Belajar di Alam, Belajar Mengenal Allah



Oleh : Sastriviana Wahyu Swariningtyas*
Belajar tak selamanya harus di kelas, duduk manis, berhadapan dengan tumpukan buku, dan mendengarkan guru berbicara. Belajar sendiri didefinisikan sebagai proses perubahan dalam diri seseorang ke arah peningkatan kualitas diri baik perubahan tingkah laku maupun pengetahuan. Sehingga dari belajar inilah seseorang diharapkan dapat memberikan makna bagi dirinya dan merespon apa yang telah dia dapat dengan suatu prilaku yang  baik. Oleh karena itu, proses belajar dapat dilakukan dimanapun yang terpenting anak-anak dapat mengambil makna dari pembelajaran yang telah dilakukan.

Menjadi Anak Emas



Oleh : M.Thorif*
Anak emas, hampir dipastikan setiap keluarga, setiap kelas, atau bahkan setiap dusun ada yang namanya ‘anak emas’. Kalau secara definitif, anak emas adalah anak yang selalu digadang-gadang, ditimang-timang, atau anak yang selalu dilebihkan dalam segala hal. Biasanya anak emas ini identik dengan hal-hal yang negatif. Karena ada istilah anak emas untuk anak yang selalu mendapatkan kasih dan sayang lebih dari yang lain.

Anak Kita Calon Pemimpin Bangsa



Oleh :Mahmud Thorif*
Kalau berbincang tentang jabatan, penulis jadi teringat kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Nabi Yusuf as meminta jabatan sebagai bendaharawan, bukan karena basahnya jabatan ini sehingga Beliau bisa menggunakan harta kerajaan semaunya. Beliau memandang dirinya memang bisa mengelola keuangan dengan baik, dengan profesional.

Kondisikan Kelas dengan Bercerita



Oleh : Tuswan Reksameja*
Suasana kelas begitu riuh saat pelajaran belum dimulai. Ada yang berlarian ke sana ke mari, sambil membawa penggaris, kadang memukul-mukulkan ke meja temannya. Ada yang asik sekali ngobrol dengan temen semejanya, sambil ketawa kecil mungkin karena cerita lucu mereka. Ada yang diam saja tanpa ekspresi, karena memang tipe anak pendiam. Ya, suasana kelas begitu ramai karena tingkah polah anak-anak yang masih gemar bermain.

Menggali Potensi Anak Berkebutuhan Khusus



Liputan khusus dengan guru Kelas Amanah SDIT Hidayatullah Deny Herawati*
Untuk menyamakan pesepsi terlebih dahulu mari kita fahami arti dari anak berkebutuhan khusus. Dalam buku psikologi dan pendidikan anak luar biasa terdapat beberapa definisi mengenai anak luar biasa yang kemudian dikenal dengan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Memberi Hukuman Dengan Tugas Belajar


Oleh : Subliyanto*
“Sebuah permainan mula-mula menyenangkan, namun juga berakibat fatal jika sampai kebablasan” demikian kutipan sebuah syair yang ditulis oleh Muhammad Habibullah bin Ro’is Ibrahim dalam sebuah kitabnya Tarbiyatus Sibyan yang tertuang dalam bab adab pergaulan.

The Spirit of Smile



Oleh : Mahmud Thorief*
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.” Begitu kurang lebih arti sebuah Hadist Nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi wassalam. Siapa sih yang tidak senang, tidak bahagia, tidak tersanjung saat bertemu dengan saudara, baik kandung atau bukan, saat mereka di sambut dengan senyuman? Hati akan terasa nyees, saat sebuah senyuman tulus mengawali sebuah perjumpaan. Suasana akan bisa menjadi cair dan hangat saat sebuah senyuman mengawali perjumpaan.

Kekuatan Amarah


Oleh : Tuswan Reksameja*
“Janganlah kamu marah, maka bagimu syurga.” Begitu sabda Nabi Muhammad. Sungguh kita diiming-imingi masuk syurga untuk sekedar menahan amarah, namun alangkah banyaknya manusia yang enggan meraih syurga dengan menahan marah. Padahal dipikir-pikir, dengan marah atau tidak marah dampaknya akan berbeda. Sebagai gambaran, mari kita simak pengalaman nyata berikut ini.

Mengajak Anak Merasakan Kekuatan Doa



Oleh : Imam Nawawi*
Satu hal yang setiap guru pasti bisa lakukan adalah mentransfer ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didiknya. Jelas itu satu kewajiban dasar seorang guru. Tetapi, satu hal yang sangat langka dimiliki oleh guru bahkan orang tua saat ini adalah mengajak anaknya atau peserta didik bisa mengalami secara nyata kekuatan doa.

Ajari Anak Didik Kita Disiplin


Oleh : Subliyanto*
Secara sederhana disiplin berarti rajin, ulet, taat, patuh. Sedangkan kedisiplinan secara luas adalah sikap dan nilai-nilai yang harus ditanamkan dan dilakukan oleh setiap individu yang mempunyai pekerjaan agar tujuan yang hendak dicapai dapat tercapai.

Sebuah Testimoni


“Website SDIT Hidayatullah menarik, ringkas dan ringan, dan tentunya mencerahkan” demikian disampaikan Imam Nawawi, seorang penulis buku dan aktivis hidayatullah yang kini tinggal di Depok. 

Hal itu diasampaikan Nawawi kepada redaksi sdithidayatullah.net ketika dialog seputar pendidikan via facebook. (Kamis 26 Desember 2013)

Belajar Diwaktu Libur



Oleh : Subliyanto*
“Assalamu’alaikum... Gimana kabarnya pak, sehat...?” tanya salah seorang guru SDIT Hidayatullah kepada salah satu orang tua murid saat silaturrahim ke rumahnya. Orang tuapun menjawab salam dan sapaannya “wa’alaikumussalam... Alahmdulillah sehat pak...!” dan menyambut kedatangannya dengan penuh rasa bahagia.

Membangkitkan Semangat Baru



*Sebuah catatan perjalanan redaksi sdithidayatullah.net
Rabu 25 Desember 2013 tim IT dan redaksi sdithidayatullah.net meluangkan waktunya untuk melakukan kunjungan belajar yang kemudian dilanjutkan dengan silaturrahim ke rumah salah satu staf pendidik SDIT Hidayatullah yogyakarta.

Memahami Karakter Anak



Oleh : Subliyanto*
Ada sebuah pernyataan yang cukup menarik ketika sedang bincang-bincang seputar pendidikan. Dalam sebuah perbincangan tentang pendidikan seorang sahabat berkata “Anak-anak tetaplah anak-anak, yang harus mengerti adalah yang punya anak”. Sekilas pernyataan itu nampak apatis terhadap perilaku anak. Namun setelah penulis resapi, mungkin pernyataan itu benar. Berikut hasil analisis penulis terhadap pernyataan tersebut.

Wajah Baru Web SDIT Hidayatullah



“Alhamdulillah Website SDIT Hidayatullah sudah bisa diakses kembali” demikian disampaikan kepala sekolah SDIT Hidayatullah Yogyakarta Bapak Subhan Birori,S.Ag kepada redaksi sdithidayatullah.net . Setelah sebelumnya website sdithidayatullah.com sempat error, alhamdulillah sekarang kita punya website baru yang bisa diakses oleh rekan-rekan pecinta pendidikan, sehingga kita bisa berbagi informasi dan ilmu. 

Sportif Dalam Kelas



Oleh Sastriviana Wahyu Swariningtyas*
Istilah sportif akrab kita dengar ketika memperbincangkan sebuah pertandingan atau perlombaan. Sikap sportif dapat dilihat bagaimana seseorang dapat menghargai dan menghormati hasil dari sebuah pertandingan. Untuk menjadikan sikap sportif sebagai sebuah karakter membutuhkan waktu yang tidak instan tetapi memerlukan sebuah proses yang konsisten.

Menikmati Penilaian Kinerja Guru



Oleh : Untung Purnomo, S.Pd*
Bulan-bulan ini guru-guru mengikuti program Penilaian Kerja Guru atau sering disingkat PKG. Program ini merupakan program nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuan program ini merupakan bagian dari pengembangan profesi guru. Diharapkan bagi setiap guru yang melaksanakan program ini dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan serta kreatifitasnya saat mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai guru.

Sebuah Cita-cita

Oleh : Mahmud Thorif*
“Nak, cita-citamu mau jadi apaan sih?” Tanya seorang Ayah saat santai bersama anak-anaknya.“Saya mau jadi tentara, Yah. Biar kelihatan gagah.” Jawab anak laki-lakinya. “Wow, Mas Askar mau jadi tentara ya. Hebat itu.” Kata Sang Ayah dengan raut muka senang. “Kalau saya mau jadi guru saja ah, biar bisa ngajarin murid-murid.” Celoteh anak perempuannya. “Subhanallah, Mbak Syahidah mau jadi guru? Cita-cita sangat mulia itu.” Sambut Sang Ayah dengan wajah berbinar.*** 

Menumbuhkan Karakter Positif


Oleh :Mahmud Thorif*

Hal-hal yang menjadi kebiasan anak-anak lambat laun akan menjadi karakter anak itu sendiri. Anak-anak yang dibiasakan bangun pagi, akan terbawa hingga ia dewasa. Anak-anak yang dibiasakan tepat waktu akan terbawa hingga mereka dewasa.

Rapotan SDIT Hidayatullah



Tidak seperti biasanya, pada hari Sabtu 21 Desember 2013 pelataran parkir SDIT Hidayatullah dipadati dengan kendaran, baik roda dua maupun roda empat, hal itu karena pada hari itu di SDIT Hidayatullah sedang ada kegiatan penerimaan raport untuk semester satu.

Selamat Berlibur



“Manfaatkan hari libur untuk tetap beramal shaleh” demikian pesan yang disampaikan oleh kepala sekolah SDIT Hidayatullah, Bapak Subhan Birori,S.Ag kepada jajaran staf pendidik SDIT Hidayatullah dalam kegiatan rapat koordinasi pra penerimaan raport akhir semester satu. (Sabtu 21/12/13)

Menghadapi Kenakalan Anak



Oleh : 'Abdullah*
Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Salam diutus guna menyempurnakan keutamaan Akhlak. Termasuk dalam urusan penyempurnaan akhlak adalah memberi perlakuan yang baik kepada anak, seperti mendidik, berlaku sabar dalam menghadapi kenakalannya maupun sabar dalam memberi bimbingan sejak masih dalam kandungan sampai mereka dewasa.

Anak Shalih Adalah Aset Orang Tua



Oleh: Zainal arifin*
Anak adalah buah hati bagi kedua orang tuanya yang sangat disayangi dan dicintainya. Sewaktu bahtera rumah tangga pertama kali diarungi, maka pikiran pertama yang terlintas dalam benak suami istri adalah berapa jumlah anaknya kelak akan mereka miliki serta kearah mana anak tersebut akan dibawa.

Membeli Masa Depan dengan Harga Sekarang



Oleh : Mendikbud,Muhammad Nuh*
Ada tiga penyakit di masyarakat yang karenanya bangsa manapun dan dimanapun, tidak akan mampu bersaing. Ketiga penyakit itu adalah kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan peradaban.

Adab Terhadap Kitab

Oleh : Bahrul Ulum*
Islam menempatkan ilmu sebagai sesuatu yang penting. Banyak ayat maupun Hadits yang menjelaskan tentang hal ini. Di antara bukti bahwa Islam dan kaum Muslimin menghargai ilmu adalah banyaknya karya tulis yang dihasilkan oleh para ulama dan cendekiawan Islam.

Hebatnya, kitab-kitab tersebut sampai sekarang masih terpelihara dengan baik. Salah satu sebab kenapa karya para ulama itu masih eksis, karena Islam telah mengajarkan pada umatnya tentang adab terhadap kitab. Di antara adab tersebut yaitu:

Pendidikan Karakter Menumbuhkan Kearifan Lokal

Oleh : Dian Titi Sari*

Adakah anda temukan nama Zulaikha dalam Surat Yusuf, novel romansa Al Qur’an itu??? Jawabnya TIDAK.

Sungguh Allah Maha Santun terhadap semua hamba – hambanya. Jika hambanya bermaksiat dengan sembunyi –sembuyi dan masih tersisa rasa malu dalam diri, maka Allah sang Maha Santun tidak akan menyebut – nyebut namanya. Meski untuk i’tibar dan mengambil hikmah sekalipun.

Yuk Kita Renang

Beginilah suasana anak-anak ketika mengikuti senam  pemanasan sebelum renang bersama di lapangan utama Kolam Renang Ceria, Warak, Pangukan, Sleman, Yogyakarta ( Selasa,17 Desember 2013 ). 

Kegiatan yang bertempat di Kolam Renang Ceria, Warak, Pangukan, Sleman, Yogyakarta ini adalah sebagai upaya untuk menanamkan urgensi kesehatan pada diri siswa guna mewujudkan pribadi muslim yang sehat jasmani dan rohani.

Camping Ceria SDIT Hidayatullah

Pagi itu, Kamis, pukul 07.00 wib tampak sangat sepi di SDIT Hidayatullah, halaman sekolah yang biasanya dipenuhin anak-anak dengan bermain, bersendagurau, bahkan ada yang bermain bola kini terlihat sepi. Iya, hari itu adalah "Camping Ceria SDIT Hidayatullah" untuk kelas 4, 5, dan 6. Sementara untuk kelas 1, 2, dan 3 mereka diliburkan, atau belajar di rumah masing-masing.

"Menjadi Generasi Yang Berani, Mandiri, Cakap, dan Bertanggungjawab" itulah tema yang diusung pada kegiatan camping SDIT Hidayatullah tahun 2013. Kegiatan yang bertempat di Garongan Turi Sleman Yogyakarta tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai hai kamis sampai hari sabtu dan diikuti oleh 165 peserta yang terdiri dari kelas 4,5,dan 6.

Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini


Oleh : Subliyanto*
Pendidikan adalah proses pengembangan diri seluruh aspek dalam kehidupan manusia, baik aspek kognitif, aspek afektif, maupun aspek psikomotorik.
Sejatinya, pendidikan harus menghasilkan manusia yang cerdas, cakap, dan bertanggung jawab, serta berakhlak mulia. Yang mana dalam hal ini mengimplementasikan tiga aspek kehidupan manusia sebagaimana disebutkan di atas.
Namun pada realitanya, tidak sedikit lembaga pendidikan yang hanya menghasilkan manusia yang hanya unggul pada aspek kognitif saja, sementara dua aspek yang lainnya terabaikan.