaitu sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathonah (cerdas).


Setelah Kak Bimo berkisah, akan dilanjutkan dengan lomba mewarnai yang akan diikuti oleh murid TK di wilayah Kabupaten Sleman. Dalam lomba ini akan disediakan trophy bagi para juara 1, 2, dan 3 serta uang kegiatan.

Khusus lomba mewarnai ini ada yang spesial, yaitu bagi pemenang 1, 2, 3 dan masuk menjadi murid SDIT Hidayatullah pada Tahun Ajaran 2015/2016, maka akan mendapatkan potongan biaya masuk sebesar masing-masing Rp 2.000.000, Rp 1.000.000, dan Rp 500.000. Menjadi catatan, potongan biaya ini tidak bisa diuangkan.

Bagi yang ingin mendaftar kegiatan mewarnai bisa menghubungi Rifki 081234599789 atau bisa datang di hari pelaksanaan.

Informasi Murid Baru SDIT Hidayatullah Tahun Ajaran 2015/2016 KLIK DI SINI

Rep. Admin

BMH Sampaikan Amanah Ke Pencil, Banjarnegara


Alhamdulillah, pendistribusian bantuan yang kesekian kalinya ke Dusun Pencil, Banjarnegara, Jawa Tengah keseluruhan berjalan lancar. Perjalanan dari Jogjakarta lewat Purwokerto‬. Di Purwokerto kita menyiapkan barang bawaan berupa karpet masjid dan alat ibadah serta 100 paket sekolah (tas dan seisinya).

Dari Purwokerto barang kita bawa menggunakan mobil sewaan. Karena sulit nyari armada, kita sewa angkot yang sedang nyari penumpang di depan Masjid Agung Purwokerto, tepat sisi barat alun-alun Purwokert, di samping lebih murah juga antisipasi kalau hujan.

Perjalanan dari Purwokero sekitar 5 jam (nyambi mampir) dan sampai di Dusun Pencil sekitar jam 16.30 wib. Ketika hampir sampai kampung, tepatnya 1km dari kampung pencil kita melewati jalan yang rusak parah akibat longsor (sebelum ini biasanya kami jalan kaki).
Rombongan mampir di Kampus Hidayatullah Banjarnegara Jawa Tengah

Pak sopir angkot yang sudah 30 tahun pancal gas angkot ini angkat tangan sehingga tidak berani melanjutkan perjalanan. Terpaksa barang kami turunkan di pinggir jalan turunan dan berbatuan tersebut. Dan beliau sebisanya parkir di jalan ngepres untuk balik.
angkot berhenti karena sulinya medan, barang diturunkan di jalan

Akhirnya kami hubungi kepala Dusun untuk mengumumkan memakai pengeras suara masjid. Warga pun berdatangan menyambut kami untuk membawa barang-barang. Alhamdulillah..
Warga membantu membawa barang-barang bantuan BMH

Mobil yg kami tumpangi, kami paksa untuk turun ke kampung Pencil melewati jalan kecil yang sampinya ada parit mudah longsor, jalan berbatu yang tidak tertata rapi, turunan tajam yang yang membuat ban jadi selip ketika naik, walau akhirnya bemper belakang mobil pecah.

Sampai di Pencil kita langsung bagi peralatan sekolah pada anak pra dan usia sekolah. Sesampai di masjid untuk tunaikan shalat Magrib, karpet yang kami bawa tadi sudah di tata rapi dan siap digunakan untuk shalat oleh warga. Dalam hati mengucap alhamdulillah mak plong senengnya tuh di sini. 
Semoga karpet merah tersebut menghangatkan iman panjenengan warga Pencil untuk selalu beribadah walau musibah siap mengancam rumah-rumah. Amiin
Karpet bantuan telah terpasang untuk shalat berjamaah di masjid

Sekian seklumit cerita perjalanan kami kemarin ke Banjarnegara untuk menyampaikan amanah.

Donasi untuk wujudkan ambulan gratis
Hub CS kami:
Telp 0274-7432112
SMS 0857 9993 9991
PIN 5304212A
Email cs.jogja@bmh.or.id
twitter @bmhjogja
Rep. Syain El-Fatah
Admin Thorif

KESEMPATAN EMAS UNTUK MURID TK

SDIT Hidayatullah Jogja Ajarkan Wirausaha Ala Rasulullah

foto cahyadi joko sukmono

sdithidayatullah.net–Bertempat di halaman utama SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta, tanggal 20 Maret 2015 kemarin diadakan kegiatan ‘Entrepreneurship For Student.
Dengan mengangtak tema, “Menjadi Pengusaha Ala Rasulullah”  acara ini diikuti oleh 425 murid SDIT Hidayatullah dan dihadiri oleh para wali muird.
Subhan Birori,S.Ag, selaku Kepala Sekolah SDIT Hidayatullah membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam sambutan pembukaanya, Subhan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan pada setiap semester, dengan tujuan untuk menggali potensi peserta didiknya dalam berwira usaha.
Subhan berharap agar dengan adanya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan jiwa wirausaha para peserta didiknya, sehingga mereka mampu menjadi wirausahawan Muslim yang dapat mensuri tauladani Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam dalam berbisnis, sehingga tema yang diusungnya “Menjadi Pengusaha Ala Rasulullah”.
Sementara itu Ibu Elis, salah satu wali murid SDIT Hidayatullah merasa sangat senang dan mendukung dilaksanakannya kegiatan tersebut. Ia  berharap agar kegiatan tersebut dapat dilanjutkan karena sangat bermanfaat untuk melatih kemandirian peserta didik di SDIT Hidayatullah.
Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama SDIT Hidayatullah Yogyakarta dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) cabang Yogyakarta, dan Televisi Republik Indonsia (TVRI) Yogyakarta.
Hal itu disampaikan oleh Subliyanto,S.Pd.I selaku koordinator kegiatan yang sekaligus sebagai Kabag.Kemuridan SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta.
Menurut Subliyanto, kegiatan tersebut akan selalu dikembangkan dan dikemas dalam even yang sangat menarik guna menumbuhkan semangat belajar yang tinggi pada peserta didik di SDIT Hidayatullah Yogyakarta.
Subliyanto menambahakan bahwa bagian kemuridan SDIT Hidayatullah Yogyakarta, pada bulan April mendatang juga akan menyelenggarakan kegiatan Qisoh Islam yang akan mendatangkan pendongeng Muslim nasional, dengan melibatkan peserta didik dari luar SDIT Hidayatullah Yogyakarta.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu membangkitkan jiwa belajar para peserta didik di sekolah-sekolah islam khususnya di Sleman Yogyakarta.
Rep Subliyanto
admin Thorif

Peran Guru Menuju Ujian Nasional


Oleh Subliyanto, S.Pd.I*

Pendidikan merupakan pengembangan seluruh aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek kognitif, aspek afektif, maupun aspek psikomotorik. Ketiga aspek ini dikembangkan secara terus-menerus untuk tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri.

Salah satunya adalah dengan memperbanyak latihan yang nantinya akan membawa perubahan dan perkembangan pada aspek-aspek tersebut.

Menjelang Ujian Nasional 2015, terdapat sebuah tradisi belajar yang dianggap sangat “mujarab” untuk keberhasilan peserta didik, khususnya dalam Ujian Nasional. Sementara Ujian Nasional itu sendiri termasuk salah satu indikator dari keberhasilan pendidikan pada setiap jenjang pendidikan.

Tradisi tersebut merupakan tradisi belajar untuk mengasah kemampuan peserta didik, yang dikemas dengan Latihan Ujian Nasional, atau yang lebih dikenal dengan Try Out Ujian Nasional, yang mana pelaksanaanya dilaksanakan secara serentak pada setiap jenjang pendidikan.

Try Out termasuk salah satu metode dari sekian metode untuk mengembangkan aspek kognitif, aspek afektif, serta aspek psikomotorik pada peserta didik. Walaupun secara spesifik Try Out dimaksudkan untuk kesuksesan peserta didik dalam menghadapi Ujian Nasional.

Kalau kita merujuk kepada sistem pembelajaran klasik, terdapat sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa “At Thariqatu Ahammu Minal Maddah, Wal Ustadzu Ahammu Minat Tariqah, Wa Ruhul Ustadzu Ahammu Min Kulli Hali”

Arti dari kaidah di atas adalah bahwa “Metode lebih utama daripada materi, dan guru lebih utama daripada metode, serta ruh (semangat) guru lebih utama dari segalanya”.

Kaidah di atas secara garis besar menjelaskan bahwa peran guru sangatlah penting dalam mengantarkan peserta didiknya menjadi pribadi yang sukses dalam kehidupannya.

Adanya Try Out Ujian Nasional, atau apapun bentuknya, pada hakikatnya merupakan amunisi bagi peserta didik agar mereka menjadi manusia pembelajar, manusia yang sadar akan pentingnya pendidikan, sehingga tumbuhlah pada mereka sikap kemadirian belajar.

Tapi sebaliknya, jika adanya Try Out Ujian Nasional, atau metode apapun yang diberikan kepada peserta didik justru membuat mereka bosan karena yang dibahas hanya itu-itu saja, sehingga melahirkan kemalasan pada diri mereka, maka itu pertanda sebuah kemunduran dalam pendidikan. Dan disitulah peran guru yang sesungguhnya.

Karenanya, kita sebagai guru hendaknya selalu memberi motivasi, arahan, dan bimbingan kepada mereka dalam setiap situasi dan kondisi. Jika guru tidak mampu membangkitkan semangat kepada peserta didiknya, yang kemudian akan memberikan efek tumbuhnya kesadaran belajar dan kemandirian belajar pada diri mereka, maka sistem pendidikan akan berjalan dengan pincang, dan tujuan pendidikan tidak akan tercapai secara sempurna.

Tentunya semua itu bukan tugas yang ringan, dan tidak semua orang dapat melakukannya. Bahkan, dalam sebuah ungkapan dikatan bahwa “ Al Ilmu Fannun, Wat Ta’limu Fannun Akhar”. “Ilmu adalah seni, dan mengajar merupakan seni tersendiri”. Namun percayalah bahwa guru adalah tugas yang mulia. Wallahu A’lam

*) Subliyanto, S.Pd.I. Wakil Kepala Sekolah dan Guru SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta | twitter @Subliyanto

SDIT Hidayatullah Gelar Musabaqah MIPA dan Pameran Karya Seni





“Raih Prestasi dan Ciptakan Kreasi”. Itulah tema yang diusung oleh SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta dalam upaya menggali potensi peserta didiknya, baik potensi akademik maupun life skill yang dimilikinya. Upaya tersebut dikemas dengan kegiatan Musabaqah MIPA dan Pameran Karya Seni SDIT Hidayatullah Sleman Yogyakarta 2015. (Kamis, 19 Februari 2015)